Wenny Herlina
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI UKURAN DIAMETER TUBING UNTUK UPAYA OPTIMASI LAJU PRODUKSI SUMUR A-28 LAPANGAN B PT. PERTAMINA EP ASSET 2 PENDOPO FIELD Ramadhani, Ade Anggraini; Anwar, Ubaidillah; Herlina, Wenny
Jurnal Pertambangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.976 KB) | DOI: 10.36706/jp.v2i2.6364

Abstract

Pipa tubing merupakan media alir berupa pipa vertikal atau pipa produksi yang berfungsi mengalirkan fluida dari dasar sumur ke permukaan. Perlu dilakukan evaluasi dari nilai kemampuan berproduksi sumur atau dikenal sebagai indeks produktivitas (productivity index) dalam setiap perencanaan ukuran diameter tubing. Laju produksi sumur A-28 dengan memakai tubing berdiameter 2 7/8 inch (OD) adalah 1.248 bfpd. Laju produksi optimal sumur A-28 berdasarkan perhitungan menggunakan persamaan Vogel adalah sebesar 2.191,52 bfpd dan persamaan Wiggins sebesar 2.805,18 bfpd. Penggunaan ukuran tubing 2 7/8 inch (OD) tidak tepat karena tidak mampu mencapai target produksi optimal dari sumur A-28. Karena itu, perlu dilakukan penggantian tubing untuk sumur A-28 agar target produksi optimalnya tercapai. Penelitian ini menggunakan data uji sonolog serta data teknis sumur dalam menghitung nilai indeks produktvitas sumur dan mengevaluasi ukuran diameter yang tepat. Untuk menentukan ukuran diameter tubing yang tepat dapat dievaluasi menggunakan kurva IPR (Inflow Performance Relationship), kurva tubing intake (TPR) serta analisis nodal. Analisis sistem nodal dilakukan dengan mengkombinasikan atau menggabungkan antara kurva IPR dengan kurva TPR. Perpotongan antara kurva IPR dan kurva TPR adalah nilai produksi optimal yang dapat dicapai oleh masing-masing diameter tubing. Hasil dari evaluasi ini diperoleh bahwa tubing dengan diameter 4 1/2 inch (OD) adalah ukuran tubing yang mendekati nilai target laju produksi optimal sumur A-28 yaitu sebesar 2.150 bfpd berdasarkan persamaan Vogel dan 2.350 bfpd berdasarkan persamaan Wiggins
EVALUASI POMPA ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP (ESP) UNTUK OPTIMASI PRODUKSI PADA SUMUR P-028 DAN P-029 DI PT. PERTAMINA EP ASSET 2 PENDOPO FIELD Jaya, Patra; Rahman, A; Herlina, Wenny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap sumur produksi yang akan diproduksikan diharapkan fluida akan mengalir kepermukaan secara alami. Proses ini akan berlangsung sampai pada satu titik dimana tekanan reservoir akan berkurang dengan berjalannya waktu, sehingga kemampuan sumur produksi untuk mengangkat fluida ke permukaan akan berkurang atau berhenti sama sekali. Oleh karena itu dibutuhkan metode pengangkatan buatan dimana salah satunya dengan menggunakan pompa ESP. Berdasarkan pengamatan data teknik sumur P-028 dan P-029 sangat cocok untuk diterapkan untuk optimasi produksi. Berdasarkan hasil perhitungan kurva IPR dengan menggunakan metoda Vogel, laju produksi maksimum (Qmaks) yang dicapai sumur P-028 dan P-029 adalah masing–masing sebesar 1211,67 bfpd dan 991,54 bfpd. Selanjutnya melalui pendekatan dengan persamaan empiris didapatkan laju produksi optimum (Qopt) sumur P-028 dan P-029 adalah masing-masing sebesar 969,33 bfpd dan 793,23 bfpd dengan water cut masing–masing 90 % dan 97% maka dihasilkan minyak sebesar 96,93 bopd dan 23,80 bopd. Untuk mencapai laju produksi optimal sumur produksi tersebut maka disarankan pada sumur P-028 untuk mengunakan jenis pompa ESP REDA Type IND 1000 stage sebesar 187 dan range capacity 600-1250 bfpd, Sumur P-029 untuk mengunakan jenis pompa ESP REDA Type IND 750 stage sebesar 141 dan range capacity 400-950 bfpd.Kata kunci : ESP, laju produksi, Kurva IPR
EVALUASI HASIL APLIKASI HYDRAULIC FRACTURING PADA RESERVOIR KARBONAT SUMUR BCN-28 DI STRUKTUR APP PT PERTAMINA EP ASSET 2 PENDOPO FIELD Cahyaningsi, Bimbi; Prabu, Ubaidillah Anwar; Herlina, Wenny
Jurnal Ilmu Teknik Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  PT Pertamina EP dalam rangka mengoptimalkan produksi melakukan berbagai inovasi terhadap sumur di struktur APP, termasuk salah satunya di sumur BCN-28. Sumur BCN-28 memiliki permeabilitas rendah yaitu 5 mD, cadangan sisa 201 MSTB dengan tekanan reservoir 1721 sedangkan laju aktualnya hanya 8 bopd, sehingga pada tanggal 25 Agustus 2012 dilakukan hydraulic fracturing. Hydraulic fracturing harus di evaluasi keberhasilannya untuk dapat dijadikan refrensi. Dalam evaluasi keberhasilan hydraulic fracturing dengan menggunakan data produksi, data reservoir dan geometri rekah, akan dilihat model rekahan, indeks produktivitas yang dihasilkan dari geometri rekahan, pengaruh proses hydraulic fracturing terhadap permeabilitas formasi serta kurva IPR setelah dilakukan hydraulic fracturing. Secara umum tahapan pada hydraulic fracturing adalah tubing pressure test, tubing pickling, step rate test, minifrac dan mainfrac. Pada proses hydraulic fracturing data dianalisa dengan anggapan bahwa model rekahan yang dapat terbentuk adalah model 2D, yaitu model PKN (Perkins, Kern & Nordgren). Analisa model PKN tersebut menghasilkan geometri rekahan (xf, hf, dan wf). Selanjutnya digunakan untuk memperkirakan perbandingan indeks produktivitas (J/Jo) dengan metoda CSD (Cinco-Ley, Samaniego dan Dominique) dan persamaan vogel. Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan laju produksi sebesar 109 BOPD, perkiraan indeks produktivitas pada sumur BCN-28 dengan metoda CSD sebesar 2.28 sedangkan persamaan vogel didapat productivity index sebesar 1.6 dan perkiraan permeabilitas formasi dengan persamaan Howard and Past sebesar 13.178 md.Kata Kunci: Permeabilitas, Hydraulic Fracturing, Produksi.ABSTRACT