Malikhatul Hidayah
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

SOSIO EMOSIONAL DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DITINJAU DARI KOGNITIF SISWA MADRASAH ALIYAH Hidayah, Malikhatul
PHENOMENON Vol 4, No 1 (2014): Phenomenon
Publisher : IAIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi belajarkimia dengan kondisi sosio emosional yang mencipkatan suatu kondisiyang belajar yang baik,efektif serta efisien: (1) antara siswa yang mengikutimodel pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran eksplorasi, elaborasi,konfirmasi (EEK), (2) terhadap pengaruh interaksi model pembelajarandengan gaya kognitif, (3) antara siswa yang mengikuti model pembelajaranberbasis masalah dan pembelajaran EEK pada siswa yang memilikigaya kognitif field independent, dan (4) antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran berbasis masalah dan EEK pada siswa yang memiliki gayakognitif field dependent. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen denganrancangan faktorial 2x2 posttest only control group design. Subjek penelitianini adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Walisongo Jepara tahun pelajaran2013/2014. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik intakekelas. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan Anovadua jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) perbedaan signifikan terhadapvariable prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emosional siswa secarabersama-sama (F=2,944; p<0,05). Artinya, prestasi belajar kimia dankondisi sosio emosional siswa bersama-sama menunjukkan perbedaansignifikan antara model pembelajaran; (2) interaksi antara model pembelajarandan gaya kognitif secara bersama terhadap prestasi belajar kimia dankondisi sosio emosional siswa (F=47,456; p<0,05); (3) perbedaan signifikanvariabel model pembelajaran terhadap prestasi belajar kimia dan kondisisosio emosional siswa untuk siswa yang bergaya kognitif field independent(F=34,337; p<0,05); (4) perbedaan signifikan variabel model pembelajaranterhadap prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emosional siswa untuksiswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (F=17,912; p<0,05).
SOSIO EMOSIONAL DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DITINJAU DARI KOGNITIF SISWA MADRASAH ALIYAH hidayah, malikhatul
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2090.735 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi bela- jar kimia dengan kondisi sosio emosional yang mencipkatan suatu kondisi yang belajar yang baik,efektif serta efisien: (1) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran eksplorasi, elaborasi, konfirmasi (EEK), (2) terhadap pengaruh interaksi model pembelajaran dengan gaya kognitif, (3) antara siswa yang mengikuti model pembela- jaran berbasis masalah dan pembelajaran EEK pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, dan (4) antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dan EEK pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X  Madrasah Aliyah Walisongo Jepara tahun pela- jaran 2013/2014. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik intake kelas. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan Anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) perbedaan signifikan terhadap variable prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emosional siswa se- cara bersama-sama (F=2,944; p<0,05). Artinya, prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emosional siswa bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antara model pembelajaran; (2) interaksi antara model pembela- jaran dan gaya kognitif secara bersama terhadap prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emosional siswa (F=47,456; p<0,05); (3) perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emosional siswa untuk siswa yang bergaya kognitif field independent (F=34,337; p<0,05); (4) perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap prestasi belajar kimia dan kondisi sosio emosional siswa untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent (F=17,912; p<0,05).
PENGUATAN IMAN MELALUI PENGHAYATAN AGAMA DAN KETRAMPILAN EKONOMI KREATIF DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI KIMIA RUMAH TANGGA UNTUK WARGA TAMBAK LOROK SEMARANG UTARA Thowaf, Siti Munawaroh; Hidayah, Malikhatul; Arikhah, Arikhah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Servises- State Islamic University (UIN) Wali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.945 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.736

Abstract

Masyarakat Tambak Lorok adalah masyarakat nelayan dengan tingkat ekonomi menengah kebawah dengan kehidupan nelayan yang keras. Di Tambak Lorok sebagian besar warganya beragama Islam. Meski demikian derasnya arus globalisasi yang membawa dampak pragmatisme dibarengi dengan kegiatan misionaris di daerah ini nampaknya mampu secara pelan-pelan menggerus benteng keimanan sebagian warganya. Kenyataan bahwa mulai sepinya aktifitas keagamaan oleh kalangan muda, dan satu demi satu kaum muslimin berpindah keyakinan, adalah hal yang sangat mencengangkan dan tidak boleh dianggap remeh. Apalagi, jika dirunut dari sejarah perpindahan keyakinan mereka itu adalah karena faktor ekonomi. Untuk menyelamatkan aqidah mereka sangatlah diperlukan dampingan untuk menguatkan iman sekaligus ekonomi melalui pelatihan ekonomi kreatif. Warga muslimat dilatih memproduksi teknologi kimia rumah tangga, hal ini dimaksudkan sebagai kail untuk kegiatan yang bernilai ekonomi. Terbukti mereka mampu memproduksi shampo, detergen, pembersih keramik, karbol/pembersih kamar mandi dan lain-lain. Program ini telah mampu membuat perubahan. Hal ini sangat kelihatan ketika pertama dikenalkan tentang teknologi kimia, jenis zat-zat dan manfaatnya, mereka sangat tertarik dan bersemangat, banyak bertanya terkait dengan kecantikan kulit, memutihkan wajah, menghitamkan rambut dan lain-lain yang sangat duniawi, namun ketika pertemuan berikut setelah disentuh dengan penghayatan tentang makna syahadat, hakekat iman, pada pertemuan berikutnya mereka sudah tidak lagi “memburu” kecantikan lahir. Begitupun dengan penghormatan kepada makhluk lain. Mulai menghargai tanaman sebagai sesuatu yang dibutuhkan, oleh karenanya perlu dipelihara (dirumati-jawa) dengan cara disirami air. Pada intinya keimanannya secara pelan telah “mengaktual” dalam perbuatan nyata. Dengan begitu tidak mudah berpindah keyakinan menjadi murtad karena tergiur oleh iming-iming duniawi.
MODEL PEMBELAJARAN ASAM BASA BERBASIS SCS (SCIENCE PROCESS SKILLS) MELALUI KEGIATAN LABORATORIUM SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN SAINS SISWA MTS hidayah, malikhatul
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.511 KB) | DOI: 10.21580/phen.2012.2.1.422

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk    memperkenal- kan dan mengetahui efektivitas Model Pembelajaran SCS ( Science Process Skills ) melalui kegiatan Laboratorium Sebagai Wahana Pendidikan Sains yang cocok bagi siswa MTs agar meningkatkan: penguasaan konsep kimia, ke- mampuan berpikir kreatif, dan keterampilan  sains siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kelas, dan difokuskan pada pokok bahasan asam basa. Penelitian ini dilakukan di salah satu MTs Negeri di kota Semarang dengan subyek sebanyak 40 siswa kelas III. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi model pembelaja- ran, soal-soal tes, pedoman wawancara, pedoman obser- vasi dan angket, sedang LKS digunakan pada saat kegiatan laboratorium. Dalam model pembelajaran dikembangkan empat jenis konsep yaitu konsep kongkret, konsep yang menyatakan sifat, konsep yang melibatkan penggambaran simbol, dan konsep berdasarkan prinsip. Model pembela- jaran ini dapat meningkatkan pemahaman konsep pada setiap kelompok kemampuan siswa, mengembangkan ke- mampuan berpikir kreatif dengan hasil tertinggi pada as- pek membangun konsep di atas pengetahuan yang telah ada pada diri siswa dan terendah pada aspek memilih hal- hal yang mungkin tidak relevan, serta keterampilan sains mengatasi kurangnya waktu pembelajaran, bagian-bagian pembelajaran tertentu dapat dilaksanakan di luar jam ke- las.
Pengolahan Air Limbah Menjadi Air Minum Dengan Menghilangkan Amonium Dan Bakteri E-Coli Melalui Membran Nanofiltrasi Hidayah, Malikhatul
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2018): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2668

Abstract

Industrial waste water area that flows in the River Flood Canal Semarang can affect the environment if not done processing. Membrane is one alternative water treatment technologies with the principle of filtration. The presence of fouling is a problem encountered in the use of the membrane. In this study will be made of non-fouling nanofiltration membranes made from cellulose acetate. Manufacture of cellulose acetate membrane is accomplished by phase inversion method, which is changing the shape of the polymer solid phase into the liquid phase rich in solvent into solids (membrane) which is rich in polymer. Therefore, the aim of this study was to create a non-fouling nanofiltration membrane using cellulose acetate polymer as well as assess the effect of PEG additives and pre-treatment with UV light to the surface of the structure and performance of cellulose acetate membranes for produced water treatment. Research using cellulose acetate membranes for wastewater treatment is done by varying the type of PEG 1500 and 4000, variations of PEG of 1, 3 and 5% by weight and a UV irradiation for 10, 20 and 30 seconds. The research followed by testing the performance of the membrane in wastewater treatment using a dead-end filtration with the parameters of flux and rejection. Characterization of the membrane was analyzed with SEM and FTIR. Analysis of the results was conducted to determine the levels of turbidity, TDS, COD, Ca2+, S2- and oil in waste water before and after passing through the membrane.Keywords : Waste water, nanofiltration membranes, cellulose acetate. filtration  apparatus, SEM and FTIR analysis
PENGARUH pH DAN TEGANGAN LISTRIK DALAM ELEKTROLISIS LIMBAH PADAT BAJA (SLAG EAF) SEBAGAI UPAYA MEREDUKSI KANDUNGAN LOGAM FE PADA LIMBAH PADAT INDUSTRI GALVANIS Aziz, Abdul; Udaibah, Wirda; Hidayah, Malikhatul
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2018): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.3102

Abstract

Galvanization is a metal coating process that is widely used in industry. The effects of this metal coating process are not entirely beneficial to society. The issue of pollution generated by the metal coating activity becomes very important. The objective of this research is to reduce Fe metal content from solid waste steel using electrolysis process with variation of pH of electrolyte solution and voltage. This research uses experimental method with test of metal content composition using X-Ray Flouresence, and Fe metal reduction using electrolysis process. This research activity used stainless steel plate as cathode and solid steel waste chunk as anode. Variations of pH of FeSO4.7H2O electrolyte solution used during electrolysis process are pH = 2, pH = 2.5, pH = 3, pH = 3.5 and pH = 4. Variation of electric voltage used is 3 volts, 6 volts, 9 volts and 12 volts. The result of purity level analysis of the initial Fe metal at anode was 84,48 %, while after electrolysis process there was an increase of metal purity attached to the cathode of 96,58 %. The result showed that the effect of pH variation of the electrolyte solution on the mass produced in the electrolysis process in the A1, A2, A3, A4 and A5 samples was 0,09; 0,07; 0,02; 0,02; and 0,02 g. The greater the concentration of H+ of the electrolyte solution the more mass produced. In variable voltage of electricity on samples A11, A21, and A31 mass produced that is equal to 0,14; 0,13; and 0,10 g. While the mass of A41 sample did not increase in the cathode produced during the electrolysis process. The greater the voltage used in the electrolysis process the greater the mass produced.