Articles

PENGARUH WARNA KASA PENUTUP AUTOCIDAL OVITRAP TERHADAP JLMLAH JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI YANG TERTANGKAP Santoso, Joko; Hestiningsih, Retno; Wardani, Ratih Sari; -, Sayono
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4, No 2 (2007): Public Health
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Aedes aegypti mosquito is one of the vectors which is able to infect Dengue Hemoryhagic Fever disease mechanically. The examination offree rate of mosquito lat-va in Putwotladi ttist-rict, Grobogai rege,cy,is amounting 86 o/o. One of the techniques to control the population of Aedes aegypti mechaiicallll i, iy installing autocidal ovitrap simply and economically. objective of the research is ti inow the effect i1 ,ori, gauze color autocidal ovitrap on the number of Aedes Aegypti lar-vie which are trappetl. Type of ie resiarch is explanatory research by using experimental research design with post-test only tlisrgn approach. The researchsubject is conductecl in the surroundings of Purwodacti dtitrict seitlement *tti olrrr"e repetition. The measured variable consists of cover gauze color autocidal ovitrap antl the number of Aetles Aegtpti lat-vae which aretrapped. Collected data are analyzed with statistical test of one-way anovct rutth srgnifiilit level 5,%. Result of the research is that the numbers of Aedes aegtpti lar-vae, which ari trapped nrrr,:rliig to the categoD,of covet. gat:ze color autocidal ovitrap, are l9 black-colored larvae, l7 pink-cotored larvae, l2 white-colot-ed larttae, and S light blue-colored larvae. Result of the study of one-way inova is p:0, 5gg. In conclusion, there is noeffect of cover gauze color autocidal ovitrap on the number of Aecles aegypti larvee which are trappecl.Keywords : cover color, autocidal ovitrap, larvae, Aedes aegypti
Keefektifan ekstrak daun kecubung (Datura metel L.) dalam menghambat penetasan dan siklus hidup Aedes aegypti L. Martini, Martini; Astriana, Novi; Yuliawati, Sri; Hestiningsih, Retno; Purwantisari, Susiana
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 15, No 1 (2018): March
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.15.1.50

Abstract

Kecubung (Datura metel L.) merupakan jenis tanaman perdu yang mempunyai batang kayu, keras, dan tebal. Daun kecubung mengandung senyawa kimia alkaloid, saponin, flavonoida, dan fenol. Dilihat dari kandungan kimianya daun kecubung memiliki potensi sebagai insektisida nabati yang dapat menggantikan penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik dalam mengendalikan populasi Aedes aegypti L. telah menimbulkan dampak negatif, diantaranya adalah polusi lingkungan, masalah kesehatan masyarakat, dan resistensi vektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan ekstrak daun kecubung dalam menghambat penetasan telur dan  siklus hidup Ae. aegypti. Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan 4 kali pengulangan dan perlakuan 6 konsentrasi, yaitu 125, 250, 500, 750, 1.000, dan 1.250 ppm. Subyek penelitian adalah telur Ae. aegypti fertil. Setiap unit perlakuan ditempatkan 25 telur sehingga jumlah total telur yang dibutuhkan adalah 800 butir telur nyamuk. Metode yang digunakan untuk ekstraksi adalah maserasi. Hasil analisis probit menunjukkan aktivitas insektisida ekstrak daun kecubung dengan nilai LC50 sebesar 199,340 ppm dan nilai LC90 sebesar 749,080 ppm. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata jumlah telur yang tidak menetas akibat paparan ekstrak daun kecubung (P = 0,001). Persentase kegagalan penetasan telur Ae. aegypti paling rendah pada konsentrasi 125 ppm, yaitu sebesar 41% dan yang paling tinggi pada konsentrasi 1250 ppm, yaitu sebesar 98%. Daya hidup larva, pupa, dan nyamuk paling tinggi pada konsentrasi 125 ppm, yaitu masing-masing sebesar 49,18%; 55,17%, dan 43,75%. Sebagai kesimpulan, ekstrak daun kecubung memiliki potensi sebagai insektisida nabati terhadap telur Ae. aegypti.
VECTOR RESISTANCE STATUS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (Aedes aegypti) IN THE SIDOREJO DISTRICT SALATIGA CITY AGAINST TEMEPHOS (ORGANOPHOSPHATES) Yanti S, Ary Oktsari; Boewono, Damar Tri; Hestiningsih, Retno
Vektora : Jurnal Vektor dan Reservoir Penyakit Vol 4, No 1 Jun (2012)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to control the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is contrled thedengue vector larvae using larvasida. The most widely larvasida used to control larvae Ae.aegypti is temephos. In Indonesia 1% temephos (abate 1SG) has been used since 1976, and since1980 has been used for the eradication program ofAe. aegypti larvae. The purpose of this studyis to determine the resistance status of vectors of dengue hemorrhagic fever (Ae. aegypti) ofendemic, sporadic, and potentially in Sub District Sidorejo Salatiga City to temephos(organofosfat). This research was conducted using experimental research design (TrueExperiment), posttcst design with control groups (posttest-only Control Group Design). Thepopulation of the research were larvae of Ae. aegypti collected from the study area. Samples testlarvae were used of Ae. aegypti third and early fourth instars larvae which were maintenance ofthe first generation. The result showed that the mortality percentages of Ae. aegypti larvaeof endemic, sporadic and potential administratives against temephos using WHO standardconcentration (0,625; 0,125; 0,025 mg/1) indicates the mortality of Ae. aegypti larvae by 100%Based on the status resistance criteria, Ae. aegypti larvae from endemic, sporadic, and potentialadministratives of Sidorejo Sub-District, Salatiga City is still susceptible to temephos.Keywords : Status of resistance, Aedes aegypti. TemephosSalah satu upaya menurunkan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah melaluipengcndalian jentik vektor DBD dengan larvasida. Larvasida yang digunakan untukmengcndalikan jentik Ae. aegypti adalah temephos. Temephos 1% (abate ISG) sudah programdi Indonesia sejak 1976, scjak 1980 telah digunakan secara massal untuk programpemberantasan jentik Ae. aegypti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status resistensivektor demam berdarah dengue Ae. aegypti di kclurahan endemis, sporadis, dan potensialKecamatan Sidorejo Kota Salatiga terhadap temephos (organofosfat). Penelitian ini termasukpenelitian eksperimen murni (True Experiment) dengan rancangan postcs dengan kelompokkontrol (Postest Only Control Group Design) dengan sampel penelitian jentik Ae. aegypti instarIII dan awal instar IV hasil pemeliharaan jentik generasi pertama dari jentik hasil survei. Hasilpenelitian menunjukkan persentase kematian jentik Ae. aegypti dari kelurahan endemis,kelurahan sporadis dan kclurahan potensial terhadap Temephos dengan menggunakankonsentrasi standar dari WHO yaitu 0,0625; 0,125; 0,025 mg/1 menunjukkan kematian jentik Ae.aegypti sebesar 100%. Berdasarkan kriteria status resistensi, jentik Ae. aegypti dari kelurahanendemis, kelurahan sporadis dan kelurahan potensial Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga masihrentan terhadap temephos.Kata Kunci : Status resistensi. Aedes aegypti. Temephos
Uji Efektivitas Ekstrak Bakteri Simbion Lamun Enhalus sp. Sebagai Bioinsektisida Pada Kecoa Blatella Germanica Di Laboratorium Masum Fauzi, Farid; Sulistiyani, -; Hestiningsih, Retno
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cockroach is a vector disease that lives in the home, restaurants, hotels, hospitals, warehouses, offices, libraries, and others. This insect is very close to human life. The way to control cockroach Blatella germanica is used of insecticides. Biological insecticides is one alternative vector control. Results photochemical content of active compounds contained in the seagrass bacteria Enhalus sp. such as terpenes, alkaloids and carotenoids that can be toxic to insects as an insecticide. This study was aimed to determine the effectiveness of bacterial symbionts of seagrass extracts Enhalus sp. as bioinsektisida on Blatella germanica cockroaches. The research was conducted in April-August 2013. The samples used for this study is isolate bacterial symbiont of seagrass Enhalus sp. Blatella germanica and cockroaches. Methods used are experimental laboratories. The number of samples used for this study is 920 crawly things. Based on probit analysis are obtained at a concentration of LC50 78.203% and LC90 88.078% present in concentrations. based on the results of ANOVA were no significant differences of various concentrations of bacterial extract as seagrass Enhalus sp bioinsektisida Blatella germanica cockroaches to death with a significance of p = 0.000. Communities can apply bacterial symbionts of seagrass extracts Enhalus sp. as bioinsektisida to kill a cockroach so as to reduce the number of diseases caused by cockroaches
LARVAE DENSITY OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) VECTOR Aedes sp. IN ENDEMIC, SPORADIC AND POTENTIAL AREA IN SEMARANG CITY, CENTRAL JAVA PROVINCE Lestari, Eva; J. Sianturi, Corry Laura; Hestiningsih, Retno; Wuryanto, M. Arie
Balaba Vol 10, No 2 Des (2014)
Publisher : Prima Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamukAedes aegypti. Kota Semarang merupakan daerah endemis DBD dengan jumlah kasus sebanyak 5.538 kasus,IR 36,75/10.000 penduduk dan CFR 0,8% (tahun 2010). Data kepadatan vektor dapat digunakan untuk menentukan tindakanpengendalian vektor yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung HI, CI, BI, DF, dan Angka Bebas Jentik(ABJ) Aedes sp. di daerah endemis, sporadis dan potensial DBD. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Metode pelaksanaan survei jentik dengan single larva. Populasi adalah seluruh rumah di KelurahanSendangmulyo, Terboyo Wetan, dan Pesantren. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa angka HI (53,75%), CI (30,77%), BI (75%), dan DF (7) tertinggi di Kelurahan TerboyoWetan (sporadis). Angka ABJ di semua lokasi penelitian < 95%. Kepadatan jentik daerah sporadis lebih tinggi dibandingdaerah endemis DBD. Kepadatan jentik tidak berkorelasi dengan stratifikasi endemisitas wilayah DBD.Kata kunci: kepadatan jentik, endemis, sporadis, potensial, DBD
PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI EFFECTIVE MIKROORGANISM 4 (EM 4) TERHADAP KEPADATAN LALAT PETERNAK SAPI (STUDI DI TEMPAT DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG) Tariyadi, Tariyadi; Hestiningsih, Retno; Martini, Martini
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flies are insects and act as mechanical vectors for various diseases. These insects have always coexisted with humans. Preliminary survey results obtained 10.8 birds / flygrill categorized as high density. One effort to reduce the density of flies using four effective microorganism (EM 4). The research objective was to determine the effect of four concentrations of effective microorganism (EM 4) to the density of flies. The study design used is True Experiment with models pretest posttest with control group. This research was conducted in the village of cattle breeders Sidomukti Subdistric Bandungan District of Semarang. The real test with a concentration of 0.328%: 0.656%: 1.312%: 2.624%, and 5.246%. With the control and treatment carried out 5 and 5 repetitions needed 30 cowshed. From statistical test their mean level of concentration of the density of flies before and after use of effective microorganism 4 obtained sequentially is 43.70%: 52.30: 74.11%: 79.58%: 85.24% -1.73% while the average control. Furthermore, to examine differences in concentration and control test Kruskal Wellis test with significance level of 0.05 (p = 0.05) with a 95% confidence level (α) 0.05 p value (probalibilitas) 0.000 <0.05 shows there differences in the level of concentration of the density of flies. To determine the effective concentration level, then used mann whetney test with p <0.05, the analysis of the respective mean concentrations of p <0.05 showed no significant difference. As for suggestions for effective concentration is 5.248% with a mean of 85.24% decrease.
Ekstraksi Nikotin Dari Daun Tembakau (Nicotina Tabacum) Dan Pemanfaatannya Sebagai Insektisida Nabati Pembunuh Aedes Sp. Kiky Listiyati, Alif; Nurkalis, Undari; -, Sudiyanti; Hestiningsih, Retno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian insektisida kimia memang sangat mudah dan cepat membunuh serangga sasaran. Akan tetapi, efek yang ditinggalkan adalah berupa residu yang dapat masuk ke dalam komponen lingkungan karena bahan aktif sangat sulit terurai di lingkungan. selain itu, resistensi terhadap serangga sasaran pun dapat terjadi dengan penggunaan insektisida kimia secara tidak bijak. Untuk itu, diperlukan insektisida nabati untuk mengurangi resistensi dan residu di lingkungan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida adalah daun tembakau. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan nikotin pada daun tembakau, mengekstraksinya, memanfaatkan ekstrak tersebut sebagai insektisida nabati pembunuh Aedes sp. dan memformulasikan dosis yang tepat serta menentukan efektitivitasnya dalam membunuh nyamuk Aedes sp. dalam lingkungan pemukiman. Penelitian ini menggunakan metode maserasi limbah daun tembakau yang diujicobakan ke nyamuk Aedes sp. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu tahap pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, rearing nyamuk, dan penyemprotan ekstrak pada nyamuk. Hasil yang diperoleh sebanyak 1 kg limbah daun tembakau dapat menghasilkan 100,7 ml ekstrak maserasi tembakau. Dan sebesar 95,3% ekstraks maserasi daun tembakau konsentrasi 90% efektif untuk membunuh nyamuk Aedes sp.
Metode Plester Herbal Berbahan Bunga Teratai (Nelumbium Nelumbo Druce) Bagi Penderita Impetigo Sari Aprilina, Maya; Putri Nastiti, Dian; Dwi Putriandani, Anggy; Hestiningsih, Retno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit radang kulit bernanah atau sering disebut impetigo merupakan penyakit infeksi menular pada kulit yang superficial, yaitu hanya menyerang epidermis kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) seperti tersundut rokok atau api. Penyakit ini merupakan salah satu contoh pioderma yag sering dijumpai di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Terdapat dua jenis impetigo yaitu impetigo bulosa yang disebabkan oleh Stafilokokus aureus dan non-bulosa yang disebabkan oleh Streptokokus β hemolitikus. Dasar infeksinya adalah kurangnya hygiene dan terganggunya fungsi kulit. Insiden impetigo ini terjadi hampir di seluruh dunia. Paling sering mengenai usia 2-5 tahun, umumnya mengenai anak yang belum sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan untuk semua umur dimana frekuensi laki-laki dan wanita sama. Dengan melakukan pemanfaatan bunga teratai yang memiliki kandungan Quercetin yaitu salah satu senyawa flavonoid yang dapat mengurangi atau meringankan peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas, karena radikal bebas dapat mengaktifkan faktor transkripsi yang menghasilkan sitokin pro-inflamasi yang sering ditemukan pada pasien yang menderita peradangan kronis. Pengobatan ini dilakukan dengan metode plester herbal berbahan bunga teratai yang dapat digunakan oleh penderita impetigo untuk penyembuhan dan penanganan dini terhadap infeksi tersebut.
PENGARUH WARNA KASA PENUTUP AUTOCIDAL OVITRAP TERHADAP JLMLAH JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI YANG TERTANGKAP Santoso, Joko; Hestiningsih, Retno; Wardani, Ratih Sari; -, Sayono
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Volume 4. No. 1. Tahun 2007
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Aedes aegypti mosquito is one of the vectors which is able to infect Dengue Hemoryhagic Fever disease mechanically. The examination offree rate of mosquito lat-va in Putwotladi ttist-rict, Grobogai rege,cy,is amounting 86 o/o. One of the techniques to control the population of Aedes aegypti mechaiicallll i, iy installing autocidal ovitrap simply and economically. objective of the research is ti inow the effect i1 ,ori, gauze color autocidal ovitrap on the number of Aedes Aegypti lar-vie which are trappetl. Type of ie resiarch is explanatory research by using experimental research design with post-test only tlisrgn approach. The researchsubject is conductecl in the surroundings of Purwodacti dtitrict seitlement *tti olrrr"e repetition. The measured variable consists of cover gauze color autocidal ovitrap antl the number of Aetles Aegtpti lat-vae which aretrapped. Collected data are analyzed with statistical test of one-way anovct rutth srgnifiilit level 5,%. Result of the research is that the numbers of Aedes aegtpti lar-vae, which ari trapped nrrr,:rliig to the categoD,of covet. gat:ze color autocidal ovitrap, are l9 black-colored larvae, l7 pink-cotored larvae, l2 white-colot-ed larttae, and S light blue-colored larvae. Result of the study of one-way inova is p:0, 5gg. In conclusion, there is noeffect of cover gauze color autocidal ovitrap on the number of Aecles aegypti larvee which are trappecl.Keywords : cover color, autocidal ovitrap, larvae, Aedes aegypti
Perbandingan Efikasi Insektisida Rumah Tangga Oil Liquid terhadap Pengendalian Nyamuk Aedes aegypti dengan Metode Glass Chamber Suhada, Imam; Hestiningsih, Retno; Martini, Martini; Purwintasari, Susiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High dengue cases in Indonesia to encourage the public to control the dengue vector. One vector control using insecticides liquid oil. More and more household insecticides used by the community lead to resistance in mosquitoes. The purpose of this study was to measure the effectiveness of insecticides X, Y, Z on the control of Aedes aegypti mosquitos. Testing the power to kill 3 household insecticide products that contain active insecticide transflutrin 1.436 X, Y insecticide active ingredient praletrin 0.572 g / l, d alletrin 3.245 g / l, cyfluthrin 0.286 g / l, Z insecticide active ingredient Sipermetrin 1.00 g / l , imiprotin 0.50 g / l, praletrin 0.50 g / l. This research was conducted by entering the 20 mosquitoes in a glass chamber and then exposed to the insecticide and the observed number of mosquitoes that pass out with the time interval from 0.5 to 20 minutes. Anova test analysis results can be seen no difference in the number of mosquitoes that die with 3 insecticide. Knock-down time 50 (KT50) and KT90 fastest is insecticide X with 97.842 seconds, while for the Aedes aegypti mosquito KT90 took 516.366 seconds. Research must be done on a regular basis on the effective use of household insecticides and monitoring products on the market to avoid insecticide resistance
Co-Authors - Sulistiyani Adawiyah, Ayun Robi'atul Alif Kiky Listiyati, Alif Anda Putri Adisasmita, Anda Putri Anggy Dwi Putriandani, Anggy Annashr, Nissa Noor Annisa, Shofi Apriliasari, Rusliana Ari Udiyono Ary Oktsari Yanti S Asriati Wahidah, Asriati Astriana, Novi Budiyono Budiyono Corry Laura J. Sianturi Damar Tri Boewono Devy Amelia Nurul Alamsyah Dhiana, Wiwin Rahma Dian Putri Nastiti, Dian Didik Setiawan Dwi Rahayuningsih Dwi Sutiningsih Dwina Rizki Anindhita, Dwina Rizki Eva Lestari Faizatun Nikmah, Faizatun Farah Ghina Arifah, Farah Ghina Farid Masum Fauzi Febriyanti, Suci Amalia Fidiawati, Fitriana Dwi Fitri Dewi Puspita Anggraini, Fitri Dewi Puspita Henry Setyawan Susanto, Henry Setyawan Ika Dina Amin, Ika Dina Imam Suhada, Imam Joko Santoso Kartika, Juli Arminta Sari Kusariana, Nissa Kusariana, Nissa Layna Ratna Sari, Layna Ratna Lestari, Dwi Nikmah Lestari, Nita Dwi Lintang Dian Saraswati Ludfi Santoso, Ludfi Luqman Zarkasyi, Luqman M. Arie Wuryanto Manzilah, Asfi Martini Martini Martini, M Masyhuda, Masyhuda Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Mawarni, Nurtiyana Maya Sari Aprilina, Maya Merry Putri Wijayanti, Merry Putri Meuthika Noor Fitriyana, Meuthika Noor Mochamad Hadi Mohd Abd Rahman, Mohd Abd Mualifah, Zuyyinatul Pambudi, Bhakti Chrisna Patria Silviana, Patria Praba Ginandjar Priyandina, Luluk Safura Pudyasari, Raras Sekti Purwantisasi, Susiana Putri, Vrishelli Setiadi Ramadhani, Chaca Ratih Amanda Puspitasari, Ratih Amanda Ratih Ristyanti, Ratih Ratih Sari Wardani Rully Rahadian Ryani, Meilinda Hilda Sayono - Selestin Nisfu Choiriyah, Selestin Nisfu SEPTI WULANDARI Shofi Nazilatul Rizqi, Shofi Nazilatul Sitanggang, Punguan Sri Yuliawati Sudiyanti -, Sudiyanti Sugiarto, Danang Wahansa Sukmawati, Nanda Listya Sulistyani Sulistyani Susiana Purwantisari Susiana Purwintasari, Susiana Syahrizal Syahrizal Tariyadi Tariyadi, Tariyadi Triasputri, Yuniar Udi Tarwotjo, Udi Udijono, Ari Undari Nurkalis, Undari Vitiana, Destie Nur Laily Wahyu Supriyanto, Wahyu Whawan Bayu Arusyid, Whawan Bayu Wijayanti, Koni Agustyana Yusli Harini, Yusli