Ninuk Herlina
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 28 Documents
Articles

Found 28 Documents
Search

STUDI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleorotus ostreatus) PADA MEDIA TUMBUH GERGAJI KAYU SENGON DAN BAGAS TEBU Ginting, Alan Randall; Herlina, Ninuk; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.08 KB)

Abstract

Tujuan dari percobaan ini adalah mendapatkan komposisi substrat serbuk gergaji kayu sengon dan bagas tebu yang ideal untuk pertumbuhan hasil jamur tiram putih yang optimum dan mengetahui produktivitas jamur tiram putih pada substrat alternatif dari komposisi serbuk gergaji kayu sengon dan bagas tebu. Berdasarkan hasil penelitian maka semua komposisi media tumbuh antara serbuk gergaji kayu sengon dan bagas tebu dapat dijadikan alternatif media tumbuh jamur tiram putih, substrat bagas tebu dapat dijadikan substrat alternatif pengganti substrat yang sering digunakan petani yaitu serbuk gergaji kayu sengon karena memiliki nilai rata-rata total bobot segar yang tidak berbeda nyata, penggunaan substrat dengan bagas tebu lebih menguntungkan pada perlakuan B (Serbuk kayu gergaji sengon 70% dan bagas tebu 10%), D (Serbuk kayu gergaji sengon 50% dan bagas tebu 30%), E (Serbuk kayu gergaji sengon 40% dan bagas tebu 40%), F (Serbuk gergaji kayu sengon 30% dan bagas tebu 50%), dan I (Serbuk kayu gergaji sengon 0% dan bagas tebu 80%)  karena biaya produksi lebih murah dibandingkan dengan biaya produksi baglog yang sering digunakan petani yaitu pada perlakuan A (Serbuk kayu gergaji sengon 80% dan bagas tebu 0%), dan intensitas panen pada perlakuan B, D, E, F, I yaitu 4 kali panen, sehingga dapat mengurangi biaya tenaga kerja.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KOMPOSISI BAHAN ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Elisabeth, Devi Wahyu; Santoso, Mudji; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.451 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan organik dan komposisinya yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanankan pada bulan Mei-Juli 2012 di Desa Pandanrejo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang diulang 3 kali. P0=Pupuk anorganik (170 kg N ha-1, 150 kg P2O5, 150 kg K2O) sebagai kontrol. P1= Kompos kotoran sapi 14,28 ton ha-1; P2= Paitan 19,75 ton ha-1; P3= Kompos azolla 14,4 ton ha; P4= Kompos kotoran sapi 7,14 ton ha + Paitan 9,88 ton ha-1; P5= Kompos kotoran sapi 7,14 ton ha-1 + kompos azolla 7,2 ton ha-1; P6= Kompos kotoran sapi 3,57 ton ha-1 + paitan 14,81 ton ha-1; P7= Kompos kotoran sapi 3,57 ton ha-1 + kompos azolla 10,8 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik pada berbagai perlakuan menunjukkan pengaruh yang sama pada pada semua parameter pertumbuhan dan panen. Umbi kering matahari yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah 14,29 – 16,01 ton ha-1. Berdasarkan hasil analisa R/C rasio menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi bahan organik 7,14 ton ha-1 kompos kotoran sapi + 9,88 ton paitan ha-1 mempunyai  R/C rasio yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yaitu 2,95.
PENGARUH SAAT TANAM JAGUNG DALAM TUMPANGSARI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DAN BROKOLI (Brassica oleracea L. var. botrytis) Karima, Siti Sukma; Nawawi, Mochammad; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.176 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saat penanaman benih jagung terhadap pertumbuhan serta hasil jagung dan brokoli pada system tumpangsari. Dibandingkan dengn pola monokultur, pola tumpangsari diasumsikan memiliki nilai  LER (Land Equivalent Ratio) tinggi dan hal tersebut mengindikasikan tingginya tingkat produktivitas lahan. Penelitian dilaksanakan di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Malang dengan ketinggian ±650 mdpl dengan suhu antara 22-26°C pada April – September 2012.  Perlakuan penundaan saat tanam tanaman jagung dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli sebesar 28.14%, namun tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada pola tanam tumpangsari. Perlakuan penanaman benih jagung 14 hari setelah penanaman bibit brokoli menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli yang tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada pola tanam tumpangsari. Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibandingkan dengan penanaman monokultur. Bobot segar bunga brokoli yang diperoleh sebesar 390.58 g.tan-1 dengan hasil mencapai 8.93 ton.ha-1.  Tumpangsari antara tanaman jagung dan brokoli dengan perlakuan tersebut juga diketahui memiliki nilai LER (Land Equivalent Ratio) dan R/C rasio yang tertinggi yaitu masing-masing sebesar 1.79 dan 3.09 dibandingkan dengan penanaman monokultur.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) PADA TIGA KETINGGIAN TEMPAT Affandi, Mochammad Ali; Sulistyono, Roedy; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.815 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil lima varietas buah melon pada tiga ketinggian tempat yang berbeda, yaitu dataran tinggi, medium dan dataran rendah. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Juni hingga Desember 2011 di PT. BISI International Tbk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan faktor utama ialah ketinggian tempat dan faktor anak petak ialah varietas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya interaksi antara ketinggian tempat dan varietas yang terjadi pada tinggi tanaman, jumlah, luas daun, jumlah bunga, tebal daging buah, diameter buah, umur muncul bunga dan umur panen. Pada dataran rendah varietas Apollo dapat tumbuh secara optimal. Pada dataran menengah semua varietas dapat tumbuh secara optimal. Pada dataran tinggi varietas Melindo 10 dan Apollo dapat tumbuh secara optimal. Kata kunci : Cucumis melo, ketinggian tempat, varietas
PENGARUH BERBAGAI MACAM BAHAN ORGANIK DAN PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Darmawan, Andika Fajar; Herlina, Ninuk; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.047 KB)

Abstract

Sayuran merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan memiliki keragaman yang luas dan berperan sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin dan mineral yang bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara macam bahan organik dan pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil sawi serta mengetahui hasil terbaik dari perlakuan bahan organik dan pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil sawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari macam bahan organik (B) dan pemberian air (A) dengan tiga (3) kali ulangan. Adapun macam faktor yang diteliti : Pemberian Air (A) yang terdiri dari dua taraf yaitu : A1 = 100 % Pemberian air. A2 = 50 % Pemberian air. Macam bahan organik (B) yang terdiri dari empat taraf yaitu : B0 = Kontrol (tanpa bahan organik) B1 = Bahan organik kompos jerami 20 ton ha-1 B2 = Bahan organic bokashi 20 ton ha-1 B3 = Bahan organik kotoran ayam 20 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan bahan organik kotoran ayam 20 ton ha-1 dan pemberian air 100 % kapasitas lapang memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar total tanaman dan bobot segar total konsumsi. Kata kunci: Sawi, Bahan organik, Kapasitas lapang, Kotoran ayam
IDENTIFIKASI TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murray) MIRIP DURIAN VARIETAS BIDO DI KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG DENGAN METODE ISOZIM DAN MORFOLOGI Novi Salasa, Kenanga Arum; Ashari, Sumeru; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.391 KB)

Abstract

Durian Bido ialah satu dari varietas durian unggul lokal yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2006. Pohon induk tunggal (PIT) Bido telah ditebang dan belum dikembangkan. Karenanya, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonosalam melakukan seleksi dan menemukan 27 jenis durian yang memiliki rasa dan bentuk buah mirip dengan PIT Bido. Perlu dilakukan identifikasi untuk mengetahui adanya kemiripan, dengan menggunakan metode isozim dan morfologi. Penelitian ini dilakukan di Wonosalam kabupaten Jombang sedangkan analisis isozim dilakukan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya pada Oktober 2012 - Maret 2013. Metode isozim dengan menggunakan elektroforesis gel poliakrilamid tipe vertikal dengan enzim peroksidase dan esterase. Metode morfologi dilakukan dengan pengamatan warna daun dan rasio panjang–lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 jenis durian hanya 21 yang dapat dianalisis kerena 6 yang lain tidak dapat digunakan. Enzim peroksidase dan esterase adalah polimorfik, sehingga memungkinkan untuk dilakukan interpretasi. Enzim peroksidase dan esterase masing-masing mempunyai 11 dan 20 pola pita. Berdasarkan dendogram peroksidase, sampel nomor 27 memiliki tingkat kemiripan tertinggi (66%) dengan PIT Bido, sedangkan dendogram esterase menunjukkan sampel nomor 5, 21 dan 25 mempunyai tingkat kemiripan tertinggi (92%) dengan PIT Bido. Pengamatan morfologi daun menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara sampel yang diuji dengan PIT Bido. Kata kunci: Durio zibethinus Murray, durian varietas Bido, isozim
RESPON DUA KULTIVAR TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium) PADA BERBAGAI LAMA PENAMBAHAN CAHAYA BUATAN Mufarrikha, Lilik; Herlina, Ninuk; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.795 KB)

Abstract

Krisan (Chrysanthemum morifolium) adalah tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensial dikembang-kan. Kualitas bunga krisan yang tidak sesuai standar pemasaran mengakibatkan harga krisan menurun. Krisan bukan tanam-an asli Indosesia sehingga untuk mening-katkan kualitas bunga diperlukan penyi-naran tambahan. Penambahan cahaya buatan yang terlalu lama akan menambah biaya produksi, sedangkan jika kurang mengakibatkan pertumbuhan krisan kurang optimal dan mempengaruhi kualitas bunga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan, pembungaan dan kualitas bunga dua kultivar krisan pada berbagai  lama penambahan cahaya buatan sehingga didapatkan lama penambahan cahaya buatan yang tepat untuk budidaya tanaman krisan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai Maret 2013  di desa Junggo, Kota Batu dengan ketinggian 1400 m dpl. Penanaman dilakukan di dalam greenhouse dengan atap berbahan plastik UV. Rancangan per-cobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi. Sebagai petak utama adalah lama penambahan cahaya buatan meliputi tanpa penambahan cahaya, penyinaran 2, 3, 4 dan 5 jam. Sebagai anak petak adalah kultivar yaitu White Fiji dan Yellow Fiji. Kultivar White Fiji dan Yellow Fiji mempu-nyai respon yang sama terhadap lama penambahan cahaya buatan sehingga tidak terdapat perbedaan nyata pada semua pa-rameter yang diamati. Penambahan cahaya buatan meningkatkan panjang tangkai bu-nga yang sama panjang pada perlakuan 4 dan 5 jam yaitu masing-masing sebesar 54,82% dan 55,46%, dan lebih tinggi diban-dingkan penambahan cahaya buatan 2 dan 3 jam yang hanya meningkatkan panjang tangkai masing-masing sebesar 43,81% dan 51,02%. Kata Kunci: krisan, pertumbuhan, pembu-ngaan, kualitas, cahaya buatan
PENGARUH MACAM PUPUK ORGANIK DAN MULSA PADA TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea L. var. Italica) Multazam, Mohammad Ainun; Suryanto, Agus; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.046 KB)

Abstract

Produksi brokoli Indonesia tidak dapat men-cukupi kebutuhan pasar lokal maupun pasar internasional. Pemberian pupuk organik sebagai pengganti pupuk anorganik dan mulsa untuk mengurangi penggunaan pesti-sida di lahan menjadi penting untuk meng-urangi pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan macam pupuk organik dan mulsa yang dapat meng-gantikan peran pupuk anorganik pada tanaman brokoli. Bahan yang digunakan ialah: benih brokoli, pupuk Urea, pupuk kandang ayam, pupuk kompos tanaman, pupuk petroganik, mulsa plastik hitam per-ak, mulsa jerami dan insektisida. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Universi-tas Brawijaya Dusun Cangar, Batu, Malang pada bulan Maret sampai Juni 2013. Penelitian ini dilakukan dengan mengguna-kan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan, yaitu: P1: tanpa mulsa + urea, P2: tanpa mulsa + pupuk kandang ayam, P3: tanpa mulsa + kompos tanaman, P4: tanpa mulsa + petroganik, P5: MPHP + urea , P6: MPHP + pupuk kandang ayam, P7: MPHP + kompos tanaman, P8: MPHP + petroganik, P9: mulsa jerami + urea, P10: mulsa jerami + pupuk kandang ayam, P11: mulsa jerami + kompos tana-man, P12: mulsa jerami + petroganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan MPHP + pupuk kandang ayam menghasil-kan hasil panen yang lebih baik daripada perlakuan yang lain, yaitu sebesar 9,8 ton ha-1. Penggunaan MPHP mampu menjaga kelembaban tanah dan suhu tanah serta mampu meningkatkan penerimaan cahaya matahari 27% lebih tinggi daripada tanpa mulsa dan 34% lebih tinggi daripada perla-kuan mulsa jerami. Kata kunci: brokoli, pupuk organik, mulsa, pupuk anorganik
PENGARUH MACAM BAHAN TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS STROBERI (Fragaria sp.) Ni’matillah, Zulfa Alif; Ashari, Hasim; Soelistyono, Roedy; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.076 KB)

Abstract

Stroberi merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang penting di  dunia, terutama untuk negara-negara beriklim subtropis. Perbanyakan vegetatif pada tanaman stroberi yang paling banyak dilakukan oleh petani yaitu dengan menumbuhkan stolon, ada juga dengan anakan, namun belum ada riset ilmiah tentang bahan tanam dan pengaruhnya terhadap produkstivitas stroberi. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mempelajari pengaruh jenis bahan tanam dan varietas pada pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi (2) Untuk menentukan jenis bahan tanam maupun varietas stroberi yang paling baik, sehingga diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi yang terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juli 2013 di Kebun Percobaan Kliran (Sumber Brantas). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I = macam bahan tanam (indukan, anakan dan stolon). Faktor II = varietas (Santung, Sweet Charlie dan Lokal Brastagi). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan tanam Indukan dengan varietas Lokal Brastagi memberikan hasil terbaik pada parameter bobot basah tanaman, bobot kering tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan bahan tanam stolon dengan varietas Lokal Brastagi menghasilkan panjang buah tertinggi. Kata kunci: Bahan tanam, Fragaria sp., Stroberi, Varietas
PERANAN RUMEN DENGAN PENAMBAHAN AKTIVATOR EM 4 DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAK CHOY (Brassica chinensis L.) Hidayat, Taufiqur Rochman; Nugroho, Agung; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.368 KB)

Abstract

Tanaman pak-choy (Brassica chinensis L.) ialah sayuran yang mempunyai nilai ekonomis dan kandungan gizi tinggi. Produktivitas tanaman pakcoy tidak terlepas dari peran pupuk. Pemanfaatan rumen menjadi pupuk ialah solusi alternatif yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk pengelolaan dan pemanfaatan limbah rumah potong hewan agar dapat bersinergi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran pupuk organik rumen dengan penambahan aktivator EM 4 yang dapat mengurangi peran pupuk Urea pada tanaman pak-choy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 ulangan dan 9 Perlakuanterdiri dari P1 : Urea 176 kg ha-1, P2 : Urea 132 kg ha-1+Rumen 2,3 ton ha1, P3 : Urea 88 kg ha-1+Rumen 4,6 ton ha-1, P4 : Urea 44 kg ha-1+Rumen 6,9 ton ha-1, P5 : Rumen 9,2 ton ha-1, P6 : Urea 132 kg ha-1+Rumen (EM 4) 2,2 ton ha-1, P7 : Urea 88 kg ha-1+Rumen (EM 4) 4,4 ton ha-1, P8 : Urea 44 kg ha-1+Rumen (EM 4) 6,6 ton ha-1, P9 : Rumen (EM 4) 8,8 ton ha-1. Pemupukan 81 kg N ha-1 berupa pupuk Urea, rumen dan rumen yang ditambahkan aktivator EM 4 pada komposisi yang berbeda-beda memberikan perbedaan pada tinggi tanaman pada umur 20 dan 30 hst dan jumlah daun pada umur 20 hst. Namun pemberian pupuk tidak memberikan hasil yang berbeda nyata pada  tanaman pak-choy. Kata kunci: Pak-choy, Pupuk Urea, Rumen, Aktivator EM 4