Cahya Hendrawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Dexmedetomidine 0,2 ug/kgbb Intravena terhadap Insiden Delirium saat Pulih Sadar dari Anestesi Umum pada Pasien Pediatrik Hendrawan, Cahya; Arif, Syafri Kamsul
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 5, No 2 (2013): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Background : Dexmedetomidine gives sedation effect, analgesic and anxiolitik afterintravenous administration. Isoflurane and Sevoflurane associated with delirium effectwhen awakening from general anesthesia. This research using placebo as control, weevaluate delirium effect from single dose dexmedetomidine when awakening fromgeneral anesthesia with Isoflurane as inhalation agent in pediatric patients whomundergo elective operation. Method : This is a double blind research. There are 46 children (age 3-10 years old)selected randomly had dexmedetomidin 0,2 ug/kg weight or placebo before the surgeryended. One hour after surgery, we evaluate delirium score. We noted ekstubation time,awakening, and side effect from dexmedetomidin. We also asessed post operative painusing objective pain scale (OPS). Result : The delirium effect when awakening from general anesthesia in the groupgiven dexmedetomidine are better than the placebo group (P<0,05). Post operativepain are similar in both groups. Ekstubation time and awakening time inDexmedetomidin group are longer than placebo group, but not qualified statistically.No side effect (hypotension and bradicardia) in both groups. Conclusion : We conclude that dexmedetomidine 0,2 ug/kgBB intravenous proven tominimize delirium incidens when awakening from general anesthesia with isofluranewith childen undergo elective surgery. Latar Belakang : Dexmedetomidine memberikan efek sedasi, analgesia, dan anxiolitiksetelah pemberian intravena. Isofluran dan sevofluran dihubungkan dengan angkakejadian delirium saat pulih sadar dari anestesi umum pada pasien pediatrik. Padapenelitian dengan menggunakan placebo sebagai kontrol, kami mengevaluasi efek daridosis tunggal dexmedetomidine pada delirium saat pulih sadar dari anestesi umumpada pasien pediatrik yang menjalani pembedahan elektif menggunakan anestesiumum dengan isofluran. Metode : Pada penelitian acak tersamar ganda ini , 46 anak (usia 3-10 tahun) dipilihsecara acak mendapatkan dexmedetomidin 0,2ug/kgBB atau placebo pada akhirpembedahan. Semua pasien mendapatkan obat anestesi yang standar. Setelahpembedahan, nilai delirium saat pulih sadar dari anestesi umum diukur sampai 1 jampascabedah. Waktu ekstubasi, waktu pulih sadar, dan efek samping daridexmedetomidine dicatat. Setelah pembedahan nyeri pasien diukur denganmenggunakan objective pain scale (OPS) . Hasil : Nilai delirium saat pulih sadar dari anestesi umum pada kelompokdexmedetomidine lebih baik daripada kelompok placebo (P<0,05). Nilai nyeri samapada kedua kelompok (P>0,05). Waktu ekstubasi dan waktu pulih sadar lebih panjangpada kelompok dexmedetomidin tetapi tidak bermakna secara statistik (P>0,05). Tidakada efek samping (hipotensi dan bradikardi) pada kedua kelompok. Kesimpulan : Kami menyimpulkan bahwa Dexmedetomidine 0,2ug/kgBB intravenadapat mengurangi insiden delirium saat pulih sadar dari anestesi umum denganisofluran pada anak yang menjalani pembedahan elektif.