Articles
2
Documents
‚Äč
STUDI KASUS HUBUNGAN SENAM NIFAS DENGAN STATUS KESEHATAN IBU NIFAS

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 12, No 3 Jul (2009)
Publisher : Buletin Penelitian Sistem Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: During pregnancy and birth period there are physical changes, some of muscle experiencing lengthening, especially uterus muscle and stomach muscle. After bearing, uterus was not back quickly like before, but through a process. Health recover process at post-partum was important thing for mother after birth period. Therefore, for turning back at early condition or recover period better so that body always health needed a exercise which popular as post-partum exercise. Methods: This research executed was prospective cohort design with quantitative approach. Interview was executed at 30 respondents post-partum mother. Subject got from population with simple random sampling. Depth interview was executed to get depth information about research which observed. Independent variables at this research were participation postparfum exercise and dependent variables are complication, narrow of uterus, swell oedema, treatment of stitching hurt loctation, early ambulation, urinate, defecate, drink and eat pattern. Results: Chi square result indicated difference health status between does exercise and neither was only early ambulation and defecates from other some variable. Variables early ambulation (p = 0.001) and deficate (p = 0.001) significant with exercise. But variables involution utery, oedema treatment of stitching hurt and drink and eat pattern not significant with exercise.Key words: post-parfum exercise, health status

Pemerataan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Lamongan

CAKRAWALA Vol 12, No 2: Desember 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.107 KB)

Abstract

Indonesia masih menghadapi masalah tenaga kesehatan, baik jumlah, jenis, kualitas maupun distribusinya. Untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC), SDM kesehatan mutlak diperlukan. Menurut WHO, Indonesia termasuk dalam 57 negara yang menghadapi krisis tenaga kesehatan. Padahal 80% keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan SDM kesehatan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokus penelitian di Kabupaten Lamongan. Pemilihan informan antara lain pemangku kebijakan pada Dinas Kesehatan atau pemegang program bidang sumber daya manusia (SDM) kesehatan, Badan Kepegawaian Daerah bidang sumber daya manusia (SDM) pemerintah di Kabupaten Lamongan dan beberapa tenaga kesehatan yang bekerja di pelayanan kesehatan (puskesmas dan rumah sakit pemerintah). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah dan jenis tenaga kesehatan di Kabupaten Lamongan sudah baik, namun belum disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan kompetensi dan beban kerja. Tenaga kesehatan masih berkelompok atau tidak merata pada masing-masing unit pekerjaan di pelayanan kesehatan Kabupaten Lamongan. Maka diperlukan suatu kebijakan pemerintah daerah tentang perencanaan pengadaan tenaga kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan beban kerja, dengan lebih mengutamakan tenaga kesehatan yang berdomisili mendekati unit pelayanan kesehatan, pemberian insentif yang lebih besar sesuai dengan beban kerja.