Tatik Hernawati
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENAMBAHAN PROTEIN INSULIN LIKE GROWTH FACTOR-I COMPLEX DALAM PENGENCER PEMBEKUAN SEMEN TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING PADA WAKTU EKUILIBRASI Susilowati, Suherni; Hernawati, Tatik
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 5, No 2 (2011): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.087 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v5i2.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengisolasi protein Insulin Like Growth Factor-I (IGF-I) complex untuk meningkatkan kualitas semen beku kambing pada waktu ekuilibrasi setelah penambahan protein IGF-I complex. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap yaitu isolasi protein IGF-I complex dari plasma seminal kambing dan aplikasi terhadap prosesing pembekuan semen. Pada tahap pertama dilakukan identifikasi IGF-I complex dengan menggunakan gel native polyacrylamide gel electrophoresis dan isolasi IGF-I complex. Pada tahap kedua dilakukan aplikasi penambahan protein IGF-I complex pada prosesing semen beku. Semen dikoleksi dengan menggunakan vagina buatan dan kemudian disentrifus selama 5 menit dengan kecepatan 1800 rpm. Kemudian semen dibagi menjadi tiga kelompok. Pada kelompok I, II, dan III ditambahkan protein IGF-I complex masing-masing 0, 12, dan 618 ng/ 3X10 sperma. Selanjutnya dilakukan ekuilibrasi selama 1 jam dan dilanjutkan dengan evaluasi motilitas, viabilitas, dan membran sperma. Hasil penelitian menunjukkan perbedaaan motilitas, viabilitas, dan membran sperma yang signifikan (P<0,05) di antara tiga kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan protein IGF-I complex dapat meningkatkan kualitas semen beku kambing pada fase ekuilibrasi.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kedelai (Glycine max) Terhadap Jumlah Pertumbuhan Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus) Pramesti, Nugraheni Anggara; Restiadi, Tjuk Imam; Yudhana, Aditya; Hernawati, Tatik; Hamid, Iwan Sahrial; Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad
Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.367 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol1.iss3.2018.120-127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kedelai (Glycine max) terhadap jumlah pertumbuhan folikel ovarium pada mencit (Mus musculus). Sampel terdiri dari 20 ekor mencit yang secara acak dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol (K) tidak diberi ekstrak kedelai. Kelompok P1 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 0,05 mg/kgBB. Kelompok P2 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 0,010 mg/kgBB. Kelompok P3 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 0,015 mg/kgBB. Kelompok P4 diberikan ekstrak kedelai dengan dosis 0,020 mg/kgBB. Ekstrak kedelai diberikan selama 14 hari. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Honestly Significant Difference (HSD). Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol (K) memiliki perbedaan signifikan dengan kelompok P1, P2, P3 dan P4. Hasil rata-rata jumlah folikel primer tertinggi terdapat pada perlakuan 4 (P4) dengan dosis 0,020 mg/kgBB dan jumlah rata-rata folikel sekunder tertinggi pada perlakuan 3 (P3) dengan dosis 0,015 mg/kgBB. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kedelai yang diberikan pada mencit betina dapat meningkatkan jumlah pertumbuhan folikel ovarium dan jumlah rata-rata folikel tertinggi adalah pada perlakuan 3 (P3) dengan dosis 0,015 mg/kgBB.
Penambahan Osteopontin dalam Pengencer Semen Beku Sapi Perah Friesian Holstein Meningkatkan Ekspresi B-Cell Cll/Lymphoma-2 Spermatozoa Postthawing (ADDITIONAL OSTEOPONTIN INTO FROZEN FRIESIAN-HOLSTEIN SEMEN DILUTER INCREASES THE EXPRESSION OF B-CELL CLL/L Samik, Abdul; Oktanella, Yudit; Hernawati, Tatik; Widjaja, Ngakan Made Rai; Dewanti, Intan Purwa
Jurnal Veteriner Vol 15, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post thawed frozen semen viability is one of the most important keys in artificial inseminationdepended on two major cell death mechanism, apoptosis and necrosis. It has been known that good fertilitydiary bull’s seminal plasma contains high concentration of osteopontin (OPN). Osteopontin also known ascell survival protein via inhibition to apoptotic cell death, and B-cell CLL/Lymphoma-2 (Bcl-2)expressionmostly related to the ability of cell survival. The aim of this study was to investigate the influence ofadditional OPN into frozen semen diluter on post thawed sperm Bcl-2 expression. Fresh semen collectedfrom ±4 year Friesian Holstein bull. Treatment group divided into four groups i.e.: control group (P0:without OPN supplementation), (P1: fresh semen with OPN supplementation 5 ?g/5.107 spermatozoa), (P2:fresh semen with OPN supplementation 10 ?g/5.107 spermatozoa), (P3: fresh semen with OPNsupplementation 20 ?g/5.107spermatozoa). Bcl-2 sperm expression was determined usingimunocytochemistry. The result of this study showed that there was no significant difference betweengroup P0 and P1 (p&gt;0,05), but both group P2 and group P3 showed a significant difference with P0 (p&lt;0,05).Nevertheless, there was no significant difference between group P2to group P3 on post thawed FriesianHolstein sperm Bcl-2 expression (p&gt;0,05). The conclusion of this study is osteopontin supplement in frozensemen diluter is capable to increase post thawed Friesian Holstein sperm Bcl-2 expression.
Perbedaan Sarang Alami dengan Semi Alami Mempengaruhi Masa Inkubasi dan Keberhasilan Menetas Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Pantai Boom Banyuwangi Samosir, Sabrina Hatoguan; Hernawati, Tatik; Yudhana, Aditya; Haditanojo, Wiyanto
Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.501 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol1.iss2.2018.33-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kondisi lingkungan dalam aspek pH, suhu dan kelembaban antara sarang alami dengan sarang semi alami terhadap presentase daya tetas dan masa inkubasi telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling berupa 20 telur Penyu Lekang yang berasal dari satu induk yang sama. Telur Penyu Lekang yang di inkubasi pada sarang alami dan sarang semi alami masing-masing berjumlah 10 butir. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif, dengan melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan antara sarang alami dengan semi alami. Uji t independent digunakan untuk membandingkan presentase daya tetas. Analisis dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan presentase daya tetas pada sarang alami berbeda sangat nyata dengan sarang semi alami, sedangkan masa inkubasi tidak dapat diambil data. Presentase daya tetas pada sarang alami lebih baik dibandingkan dengan sarang semi alami. Sarang semi alami memiliki pH yang lebih asam dibandingkan pH pada sarang alami. Simpulan penelitian ini terdapat perbedaan kondisi lingkungan pada aspek pH, suhu, dan kelembaban antara sarang alami dan sarang semi alami yang mempengaruhi masa inkubasi dan daya tetas telur Penyu Lekang.