Siti Hidayah
Program Studi Manajemen, STIE Dharmaputra Semarang Jl. Pamularsih Raya No. 16 Telp. (024) 7601410 Semarang 50148

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS DESKRIPTIF PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2012 (Suatu Kajian dalam Penyusunan Masterplan Pendidikan Bappeda Kabupaten Blora Tahun 2012) Fathurohman, Akhmad; Winaryati, Enny; Hidayah, Siti
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.439 KB)

Abstract

Pembiayaan pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan untuk berlangsungnya pendidikan sehingga sesuai dengan satandar kualitas pendidikan nasional. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pembiayaan pendidikan sebagai baseline perencanaan pengelolaan pendidikan di Kabupaten Blora. Metode yang digunakan adalah survey yang mengambil sampel yang refresentatif di seluruh kecamatan se Kabupaten Blora yang di konsentrasikan di empat wilayah yaitu wilayah Ngawen, Randublatung, Blora, dan Cepu, dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Simpulan dari kajian ini adalah: (a) Pembiyaan pendidikan masih bertumpu pada pembiayaan dari pemerintah pusat dan provinsi, di samping itu juga dukungan pembiayan pendidikan dari dunia usaha dan industri serta perusahaan asing masih relatif rendah, (b) ketepatan waktu pencairan dinilai tidak sesuai dengan kalender pendidikan; (c) kebutuhan tertinggi pembiayaan pendidikan adalah untuk sarana prasarana dan program kurikulum, serta secara khusus untuk pengembangan keterampilan/vokasi pada bagi SMK, (d) pemenuhan pembiayaan untuk mencapai standar pembiayaan masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi (a) perlu ada upaya peningkatan komitmen pemerintah daerah dalam pembiayaan pendidikan sehingga mendukung semua satuan pendidikan mencapai Standar Nasional, (b) waktu pencairan biaya pendidikan perlu tepat waktu sesuai dengan kalender penidikan, (c) Perlu peningkatan dukungan dari DU/I dan perusahaan asing, (e) pembiayaan untuk sarana dan prasarana perlu diprioritaskan.
UPAYA PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN MELALUI PEMBENTUKAN PERILAKU ETIS KARYAWAN (Studi Empirik Pada Karyawan Baitul Maal Wat Tamwil/BMT di Kabupaten Semarang) Hidayah, Siti; -, Haryani; Anggraeni, N.A. Dian
Jurnal Dinamika Manajemen (Journal of Management Dynamics) Proceeding Madic 2015
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Semarang State University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v0i0.4757

Abstract

ANALISIS DESKRIPTIF PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2012 (Suatu Kajian dalam Penyusunan Masterplan Pendidikan Bappeda Kabupaten Blora Tahun 2012) Fathurohman, Akhmad; Winaryati, Enny; Hidayah, Siti
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Karya Pendidikan Matematika
Publisher : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.439 KB)

Abstract

Pembiayaan pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan untuk berlangsungnya pendidikan sehingga sesuai dengan satandar kualitas pendidikan nasional. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pembiayaan pendidikan sebagai baseline perencanaan pengelolaan pendidikan di Kabupaten Blora. Metode yang digunakan adalah survey yang mengambil sampel yang refresentatif di seluruh kecamatan se Kabupaten Blora yang di konsentrasikan di empat wilayah yaitu wilayah Ngawen, Randublatung, Blora, dan Cepu, dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Simpulan dari kajian ini adalah: (a) Pembiyaan pendidikan masih bertumpu pada pembiayaan dari pemerintah pusat dan provinsi, di samping itu juga dukungan pembiayan pendidikan dari dunia usaha dan industri serta perusahaan asing masih relatif rendah, (b) ketepatan waktu pencairan dinilai tidak sesuai dengan kalender pendidikan; (c) kebutuhan tertinggi pembiayaan pendidikan adalah untuk sarana prasarana dan program kurikulum, serta secara khusus untuk pengembangan keterampilan/vokasi pada bagi SMK, (d) pemenuhan pembiayaan untuk mencapai standar pembiayaan masih perlu ditingkatkan. Rekomendasi (a) perlu ada upaya peningkatan komitmen pemerintah daerah dalam pembiayaan pendidikan sehingga mendukung semua satuan pendidikan mencapai Standar Nasional, (b) waktu pencairan biaya pendidikan perlu tepat waktu sesuai dengan kalender penidikan, (c) Perlu peningkatan dukungan dari DU/I dan perusahaan asing, (e) pembiayaan untuk sarana dan prasarana perlu diprioritaskan.
The Role of Spiritual-Based Leadership as Predictor in Improving Employee Performance Hidayah, Siti; Sutopo, Sutopo
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 8, No 1 (2017): March 2017 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v8i1.10413

Abstract

This study aims to develop the concept of spiritual-based leadership in solving the controversy of empirical research results. This leadership relies more on spiritual intelligence in its leadership activities, and maintains ethical values and divine values. The population is all employees who come from 13 Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) in Semarang City. Samples is set at 100 people as respondents. The sample that is feasible to process is 79 samples. While the sampling technique is stratified sampling technique, then each sample is selected using random sampling. Testing of hypothesis is using linear regression analysis method with program SPSS Version 16.0. The results showed that the spiritual-based leadership has positive and significant effect on the em-ployee performance at BMT in Semarang City proved acceptable. This means that spiritual-based leadership can be said to have a role as a predictor in improving employee performance. For the next, The reseach can develope to improve performance by another variable. The vari-able like another leadership style and spiritual motivation.
PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI MELALUI KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL, DAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG ., Hartanto; Hidayah, Siti; ., Harnoto
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 24, No 43 (2017)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2881.438 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kinerja pegawai melalui kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kepuasan kerja pegawai di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai di Kecamatan Gunungpati berjumlah 117 orang. Sampel diambil seluruh anggota populasi dengan metode sensus. Hasil pengujian menunjukkan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (H1) diterima. Kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (H2) diterima. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (H3) diterima. Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(H4) diterima. Kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (H5) diterima. Kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai (H6) diterima. Kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kinerja pegawai (H7) diterima. Kata kunci: Kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kepuasan kerja, kinerja pegawai ABSTRACTThis study aims to analyze the improvement of employee performance through emotional intelligence, spiritual intelligence, and employee job satisfaction in the District of Gunungpati Kota Semarang. The population of this study is all employees in Kecamatan Gunungpati numbered 117 people. Samples were taken by all members of the population by census method. The test results show that emotional intelligence has a positive and significant effect on job satisfaction (H1) is accepted. Spiritual intelligence has a positive and significant effect on job satisfaction (H2) accepted. Job satisfaction has a positive and significant effect on employee performance (H3) accepted. Emotional intelligence has a positive and significant effect on employee performance (H4) is accepted. Spiritual intelligence has a positive and significant effect on employee performance (H5) is accepted. Job satisfaction can mediate the effect of emotional intelligence on employee performance (H6) is accepted. Job satisfaction can mediate the influence of spiritual intelligence on employee performance (H7) is accepted. Keywords: Emotional intelligence, spiritual intelligence, job satisfaction, officers performance
ANALISIS KINERJA KARYAWAN PT. KENCANA INDAH PLASTIK INDONESIA B.S, Anton Kurniawan; Hidayah, Siti; ., Harnoto
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 25, No 44 (2018)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.913 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to analyze employee performance of PT. KIPI through biographical characteristic and job characteristic with achievement motivation as a mediation variable. The population of this research is all employees of PT. KIPI, amounting to 123 people. The sample is taken by all members of the population by census method. Method of data processing is using SPSS. The result of hypothesis testing show that biographical characteristic has positive and significant effect on achievement motivation, so they can be interpreted that the better biographical characteristic, the higher achievement motivation. Job characteristic has positive and significant effect on achievement motivation, so they can be interpreted that the better job characteristic, the higher achievement motivation. Achievement motivation has positive and significant effect on employee performance, so they can be interpreted that the higher achievement motivation, the higher employee performance. Biographical characteristic has positive and significant effect on employee performance, so they can be interpreted that the better biographical characteristic, the higher employee performance. Job characteristic has positive and significant effect on employee performance, so they can be interpreted that the better job characteristic, the higher employee performance. Mediating testing results show that achievement motivation mediate the effect of biographical characteristic and job characteristic on employee performance. These prove that the achievement motivation as a mediating variable proved can mediate relationship between biographical characteristic and job characteristic on employee performance.  Keywords: biographical characteristic, job characteristic, achievement motivation, employee performance   ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja karyawan PT. Kencana Indah Plastik Indonesia (KIPI) melalui karakteristik biografis dan karakteristik pekerjaan dengan motivasi berprestasi sebagai variable mediasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.KIPI yang berjumlah 123 orang. Adapun sampelnya diambil seluruh anggota populasi dengan metode sensus. Metode pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa karakteristik biografis berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik karakteristik biografis maka semakin tinggi motivasi berprestasi. Karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik karakteristik pekerjaan maka semakin tinggi motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin tinggi kinerja karyawan. Karakteristik biografis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik karakteristik biografis maka semakin tinggi kinerja karyawan. Karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sehingga dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik karakteristik pekerjaan yang dilakukan maka semakin tinggi kinerja karyawan. Hasil analisis variable mediasi menemukan bahwa motivasi berprestasi dapat memediasi pengaruh karakteristik biografis dan karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan. Hal ini membuktikan bahwa motivasi berprestasi bisa sebagai variabel mediasi dari pengaruh karakteristik biografis dan karakteristik pekerjaan terhadap kinerja karyawan. Kata kunci: karakteristik biografis, karakteristik pekerjaan, motivasi berprestasi, kinerja karyawan
KOMITMEN ORGANISASI MEMEDIASI HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA Rudini, ahmad; hidayah, siti
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 24, No 42 (2017)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.057 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru di Yayasan Pendidikan Islam Alhuda Jumo Kab. Grobogan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru di Yayasan Pendidikan Islam Alhuda Jumo Kab. Grobogan yang berjumlah 103 orang. Adapun sampelnya diambil seluruh anggota populasi dengan metode sensus. Metode pengolahan data menggunakan SPSS 17.0. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik kompensasi dan lingkungan kerja maka semakin tinggi komitmen organisasi. Demikian pula hasil pengujian hipotesis juga menunjukkan bahwa kompensasi, lingkungan kerja, dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa semakin baik kompensasi, lingkungan kerja, dan komitmen organisasi maka semakin tinggi kepuasan kerja. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa komitmen organisasi memediasi pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Hal ini membuktikan bahwa komitmen organisasi sebagai variabel mediasi terbukti dapat memediasi hubungan antara kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Kata Kunci: Kompensasi, Lingkungan kerja, Komitmen organisasi,  Kepuasan kerja AbstractThe purpose of this study is to analyze the influence of compensation and working environment on job satisfaction at taechers in Islamic Education Foundation Alhuda Jumo, Grobogan Regency with organizational commitment as a mediating variable. The population of this research is all teachers in Jumo Alhuda Islamic Education Foundation, Grobogan Regency as many as 103 people. The sample is taken of all members of the population by census method. Methods of data processing is using SPSS 17.0. Hypothesis testing results show that compensation and working environment have positive and significant effect on organizational commitment, so they can be interpreted that the better compensation and work environment, the higher organizational commitment. As well as hypothesis testing results show that compensation, working environment, and organizational commitment have positive and significant effect on job satisfaction, so they can be interpreted that the better compensation, work environment, and organizational commitment, the higher job satisfaction. Mediating testing results show that organizational commitment mediate the effect of compensation and working environment on job satisfaction. These prove that the organizational commitment as a mediating variable proved can mediate relationship between compensation and work environment on job satisfaction.  Keywords: Compensation, Work Environment, Organizational Commitment, Job Satisfaction
ANALISIS KINERJA ANGGOTA DIREKTORAT AKADEMIK KEPOLISIAN SEMARANG MELALUI PERILAKU ETIS ANGGOTA Supriyanto, Kukuh Bambang; hidayah, siti
PROCEEDINGS Vol 1, No 1 (2017): PROCEEDING Bingkai Manajemen (BIMA)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharmaputra Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.173 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja anggota Direktorat Akademik Kepolisian Semarang melalui perilaku etis anggota. Jenis penelitian adalah confirmatory research. Populasi penelitian ini 870 anggota dengan jumlah sampel 15% dari total populasi yakni 130 anggota. Namun demikian, sampel yang kembali dan bisa diolah sebanyak 104 responden. Sumber data yaitu data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Regresi Linier Berganda. Deskriptif data menunjukkan 94,04% anggota menanggapi setuju dan sangat setuju mengenai perilaku etis anggota, dan sisanya 5,96% menanggapi sebaliknya. Tanggapan mengenai kinerja anggota sebanyak 83,26% menjawab setuju dan sangat setuju, sedangkan sisanya 16,74% menjawab sebaliknya. Hasil analisis menunjukkan perilaku etis anggota berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggota, semakin baik perilaku etis anggota maka semakin tinggi kinerjanya. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah anggota dari Direktorat Akademik Kepolisian Semarang diharapkan mampu mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, melaksanakan tugas dengan baik, melaksanakan tanggung jawab pokok dengan benar, membuat rencana kerja sebelum bekerja, dan mempersiapkan tugas sebelum memulai kegiatan.Kata kunci : Perilaku Etis, Kinerja Anggota, Direktorat Akpol Semarang AbstractThis study aims to analyze the performance of members of the Academic Directorate of Police in Semarang through ethical behavior of members. This type of research is confirmatory research. The study population is 870 members with a sample of 15% of the total population of the 130 members. However, the samples are returned and can be processed as many as 104 respondents. Sources of data are primary and secondary data. Data were collected through observation, questionnaires, and literature study. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Descriptive data showed 94.04% of members responding to agree and strongly agree about the ethical behavior of members, and the remaining 5.96% respond otherwise. Feedback on the performance of members as much as 83.26% answered agree and strongly agree, while the remaining 16.74% answered otherwise. The analysis showed a positive effect of ethical behavior and significant members of the performance of members, the better the ethical behavior of members of the higher performance. The policy implication of this study is a member of the Academic Directorate Semarang Police are expected to put the interests of public rather than private interests, perform well, carry out basic responsibilities properly, create a work plan before work, and prepare for the task before starting the activity.Keywords: Ethical Conduct, Member Performance Directorate of the Police Academy in Semarang
Role of Organizational Citizenship Behavior (OCB), Perception of Justice and Job Satisfaction on Employee Performance Hidayah, Siti; Harnoto, Harnoto
Jurnal Dinamika Manajemen Vol 9, No 2 (2018): September 2018 (DOAJ Indexed)
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.972 KB) | DOI: 10.15294/jdm.v9i2.14191

Abstract

This study aims to investigate the role of organizational citizenship behavior (OCB) on employee performance through perception of justice and job satisfaction of employees. Sample for the present study consisted of 309 employees working in Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) of Central Java. Result of regression analysis indicated that perception of justice was positively and significantly related to job satisfaction and organizational citizenship behavior (OCB), whereas job satisfaction was found to be related positively and significantly with organizational citizenship behavior (OCB). Then, also perception of justice, job satisfaction, and organizational citizenship behavior (OCB) were found to be related positively and significantly with employee performance. Based on these results, it can be interpreted that perception of justice, job satisfaction, and organizational citizenship behavior (OCB) are valuable components of an organization. These components can become important factors to improve employee and organizational performance. Theoretical and practical implications of the result are discussed.
KEPUASAN KERJA MEMEDIASI PENGARUH KOMITMEN AFEKTIF DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PERAWAT RSUD TUGUREJO SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Singosurandono, Sukmonoadi; hidayah, siti; Handayani, SB
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 25, No 45 (2018)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.083 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze whether job satisfaction mediates the effect of affective commitment and training on nurse performance. The population is all nurses in Tugurejo Hospital as many as 432 people, while the sample taken as many as 235 respondents with random sampling technique and which can be processed in 195 copies. The results of hypothesis testing show that affective commitment has a positive and significant effect on job satisfaction, the higher the affective commitment, the higher job satisfaction. Training has a positive and significant effect on job satisfaction, the better the training, the higher job satisfaction. Job satisfaction has a positive and significant effect on nurse performance, the higher the job satisfaction, the higher the nurse's performance. Affective commitment has a positive and significant effect on nurse performance, the higher the affective commitment, the higher the nurse's performance. Training has a positive and significant effect on nurses' performance, the better the training conducted, the higher the nurse's performance. The results of the analysis using the Sobel test find job satisfaction mediates the effect of affective commitment on nurse performance. This proves that the higher job satisfaction increases the influence of affective commitment on nurse performance. Job satisfaction mediates the effect of training on nurse performance. This proves that the higher job satisfaction increases the influence of training on nurse performance. Keywords: affective commitment, training, job satisfaction, nurse performance ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kepuasan kerja memediasi pengaruh komitmen afektif dan pelatihan terhahap kinerja perawat. Populasinya adalah seluruh perawat di RSUD Tugurejo sebanyak 432 orang, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 235 responden dengan teknik random sampling dan yang dapat diolah sejumlah 195 eksemplar. Hasil pengujian hipotesis menunjukan komitmen afektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, semakin tinggi komitmen afektif maka semakin tinggi kepuasan kerja. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, semakin baik pelatihan maka semakin tinggi kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin tinggi kinerja perawat. Komitmen afektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, semakin tinggi komitmen afektif maka semakin tinggi kinerja perawat. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, semakin baik pelatihan yang dilakukan maka semakin tinggi kinerja perawat. Hasil analisis menggunakan uji Sobel menemukan kepuasan kerja memediasi pengaruh komitmen afektif terhadap kinerja perawat. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin meningkatkan pengaruh komitmen afektif terhadap kinerja perawat. Kepuasan kerja memediasi pengaruh pelatihan terhadap kinerja perawat. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja maka semakin meningkatkan pengaruh pelatihan terhadap kinerja perawat. Kata kunci: komitmen afektif, pelatihan, kepuasan kerja, kinerja perawat