Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT Herawati, Tuti; Wijayanto, Nurheni; Saharuddin, Saharuddin; Eriyatno, Eriyatno
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.906 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.
HUBUNGAN SELF-CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS (DM) DI PERSATUAN DIABETES INDONESIA (PERSADIA) CABANG CIMAHI Rantung, Jeanny; Yetti, Krisna; Herawati, Tuti
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 1, No 01 (2015): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kemampuan self-care merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien DM. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan self-care dengan kualitas hidup pasien DM. Metode: Rancangan penelitian cross sectional, melibatkan 125 anggota PERSADIA cabang Cimahi. Alat ukur self-care adalah Summary of Diabetes  Self-Care Activities (SDSCA), Diabetes Quality Of Life (DQOL) dan Beck Depression Inventory II. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan self-care dengan kualitas hidup menjadi tidak bermakna (p value 0.164) setelah dipengaruhi oleh jenis kelamin (p value 0.006) dan  depresi (p value 0.001). Diskusi: Peningkatan satu satuan self-care, akan meningkatkan kualitas hidup sebesar 6.1% setelah dikontrol oleh jenis kelamin dan depresi. Peningkatan self-care dapat dilakukan melalui pengembangan program edukasi yang terstruktur, meningkatkan kompetensi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien DM terkait aktivitas self-care, dan melakukan screening depresi terhadap pasien DM. Kata kunci: Self-care, kualitas hidup, DM   ABSTRACT Introduction: The relation between self care and patient’s diabetes mellitus quality of life in Persatuan Diabetes Indonesia    (PERSADIA) in Cimahi. Self care ability is important in improving patient’s quality of life (QOL). Method: Using cross sectional method, this research is designed to identify the relationship between self care and patient’s QOL in PERSADIA Cimahi, West Java. A hundred twenty five PERSADIA members were recruited and examined using Summary of Diabetes  Self-Care Activities (SDSCA),Diabetes Quality Of Life (DQOL) and Beck Depression Inventory II. Result: The results showed no significant correlation between self care activity and QOL (p=0,164) as influenced by gender (p=0,006), depression (p=0,001). Discussion: Increase of one unit self-care was likely to increase 6,1% QOL after controlled by gender and depression. Self care improvement can be performed through developing structured education, improving nurse’s competency in diabetes care and conducting diabetes screening program for DM patients. Key words: Self-care, Quality of Life, Diabetes Mellitus (DM) Full printable version: PDF
ANALISIS SPASIAL TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS CISADANEKABUPATEN BOGOR Herawati, Tuti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2010.7.4.413-424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat bahaya erosi di DAS Cisadane berdasarkan rumus USLE menggunakan analisis GIS.  Berdasarkan rumus yang digunakan, maka diperlukan empat jenis peta sebagaidasar perhitungan tingkat bahaya erosi, yaitu peta curah hujan, peta jenis tanah, kemiringan, dan peta penutupan lahan.  Pada setiap peta dilakukan klasifikasi menjadi empat atau lima kelas berdasarkan standartertentu. Proses overlay dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir berupa tingkat bahaya erosi yangdikategorikan menjadi lima kelas yaitu sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat.  Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi di DAS Cisadane meliputi sangat ringan hingga sangatberat dengan persentase luas lahan berturut-turut dari yang sangat ringan hingga sangat berat 55,85%;15,74%; 6,33%; 0,81%; dan 0,30%.  Lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat berat meliputi luas 316 ha dan tingkat berat meliputi 851 ha.  Tamansari  merupakan kecamatan yang memiliki luas wilayah dengan tingkatbahaya erosi sangat berat terluas yaitu 87 ha.  Beberapa kecamatan lain yang memiliki luas lahan dengantingkat bahaya erosi berat adalah Tenjolaya, Caringain, Cijeruk, dan Nanggung.  Hasil penelitian ini dapatdigunakan sebagai data dasar untuk membuat rencana pengeolaan DAS yang baik
ANALISIS SPASIAL TINGKAT BAHAYA EROSI DI WILAYAH DAS CISADANEKABUPATEN BOGOR Herawati, Tuti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2390.554 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung tingkat bahaya erosi di DAS Cisadane berdasarkan rumus USLE menggunakan analisis GIS.  Berdasarkan rumus yang digunakan, maka diperlukan empat jenis peta sebagaidasar perhitungan tingkat bahaya erosi, yaitu peta curah hujan, peta jenis tanah, kemiringan, dan peta penutupan lahan.  Pada setiap peta dilakukan klasifikasi menjadi empat atau lima kelas berdasarkan standartertentu. Proses overlay dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir berupa tingkat bahaya erosi yangdikategorikan menjadi lima kelas yaitu sangat ringan, ringan, sedang, berat, dan sangat berat.  Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi di DAS Cisadane meliputi sangat ringan hingga sangatberat dengan persentase luas lahan berturut-turut dari yang sangat ringan hingga sangat berat 55,85%;15,74%; 6,33%; 0,81%; dan 0,30%.  Lahan dengan tingkat bahaya erosi sangat berat meliputi luas 316 ha dan tingkat berat meliputi 851 ha.  Tamansari  merupakan kecamatan yang memiliki luas wilayah dengan tingkatbahaya erosi sangat berat terluas yaitu 87 ha.  Beberapa kecamatan lain yang memiliki luas lahan dengantingkat bahaya erosi berat adalah Tenjolaya, Caringain, Cijeruk, dan Nanggung.  Hasil penelitian ini dapatdigunakan sebagai data dasar untuk membuat rencana pengeolaan DAS yang baik
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PRAKTEK AKUNTANSI MENGGUNAKAN MODEL KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 7 BOGOR Herawati, Tuti
Econosains: Jurnal Online Ekonomi & Pendidikan Vol 8 No 2 (2010): Econosains: Jurnal Online Ekonomi dan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.244 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research aim to develop management of study of practice of accountancy applies contextual model which can be exploited in process of study to increase student interest at accountancy subject. This research done in class XI IPS1 SMAN 7 Bogor applies Classroom Action Research contextual model consisted of two cycles to refer to Model Kurt Lewin its (the activity covering: (1) planning, (2) action of execution, (3) observation, and ( 4) reflection. Based on finding result of research indicates that: (1) In executing management of study of practice of teacher accountancy have been able to apply contextual model to increase attainment of student learning interest; this thing is visible result of first cycle interest test result has not shown Criteria Complete Minimal (KKM), while second cycle interest test result hardly gladdens because result of acquirement above indicator Criteria Complete Minimal (KKM) what specified. (2) Approach study plan of contextual correctly can be exploited in class XI IPS SMAN 7 that is management of study of practice of accountancy applies contextual model and student spread sheet as study guidance referring to study indicator. (3) Study activity is done not only in class but for study activity of accountancy computer can apply computer laboratory. (4) Percentage of enthusiastic and involvement of student learning at showing second cycle is improvement, this thing is a real good result mean attention of student to study and can entangle itself in study.Keywords: Contextual Teaching and Learning (CTL), Student Competence.
APLIKASI METODE PROSES IDRARKI ANALITIK DALAM PENENTUAN PRIORITAS JENIS POHON HUTAN RAKYAT Studi Kasus Di Kecamatan Pamarican Herawati, Tuti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4794.596 KB) | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.1.93-103

Abstract

Penentuan jenis pohon merupakan salah  satu faktor penentu keberhasilan dalam pengelolaan  hutan rakyat. Da1am proses pengambilan keputusan untuk menentukanjenis pohon diperlukan pertimbangan yang rasional dan menyeluruh. Dengan demikian keputusan yang dihasilkan dapat memberikan j aminan keberhasilan  tumbuh, menguntungkan, dan sekaligus rnampu menampung kepentingan berbagai pihak. Metode  atau alat yang dapat digunakan untuk penentuan jenis  pohon dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan kriteria secara menyeluruh adalah PHA (Proses Hirarki Analitik). Dalam metode ini kriteria keputusan dipecahkan dalam  urutan hirarki,  penilaian  diberikan pada setiap kriteria,  serta menyatukan penilaian untuk menentukan pilihan yang memiliki prioritas tertinggi.  Kekuatan proses ini terletak pada rancangannya yang bersifat komprehensif,dengan mempergunakan logika,  pertimbangan berdasarkan intuisi, data kuantitatif, dan kualitatif Teknik ini telah diterapkan untuk mendapatkan urutan prioritas pilihanjenis  pohon hutan yang dikelola rakyat di Kecamatan Pamarican.  Hirarki yang disusun terdiri dari dua tingkat dengan sejumlah aspek dan kriteria.  Terdapat 4 aspek yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuanjenis pohon, yaitu aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Prioritas jenis yang dihasilkan adalah sebagai berikut:  I) Swietenia macrophylla King dengan bobot prioritas 42,2 %; 2) Paraserianthesfalcataria (J) Nielsen (32,2 %); dan 3) Tectonagrandis Lf(25,6 %).
STRATEGI PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN SITUBONDO Supriono, Agus; Bowo, Cahyoadi; Kosasih, A. Syaffari; Herawati, Tuti
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 3 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.35 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.3.139-146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dalam kegiatan penguatan kapasitas kelompok tani hutan rakyat di Kabupaten Situbondo yang sedang giat mengembangkan hutan di lahan milik. Permasalahan yang dikaji meliputi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja tani, dan strategi yang efektif dan efisien untuk menguatkan kelompok tani hutan rakyat. Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisis matrik evaluasi faktor internal dan ekternal serta strategi interaksi SWOT. Berdasarkan hasil penelitian diketahui adanya 9 faktor kekuatan internal, 9 faktor kelemahan internal, 7 faktor peluang eksternal, serta dan 4 faktor ancaman ekternal. Secara umum kondisi kelembagaan kelompok tani berada dalam posisi kuat secara internal dan dapat efektif memanfaatkan peluang serta sekaligus meminimalkan pengaruh negatif dari ancaman eksternal yang ada. Strategi yang dipilih untuk memperkuat kelompok tani adalah strategi memanfaatkan kekutan dan peluang. Artinya bahwa potensi keunggulan yang dimiliki berupa faktor-faktor kekuatan internal yang ada dapat dikelola menjadi kekuatan pendorong guna meraih peluang-peluang serta sekaligus meminimalkan pengaruh negatif dari ancaman eksternal.
ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT Herawati, Tuti; Wijayanto, Nurheni; Saharuddin, Saharuddin; Eriyatno, Eriyatno
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.906 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2010.7.1.13-25

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.
Pengaruh Augmentative and Alternative Communication terhadap Komunikasi dan Depresi Pasien Afasia Motorik A, Amila; Sitorus, Ratna; Herawati, Tuti
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.766 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v1i3.61

Abstract

Salah satu dampak terjadinya strok adalah afasia. Selama ini penanganan pasien strok yang mengalami afasia hanya pada aspek fisiknya. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh komunikasi dengan metode Augmentative and Alternative Communication (AAC) terhadap kemampuan fungsional komunikasi dan depresi pasien strok dengan afasia motorik. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan post test non equivalent control group pada 21 responden yang terbagi menjadi 11 orang kelompok kontrol dan 10 orang kelompok intervensi yang didapatkan melalui concecutive sampling. Instrumen penelitian untuk menilai kemampuan fungsional komunikasi dan depresi adalah kuesioner dan lembar observasi yang baku yaitu Derby Functional Communication Scaledan Aphasic Depression Rating Scale. AAC merupakan alternatif komunikasi pada pasien dengan keterbatasan komunikasi verbal. Media yang digunakan dalam komunikasi ini adalah buku komunikasi yang berisi kegiatan sehari-hari, koran/ majalah, foto keluarga, kartu bergambar, alat tulis dan lagu/ musik. Metode AAC berorientasi pada tugas menunjuk gambar, penamaan, mengulang, menulis, membaca dan mengeja huruf. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata kemampuan fungsional komunikasi antara kelompok kontrol dengan intervensi dengan nilai p=0.542, tetapi terdapat perbedaan yang bermakna rata-rata depresi antara kelompok kontrol dan intervensi dengan nilai p=0.022. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada perawat untuk menerapkan metode AAC dalam memfasilitasi komunikasi, sehingga dapat menurunkan depresi pasien strok dengan afasia motorik. Kata kunci: Augmentative and alternative communication, afasia broca, afasia motorik, depresi, strok AbstractAphasia is one of the stroke impacts. Currently, the focus of the aphasia intervention in the hospital is physical aspects. The aim of this study was to evaluate the influence of Augmentative and Alternative Communication (AAC) to patients’ communication ability and depression rates in Aphasia Motoric cases. The research design was quasi experiment with the post-test non-equivalent control group approach. The samples were 21 respondents who divided into two groups: 11 respondents in the control group and 10 respondents in the intervention group. Samples were chosen using the consecutive sampling method. This study used the Derby Functional Communication Scale and the Aphasic Depression Rating Scale to evaluate the communication ability and the depression rate of patients. AAC is an alternative way to communicate with patients who have disability verbal. This process used some media such as, a communication book, magazines, newspapers, family photos, cards, stationaries, and music. The AAC method has several activities such as pointing to particular pictures, naming, reviewing, writing, and reading. The study found that there were no significant differences of the communication ability between two groups of samples (p=0.542). In addition, there were significant rates of the depression between two groups of samples (p=0.022). This study suggests that nurses should apply the AAC method in the communication process especially to patients with stoke to facilitate the communication process and to reduce the patient’s depression. Key words: Augmentative and alternative communication, aphasia broca, aphasia motoric, depression, stroke
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI ALIRAN EKSPRESIONISME PADA SISWA KELAS X SMK TAMANSISWA KISARAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Herawati, Tuti
LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.518 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu untuk melihat pengaruh metode Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan menulis puisi melalui Aliran ekspresionisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh atau tidak ada pengaruh metode Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan menulis puisi aliran ekspresionisme di kelas X SMK Tamansiswa Kisaran. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Tamansiswa Kisaran kelas X AK-1 sebagai kelas eksperimen dan X MB-1sebagai kelas kontrol, masing-masing terdiri dari 36 siswa. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes unjuk kerja menulis puisi aliran ekspresionisme. Setelah data dikumpul kemudian dianalisis. Pengujian persyaratan anlisis data meliputi uji normalitas data dengan menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas data dengan menggunakan uji F. Pengujian hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikasi 5% = 2,00, dan taraf signifikasi 1% = 2,65. Berdasarkan hasil data post tes diperoleh rata- rata hasil belajar menulis puisi aliran ekspresionisme dengan menggunakan metode Think Talk Wrrite adalah 48,10 dan tanpa menggunakan metode Think Talk Write (TTW) 45,75. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh harga thitung = 3,74, dengan melihat tabel nilai t dengan taraf nyata  = 0,05 diperoleh ttabel 1,67. Harga thitung = 3,74 > ttabel 1,67 dapat disimpulakan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan Metode Think Talk Write lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa menggunakan metode Think Talk Write ( TTW ).