Yuda Heru Fibrianto
Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KADAR KORTISOL SAPI YANG DIPOTONG DI RUMAH POTONG HEWAN YOGYAKARTA S, Sarmin; Hana, Amelia; Heru Fibrianto, Yuda; Mona Airin, C.
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.034 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2635

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat stres sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Yogyakarta. Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor sapi yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok sapi yang dilakukan restraint dengan restraining box tipe Mark 1 (K1, n=13) dan kelompok sapi yang dilakukan restraint dengan metode konvensional (K2, n= 7). Masing-masing kelompok diambil darahnya sebelum dan saat dipotong untuk diperiksa kadar kortisol dengan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Rata-rata kortisol sapi betina sebelum vs setelah restraint pada K1 dan K2 masing-masing adalah 55,64±52,13 vs 21,23±20,63 ng/ml dan 127,48±150,19 vs 106,28+75,39 ng/ml. Rata-rata kortisol sapi jantan sebelum vs setelah restraint pada K1 dan K2 masing-masing adalah 40,28±38,12 vs 24,21±17,21 ng/ml dan 49,51±38,67 vs 69,62±63,98 ng/ml. Rata-rata kadar kortisol tanpa memperhatikan jenis kelamin pada K1 dan K2 masing-masing adalah 79,50±88,50 vs 95,80±69,69 ng/ml (P>0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar kortisol sebagai indikator stres pada sapi-sapi yang dipotong di RPH Yogyakarta yang mengalami restraint dengan restraining box tipe Mark 1 dan restraint metode konvensional.
PENGARUH PENAMBAHAN SERUM SAPI PADA MEDIA KULTUR TERHADAP KOMPETENSI MEIOSIS OOSITANJING DARI BERBAGAI STADIUM ESTRUS SECARA IN VITRO Heru Fibrianto, Yuda; Mona Airin, Claude; Anindito, Amrullah; Rachmawati, Nuraini
Jurnal Sain Veteriner Vol 29, No 1 (2011): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5838.235 KB) | DOI: 10.22146/jsv.286

Abstract

Reproduction technology achievement on caninew as fastd eveloped, with born of cloning and transgenic dog, unforfunately that's technology still used oocyte matured in vivo because canine oocyte matwation in vitroin this animaln ot developedy et and mafurationr ates till low. The present study was to investigated the effects of cow serum supplementation on meiotic resumption of canine oocytes from various estms stage. Ovary obtained from bitchesa tan-, pro-and di-estrus stage after ovariohysterectomizeadt clinic veterinarypracticeO. varyw ereplaced in 0.9o/op hysiologycal saline added 1% pennicilline-streptomycinw ith temperature 37'C and then broughtt o laboratoryO. vary washeds everatl imesu sedP BSa ndo ocytesw ere obtained by slicing ovariant issueintissueculturemedium(TCM)-l99 supplemented with 25mMHepes, 1%pennicillin-streptomycin. Selected cummulus oocyte complexes (COCs) were matured in TCM-199 as control and TCM-199 + 10% cow serum as treatment, on incubator with 38C, 5% CO2, and 5% O2. After 72 h incubation and Hoechst 33342 staining, the result shows that cow serum supplement have higher meiotic resumption significantly (P<0.05) in MI achievement han in control and oocyte from proestrusi rave higher meiotic competent(46.5%) comparing oocyte from anestrus(29,4%)s ignificantly(P<0.05) but not significantly(P>0.05) with diestrus stages(34.8%).Keywords: meiosis, oocyte, ovarium, cows serum