Articles

Studi Komposisi Pigmen dan Kandungan Fukosantin Rumput Laut Cokelat dari Perairan Madura dengan Kromatogra Cair Kinerja Tinggi

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.312 KB)

Abstract

Variasi warna tallus pada setiap jenis rumput laut dipengaruhi oleh adanya perbedaan jenis pigmen dan kandungan pigmen dominan yang terdapat didalamnya. Oleh sebab itu, lima jenis rumput laut cokelat telah dianalisa menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) yang dilengkapi dengan detektor photodiode array untuk menentukan komposisi pigmen dan kandungan pigmen dominan fukosantin. Dua puluh enam, 27, 18, 27, dan 19 jenis pigmen telah dipisahkan dari Sargassum duplicatum, S. lipendula, S. polycystum, Padina australis dan Turbinaria conoides secara berturut-turut, dalam satu langkah kerja dengan KCKT fase terbalik menggunakan elusi gradien antara metanol, aseton dan larutan amonium asetat selama 70 menit waktu elusi untuk mendapatkan pemisahan puncak pigmen dengan resolusi yang tinggi. Identikasi pigmen dilakukan berdasarkan urutan kepolaran dan panjang gelombang serapan maksimum setiap pigmen yang dibandingkan dengan literatur yang menggunakan sampel rumput laut cokelat dan fase gerak yang relatif sama. Klorolid a, klorofil c, isomer trans fukosantin, isomer cis fukosantin, ß-kriptoxantin, zeaxantin, violaxantin, fucoxantol, klorofil a, klorofil a’, feofitin a, feofitin a’ dan ß-karoten merupakan pigmen yang ditemukan pada hampir semua rumput laut cokelat. Kandungan fukosantin ditentukan berdasarkan persamaan garis dari kurva standar fukosantin antara luas puncak fukosantin dan konsentrasi fukosantin standar. P. australis memiliki kandungan fukosantin tertinggi jika dibandingkan dengan rumput laut cokelat lainnya yaitu sebesar 0,6368 mg/g berat basah. Hal ini disebabkan karena P. australis tumbuh pada kedalaman yang lebih dalam, sehingga memiliki kemampuan adaptasi khusus berupa thallus yang menyerupai lembaran daun yang digunakan dalam proses pemanenan cahaya secara efisien. Kata kunci: rumput laut cokelat, komposisi pigmen, kandungan fukosantin, KCKT The color of seaweed is influenced by the difference of the type and the content of main pigments inside of seaweed thallus. Therefore, five kinds of brown seaweed have been analyzed by high-performance liquid chromatography (HPLC) which equipped by photodiode array detector to determine the composition of pigment and the content of fucoxanthin. Twenty six, 27, 18, 27, and 19 pigments were separated from Sargassum duplicatum, S. filipendula, S. polycystum, Padina australis and Turbinaria conoides, respectively, in a single-step procedure by reversedphase HPLC with an elution gradient of methanol, acetone and ammonium acetate solution during elution time of 70 minutes. The high resolution peaks of the separated pigments from seaweeds have been obtained by above procedure. The identification of pigments was carried out based on the sequence of pigment polarity and the maximum absorption wavelength of each pigment. These pigment properties were compared by literature that using the brown seaweed as a sample and its mobile phase was relatively similar. Chlorophyllide a, chlorophyll c1, trans-isomer fucoxanthin, cis-isomers fucoxanthin, β-cryptoxanthin, zeaxanthin, violaxanthin, fucoxanthol, chlorophyll a, chlorophyll a’, phaeophytin a, phaeophytin a’ and β-carotene were pigments found in almost of brown seaweeds. The content of fucoxanthin was determined according to a line equation of the fucoxanthin standard curve between the peak area of fucoxanthin and the concentration of fucoxanthin standard. P. australis has a highest of fucoxanthin content than that of the other brown seaweeds, which is 0.6368 mg/g wet weight. This result is caused by the deeper growth place of P. australis. Therefore, P. australis has leaf-like thallus which can be used for efficient light harvesting process. Key words: brown seaweeds, pigment composition, fucoxanthin content, HPLC

Optimasi Proses Ekstraksi Fukosantin Rumput Laut Coklat Padina australis Hauck Menggunakan Pelarut Organik Polar

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 16, No 2 (2011): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.42 KB)

Abstract

Rumput laut coklat merupakan salah satu sumber daya alam laut yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia. Warna rumput laut coklat berasal dari salah satu pigmen dominan yang terdapat dalam rumput laut ini yaitu fukosantin, yang bermanfaat sebagai anti-kanker dan anti-obesitas. Penelitian mengenai proses optimasi ekstraksi fukosantin pada rumput laut coklat belum banyak dilakukan, sehingga penelitian ini bertujuan  untuk  menentukan  pelarut  organik  polar  yang  dapat  mengekstrak  fukosantin  secara  optimal. Fukosantin diekstraksi dari Padina australis Hauck menggunakan lima jenis pelarut organik polar, yaitu: aseton, asetonitril,  dimetil  sulfoksida (DMSO),  etanol  dan  metanol.  Berdasarkan  hasil  analisis  spektrometri,  nilai absorbansi pada panjang gelombang serapan maksimum (λmak) fukosantin dari spektra serapan ekstrak kasar pigmen, Padina australis Hauck yang diekstraksi dengan pelarut metanol memiliki nilai absorbansi relatif tinggi yaitu 0,9338 hampir sama ketika DMSO dan etanol digunakan sebagai pelarut ekstraksi. Hasil ini diperkuat oleh hasil analisis kandungan fukosantin dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dimana kandungan fukosantin mencapai 2,6049 mg/g berat kering dengan pelarut metanol dan kandungan fukosantin ini lebih tinggi 1,08-1,71 kali dibandingkan menggunakan pelarut organik polar lainnya. Kemurnian fukosantin dapat ditentukan berdasarkan nilai persentase luas puncak fukosantin (isomer cis dan trans fukosantin) terhadap luas dari seluruh puncak pigmen yang dapat dipisahkan pada kromatogram KCKT. Pelarut metanol memiliki nilai persentase luas puncak fukosantin relatif tinggi yaitu 60,11%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka metanol merupakan pelarut yang terbaik untuk mengekstrak fukosantin dari Padina australis Hauck. Kata kunci: pelarut organik polar, ekstraksi, kandungan fuksosantin, Padina australis Hauck Brown seaweed, is one of marine natural resources, grows naturally and abundantly at Indonesian coastal waters, and yet Indonesians have not utilized it optimally. The color of brown seaweed ascribes to one kind of dominant pigments that this seaweed contains, namely fucoxanthin. Fucoxanthin has potent beneficial effects on human  health,  such  as  anti-cancer  and  anti-obesity  properties.  However,  the  research  concerning  the optimization of fucoxanthin extraction on brown seaweed has not been much done. Therefore, the purpose of this research is to determine the polar-organic solvent that can optimally extract fucoxanthin. Fucoxanthin was extracted from Padina australis Hauck by using various polar-organic solvents (such as acetone, acentonitrile, dimethyl sulfoxide (DMSO), ethanol and methanol). The result of spectrometry analysis, absorbance values at maximum absorption wavelength (λmak) of fucoxanthin from absorption spectra of pigment-crude extracts, showed that Padina australis Hauck extracted by methanol solvent has a relatively high absorbance value, i.e. 0.9338. This absorbance value was almost of the same value when DMSO and ethanol solvents are used as extraction solvent. This result supported the result of fucoxanthin content analysis by High Performance Liquid Chromatography (HPLC), where fucoxantin content was 2.6049 mg/g dry weight and this fucoxanthin content is 1.08-1.71 times higher when another polar-organic solvent was applied. The purity of fucoxantin can be determined from area percentage of fucoxantin peaks (cis and trans isomers fucoxanthin) toward the area of all pigments peaks that could be separated on HPLC chromatogram. Methanol solvent has a high area percentage value of 60.11%. Based on these experimental results, it can be claimed that methanol solvent is the best solvent for fucoxanthin extraction from brown seaweed Padina australis Hauck. Key words: polar-organic solvent, extraction, fucoxanthin content, Padina australis Hauck

Estimasi Produk Degradasi Ekstrak Kasar Pigmen Alga Merah Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty Varian Merah, Coklat, dan Hijau: Telaah Perbedaan Spektrum Serapan

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.571 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi produk degradasi pigmen ekstrak kasar alga merah Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty varian merah, coklat dan hijau yang terbentuk selama perlakuan iradiasi dan pemanasan, melalui perbedaan spektrum serapannya. Ketiga varian diekstraksi menggunakan 100% metanol. Uji fotostabilitas ekstrak pigmen dilakukan dengan iradiasi menggunakan lampu Volpi intralux 4100 pada intensitas cahaya 39300 lux, 56700 lux dan 76400 lux.  Lama waktu penyinaran 0, 5, 10, 15, dan 20 menit. Sedangkan uji termostabilitas  dilakukan pada suhu 25 dan 90 ° C selama 0, 3, 6 24, dan 48 jam. Pola spektra diukur pada panjang gelombang 300-800 nm sebelum dan sesudah perlakuan dengan spektrofotometer UV-Tampak Shimadzu 1700. Data dianalisis dengan SPINA Versi 3, untuk memperoleh intensitas maksimum dan perbedaan spektra serapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk degradasi pigmen ekstrak kasar alga merah K. alvarezii dapat diidentifikasi melalui spektrum serapan dan hasil perbedaan spektra serapan. Isomer cis karotenoid, karotenoid tidak berwarna, dan feofitin a diestimasi sebagai produk degradasi yang terbentuk selama perlakuan iradiasi dengan intensitas cahaya 76400 lux dan perlakuan pemanasan pada suhu 90°C selama 48 jam. Penurunan intensitas warna larutan pigmen juga mengindikasikan terbentuknya produk degradasi selama perlakuan. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, perbedaan spektrum serapan, produk degradasi The aims of this study were to estimate the degradation products of crude pigment extracts from red, brown, and green varieties of red alga Kappaphycus alverezii (Doty) Doty that formed during irradiation and heating treatment from their difference absorption spectra. All three variants were extracted using 100% methanol. The photostability assay of crude pigment extracts was conducted by irradiating the crude pigment extracts with a day light lamp (Volpi, Intralux 4100) at 39300 lux, 56700 lux and 76400 lux light intensity during 0, 5, 10, 15, and 20 minutes treatment, whereas the thermostability assay was performed at 25 and 90 °C for 0, 3, 6 24, and 48 hours. The absorption spectra of the crude pigment extract before and after each treatment were monitored successively at 300-800 nm using MultiSpec 1501 UV-VIS spectrophotometer. Data were analyzed with spina Version 3, to obtain maximum intensity and the difference absorption spectra. The results showed that the  degradation products of crude pigment extracts from red alga K. alvarezii could be identified by absorption spectra and difference absorption spectra. Cis isomers carotenoids, colorless carotenoids, and feofitin-a were estimated as degradation product formed during the irradiation treatment with 76400 lux of light intensity and heating treatment at a temperature of 90 ° C for 48 hours. Decrease in the intensity of the color of pigment solution also indicates the formation of degradation products during treatment.Key words: Kappaphycus alvarezii, difference absorption spectra, degradation products

ANALISIS PEMANFAATAN BUKU ELEKTRONIK ( E-BOOK ) OLEH PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 1 SEMARANG

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pemanfaatan koleksi e-book di perpustakaan SMA Negeri 1 Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Subyek penelitian adalah informan yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah pemustaka perpustakaan SMA N 1 Semarang yang terdiri dari siswa, guru dan pustakawan pengelola koleksi e-book.Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling,. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pemanfaatan koleksi e-book berbasis web perpustakaan yaitu informan menelusur koleksi e-book secara mandiri tanpa menggunakan bantuan pustakawan.Informan menelusur koleksi e-book melalui mesin pencarian google dan web perpustakaan. Perilaku informan setelah berhasil mengakses koleksi e-book yaitu langsung dibaca dilayar, mengunduh file e-book ,di simpan sebagai koleksi pribadi,di cetak Informan memanfaatkan koleksi e-book untuk koleksi pribadi dan referensi. Sedangkan Informasi dalam e-book digunakan oleh informan yaitu menunjang pembelajaran, mengerjakan tugas, menambah ilmu pengetahuan. Kendala dan hambatan yang di alami pemustaka disaat memanfaatkan koleksi e-book adalah masalah internet yang lambat, untuk beberapa dibutuhkan kata sandi untuk membuka koleksi e-book. dan membaca di layar di anggap kurang fleksibel. Koleksi e-book merupakan koleksi baru yang pengadaannya dari usulan guru dan murid. Tujuan layanan e-book sebagai minat baca pemustaka. Promosi e-book melalui pendidikan pemakai dan melalui guru pelajaran di kelas.

UPAYA PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertempat di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Adapun tujuan yang ingin peneliti capai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan hambatan pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna serta untuk mengetahui pandangan pemustaka terhadap upaya tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan jalur reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian ini berjumlah tiga belas orang yang terdiri dari tiga orang pustakawan dan sepuluh orang pemustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi pustaka.Berdasarkan analisis data terhadap hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, diperoleh simpulan bahwa pustakawan sudah melakukan upaya-upaya yang bisa pustakawan lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pengguna yang ada di Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Undip yakni melakukan penataan ruangan sebaik mungkin dan senyaman mungkin, memperbaiki sistem penitipan tas untuk mengurangi terjadinya kehilangan barang, mengolah dan menata koleksi bahan pustaka sebaik mungkin agar dapat ditelusur kembali dengan mudah oleh pemustaka, memberikan layanan secara terkomputerisasi atau terautomasi sehingga proses pelayanan lebih cepat, melakukan optimalisasi jam layanan dengan tidak adanya jam tutup perpustakaan pada saat jam makan siang atau jam istirahat, dan berusaha untuk bersikap ramah kepada pemustaka. Akan tetapi ada beberapa hambatan-hambatan seperti kesulitan mendapatkan dana untuk melakukan pengadaan bahan pustaka buku. Selain itu menurut pemustaka upaya yang dilakukan oleh pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan pengguna sudah cukup baik, walaupun ada beberapa kekurangan misalnya tidak puasnya pemustaka terhadap koleksi bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan.

KEMAMPUAN LITERASI INFORMASI MAHASISWA PADA LAYANAN AMERICAN CORNER DI UPT PERPUSTAKAAN IAIN WALISONGO SEMARANG MENURUT ASSOCIATION OF COLLEGE AND RESEARCH LIBRARIES

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi mahasiswa pada layanan AmericanCorner di UPT Perpustakaan IAIN Walisongo Semarang dengan menggunakan standar yang dibuat olehAssociation of College and Research (ACRL). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dankriteria yang ditentukan oleh peneliti yaitu mahasiswa yang mengambil disiplin ilmu non eksak dan seringberkunjung ke American Corner serta mahasiswa yang benar-benar sedang melakukan pencarian informasidi American Corner. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2012.Hasil analisis menunjukkan rataratamahasiswa untuk menentukan jenis dan batas informasi dapat dikatakan masih kurang baik. Dalam halkemampuan dalam mengakses informasi, dapat disimpulkan sebagian besar mahasiswa belum memilikikemampuan yang baik. Dalam mengevaluasi informasi yang diperoleh secara kritis, mayoritas mahasiswabelum melakukannya dengan baik. Setelah itu, kemampuan sebagian besar mahasiswa dalam menggunakandan mengkomunikasikan informasi secara efektif dan efisien sudah baik. Terakhir, pemahaman terhadap isuhukum seputar informasi secara etis dan legal dapat dikatakan sudah baik. Dari penjabaran kemampuanyang dimiliki oleh mahasiswa, maka dapat dikatakan literasi informasi mahasiswa IAIN WalisongoSemarang belum baik.

AUDIT INFORMASI: KESESUAIAN KOLEKSI CETAK DENGAN KEBUTUHAN INFORMASI PENGGUNA PADA LAYANAN SIRKULASI DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Audit informasi merupakan salah satu strategi dalam manajemen informasi. Keluaran dari audit informasiadalah hasil pencocokan antara bagaimana yang seharusnya terjadi dengan bagaimana yang terjadi sekarang.Dari hasil pencocokan dapat dilakukan kegiatan penafsiran untuk memutuskan bagaimana penggunaaninformasi yang tepat untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Objek penelitian ini adalahkoleksi cetak pada Layanan Sirkulasi di UPT Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian koleksi cetak dengan kebutuhan informasi penggunapada Layanan Sirkulasi di UPT Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan caramelakukan audit informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan koleksi cetak pada LayananSirkulasi di UPT Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang sudah sesuai dengan tujuan dariUPT Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Namun, pelayanan pada Layanan SirkulasiUPT Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang masih belum sesuai dengan tujuan UPTPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Maka dapat disimpulkan bahwa belum adakesesuaian koleksi cetak dengan kebutuhan informasi pengguna pada Layanan Sirkulasi UPT PerpustakaanUniversitas Islam Sultan Agung Semarang.

PERSEPSI PEMUSTAKA PADA LAYANAN PENELUSURAN INFORMASI MELALUI ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOGUE (OPAC) DI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI SEMARANG”

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 2, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pemustaka pada Layanan Penelusuran Informasi Melalui Online Public Access Catalogue (OPAC) di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “Yayasan Pharmasi Semarang”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Adapun subjek penelitian yang dijadikan sumber dalam peneliti ini sebanyak 10 (sepuluh) informan. Penelitian ini memilih karakteristik orang yang berbeda-beda yaitu pemustaka yang sering datang ke perpustakaan, pemustaka yang sering mencari informasi melalui OPAC, dan pemustaka yang bersedia menjadi informan. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil yang diperoleh dari penyediaan layanan OPAC di perpustakaan mempengaruhi cara mereka mendapatkan buku yang dimaksud yaitu sebelum adanya OPAC mereka rata-rata bertanya kepada petugas perpustakaan. Namun sekarang rata-rata dari mereka sudah beralih menggunakan OPAC di perpustakaan karena layanan ini bisa diakses sendiri tanpa bertanya kepada orang lain baik itu petugas perpustakaan maupun sesama teman. Akan tetapi, ada juga mahasiswa yang bertanya kepada petugas perpustakaan jika dalam menggunakan OPAC tersebut menemukan kendala. Simpulan dari penelitian ini adalah pemustaka mempunyai persepsi yang baik dengan keberadaan OPAC yang ada di perpustakaan. Pemustaka tersebut juga menilai bahwa penelusuran menggunakan OPAC lebih cepat, mudah, dan efisien. Sedangkan dari komputer yang digunakan untuk OPAC, semua informan mempunyai persepsi bahwa jumlah komputer yang digunakan kurang memadai, kemampuan komputer yang digunakan kurang memenuhi, serta dari sinyal wifi yang digunakan perpustakaan kurang baik yaitu dari kecepatan sinyal sering menurun ketika banyak mahasiswa yang menggunakan.

HUBUNGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI WI-FI DENGAN TINGKAT KUNJUNGAN PEMUSTAKA DI UPT PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan teknologi Wi-Fi diharapkan menjadi salah satu faktor dalam memanfaatkan tingkat kunjungan dan pemanfaatan perpustakaan. Selain harus mampu membuat pengguna betah berada di perpustakaan, teknologi wi-fi diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan yang membuat masyarakat tidak ingin berkunjung ke perpustakaan. UPT Perpustakaan Polines yang menjadi objek penelitian ini merupakan perpustakaan berbasis teknologi sehingga teknologi Wi-Fi dipandang perlu bagi pemustaka untuk mencari informasi yang tidak hanya melalui buku, namun pemustaka mempunyai alternatif lain dalam mengakses berbagai sumber informasi yang tersedia dalam bentuk digital. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan teknologi Wi-Fi terhadap tingkat kunjung pemustaka di UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang. Hal ini dibuktikan dengan analisis penghitungan dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi Product Moment hasil rxy adalah sebesar 0,88 kemudian dikonsultasikan dengan r product moment dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai 0,396. Ternyata nilai rxy ≥ nilai r tabel dapat diketahui pada taraf signifikan 5% bahwa 0,88 ≥ 0,396.

Analisis Faktor Produksi Kalapa Sawit Rakyat Menurut Tipologi Lahan di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau

Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 7, No 1 (2018): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.807 KB)

Abstract

Heriyanto et al, 2018. Analysis of the Production Factors of the People's Palm Oil According to the Land Typology in Indragiri Hilir Regency, Riau Province. JLSO 7(1):14-25. Palm oil commodities are one of the plantation sub-sector commodities that increase the income of farmers and the community, provide processing industry raw materials that create added value. The land cultivated by independent oil palm farmers consists of land land, tidal peatlands, coastal peatlands and coastal land. The difference in typology of this land will contribute to different production. The research aimed to analyze the oil palm production and the dominant factor affecting oil palm production according to the typology of land in Indragiri Hilir Riau Province. The data were analyzed using descriptive statistics and built multiple regression models with the dummy variable method of Ordinary Least Square (OLS). The results of the study showed that the production of oil palm cultivation on land is the highest compared to the typology of tidal peatland, coastal peat and coastal land. The dominant factors affecting palm oil production in Indragiri Hilir Regency were the amount of fertilizer use, labor, age of plants, herbicides and dummy typology of land. In order to obtain optimal production, this study recommended doing oil palm farming in accordance with the correct cultivation techniques in accordance with the characteristics of land typology. Besides that the use of balanced fertilizer (elements of N, P, and K) in accordance with the recommended needed to be applied.