Articles

Found 15 Documents
Search

DASHBOARD MONITORING SYSTEM PENJUALAN DAN REWARD MOBILE KIOS PT. TELEKOMUNIKASI SELULER

Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.159 KB)

Abstract

Paper ini membahas pengembangan dashboard monitoring system (DMS) pada penjualan dan reward di PT.Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). DSM dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan pada sistem pengolahan data transaksional penjualan di MKios (mobile kios) PT. Telkomsel yang masih menggunakan exell, berbentuk tabel, angka, dan ribuan kolom transaksi. Tahapan pengolahannya terdiri dari short, vlookup dan filter data. Pengolahan data tersebut membutuhkan waktu yang lama, dan rentan terhadap adanya kesalahan. Untuk memecahkan permasalahan ini,dilakukan pengembangan DMS dengan metode data URL (uniform resource located). Melalui metode data URL, visualisasi informasi pada DMS cukup dilakukan dengan cara membrowse file yang akan diimport, dan data akan ditampilkan secara visual dalam bentuk dashboar penjualan dan reward MKios PT. Telkomsel. Setelah dilakukan pengujian dan analisa, diketahui bahwa penerapan DSM dapat memudahkan manajer PT. Telkomsel dalam mengolahdata, memonitor transaksi detail penjualan, mendukung pengklasifikasian dan pemberian reward secara cermat, memaksimalkan pencapaian nilai KPI (key performance indicator), mendukung pengambilan keputusan, serta mampu menerapkan prinsip dan cara kerja increase wrench time.Kata kunci : Dashboard, Monitoring, Reward, Increase Wrench Time

PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI PERGURUAN TINGGI

CommIT (Communication and Information Technology) Journal Vol 3, No 2 (2009): CommIT Vol. 3 No. 2 Tahun 2009
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategic planning of information systems is to establish policy and planning implementation of information technology as a supporter of bussiness process and solution of the problem with high accuracy and know the possibilities of the system is less precise procedure. To achieve this, an information systems strategy planning organizations (including universities therein) should be done through the stages: an analysis of objectives and issues / information needs (goals and poblem), critical success factor (CSFs), SWOT analysis, impact analysis information technology (technology impact analysis) and analysis of the vision or strategic view of the system (strategy vision system) and a review model of business functions (business proccess) organization. In STMIK Raharja, strategic planning and information system model was developed based on through these stages and includes information services to be provided by STMIK Prog as a university. Determination of information system strategic planning and selection of models developed subsequently determined by the specific needs and determinants with attention to rules and procedures. This paper presented a discussion about the foundation and information systems strategic planning phases of Higher Education as an organization by taking a model of information services at Raharja STMIK Tangerang, with academic information subsystem as an example the case of the implementation of the development. To clarify the discussion, at this writing are also discussed briefly about the strategy on information systems implementation STMIK Prog as a university organization.Keywords: critical success factor, model, business process, strategy system vision

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Sekolah Islam Terpadu

Creative Information Technology Journal Vol 2, No 4 (2015): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.782 KB)

Abstract

Sekolah islam terpadu Salman Al Farisi Yogyakarta merupakan salah satu organisasi pendidikan formal yang sudah menerapkan sistem informasi dalam pengelolaannya. Namun sistem informasi yang digunakan belum maksimal untuk mencapai keunggulan kompetitif. Selama ini sistem informasi digunakan sebagai alat pendukung pengolahan data dan belum benar-benar digunakan sebagai alat strategis. Maka dari itu diperlukan sebuah perencanaan strategis sistem informasi. Pembuatan rencana strategis sistem informasi pada paper ini menggunakan kombinasi framework Ward & Peppard dan Enterprise Architecture Planning (EAP). Proses analisis menggunakan beberapa metode antara lain value chain, PEST, SWOT dan McFarland Strategic Grid. Setelah dilakukan analisis internal dan eksternal kemudian dirancang sebuah arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi. Berdasarkan analisis dan arsitektur yang telah dilakukan akan menghasilkan strategi sistem informasi dan portofolio rekomendasi sistem informasi. Rekomendasi sistem informasi ditujukan untuk pimpinan, manajer bagian dan divisi ICT. Tahap terakhir dalam penyusunan rencana strategis sistem informasi tersebut yaitu dengan pembuatan roadmap implementasi sistem informasi. Roadmap implementasi tersebut dalam jangka waktu lima tahun dan pemetaan berdasarkan pada hasil kuesioner prioritas dan McFarland Strategic Grid.Integrated Islamic Schools Salman Al Farisi Yogyakarta is one of the formal educational organization which has implemented information systems. But the information systems used have not yet maximally used to achieve competitive advantage. During this time the information systems a used as a tool to support data processing and not actually used as a strategic tool. Therefore the strategic planning of information systems are needed. The strategic planning of information systems making in this paper uses a combination of framework Ward & Peppard and Enterprise Architecture Planning (EAP). The process analysis uses methods such as value chain, PEST, SWOT and McFarland Strategic Grid. After internal and external analysis has been set then the data architecture, application architecture and technology architecture are designed. The analysis and architecture resulting information systems strategy and portfolio of information system recommendations. The recommendation systems information are intended to managers, division managers and ICT. The last stage in the preparation of the strategic planning of information systems is to make roadmap of information system implementation. The implementation of the roadmap within a period of five years and based on the results of the questionnaire mapping priorities and McFarland Strategic Grid.

DASHBOARD INFORMATION SYSTEM BERBASIS KEY PERFORMANCE INDICATOR

Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.142 KB)

Abstract

Pemimpin organisasi membutuhkan akses terhadap informasi strategis untuk melakukan monitoring, pengukuran kinerja, dan menyoroti adanya anomali pada organisasi. Sementara secara tradisional organisasi tidak memiliki tool enterprise performance management (EPM) yang efektif untuk melaksanakannya. Kegiatan monitoring, pengukuran kinerja, dan identifikasi terhadap anomali biasanya dilakukan seadanya, melalui laporan bagian terkait, dan disampaikan pada sebuah rapat. Akibatnya proses monitoring, pengukuran kinerja, dan identifikasi terhadap anomali organisasi membutuhkan sumber daya yang banyak. Bahkan, kadangkala hasilnya juga tidak mencerminkan kinerja dan anomali yang sesungguhnya. Untuk itu, paper ini membahas tentang pengembangan aplikasi dashboard information system (DIS) berbasis key performance indicator (KPI) sebagai tool EPM. Aplikasi DIS berbasis KPI dikembangkan menggunakan metode data URL (uniform resource located). Dalam implementasinya, untuk memberikan tampilan grafik yang interaktif dan kuat pada executive dashboard, digunakan software FusionChart dan XML (eXtensible Markup Language ) sebagai data interface. Berdasarkan hasil uji coba dan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa aplikasi DIS berbasis KPI sebagai tool EPM yang dikembangkan pada penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi dalam melakukan monitoring, pengukuran kinerja, dan identifikasi terhadap anomali yang terjadi. Peningkatan efisiensi dan efektivitas tercapai karena aplikasi DIS yang dihasilkan dapat menampilkan informasi strategis berdasarkan KPI yang telah ditetapan dalam bentuk dashboard, interaktif, real time, dan visual.

Framework dan Prototype Tata Kelola Teknologi Informasi (TI) Pendidikan Tinggi

STUDIA INFORMATIKA: JURNAL SISTEM INFORMASI Vol 2, No 1 (2009): Studia Informatika: Jurnal Sistem Informasi Vol.2 No.1 Februari 2009
Publisher : Informatika System Departement, Science of Technologi Faculty UIN Syarif Hidayatullah Jaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.248 KB)

Abstract

Information technology (IT) is becoming increasingly important for higher education (and others) that can facilitate the implementation of business processes and enhance competitive advantage. Through IT, business processes can be implemented more easily, quickly, efficiently, and effectively. IT also offers many opportunities for universities to improve performance, transforming the service, market, work processes, and community relations and researchers. Therefore, the current IT governance to be one critical success factor (CSF) for leaders (CIOs) and partner universities to optimize the role of IT in improving asset effectiveness, performance achievements, goals, objectives, mission, and vision of the organization. However, the complexity of the application of IT in the organization caused difficulties at various levels of leaders and stakeholders in understanding, creating and implementing IT governance in higher education. As a result the benefit of using IT to get higher education is felt not worth the investment value that has been issued. Therefore, this article discusses an overview of IT governance principles and guidelines established by experts in the field IT governance, IT governance structures in higher education, IT governancecommittees intensively, and recommendations for good IT governance prototype that can be applied in higher education.

Evaluasi Penerapan SIMRS Menggunakan Metode HOT-Fit di RSUD dr. Soedirman Kebumen

INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Vol 2 No 1 (2018): Vol. 2 No. 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.034 KB)

Abstract

  Implementation evaluation of Hospital Management Information System (SIMRS) in RSUD Dr. Soedirman Kebumen aims to determine what factors have the greatest successfulness of SIMRS. The variables in this study are system quality, information quality, service quality, system use, user satisfaction, organization structure, facilitating condition, top mamagement support, and net benefits which adapted from the HOT-Fit model by eliminating the organization environment variable and by added top management support and facilitating condition variables. From this study, we can see that the success of SIMRS implementation in RSUD Dr. Soedirman Kebumen determined by aspects of Technology, Human and Organization can be seen that the user satisfaction variable has a positive influence on the net benefits vatiable. Based on the results of t-statistic test by using SMARTPLS software, user satisfaction is the variable that gives the most influence to the net benefits gained from SIMRS.

EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KEMAHASISWAAN DI STKIP PGRI PACITAN

SISFOTENIKA Vol 5, No 1 (2015): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.429 KB)

Abstract

AbstrakDengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin meningkat peranan sistem informasi bagi dunia pendidikan sangatlah besar. Penggunaan sistem informasi yang menunjang kegiatan belajar mengajar saat ini telah menjadi suatu kebutuhan pada sebuah institusi pendidikan seperti halnya pada perguruan tinggi. Penelitian ini membahas tentang penerimaan Sistem Informasi Kemahasiswaan di STKIP PGRI Pacitan menggunakan metode Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel UTAUT yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk melakukan akses ke dalam Sistem Informasi Kemahasiswaan di STKIP PGRI Pacitan dan memberikan rekomendasi perbaikan sistem kedepannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Model (SEM). Tools yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Software Smartpls 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel performance expectancy, effort expectanc, hedonic motivation, behavioral intention dan facilitating condition berpengaruh signifikan positif. Variabel ini mampu mempengaruhi penerimaan sistem sebesar 92,7%. Aspek-aspek ini dapat diperbaiki sesuai dengan rekomendasi yang diperoleh dari analisis data didalam penelitian ini.Kata Kunci— Evaluasi Implementasi SI, UTAUT, Sistem Informasi Akademik

Decision Support System Untuk Penilaian Kinerja Guru Dengan Metode Profile Matching

Jurnal Komputer Terapan Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Komputer Terapan
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menerapkan metode Profile Matching untuk penilaian Kompetensi Pedagogik sebagai  proses penilaian kinerja Guru berprestasi untuk lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Madiun dapat meningkatkan obyektifitas dan akurasi data. Data-data yang dikumpulkan merupakan data riwayat penilaian kinerja Guru berupa dokumen dan pernyataan serta data pendukung berupa dokumen aturan-aturan dan tata laksana proses penilaian kinerja guru berprestasi. Berdasarkan pengujian sistem didapatkan tingkat akurasi penilaian dengan tiga sampel alternatif memiliki nilai hasil rata-rata sebesar 95,67 % yang dihitung dari membandingkan dengan rata-rata hasil akhir penilaian kompetensi pedagogik secara manual. Selisih angka rata-rata 4,33% lebih kecil karena mekanisme pengambilan keputusan dengan metode profile matching mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek. Penilaian menggunakan Profile Matching memiliki tingkat obyektifitas yang lebih baik karena untuk mengukur nilai setiap indikator variabel penilaian diturunkan lagi dengan sub-indikator dan dibobotkan dengan menggunakan parameter penilaian serta dihitung dengan menggunakan mekanisme pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek. Berbeda dengan proses penilaian manual yang hanya memasukkan nilai tingkat keterpenuhan dari setiap indikator dengan menuliskan angka dan dihitung hanya dengan menjumlahkannya.

Pengukuran tingkat kesuksesan penerapan website Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) online di perguruan tinggi swasta dengan pendekatan Human Organization Technology (HOT) Fit model

Register: Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi Vol 3, No 1 (2017): Januari-Juni (3/7)
Publisher : Prodi Sistem Informasi - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.217 KB)

Abstract

 Beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jombang menerapkan proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) online, sehingga pendaftar cukup mendaftar melalui website PMB online milik masing-masing PTS, tanpa perlu ke Perguruan Tinggi (PT) tersebut. Namun dalam pelaksanaanya masih terdapat calon mahasiswa yang mendaftar secara langsung ke kantor PMB PTS, hal tersebut menjadikan perlunya pengukuran tingkat kesuksesan penerapan website PMB online di PTS. Selain itu, selama ini website PMB online PTS di Jombang belum pernah dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilannya. HOT (Human Organization Technology) Fit model merupakan model kesuksesan yang dapat dijadikan model dalam mengevaluasi sistem informasi. Terdapat 7 variabel yang digunakan HOT Fit, yaitu kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kualitas layanan (service quality), pengguna sistem (system use), kepuasan pengguna (user satisfaction), manfaat (net beneFits), struktur organisasi (organization structure). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 indikator penilaian dengan nilai kepuasan di bawah 85%, yaitu kecepatan waktu respon 76,1%; adanya fasilitas bantuan 71,6%; dan kepuasan tampilan 64,2%. Sehingga 3 indikator tersebut perlu ditingkat lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan dapat mengoptimalkan penerapan website PMB online PTS di Jombang.   Private Higher Education (PHE) in Jombang apply online admission of new students selection process, so applicants simply register through admission of new students online website owned by their respective private universities, without needing to the university. But in the implementation there are still prospective students who apply directly to the office of admission of new students PHE, it makes the need to measure the success rate of admission of new students website online application in PHE. Also, so far admission of new students online website PHE in Jombang has never been evaluated to determine the success rate. HOT (Human Organization Technology) Fit model is a model of success that can be used as a model for evaluating information systems. There are seven variables used by HOT Fit, i.e., system quality, information quality, service quality, system use, user satisfaction, net beneFits, organizational structure (organization structure). The result of the research shows that there are three assessment indicators with satisfaction value below 85%, the response time is 76,1%; the availability of 71.6% of aid facilities; and 64.2% display satisfaction. So that three indicators need to be increased again to get better results and can optimize the implementation of admission of new students website online PHE in Jombang.

PENGUKURAN KESENJANGAN DIGITAL DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 4 No 1 (2017): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi berkembang sangat cepat. Berbagai macam produk teknologi informasi makin banyak bermunculan di kalangan masyarakat. Sayangnya, tidak semua kalangan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi tersebut, sehingga terdapat beberapa kalangan yang mengalami kesenjangan digital.Access Index Digital (DAI) merupakan alat ukur kemampuan keseluruhan individu dalam suatu negara untuk mengakses dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. DAI dibangun dengan empat faktor fundamental yang mempengaruhi kemampuan suatu negara untuk mengakses TIK yaitu: infrastruktur, keterjangkauan, pengetahuan dan kualitas.Kesenjangan digital perlu diukur sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam menyusun strategi dan kebijakan yang berkaitan dengan TIK. Hasil pengukuran kesenjangan digital juga dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebagai acuan dalam pemerataan akses dan kemampuan TIK bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur maupun program pelatihan untuk pengembangan SDM. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi mengenai kondisi kesenjangan digital yang terjadi di Kalimantan utara yang dilihat dari aspek kesenjangan akses TIK, dan untuk mengetahui besarnya nilai indeks digital divide serta menentukan prioritas pembangunan yang menitikberatkan pada peningkatan TIK .Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesenjangan digital yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara pada aspek infrastruktur dan keterjangkauan layak untuk dipertahankan dan pada aspek pengetahuan dan kualitas memiliki prioritas yang rendah sehingga belum menjadi kebutuhan yang penting, dan kurangnya peran pemerintah dan swasta dalam pemerataan dan memasyarakatkkan TIK