Articles

Found 15 Documents
Search

CONSTRUCTION OF AN EXPRESSION VECTOR BASED ON pCDNA3.1(+) EXPRESSING JEMBRANA DISEASE VRIUS ENV-TM SUBUNIT GENE IN EUKARYOTIC SYSTEM Kusumawati, Asmarani; Widada, Joannes Sri; Hidayat, Basuki
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.959 KB)

Abstract

.
PENGEMBANGAN DAN APLIKASI KLINIS KIT-KERING RADIOFARMAKA SIPROFLOKSASIN Zainuddin, Nurlaila; Hidayat, Basuki; Iljas, Rukmini
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.915 KB)

Abstract

Radiofarmaka 99mTc-siprofloksasin tersedia dalam bentuk kit-cair yangdikemas terpisah dari radionuklidanya. Sediaan dalam bentuk ini mempunyai stabilitas yangrendah. Guna memenuhi kebutuhan radiofarmaka untuk diagnosis infeksi telah dilakukanmodifikasi pembuatan kit-kering radiofarmaka siprofloksasin menggunakan larutan infussiprofloksasin laktat yang beredar di pasaran dengan metode liofilisasi. Kit-kering siprofloksasinterdiri dari flakon A berisi 2 mg siprofloksasin laktat dan flakon B berisi 2 mg reduktor Sn-tartrat.Preparasi sediaan 99mTc-siprofloksasin dilakukan dengan menambahkan radioisotop 99mTc kedalam flakon A yang telah dilarutkan dalam akuabides, diikuti penambahan larutan reduktor Sntartratdari flakon B pada kondisi penandaan optimal. Kemurnian radiokimia 99mTc-siprofloksasinditentukan dengan metode kromatografi menggunakan fase diam ITLC-SG dengan fase`gerakaseton kering. Pengujian aktivitas biologis dan uptake 99mTc-siprofloksasin terhadapmikroorganisme dilakukan secara in-vitro. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan sterilitas,toksisitas dan evaluasi klinis terhadap volunter. Hasil penandaan kit-kering siprofloksasindengan radionuklida 99mTc diperoleh 99mTc-siprofloksasin dengan kemurnian radiokimia sebesar96,39 ± 2,01%. Pengujian aktivitas biologis terhadap bakteri S. aureus dan E. coli menunjukkanbahwa kit-kering siprofloksasin setelah proses penandaan dengan 99mTc tidak kehilangan dayabakterisidanya dan uptake maksimum terjadi pada waktu inkubasi 1 jam sebesar 83,06 ±10,95% dan 80,26 ± 8,58% masing-masing terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Kit-keringradiofarmaka siprofloksasin merupakan sediaan yang steril, vakum dan tidak toksik. Uji klinisradiofarmaka 99mTc-siprofloksasin terhadap volunter yang menderita abses hati dan korpustulang belakang menunjukkan adanya akumulasi radioaktivitas di daerah tersebut. Aplikasiklinis 99mTc-siprofloksasin dengan teknik pencitraan menggunakan kamera gammamenunjukkan bahwa radiofarmaka ini dapat digunakan untuk penyidik infeksi.
Isolation-Amplification of ENV-TM Subunit Genes of Jembrana Disease Virus by a Single Step RT-PCR and Its Direct Cloning in PCR2.1-TOPO Plasmid Kusumawati, Asmarani; Hidayat, Basuki; Sardjono, B.; Widada, Joannes Sri
Buletin Peternakan Vol 27, No 1 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (1) Februari 2003
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.02 KB)

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Perancangan Hewan Coba Model untuk Karsinoma Payudara HER-2 Positif Menggunakan Agen Imunosupresan Hidayat, Basuki; Massora, Stepanus; Ramli, Martalena; Susilo, Veronika Yulianti; Arianto, Agus; Masjhur, Johan S.
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan obat terapi keganasan di Indonesia sering kali terkendala karena ketidakmampuan menyediakan hewan model untuk uji preklinis. Hewan model tersebut adalah hewan model dengan massa keganasan yang mempunyai karakteristik khusus, bukan sekedar dengan massa tumor. Pada umumnya untuk tujuan tersebut digunakan hewan model yang tidak mempunyai daya tahan tubuh dan dipelihara dalam lingkungan yang steril. Fasilitas sistem perkandangan yang steril ini yang belum ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini mengembangkan metode penyediaan hewan model mencit pengganti nude mice dengan daya tahan tubuh yang rendah, tetapi mampu hidup dalam lingkungan fasilitas pemeliharaan yang tidak steril. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan dan Laboratorium Sitogenetik Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, Batan, Serpong sejak bulan Juli sampai November 2014. Galur sel SKBR-3 diinokulasi pada 2 kelompok mencit sehat (Mus musculus) strain Balb/c, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol, masing-masing 8 ekor. Cyclosporine A, agen penurun daya tahan tubuh hanya diberikan pada kelompok perlakuan sebelum dan setelah inokulasi. Pada kedua kelompok, pertumbuhan tumor secara makroskopik tidak terlihat di tempat inokulasi, tetapi tampak perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol pada kadar leukosit (p:0,01), limfosit (p:0,01), monosit (p:0,01), dan segmen neutrofil (p:0,01). Pada 2 mencit kelompok perlakuan didapatkan gambaran sel degenerasi bengkak keruh di hati. Metode ini terbukti dapat menurunkan daya tahan tubuh hewan coba mencit (Mus musculus) strain Balb/c, walaupun belum mampu menumbuhkan keganasan. [MKB. 2016;48(1):39–44]Kata kunci: Ca payudara HER2 positif, hewan coba model onkologiDesigning Animal Models for HER2 Positive Breast Cancer Using Immunosuppressive AgentAbstractThe development of therapeutic drug for malignancy in Indonesia is often constrained because of the inability to provide animal models for preclinical study. These animal models are an animal model with a malignancy mass which have special characteristics, not just the tumor mass. Animal models that are usually used for this purpose is immunodeficient animals. This animal must be kept in sterile animal care, but the facility is not readily available in Indonesia. The purpose of this study was to develop a method for providing an animal model of nude mice replacement that has fairly low immunity but are still able to live in non-sterile animal care facilities. The study was conducted at the Laboratory Animal and Cytogenetics, Center for Radioisotope and Radiopharmaceuticals Technology, Batan, Serpong in the period of July to November 2014. SKBR-3 cell lines were inoculated on two groups of immunocompetent mice (Mus musculus) strain Balb/c, namely the treatment group (n=8) and controls (n=8). Cyclosporine A as an immunosupressan agent was given only to the treatment group before and after SKBR 3 inoculation. No macroscopically visible tumor growth at the site of inoculation in both of groups. There was a significant difference between the treatment group and the control group in leukocyte levels (p: 0.01), lymphocytes (p: 0.01), monocytes (p: 0.01), and neutrophil segments (p: 0.01). Two treatment groups of mice obtained cloudy degeneration in the liver. This method has significantly reduced the immunity of mice (Mus musclus) strain Balb/c but still cannot grow malignancies in experimental animals. [MKB. 2016;48(1):39–44]Key words: HER2 positive breast cancer, oncology animal models DOI: 10.15395/mkb.v48n1.732
STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT Hidayati, Nur Rahmah; Setyowati, Sri; Sutari, Mrs; Triningsih, mrs; Karyadi, mr; Aguswarini, Sri; Humani, Titis Sekar; Hidayat, Basuki; Ramli, Martalena; Massora, Stepanus; Susilo, Veronika Yulianti; Mutalib, Abdul; Sastramihardja, Herry; Masjhur, Johan S.
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.903 KB)

Abstract

ABSTRAK STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT. Radiofarmaka baru untuk pengobatan penyakit kanker payudara tipe HER-2, 177Lu-DOTA Trastuzumab, telah berhasil diproduksi oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN. Demi keamanan produk dan keselamatan pasien, radiofarmaka baru tersebut perlu dilengkapi dengan data studi dosis internal yang dilakukan setelah uji praklinis pada hewan coba selesai. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melakukan estimasi dosis pada pasien yang dihitung berdasarkan data uji biodistribusi pada mencit. Studi Uji biodistribusi dilakukan pada 25 ekor mencit dan diamati biodistribusinya pada organ-organ, diantaranya otak, perut, usus, jantung , ginjal, hati, paru-paru, otot, tulang, limpa dan kandung kemih. Pengamatan cacahan organ dilakukan pada jam ke 1, 2, 3, 4, 24, 48 pasca injeksi radiofarmaka 177Lu DOTA-Trastuzumab sebesar 100mCi. Hasil yang diperoleh dari uji biodistribusi adalah % ID/gram organ tikus, kemudian dilakukan konversi perhitungan ke % ID/gram organ manusia. Untuk mengestimasi dosis ke manusia, hasil %ID/gram organ tersebut dipakai sebagai input pada software dosimetri internal OLINDA/EXM, dengan cara melakukan plotting %ID/gram versus waktu, yang akan menghasilkan residence time di masing-masing organ. Setelah residence time diperoleh, dosis internal radiasi pada masing-masing organ dan seluruh tubuh dapat diketahui. Hasil studi menunjukkan bahwa tiga  organ yang memiliki dosis internal tertinggi 177Lu DOTA Trastuzumab adalah : paru-paru, hati dan ovarium dengan dosis masing-masing 0,063; 0,046 dan 0,025 mSv/MBq. Disimpulkan bahwa hasil estimasi dosis internal radiasi total yang diperoleh manusia pada penyuntikan radiofarmaka 177Lu-DOTA Trastuzumab adalah 0.21 mSv/MBq. ABSTRACT   INTERNAL DOSE ESTIMATION OF 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB IN HUMAN BASED ON THE BIODISTRIBUTION DATA OF MICE: A PRELIMINARY STUDY. A new radiopharmaceutical for treating Breast Cancer of HER-2 type, 177Lu DOTA-Trastuzumab, had been successfully produced by The Centre for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology-BATAN. With regard to the patient safety, the new drug development process need internal dosimetry data obtained of preclinical study in animal. Hence, this study has been objected to estimate the internal radiation dose in human by performing the biodistribution test in mice. In this study, the biodistribution test was done for 25 mice and sacrificed at 1, 2, 3, 4, 24, 48 hour after the injection of 177Lu DOTA-Trastuzumab. There were 11 organs, namely brain, stomach, intestine, heart, kidneys, liver, lungs, muscle, bone, spleen, and urinary bladder, have been investigated by observing the uptake in each organ during the proposed time. The result of biodistribution test then were being calculated into injection dose per gram human organ (%ID/gr). To estimate the internal dose in human, the data of % ID/gram in human need to be plotted to calculate the residence time which will be need as the input for OLINDA/EXM, a tool for calculating internal dosimetry in Nuclear Medicine fields. As a result, three organs that have been estimated receiving the highest internal radiation dose due to the administration of 177Lu DOTA Trastuzumab are: lungs, liver, and ovaries at approximately 0,063; 0,046 and 0,025 mSv/MBq respectively. To conclude, the total internal dose in human reference model due to the administration of 177Lu-DOTA Trastuzumab has been estimated to be 0,21 mSv/MBq.
Studi Dosimetri Internal Radiofarmaka Terapi Kanker Payudara 177Lu-DOTA-Trastuzumab Susyati, Susyati; Mutalib, Abdul; Muchtaridi, Muchtaridi; Ramli, Martalena; Aguswarini, Sri; Karyadi, Karyadi; Hidayat, Basuki; Massora, Stepanus
Jurnal Keselamatan Radiasi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radisasi - BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.371 KB)

Abstract

Pengobatan terarah berbasis imunologik (Imunoterapi) kanker payudara dengan mekanisme pengikatan reseptor HER2/neu oleh antibodi spesifik telah dikembangkan oleh para peneliti sejak tahun 80-an. Trastuzumab adalah antibodi yang pertama disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika. Dari pemantauan diketahui bahwa pengobatan dengan trastuzumab selain berbiaya tinggi juga terjadi kardiotoksisitas dan resistensi obat. Mengantisipasi hal ini, para peneliti mulai mengembangkan trastuzumab dalam bentuk konjugat dengan suatu radionuklida (salah satunya adalah 177Lutesium), sebagai farmaka Radioimunoterapi (RIT) baru. Sebagai penerapan aspek keselamatan untuk tujuan melakukan proteksi terhadap pasien dari efek samping pemberian dosis radiasi internal yang tidak akurat, studi dosimetri internal perlu dilakukan sejak awal pengembangan farmaka RIT baru. Tujuan studi dosimetri internal pada RIT adalah memastikan pemberian dosis radiasi internal yang akurat dan aman untuk setiap individu pasien/memaksimalkan dosis radiasi ke sel-sel kanker dan meminimalkan dosis radiasi ke sel-sel normal. Radiofarmaka baru (177Lu)m-(DOTA)n-trastuzumab telah berhasil dipreparasi oleh para peneliti BATAN. Uji praklinik in vivo/uji biokinetik pada hewan coba mencit betina normal inbred substrain BALB/c paska pemberian dosis tunggal 100 µCi bolus intravena injeksi radiofarmaka 177Lu-DOTA-trastuzumab juga telah dilakukan. Ruang lingkup studi dosimetri internal yang dilakukan ini adalah melakukan penghitungan perkiraan dosis terabsorb oleh berbagai organ hewan coba berdasarkan data biokinetik hasil uji praklinik in vivo. Dari hasil penghitungan perkiraan dosis terabsorb menggunakan persamaan MIRD dengan bantuan data Fraksi absorbsi spesifik dari pustaka diketahui bahwa dosis terabsorb organ paru-paru paling tinggi diantara organ-organ lainnya, yaitu 1,5X10-2 µGy. Dengan memperhitungkan faktor bobot tipe radiasi dan faktor bobot tipe jaringan/organ (sebagaimana tercantum pada Publikasi ICRP No.103 tahun 2007), diperoleh dosis ekivalen dan dosis efektif organ paru-paru berturut-turut adalah 1,5 X 10-2 µSv dan 1,8 X 10-3 µSv. Dosis efektif seluruh tubuh hewan coba adalah 4,2 X 10-3 µSv. Data biokinetik berbagai organ hewan coba dapat juga dipakai sebagai masukan (input) pada penghitungan perkiraan dosis terabsorb berbagai organ phantom manusia menggunakan software dosimetri internal tertentu, seperti OLINDA/EXM software. Breast cancer targeted therapy which mechanism is the binding of HER2/neu receptor with specific antibodies have been developed by researchers since the 80’s. Trastuzumab is the first antibody approved by the US Food & Drug Administration. From monitoring known that treatment with trastuzumab also occur cardiotoxity and drug resistance in addition to high costs. Anticipating this, the researchers began developing trastuzumab in the conjugate form with a radionuclide (one of which is 177Lutesium) as a new pharmaceutical of Radioimmunotherapy (RIT). As the implementation of safety aspects in order to protect the patients from adverse effects of inaccurate internal radiation dose administration, internal dosimetry studies / assessment need to be done since the beginning of a new RIT pharmaceutical development. The objective of internal dosimetry study at RIT is to ensure accurate and safe internal radiation dose administration for each individual patients / to maximize the radiation dose to the cancer cells and minimize the radiation dose to the normal cells. The new RIT pharmaceutical 177Lu-DOTA-trastuzumab has been successfully prepared by BATAN researchers.  In vivo preclinical trials/biokinetic testing in normal female mice inbred substrain BALB/c after administration of a single dose 100 μCi of bolus intravenous 177Lu-DOTA-trastuzumab radiopharmaceutical injection also been conducted. The scope of internal dosimetry studies conducted was absorbed dose calculation estimation of the various experimental animals organs based on biokinetic data of in vivo preclinical trials. Calculation estimation of Absorbed Dose using the MIRD (Medical Internal Radiation Dose) equation with the aid of SAFs (Specific absorbed fractions) data from reference known that Absorbed Dose of lungs organ is highest among other organs ie. 1,5 X 10-2µGy. Taking into account of recommended radiation weighting factors and tissue / organ weighting factors (as stated in ICRP Publication #103, 2007) obtained equivalent dose and effective dose of lungs organ is 1,5 X 10-2 μSv and 1,8 X 10-3μSv respectively. The whole body effective dose of experimental animal is 4,2 X 10-3 μSv. The biokinetic-test results data of the various experimental animal organs can also be used as an input on the Absorbed dose calculation estimation of the various human phantom organs using certain internal dosimetry software (one example is OLINDA/EXM software).
Generalized Lymphadenopathy due to Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) : 18F-FDG PET Imaging Hidayat, Basuki; Hutomo, Febby; Yudistiro, Ryan; Mulyanto, Ivana D.; Budiawan, Hendra; Masjhur, Johan S.
Journal of Medicine and Health Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lymphadenopaty is a common clinical finding with a broad differential diagnosis, withCarcinoma of Unknown Primary (CUP) as one of it’s most common causes. Flourine-18 fluoro-2 deoxy glucose (18F- FDG) positron emission tomography (PET) is a Nuclear Medicinescintigraphy procedure commonly used to localize suspected a primary lesion by depicting ametabolic status. However, in the expertise of 18F FDG PET study, clinical finding andepidemiologic data must be considered to get a better conclusion. We describe 18F-FDG PETstudy in the presence of generalized lymphadenopathy due to chronic lymphocytic leukemia(CLL), a rare disease which is initially suspected of having CUP.Keywords: 18F-FDG PET, lymphadenopathy, lymphoma, leukemia
Roles of Microwave Oven in Preparing Microbiological Growth Media Prijana, Christian; Mulyana, Yanti; Hidayat, Basuki
Althea Medical Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Althea Medical Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Sterilization of a growth medium before being utilized is a very important step in a microbiology laboratory. The common method for this purpose is by using the autoclave. However, autoclaving takes more time. To overcome this limitation, we tried to use the microwave oven. The aim of this study was to evaluate the ability of microwave oven in preparing the growth media.Methods: This was a laboratory experimental study conducted at Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, from October to November 2014. The growth media used were: MacConkey agar, in petri dishes, inoculated with Escherichia coli; Sabouraud agar, in petri dishes, inoculated with Candida albicans; Kligler iron agar (KIA), in reaction tubes, inoculated with Escherichia coli and Salmonella Typhi; Simmons citrate agar, in reaction tubes, inoculated with Klebsiella pneumoniae; Mueller-Hinton (M-H) broth, in reaction tubes, inoculated with Escherichia coli; and Motility Indole Urea (MIU) semisolid agar, in reaction tubes, inoculated with Proteus sp.The media would be heated by microwave for 1, 2, and 3 minutes. Results: From the total 54 dishes/tubes of various microwave-sterilized media, contaminations were only seen at 5 dishes/tubes. Most of the media, except the one-minute-heated Mueller-Hinton broth, were sterilized more than half dishes/tubes. The identification function of all media in this study was performed well. Conclusions: The utilization of microwave oven as an alternative sterilizing apparatus for microbiological growth media is very potential, particularly for two and three minutes duration of heating. [AMJ.2016;3(1):1–5]DOI: 10.15850/amj.v3n1.469
Perancangan Hewan Coba Model untuk Karsinoma Payudara HER-2 Positif Menggunakan Agen Imunosupresan Hidayat, Basuki; Massora, Stepanus; Ramli, Martalena; Susilo, Veronika Yulianti; Arianto, Agus; Masjhur, Johan S.
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan obat terapi keganasan di Indonesia sering kali terkendala karena ketidakmampuan menyediakan hewan model untuk uji preklinis. Hewan model tersebut adalah hewan model dengan massa keganasan yang mempunyai karakteristik khusus, bukan sekedar dengan massa tumor. Pada umumnya untuk tujuan tersebut digunakan hewan model yang tidak mempunyai daya tahan tubuh dan dipelihara dalam lingkungan yang steril. Fasilitas sistem perkandangan yang steril ini yang belum ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini mengembangkan metode penyediaan hewan model mencit pengganti nude mice dengan daya tahan tubuh yang rendah, tetapi mampu hidup dalam lingkungan fasilitas pemeliharaan yang tidak steril. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan dan Laboratorium Sitogenetik Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, Batan, Serpong sejak bulan Juli sampai November 2014. Galur sel SKBR-3 diinokulasi pada 2 kelompok mencit sehat (Mus musculus) strain Balb/c, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol, masing-masing 8 ekor. Cyclosporine A, agen penurun daya tahan tubuh hanya diberikan pada kelompok perlakuan sebelum dan setelah inokulasi. Pada kedua kelompok, pertumbuhan tumor secara makroskopik tidak terlihat di tempat inokulasi, tetapi tampak perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol pada kadar leukosit (p:0,01), limfosit (p:0,01), monosit (p:0,01), dan segmen neutrofil (p:0,01). Pada 2 mencit kelompok perlakuan didapatkan gambaran sel degenerasi bengkak keruh di hati. Metode ini terbukti dapat menurunkan daya tahan tubuh hewan coba mencit (Mus musculus) strain Balb/c, walaupun belum mampu menumbuhkan keganasan. [MKB. 2016;48(1):39–44]Kata kunci: Ca payudara HER2 positif, hewan coba model onkologiDesigning Animal Models for HER2 Positive Breast Cancer Using Immunosuppressive AgentAbstractThe development of therapeutic drug for malignancy in Indonesia is often constrained because of the inability to provide animal models for preclinical study. These animal models are an animal model with a malignancy mass which have special characteristics, not just the tumor mass. Animal models that are usually used for this purpose is immunodeficient animals. This animal must be kept in sterile animal care, but the facility is not readily available in Indonesia. The purpose of this study was to develop a method for providing an animal model of nude mice replacement that has fairly low immunity but are still able to live in non-sterile animal care facilities. The study was conducted at the Laboratory Animal and Cytogenetics, Center for Radioisotope and Radiopharmaceuticals Technology, Batan, Serpong in the period of July to November 2014. SKBR-3 cell lines were inoculated on two groups of immunocompetent mice (Mus musculus) strain Balb/c, namely the treatment group (n=8) and controls (n=8). Cyclosporine A as an immunosupressan agent was given only to the treatment group before and after SKBR 3 inoculation. No macroscopically visible tumor growth at the site of inoculation in both of groups. There was a significant difference between the treatment group and the control group in leukocyte levels (p: 0.01), lymphocytes (p: 0.01), monocytes (p: 0.01), and neutrophil segments (p: 0.01). Two treatment groups of mice obtained cloudy degeneration in the liver. This method has significantly reduced the immunity of mice (Mus musclus) strain Balb/c but still cannot grow malignancies in experimental animals. [MKB. 2016;48(1):39–44]Key words: HER2 positive breast cancer, oncology animal models DOI: 10.15395/mkb.v48n1.732
Isolation-Amplification of ENV-TM Subunit Genes of Jembrana Disease Virus by a Single Step RT-PCR and Its Direct Cloning in PCR2.1-TOPO Plasmid Kusumawati, Asmarani; Hidayat, Basuki; Sardjono, B.; Widada, Joannes Sri
Buletin Peternakan Vol 27, No 1 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (1) Februari 2003
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.02 KB)

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF