Articles

Found 36 Documents
Search

PRODUKSI ANTIBIOTIKA OLEH Bacillus subtilis M10 DALAM MEDIA UREA-SORBITOL

REAKTOR Volume 13, Nomor 3, Juni 2011
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.974 KB)

Abstract

PRODUCTION OF ANTIBIOTICS BY Bacillus subtilis M10 IN UREA-SORBITOL MEDIUM. Infection diseases still become the main health problems that suffered by people in Indonesia. Besides, there were many pathogen bacteria found to be resistant to the some antibiotics. Therefore, the efforts to get a new antibiotic require to be done continuously. A new local strain of Bacillus subtilis BAC4 has been known producing an antibiotic that inhibit Serratia marcescens ATCC 27117 growth. To make efficient the local strain, mutation on Bacillus subtilis BAC4 was done by using acridine orange and a mutant cell of Bacillus subtilis M10 that overproduction for producing antibiotic was obtained. Nevertheless, the production kinetics of antibiotic by this mutant has not been reported. The objective of this research was to study the production kinetics of antibiotic by Bacillus subtilis M10 mutant. The production of antibiotic was conducted using batch fermentation and antibiotic assay was performed with agar absorption method using Serratia marcescens ATCC 27117 as bacteria assay. Research result provided that Bacillus subtilis M10 mutant with overproduction of antibiotic produced an antibiotic since 8th hour’s fermentation and optimum of it production was at 14th hours after inoculation.  Penyakit infeksi masih menjadi masalah yang utama diderita oleh masyarakat Indonesia. Di samping itu, banyak bakteri patogen yang ditemukan resisten terhadap beberapa antibiotika. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk mendapatkan antibiotika baru perlu dilakukan secara terus-menerus. Suatu galur lokal baru Bacillus subtilis BAC4 teridentifikasi memproduksi senyawa antibiotika yang menghambat pertumbuhan Serratia marcescens ATCC27117. Untuk memberdayakan galur tersebut, terhadap Bacillus subtilis BAC4 dilakukan mutasi dengan larutan akridin oranye dan diperoleh mutan Bacillus subtilis M10 yang memproduksi antibiotika berlebihan. Namun, kinetika produksi antibiotika oleh Bacillus subtilis M10 belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika produksi antibiotika oleh mutan Bacillus subtilis M10. Bacillus subtilis M10 difermentasikan ke dalam media urea-sorbitol dan diamati kemampuan produksi antibiotikanya menggunakan Serratia marcescens ATCC 2711 sebagai bakteri uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutan Bacillus subtilis M10 memproduksi antibiotika sejak jam ke 8, dan produksi optimumnya terjadi pada jam ke 14 setelah inokulasi.

Study on Factors Related to Eating Habits and Nutritional Status of The Elderly at The Rural and Urban Area

Media Gizi dan Keluarga Vol 25, No 1 (2001): Jurnal Media Gizi dan Keluarga
Publisher : Media Gizi dan Keluarga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study show result that the average educational level, the average expenses of consumption, the average level of the eating habits, the average body mass index in both area are clearly different. The average level of nutrition knowledge and health of the elderly in the rural areas proved differently with those in the urban. The average of teeth amount of the elderly in the rural is not clearly different with those in the urban. Almost all the average level of consumption of the nutrient elements (Energi, Protein, Vit.A, Vit.C, Ca, Fe) in both area, none of them reach 100,00 % of the Recommended Dietary Allowances, except for the level of consumption of Phosphor and Vit.B1 (urban). of the elderly people in both area categorized into good nutrition status, and both clearly different. The eating habits do not affect the nutrition status of the elderly people. The factors that affects towards the eating habit of the elderly people are knowledge and health.

PENGGUNAAN KOMPOS AKTIF AKTIF TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggidan dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Masalah utama dalam budidaya cabaiadalah tingginya serangan hama/penyakit yang secara ekonomis dapat menurunkanprodukitifitas, penggunaan pupuk kimia yang kurang bijaksana berdampak padalingkungan dan tidak aman untuk dikonsumsi. Untuk mengurangi penggunaan pupukkimia diperlukan teknologi inovasi penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupukaktif Trichoderma harzianum, sebagai salah satu alternatif agar produktifitas daricabai yang diusahakan tidak menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui penngaruhpupuk aktif Trichoderma harzianum, terhadap pertumbuhan dan produksi tanamancabai .Rancangan acak lengkap digunakan sebagai rancangan dalam penelitian ini.Tanaman indikator yang digunakan adalah cabai. Cabai ditanam di dalam polibagberukuran 40 x 50 cm dengan tanah sebanyak 10 kg. Variasi pupuk aktifTrichoderma harzianum ( g) adalah 0, 100, 150, 200 dan 250. Data dianalisis denganmenggunakan ANAVA satu jalan serta dilanjutkan dengan uji BNT 95%. Hasilpenelitian menunjukkan pemberian kompos aktif Trichoderma harzianumberpengaruh terhadap pertumbjuhan akar primer, berat kering tanaman, kadar klorofiltetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Hasil uji lanjut BNT menunjukanbahwa pemberian pupuk aktif Trichoderma Harzianum pada semua perlakukanberbeda nyata kontrol pada panjang akar dan kadar klorofil, sedangkan pupuk aktif Tharzianum, dosis 250 g perpengaruh paling besar terhadap berat keringtanaman.Simpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian kompos aktif Trichodermaharzianum berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai . Respon pertumbuhantanaman cabai akibat pemberian kompos aktif Trichoderma harzianum dapatmeningkatkan jumlah akar lateral, kandungan klorofil serta berat kering tanamancabai.Kata Kunci : pertumbuhan dan produksi , tanaman cabai

POTENSI PARASITOID HYMENOPTERA PEMBAWA PDV SEBAGAI AGENS BIOKONTROL HAMA

Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parasitoid pembawa polydnavirus (PDV) adalah kelompok parasitoid dari famili Braconidae dan Ichneumonidae (ordo Hymenoptera) yang memiliki PDV sebagai simbion obligat dalam saluran reproduksi betinanya. PDV  termasuk dalam grup Polydnaviridae, suatu kelompok virus yang unik, bersifat persisten, dan terintegrasi secara stabil di dalam genom  parasitoid yang menjadi koleganya. PDV berperan dalam membantu mengatasi sistem respons pertahanan inang sehingga parasitisasi oleh parasitoid berhasil. Penelitian PDV pada parasitoid telah lama dilakukan di luar negeri. Identifikasi gen yang memengaruhi sistem imun inang maupun fisiologinya telah mengalami kemajuan yang luar biasa sehinggasangat berpotensi dalam meningkatkan peran parasitoid sebagai agens biokontrol hama. Peran kedua famili dari ordo Hymenoptera tersebut sangat besar sebagai musuh alami pengendali hama penting di Indonesia, namun penelitian terkait parasitoid pembawa PDV maupun PDV itu sendiri masih belum berkembang. Diharapkan, informasi tentang PDV ini akan menumbuhkan ketertarikan para peneliti untuk menggali potensi parasitoid pembawa PDV untuk direkayasa sebagai agens  biokontrol hama.

Introduksi Parasitoid, Sebuah Wacana Baru dalam Pengendalian Hama Kutu Putih Pepaya Paracoccus marginatus di Indonesia

Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 3 (2011): September 2011
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.566 KB)

Abstract

Masuknya hama eksotis Paracoccus marginatus ke Indonesia telah menimbulkan permasalahan dalam pengendalianhama tersebut pada tanaman pepaya (Carica papaya). Belum terdapat alternatif pengendalian yang efektif untukmenekan populasi hama ini di Indonesia. Pengendalian hayati dengan mengoptimalkan musuh alami sebenarnyamerupakan alternatif yang paling sesuai, namun hasil penelitian yang memadai untuk mengembangkan musuhalami lokal yang potensial belum tersedia. Introduksi parasitoid yang efektif mengendalikan P. marginatus di luarnegeri menginspirasi upaya pengendalian hama ini di Indonesia. Tulisan ini bertujuan membahas beberapa aspekpenting dalam program introduksi parasitoid, antara lain karakter agens hayati introduksi, prosedur pelepasanmusuh alami, dampak negatif terhadap organisme bukan sasaran, serta prospek aplikasi parasitoid introduksi diIndonesia. Pada prinsipnya, introduksi parasitoid cukup prospektif untuk diterapkan di Indonesia dengan persyaratantertentu.

KAJIAN BAKTERI ENDOFIT PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN

Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Penghasil IAA mampu menghasilkan fitohormon yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Hormon IAA adalah auksin endogen yang berperan dalam pembesaran sel, menghambat pertumbuhan tunas samping, merangsang terjadinya absisi, berperan dalam pembentukkan jaringan xilem dan floem, dan juga berpengaruh terhadap perkembangan dan pemanjangan akar. Hormon IAA merupakan hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga sintesis oleh bakteri tertentu merupakan alasan yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu masalah yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah apakah isolat bakteri endofit dari tanaman kacang tanah berpotensi sebagai penghasil IAA , bagaimana identifikasi bakteri endofit yang mempunyai kemampuan menghasilkan IAA, bagaimana pengaruh IAA terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Secara khusus penelitian bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit penghasil IAA pada tanaman kacang tanah , menguji kemampuan isolat bakteri endofit menghasilkan IAA secara in vitro dan menganalisis IAA terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah . Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 3 tahap, pertama isolasi bakteri endofit penghasil IAA pada bagian akar dan batangdilakukan pada medium umum untuk pertumbuhan bakteri , kedua menguji kemampuan bakteri endofit memproduksi IAA secara in vitro, dilakukan dengan cara menumbuhkan bakteri pada media yang mengandung triptofan.dan ketiga introduksi bakteri endofit penghasil IAA pada tanaman kacang hijau. Pengujian kadar IAA yang dihasilkan diukur dengan menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 535 nm. Kecambah yang tumbuh diamati setelah empat hari . Parameter yang diamati adalah panjang kecambah , jumlah akar lateral. Hasil Isolasi didapat 16 isolat yang mempunyai kemampuan menghasilkan IAA dengan kadar yang di hasilkan berbeda dengan karakteristik morfologi yang berbeda. Isolat yang menghasilkan kadar IAA tinggi di aplikasi ke kacang hijau. Pemberian IAA berpengaruh terhadap jumlah akar lateral tapi tidak berpengaruh terhadap panjang kecambah. Analisis lebih lanjut bahwa semua isolat berbeda signifikan dengan kontol kecuali isolat AT dalam pembentukan akar lateral. Isolat DM dan K1K1 mempunyai hasil yang tertinggi dalam pembentukan akar lateral.

RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT GELOMBANG ULTRASONIK UNTUK PENGENDALIAN HAMA TIKUS

Rekayasa Vol 9, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha pertanian merupakan salah satu mata pencaharian utama di desa Sambirejo. Bermacam-macam tanaman tumbuh dan dibudidayakan di sini, diantarnya adalah padi, kakao, palawija, tomat, kopi selebihnya di tanaman tanaman perkebunan dan holtikultura. Dalam pertumbuhannya sampai masa panen atau petik, banyak gangguan yang di alami para petani salah satu gangguan yang sulit di atasi adalah hama tikus. Serangan hama tikus ini cukup luas, tercakup di hampir semua lahan pertanian yang ada di desa sambirejo. Dengan demikian perlu adanya pengendalian hama tikus ini sebelum daerah terserang bertambah banyak. Tujuan Pelaksanaan Kegiatan ini adalah : Pertama Memberi wawasan cara penanganan serangan hama tikus untuk mencegah penurunan produktifitas tanaman pertanian. Kedua; Menciptakan suatu alat pengusir tikus berbasis gelombang ultrasonik yang dapat membantu mengusir serangan hama tikus di daerah pertanian padi. Metode Pemecahan masalah  yang digunakan dalam Kegiatan ini adalah :Pertama; Memberika penyuluhan cara mengatasi hama tikus dengan tujuan memberi wawasan cara penanganan serangan hama tikus untuk mencegah penurunan produktifitas tanaman pertanian. Kedua; Workshop (Pelatihan) Pembuatan Alat Pengusir Tikus berbasis gelombang ultrasonic. Hasil yang di peroleh melalui kegiatan ini adalah : Pertama; Tim pengabdian dan warga peserta palatihan mampu menyelesaikan Alat pengusir tikus berbasis gelombang ultrasonik yang berfungsi dengan baik. Kedua; Alat Pengusir tikus berbasis gelombang ultrasonik hasil peltihan telah di pasang di areal sawah warga desa Sambirejo, Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang.

KESIAPAN LABORATORIUM BIOLOGI DALAM MENUNJANG KEGIATAN PRAKTIKUM SMA NEGERI DI KABUPATEN BREBES

Journal of Biology Education Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of researcs was to know a readiness of the biology laboratory at High Schools in Brebes Regency in supporting a practical activity. The method that is used is descriptive qualitative. The object of this research are students of Senior High Schools in Brebes Regency. Sampling technique in the research has been done by stratified random sample technique based of  school achivments status that is RSBI (International  Path of School Standard), SKM (SelfSchool Category) and GeneralStateSchool Category. This research has been done at Biology Laboratories of  SMAN 1 Bulakamba and SMAN 1 Losari as General State School Category, SMAN 1 Tanjung dan SMAN 3 Brebes as International  Path of School Standard (RSBI). Data in the form of qualitative data. Variables were measured included three indicators of facilities, infrastructure and laboratory activities readiness.  The result of the research showed that level of readiness in providing facilities and infrastructure, management readiness of practice implemention and readiness of laboraty activities processing gradually scores for 67,40%, 83,75% and 68,72%. This research’s conclusion is biology laboratories of Senior High Schools in Brebes regency belong to ready category in supporting a practical activity with preparation range is 73,29%.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan laboratorium biologi SMA Negeri di Kabupaten Brebes dalam menunjang kegiatan praktikum. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, populasi penelitianadalah seluruh SMA Negeri di Kabupaten Brebes. Pengambilan sampel penelitiandilakukan dengan teknik stratified random sample berdasarkan status prestasi sekolah, yaitu RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), SKM (Sekolah Kategori Mandiri) dan Sekolah Negeri kategori biasa. Penelitian ini dilakukan pada laboratorium biologi SMAN 1 Bulakamba dan SMAN 1 Losari sebagai sekolah negeri kategori biasa, SMAN 1 Tanjung dan SMAN 3 Brebes sebagai sekolah negeri kategori mandiri dan SMAN 2 Brebes sebagai sekolah rintisan bertaraf internasional.Variabel yang diukur meliputi tiga indikator kesiapan, yakni kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan pengelolaan penyelenggaraan praktikum dan kesiapan kegiatan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tingkat kesiapan laboratorium dalam menyediakan sarana dan prasarana, kesiapan pengelolaan penyelenggaraan praktikum dan kesiapan kegiatan laboratorium secara berturut-turut memperoleh skor 67,40%, 83,75% dan 68,72%. Simpulan penelitian ini adalah, laboratorium biologi SMA Negeri di Kabupaten Brebes siap dalam menunjang kegiatan praktikum pada pembelajaran biologi dengan rata-rata tingkat kesiapan sebesar 73,29%.

MODEL HANDS ON MINDS ON DENGAN BANTUAN MEDIA ASLI PADA MATERI SPERMATOPHYTA

Journal of Biology Education Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGELOLAAN LABORATORIUM BIOLOGI UNTUK MENUNJANG KINERJA PENGGUNA DAN PENGELOLA LABORATORIUM BIOLOGI SMA NEGERI 2 WONOGIRI

Journal of Biology Education Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an action research. The research objective is to improve the management biology laboratory to support user performance and laboratory manager. Research conducted at SMAN 2 Wonogiri Biology laboratory in the second semester of academic year 2011/2012. Laboratory was used for practical activities, but has not been fully utilized because optimal management has not done. Research activity consists of four phases: planning, action, observation and reflection. Indicator of success is the performance of the users and managers of minimal laboratory showed that both criteria are in the range 50-75%. Performance criteria for teachers to get very good but there are still aspects of performance that has not reached 100% performance in preparing the lab for students. Performance of students gained on average very good, but the performance in carrying out practical activities and communicate the results practice obtain results less than 75%. Laboratory manager performance is very good but there are still aspects of performance that has not reached 100% the administrative performance. Improved management of biological laboratories capable of supporting users and managing the performance of SMAN 2Wonogiri Biology laboratory. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan atau action research. Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki pengelolaan laboratorium Biologi guna menunjang kinerja pengguna dan pengelola laboratorium. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Biologi SMA Negeri 2 Wonogiri pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. Laboratorium sudah digunakan untuk kegiatan praktikum,tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal karena belum dilakukan pengelolaan yang optimal.Kegiatan penelitian terdiri atas empat tahap yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Indikator keberhasilan adalah kinerja pengguna dan pengelola laboratorium minimal menunjukkan kriteria baik yaitu berada pada rentang 50-75%. Kinerja guru memperoleh kriteria sangat baik tetapi masih terdapat aspek kinerja yang belum mencapai 100% yaitu kinerja dalam menyiapkan praktikum untuk siswa. Kinerja siswa memperoleh rata-rata sangat baik, tetapi kinerja dalam melaksanakan kegiatan praktikum dan mengkomunikasikan hasil praktikum memperoleh hasil kurang dari 75%. Kinerja pengelola laboratorium sudah sangat baik tetapi masih terdapat aspek kinerja yang belum mencapai 100% yaitu kinerja administratif. Perbaikan pengelolaan laboratorium biologi mampu menunjang kinerja pengguna dan pengelola laboratorium BiologiSMA Negeri 2 Wonogiri.