Heri Heriyanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SELULOSA DARI TANAMAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) DALAM PEMBUATAN BIOPOLIMER SUPERABSORBEN Heriyanto, Heri; Firdaus, Ikhsan; Destiani, Ana Fadilah
JURNAL INTEGRASI PROSES Volume 5, Nomor 2, Juni 2015
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.413 KB)

Abstract

Polimer superabsorben (Superabsorbent Polymer/SAP) adalah suatu bahan yang dapat mengabsorpsi dan menyimpan cairan lebih dari berat bahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio penambahan selulosa terhadap sifat fisik dan daya absorbsi produk biopolimer superabsorben dan mengetahui pengaruh penambahan zat aditif crosslink terhadap kualitas polimer superabsorben berbasis selulosa. Pembuatan polimer superbsorben dilakukan dengan memvariasikan persentase penambahan selulosa 0%; 10%; 20%; 30% dan 40%, variasi penambahan cross linker agent pada polimerisasi yaitu 0 ml, 0,7 ml dan 1,4 ml larutan Formalin. Pengukuran kapasitas absorbsi air, nilai pengujian rasio swelling superabsorben dalam larutan urea dan pengujian rasio swelling superabsorben dalam larutan NaCl digunakan untuk menentukan karakteristik superabsorben yang disintesis. Hasil penelitian menunjukkan polimer superabsorben yang dihasilkan dengan penambahan selulosa memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan poliakrilamida yang disintesis. Polimer superabsorben dengan rasio 10% berat selulosa terhadap berat superabsorben mempunyai nilai kapasitas absorbsi sebesar 2,8 g air/g superabsorben, rasio swelling pada larutan Urea 5% sebesar 3,78 dan rasio swelling dalam larutan NaCl 0,15 M sebesar 3,8. Pengaruh penambahan Formalin sebanyak 0,7 ml memberikan hasil nilai rata-rata kapasitas absorbsi, rasio swelling pada larutan urea 5% dan rasio swelling dalam larutan NaCl 0,15 M yang lebih besar.
Pengaruh Suhu Dan Pengadukan Pada Proses Polimerisasi Ethylen Bi-Stearamide Heriyanto, Heri; Ernayati, Widya; Anggraeni, Mona; Fitrian, .
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethylene Bis Stearamide ( EBS ) merupakan senyawa biopolimer yang terbentuk melalui proses polimerisasi antara asam stearat dan ethylendiamine. EBS dapat digunakan sebagai pelumas internal dan eksternal untuk plastisitas termal dan plastik termoset, seperti ABS, PS, AS, dan PVC, serta PE, PP, PVAC, selulosa, acctate, nylon, pheonolic resin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui temperatur operasi dan pengadukan optimum, sehingga dapat menghasilkan produk EBS yang sesuai dengan SNI. Parameter uji yang diamati adalah angka asam, dan spektrofotometer infra merah sesudah dilakukan reaksi. Terdapat tiga tahapan proses, yaitu proses pengumpanan ethylendiamine, proses polimerisasi EBS serta proses pencucian produk EBS yang dihasilkan. Kondisi optimum menghasilkan produk EBS yang sesuai dengan SNI adalah pada suhu 180 oC dan kecepatan pengadukan 700 rpm. Kondisi ini dicapai dalam waktu 360 menit sehingga menghasilkan produk EBS dengan bilangan asam 1,197 gr NaOH/gr EBS, dan spektrofotometer infra merah menunjukkan adanya gugus amida di dalam produk EBS yang dihasilkan.
Kinetika Reaksi Alkyd Resin Termodifikasi Minyak Jagung dengan Asam Phtalat Anhidrat Heriyanto, Heri; Rochmadi, Rochmadi; Budiman, Arief
Jurnal Rekayasa Proses Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi esterifikasi anhidrida phtalat dengan monogliserida merupakan reaksi kondensasi membentuk polimer dengan rantai linier. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika reaksi alkid resin termodifikasi minyak jagung tanpa menggunakan katalis. Proses penelitian ada dua tahap yaitu tahap pertama reaksi alkoholisis dan tahap kedua reaksi esterifikasi. Tahap alkoholisis diawali dengan mereaksikan minyak jagung dan gliserol dengan perbandingan molar 1:2 pada suhu 250°C. Sampel diambil pada selang waktu 30 menit selama 3 jam untuk dianalisis kadar gliserol bebasnya dengan metode iodometri (FBI-AO2-03). Tahap esterifikasi adalah mencampurkan anhidrida phtalat ke dalam reaktor batch dengan perbandingan molar gliserol : anhidrida phtalat 3:2. Sampel dianalisis kadar gugus OH- dengan metode asetat anhidrida. Peubah-ubah yang dipelajari meliputi variasi suhu dari 230°C – 260°C dan variasi perbandingan ekivalen OH/COOH dari 1 – 1,25. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa minyak jagung dan gliserol dapat dialkoholisis tanpa menggunakan katalis pada kisaran suhu 230°C – 260°C. Pengaruh suhu terhadap konstanta kecepatan reaksi dinyatakan dengan persamaan Arrhenius adalah sebagai berikut : k1=1,4647×104 exp (-8237,7/T) (g/mgek.men) k4=2,1398×109 exp (-14142/T) (g/mgek.men) Kata kunci: alkoholisis, esterifikasi, minyak jagung, gliserol, anhidrida phtalat Esterification of phthalic anhydrate with monoglyceride is a condensation reaction to form a linear chain polymer. The present work aimed at investigating reaction kinetics of alkyd resin modified with corn oil in the absence of catalyst. The work consisted of two steps i.e. alcoholysis and esterification. In the alcoholysis step, corn oil and glycerol were brought into reaction with a molar ratio of 1:2 at 250°C. Every 30 minutes during 3 hour reaction, reaction products were sampled to analyse the remaining free glycerol by iodometry method (FBI-AO2-03). In the esterification step, phthalic anhydrate was put in the batch reactor with a glycerol-phthalic anhydrate molar of 3:2. Samples were taken and the hydroxyl ions were analysed by acetate anhydrate method. The variables investigated in the present work were reaction temperatures varied from 230°C to 260°C and equivalent OH/COOH ratio from 1 to 1.25. Experimental results showed that alcoholysis of corn oil and glycerol could be carried out in a temperature range of 230°C to 260°C without the presence of catalyst. The effect of temperature on the reaction rate constant of monoglyceride and phthalic ester formation could be respectively written in the Arrhenius correlations as follows: k1 = 1.4647.104 exp (-8237.7/T) g/mgeq.min k4 = 2.1398.109 exp (-14142/T) g/mgeq.min Keywords: alcoholysis, esterification, corn oil, glycerol, phthalic anhydrate