Hernawan Hernawan
Technical Implementation Unit for Development of Chemical Engineering Processes, Indonesian Institute of Sciences, Jl. Yogya-Wonosari km 32, Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta 55861

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

PENTINGNYA PENCANTUMAN LABEL HALAL DALAM KEMASAN PRODUK PANGAN SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN MUSLIM hernawan, Hernawan
DEDIKASI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DEDIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI                          Pentingnya Pencantuman Label Halal Dalam Kemasan Produk Pangan Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Muslim. Di bawah bimbingan Dr. H. Syahrin Naihasy, S.H, M.A, M.Phil. Skripsi Program Sarjana Strata Satu (S-1) pada Program Studi Ilmu Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, 2013.                    Penelitian ini bertujuan dalam rangka membantu Majelis Ulama Indonesia dalam menentukan kebijaksanaan, merumuskan ketentuan-ketentuan, rekomendasi bimbingan yang menyangkut pangan, obat-obatan dan kosmetika sesuai dengan ajaran Islam serta agar dapat memberikan rasa aman  pada umat tentang produk yang dikonsumsi, maka pada tanggal 6 Januari 1989, bertepatan dengan 26 Januari Awal 1409 H bersadarkan Surat Keputusan Nomor : 18/MUI/1989 Majelis Ulama Indonesia membentuk suatu lembaga yaitu, LPPOM-MUI (Lembaga Pengkajian Pangan obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia). Dalam LPPOM-MUI, didudukkan sejumlah tenaga ahli pangan, kimia, fiqh Islam dan lain-lain yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan S-1, S-2 serta S-3 dan lama berkiprah di bidang keahliannya masing-masing. Tanpa hal tersebut peran LPPOM – MUI dalam perlindungan konsumen muslim tidak tercapai dan akan terjadi masalah. Oleh karena itu peran LPPOM – MUI ini sangat diperlukan terutama dalam memberikan rekomendasi dan bimbingan yang menyangkut pangan, obat-obatan dan kosmetika sesuai dengan ajaran Islam sehingga seluruh konsumen terutama konsumen muslim dapat merasa aman dengan produk yang dikonsumsinya.Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka setiap konsumen perlu berhati-hati sebelum membeli suatu produk pangan yang akan dikonsumsinya. Salah satu upaya yang pertama kali dapat dilakukan oleh konsumen adalah dengan melihat kemasan dan labelnya. Label pada kemasan produk pangan bukanlah sekedar hiasan. Dari label inilah, konsumen mengetahui banyak hal tentang produk yang akan dikonsumsinya. Pemahaman tentang cara membaca label akan bermanfaat bagi konsumen sehingga tidak terjebak pada hal-hal yang menyesatkan. Pada umumnya, konsumen tidak selalu dapat memanfaatkan informasi yang ada pada label. Salah satu permasalahannya adalah  kurang memahami maksud yang ada dalam label tersebut.
INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN DAN KEEFEKTIFAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Hernawan, Hernawan
JURNAL ILMU MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis. Maret 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengungkapkan data yang empiris tentang faktor yang mempengaruhi dominasi informasi akuntansi manajemen yang terdiri dari: informasi akuntansi penuh, informasi akuntansi diferensial dan akuntansi pertanggungjawaban untuk menyusun laporan perencanaan, laporan kontrol dan laporan informasi dan efektivitas pengambilan keputusan. Metode penelitian ini adalah Metode Survey Explanatory dan melakukan pengumpulan data dengan kuesioner kepada 138 perusahaan yang dikategorikan sebagai industri berskala besar diproduksi di Kalimantan Barat data. Data dianalisis dengan analisis jalur. Hasil penelitian ini adalah: (1) informasi lengkap akuntansi, informasi akuntansi diferensial, informasi akuntansi pertanggungjawaban: (a) faktor yang paling dominan yang mempengaruhi laporan perencanaan informasi akuntansi penuh, (b) faktor yang paling dominan yang mempengaruhi untuk mengendalikan laporan adalah informasi akuntansi pertanggungjawaban, (c) faktor yang paling dominan yang mempengaruhi laporan informasi adalah informasi akuntansi diferensial, (2) faktor yang paling dominan yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan efektivitas informasi akuntansi penuh, (3) faktor yang paling dominan perencanaan laporan, laporan mengendalikan dan melaporkan informasi yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan efektivitas laporan informasi.
MODEL WRITING WORKSHOP DALAM PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI MAHASISWA DEPARTEMEN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FPBS UPI Hernawan, Hernawan; Widyastuti, Temmy; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.15591

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menulis proposal skripsi mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS yang masih rendah, karena belum ada model pembelajaran menulis proposal skripsi yang tepat. Oleh karena itu, perlu adanya model pembelajaran menulis proposal skripsi yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis proposal penelitian (skripsi)  mahasiswa sebelum dan setelah menggunakan model writing worshop. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuasi eksperimen dengan sumber data 55 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pretest diketahui 66,00 dan rata-rata posttest sebesar 83,18, dengan t hitung adalah 27,755. Maka, dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan mahasiswa dalam menulis proposal skripsi sebelum dan setelah menggunakan model writing workshop. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model Wiritng Workshop  dapat meningkatkan kemampuan menulis proposal skripsi mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS Tahun Akademik 2017-2018. Kata Kunci: writing workshop, proposal skripsi.  Abstract This research is motivated by the ability to write thesis proposal of the Department ofSundanese Language Education Department of FPBS which is still insufficient, because there is lack of learning model of appropriate writing  thesis proposal. Therefore, it is necessary to have a learning model of writing an effective and efficient thesis proposal. The purpose of this study is to describe students’ ability to write research thesis proposals before and after utilizing writing model workshop. The method used in this research is quasi experiment involving 55 students as data source. Based on the result of research, it showed that pretest score  average is 66,00 and post test score average equal to 83,18, with  27,755 t count. Thus, it can be assumed that there is a significant difference between the ability of students in writing thesis proposal before and after utilizing  writing workshop model. Thus, it can be concluded that writing workshop model can improve students ability to write thesis proposal in the Department of Sundanese Language Education  of FPBS in 2017-2018 academic year. Keywords: writing workshop, thesis proposal.
ANALISIS PENELUSURAN TRANSACTION FRAUD DALAM PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN Hernawan, Hernawan
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK) Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jebik.v1i2.695

Abstract

Abstract Globalization has resulted in remarkable changes in all aspects of life, including in managing firms financial transaction in corporate sector. Financial reporting reengineering in large private company frequently brings about financial fraudaulous practices. The objective of this article is to shed light on fraudaulous transaction in financial reporting reengineering, which was commonly observed in private companies. Reengineered financial reporting containing transaction fraud has widely been practiced in private companies in form of increasing fantastic profits, hiding out debts, reporting ficticious incomes, cutting taxes and increasing ficticious cash flows, while it is most probable these companies have been gone bankcruptcy. Financial reporting engineering manipulation is aimed at making up with favourable financial performance of the firm in order that firms stocks remains attractive for investors. Keywords: fradaulous transaction, financial reporting engineering, private companies
KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan Étimologi, Morfologi, dan Grafologi) Hernawan, Hernawan; Widyastuti, Temmy; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menulis proposal skripsi mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS yang masih rendah, karena belum ada model pembelajaran menulis proposal skripsi yang tepat. Oleh karena itu, perlu adanya model pembelajaran menulis proposal skripsi yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis proposal penelitian (skripsi)  mahasiswa sebelum dan setelah menggunakan model writing worshop. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuasi eksperimen dengan sumber data 55 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pretest diketahui 66,00 dan rata-rata posttest sebesar 83,18, dengan t hitung adalah 27,755. Maka, dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan mahasiswa dalam menulis proposal skripsi sebelum dan setelah menggunakan model writing workshop. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model Wiritng Workshop  dapat meningkatkan kemampuan menulis proposal skripsi mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS Tahun Akademik 2017-2018. AbstractThis research is motivated by the ability to write thesis proposal of the Department ofSundanese Language Education Department of FPBS which is still insufficient, because there is lack of learning model of appropriate writing  thesis proposal. Therefore, it is necessary to have a learning model of writing an effective and efficient thesis proposal. The purpose of this study is to describe students’ ability to write research thesis proposals before and after utilizing writing model workshop. The method used in this research is quasi experiment involving 55 students as data source. Based on the result of research, it showed that pretest score  average is 66,00 and post test score average equal to 83,18, with  27,755 t count. Thus, it can be assumed that there is a significant difference between the ability of students in writing thesis proposal before and after utilizing  writing workshop model. Thus, it can be concluded that writing workshop model can improve students ability to write thesis proposal in the Department of Sundanese Language Education  of FPBS in 2017-2018 academic year.
FORMULATION AND IN VITRO STUDY OF PROPRANOLOL HYDROCHLORIDE CONTROLLED RELEASE FROM CARBOXYMETHYL CHITOSAN-BASED MATRIX TABLETS Hernawan, Hernawan; Nurhayati, Septi; Nisa, Khoirun; Indrianingsih, A.W.; Darsih, Cici; Kismurtono, Muhammad
Indonesian Journal of Chemistry Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.21283

Abstract

Formulation and in vitro study of propranolol hydrochloride controlled release from carboxymethyl chitosan-based matrix tablets have been conducted. Formulations with various concentrations of carboxymethyl chitosan 2% (F1), 4% (F2), 6% (F3) were done by wet granulation method. Compatibility test was conducted by XRD and FTIR spectroscopy to determine interaction between propranolol hydrochloride and polymer excipients. Dissolution profiles was obtained through in vitro tests release using simulated gastric fluid (without enzymes, pH 1.2) for the first 2 h and followed by simulated intestinal fluid (phosphate buffer solution without enzyme, pH 7.2) for 2 h remaining. The dissolution profile of each formulation was fitted with five kinetics modeling of drug release (zero order, first order, Higuchi, Peppas-Korsmeyer, and Hixson-Crowell). The compatibility test results showed that formulation caused physical interactions between propranolol hydrochloride and polymer excipient but doesnt make crystallinity nature of propranolol hydrochloride disturbed even after formulation. Dissolution profiles of each formulation showed that controlled release of propranolol hydrochloride from the tablet followed Peppas-Korsmeyer model. It is concluded that carboxymethyl chitosan in appropriate proportions is suitable for formulating propranolol hydrochloride controlled release tablets which exhibit Peppas-Korsmeyer release kinetics.
ISOLATION AND CHARACTERIZATION OF CHITIN AND CHITOSAN PREPARED UNDER VARIOUS PROCESSING TIMES Poeloengasih, Crescentiana Dewi; Hernawan, Hernawan; Angwar, M.
Indonesian Journal of Chemistry Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.21635

Abstract

Generally production of chitosan from crustacean shells consists of 4 steps, i.e. deproteinization, demineralization, decolorization and deacetylation. Simplification of chitosan production by elimination of deproteinization and/or demineralization, or reducing of reaction time would give many advantages, e.g. reduction of processing time and cost production due to reduction of chemical and power usage. The objectives of this research were to prepare chitosan under various processing times and to characterize the obtained chitin and chitosan. Chitin was prepared under various deproteinization times (0, 15, 30 min at 90 ºC using NaOH 2N) and demineralization times (0, 15, 30 min at ambient temperature using HCl 2N). Chitin was then bleached using aceton/etanol (1:1) for an hour. Deacetylation was achieved by treatment of chitin under condition at 120 ºC for 5 hr using NaOH 50%. Ash and nitrogen content, and degree of deacetylation of chitosan were evaluated. Demineralization and/or deproteinization times influenced the quality of chitin. Chitin and chitosan prepared without demineralization had white and chalky appearance, whereas the other chitosan were off-white in color. Ash and nitrogen contents of the chitosan products were 0.18 - 32.40% and 3.56 - 7.59%, respectively. Chitosan prepared under various processing times, except chitosan without demineralization treatment, had degree of deacetylation ≥ 70%.   Keywords: chitosan, deproteinization, demineralization, deacetylation, processing times
Treatment of Acute Infantile Gastroenteritis Dehydration Acidosis with Ringer's Lactate and Glucose-Electrolyte Solution Hernawan, Hernawan; Sunoto, Sunoto; Pusponegoro, Titut S.; Suharjono, Suharjono
Paediatrica Indonesiana Vol 18 No 3-4 (1978): March 1978
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi18.3-4.1978.83-90

Abstract

Fifty patients hospitalized with severe gastroenteritis - dehydration with acidosis were investigated. The age average was 8 months with the range of 1-18 months. The amount of the Ringer's lactate solution given was as follows:1st hour : 30 ml/kg b.w.the following 7 hours: 70 ml/kg b.w. or 10 ml/kg b.w./hour.After 8 hours on parenteral treatment, the child was given oral solution, either glucose-electrolyte solution or milk formula in ¼ dilution. The mortality rate was 6% (3 out of 50 patients) i.e. one due to seizures suspected encephalitis, one due to potasium deficiency (K = 2.1 mEq/l) and the third due to dehydration itself because the child was admitted already in a moribund stage (subvinum vitae).
TATAKRAMA BAHASA SUNDA DALAM KOMUNIKASI LISAN MASYARAKAT KAMPUNG JEMO KABUPATEN SUMEDANG Wulandari, Sri Rizki; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan
LOKABASA Vol 5, No 2 (2014): Vol. 5, No. 2, Okt 2014
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v5i2.15958

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan tatakrama dalam komunikasi lisan masyarakat yang berada di Kampung Jémo, Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui serta mendeskripsikan tatakrama bahasa Sunda, dalam komunikasi lisan masyarakat Kampung Jémo Desa Nagrak Buahdua Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Tehnik yang digunakan adalah tehnik observasi dan wawancara. Adapun instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dengan dilengkapi alat perekam berupa ponsel. Hasilnya: (1) sebagian besar masyarakat Kampung Jémo mengetahui tentang tatakrama bahasa Sunda, tetapi tidak menggunakannya dalam percakapan sehari-hari; (2) kontéks situasi dalam pemakaian tatakrama bahasa Sunda, dilakukan dalam situasi santai dan formal. Jika diberi pertanyaan mengunakan bahasa Sunda, umumnya (42,10%) menjawab menggunakan bahasa Sunda yang halus; dan (3) tahapan kata yang dipakai oleh masyarakat Kampung Jémo, lebih banyak menggunakan bahasa kasar (41,1%). Hal ini menunjukan jika masyarakat mengetahui tatakrama bahasa Sunda, tetapi tidak digunakan dalam pembicaraan sehari-hari, dan lebih banyak menggunakan bahasa kasar.AbstractThe background of this research is to know and describe the etiquette of the society live in Jemo village in Nagrak, the district of Buahdua in Sumedang regency, in spoken communication. The purpose of this research is to know and describe the etiquette of sundanese language in spoken language used by Jemo villagers in Nagrak, the village of Sumedang regency. This research paper uses descriptive method and the data were gained through observation and interview. The instrument of this research was in the form of interview that was recorded through cellular phone. The results are: (1) The majority of Jemo villagers know the etiquette of Sundanese language, but they do not use it in their daily conversation; (2) the context of Sundanese language etiquette is applied in the formal and informal situation. If they are asked by using Sundanese language, generally (42,10%) they answer it in polite Sundanese language.; and (3) the word’s phase used by jemo villagers are rude utterance. In the data analysis, there are (41,1%) of the rude utterance spoken by them. So, the result shows that people know the etiquette of Sundanese language, but they do not apply it in their daily conversation, They tend to speak the rude utterance
UNSUR PELESAPAN KALIMAT DALAM BUKU SISINDIRAN JEUNG WAWANGSALAN ANYAR KARYA DÉDY WINDYAGIRI UNTUK BAHAN AJAR MENULIS SISINDIRAN DI SMP KELAS VIII Nugraha, Triya; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan
LOKABASA Vol 9, No 2 (2018): Vol. 9, No. 2, Oktober 2018
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v9i2.15685

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa sisindiran merupakan susunan kalimat. Kalimat-kalimat yang terdapat pada sisindiran merupakan kalimat majemuk dan terdapat unsur yang dilesapkan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan unsur pelesapan dan bentuk pelesapan yang terdapat pada kalimat sisindiran serta pamakaiannya pada pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik studi dokumentasi untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan analisis unsur langsung. Sumber data didapatkan dari buku Sisindiran jeung Wawangsalan Anyar karya Dédy Windyagiri. Hasil penelitian menemukan dua hal, yaitu unsur lesapan dan bentuk lesapan kalimat. Unsur lesapan meliputi 1) pelesapan tunggal yang mencakup pelesapan unsur S, P, O, dan Konj.; 2) pelesapan majemuk yang mencakup pelesapan unsur S+P, S+O, S+K, S+Pel., S+Konj., O+Konj., S+P+Konj., S+O+Konj., dan S+Pel.+Konj. Bentuk pelesapan kalimat berdasarkan prosesnya yang ditemukan adalah 1) delisi tékstual; 2) delisi situasional; dan 3) delisi struktural. Delisis situasional dan unsur lesapan subjek paling banyak ditemukan. Hal ini berhubungan dengan cara penyebarannya yang secara lisan, dalam obrolan langsung si pembicara jarang mengucapkan semua maksudnya secara lengkap karena pasti bisa dimengerti oleh lawan bicaranya dengan dibantu isyarat dari pembicara. Hasil penelitian pelesapan kalimat ini dapat dipakai untuk bahan pengajaran menulis sisindiran. AbstractThe background of this study is because of the reality that sisindiran consists of sentence. Sisindiran sentences is a compound sentence and there are deletion elements. This study aimed to describe deletion elements and the type of deletion contained in sisindiran sentence and its use in learning. This study used a descriptive method with documentation study techniques to collect data. A data analyzed with direct element analysis. Data  sourced in Dedy Windyagiri’s book, Sisindiran jeung Wawangsalan Anyar. The findings show there are two things, deletion elements and type of deletion elements. Deletion elements are: 1) single deletion are include deletion S, P, O, and Konj.. element; 2) plural deletion are include S+P, S+O, S+K, S+Pel., S+Konj., O+Konj., S+P+Konj., S+O+Konj., dan S+Pel.+Konj. elements. Deletion type based on the process that found are 1) textual deletion; 2) situational deletion; and 3) structural deletion. Situational deletion and subject deletion elements are the most found. That is related to the way they are spread orally. Results of this study is can be used for writing study material.