Articles

Found 10 Documents
Search

DEVELOPMENT OF DIGITAL MULTILAYER ECOLOGICAL MODEL FOR PADANG COASTAL WATER (WEST SUMATRA) Hartoko, A.; Helmi, M.
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 7, No 3 (2004): Volume 7, Number 3, Year 2004
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.493 KB)

Abstract

Coastal water ecology represents a significant gain with regard to regional and local economic, fisheries (including marine culture), tourism and other activities.  Measuring their typical spatial distribution pattern, however, has proved challenging since the real coastal water parameters  as a part of a whole ecosystem and their interactions has never been revealed so far. A GPS guided sampling and in-situ measurement for the field data, digital and an image processing analysis were applied to insure that the simulated coastal water-ecology model was displayed with high levels of spatial,  geodetic and real-data accuracy.  The derived techniques could ultimately provide to coastal managers and decision makers with truthful ecologically and cost-effective means to assess the right zone for fisheries and other coastal water activities based on both temporal and spatial changes.
Evaluasi Sistem Petanahan Transformator Daya 60 MVA PLTGU Indralaya Simangunsoong, Manogu; Basir, Yuslan; Helmi, M.; Samaulah, Hazairin
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 2 No. 1 Januari 2014
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.886 KB)

Abstract

Transformator daya pada pembangkit listrik dilengkapi beberapa proteksi yangdapat mengamankan transformator tersebut dari kerusakan akibat gangguan baik gangguaninternal maupun gangguan eksternal, diantaranya system pentanahan netral transformator.Transformatordaya 60 MVA ini memiliki kemampuan arus hubung singkat pada sisi HV(150 kV) sebesar 2300 Amper dan tegangan fasa netral maksimum sebesar 140 kV. Darihasil perhitungan gangguan arus hubung singkat tiga fasa sebesar 5379,480 Amper dengantegangan lebih fasa netral sebesar 151,163 kV. Hasil pengukuran nilai tahanan elektrodapentanahan sistem netral setelah terjadi kerusakan sebesar 28,1 Ohm, nilai yang diizinkansebesar <1 Ohm, hal ini diakibatkan elektroda batang system pentanahan yang mengalamicacat/ kerusakan pada bahan elektroda.Kata Kunci : Transformator, arus hubung singkat, pentanahan netral dan bahan elektroda
ANALISA SISTEM DISTRIBUSI AIR PDAM DI DESA PEMONGKONG KEC. JEROWARU KAB. LOMBOK TIMUR Helmi, M.; Sutanto, Rudy; Padang, Yesung Allo
Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2013): Dinamika Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.388 KB)

Abstract

Dalam proses pendistribusian air bersih ke desa Pemongkong, sering terjadi kekurangan debit di beberapa dusun, sehingga pada penelitian ini akan dicari faktor apa saja yang menyebabkan debit aliran pada beberapa dusun sangat rendah.Secara umum kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi. Hal ini dapat dilihat dari kebutuhan rata-rata (debit demand) harian berdasarkan SKAB DPU sebesar 9,96 L/s, sedangkan debit yang tersedia di sumber dari bulan Januari s/d Agustus 2012 lebih dari 9,96 L/s. Kemudian terjadi penurunan debit mulai bulan Oktober s/d Desember 2012, sehingga kebutuhan masyarakat tidak dapat terpenuhi. Sedangkan pada jam puncak beberapa dusun mendapatkan debit aliran yang sangat rendah, bahkan tidak mendapatkanya sama sekali. Hal ini disebabkan karena keterbatasan debit yang disediakan oleh sumber, dimana debit maksimum yang dihasilkan oleh sumber sebesar 12,4 L/s, sedangkan kebutuhan pada jam puncak mencapai 22,09 L/s.Selanjutnya untuk analisa head loss dan head tekan sisa, pada jam puncak untuk pemakaian maksimum (bulan Pebruari 2012) terdapat dua dusun yang mengalami head tekan sisa yang cukup rendah dibandingkan dengan dusun yang lain. Kedua dusun tersebut yaitu di dusun Ujung berdasarkan perhitungan manual sebesar 20,15 m, dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar 21,94 m, sedangkan di dusun Permas berdasarkan perhitungan manual sebesar -2,81 m dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar -1,50 m. Hal ini menyebabkan potensi hambatan aliran menuju kedua dusun tersebut cukup tinggi, dan aliran cendrung akan menuju tempat di mana Head Tekan sisa yang lebih tinggi. Permasalahan ini dapat diatasi dengan memperbesar diameter pipa transmisi yang menuju kedua dusun tersebut dari 2 in menjadi 3 in. Head tekan sisa yang dihasilkan setelah menggunakan diameter pipa 3 in adalah di dusun ujung berdasarkan perhitungan manual sebesar 111,31 m, dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar 112,45 m, sedangkan di dusun Permas berdasarkan perhitungan manual sebesar 102,72 m dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar 103,01 m.
ETNOSENTRISME DALAM NOVEL CIUMAN DI BAWAH HUJAN KARYA LAN FANG SEBUAH PERBANDINGAN Helmi, M.
Jurnal Sastra Aksara Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.958 KB)

Abstract

Literary works are perceived through elements of form and content. In addition, the comparative element also deepens the understanding of literary works. This is so applied to the novel Ciuman di Bawah Hujan (kiss under rainfall) by Lan Fang. This work is discussed through three main issues: structural elements, content elements, and comparative elements. With descriptive approach, data collection is done by documentation method and technique of text study through structuralism, semiotics, and comparative study. The analysis was done by descriptive method, structural-base method and content analysis technique. Based on the discussion, this novel presents an interesting structure by presenting the story in the story. The plot of this model is similar to a cerita berbingkai (framed story). In the novel sense the meaning of this novel is interesting to bring the figure and its relation to the title of rain. From this aspect of the novel comparison, it shows that ethnocentrism in various cultures in Indonesia is still quite relevant.
ESTETIKA HUMANISTIK PUISI-PUISI PENYAIR ASAL MADURA Helmi, M.
Jurnal Sastra Aksara Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.997 KB)

Abstract

Madurese poets in quality and quantity have been recognized as one of the sources of wealth of Indonesian literary treasures. This is evidenced by some evidence of the achievements of Madurese poets who received many awards. Like Abdul Hadi WM, D Zawawi Imron, Jamal D Rahman. The poetry in the interests of this research was then used as a data source. Research on the works of their poets through the Humanistic Aesthetic concept Hans Georg Gadamer gave birth to findings that in poetry Madurese poets were found bildung, census communis, practical considerations, and different tastes. Aside from being a form of learning, another reason that encourages researchers to conduct a study of the poems of Madurese poets, namely the attempt to traditionalize the culture of poets who come from Madura. Especially the problem of poetry that leads to the character of each poet.
Analisa Pengukuran Field Stregth Pada Service Area Pemancar PT. Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV) Palembang Susilo, Remi; Basir, Yuslan; Helmi, M.; Alamsyah, M. Nefo
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.821 KB)

Abstract

Abstrak : Salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan kualitas penerimaansiaran televisi adalah field strength atau kuat medan, yaitu kekuatan sinyal pancaran yangditerima oleh TV receiver di suatu tempat. Kelayakan penerimaan siaran pada receiverdapat diuji dengan cara mengukur field strength. Berdasarkan Keputusan MenteriPerhubungan Nomor : KM. 76 Tahun 2003 tentang rencana induk (master plan) frekuensiradio penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan televisi siaran analog padapita ultra high frequency (UHF). Untuk nilai field strength dalam band IV = 65 dB (μV/m).Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa semakin jauh lokasi pengukuran daripemancar maka kuat medan field strength yang diterima semakin kecil.Kata Kunci : Pengukuran Field Strength
OPTIMALISASI RADIASI SINAR MATAHARI TERHADAP SOLAR CELL Helmi, M.; Fitria, Dina
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.639 KB)

Abstract

Abstrak: Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tergantung pada efisiensi konversi energi dan konsentrasi sinarmatahari yang diterima sel surya. Keadaan alam kota Palembang merupakan daerah tropis lembah nisbi, dengan suhurata-rata 21o– 32o C, curah hujan 22 – 428 mml/tahun mempunyai potensi energi matahari sangat besar dengan insolasiharian rata-rata 4,5-4,8 KWh/m²/hari. Dari hasil pengukuran intensitas matahari selama 4 minggu menggunakan cell 50Wp pada jam 08.00 WIB rata-rata cuaca cerah. Pukul 08.00 WIB intensitas matahari 398,05 Wp/m, tegangan 16,45Volt dan arus 0,73 Amper. Semakin cerah matahari dan selama tidak tertutup awan peningkatan intensitas mataharipada puncaknya jam 14.00 WIB intensitasnya 540,18 W/m nilai tegangannya 18,425 Volt dan nilai arusnya 0,81Amper. Perubahan nilai semakin kecil dimana jam 17.00 WIB intensitasnya 384,75 W/m dan untuk tegangannya 15,7V dan arus 0,59 A. Hal tersebut dikarenakan pada waktu tersebut rata-rata cuaca sangat cerah, dan matahari tidaktertutup awan.Kata kunci: optimalisasi, solar cell, radiasi, matahari
Ventilasi Mekanis pada Pasien Cedera Otak Traumatik dengan Gagal Nafas Helmi, M.; Gomers, Diederik
Jurnal Neuroanestesi Indonesia Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Departement of Anesthesiology and Intensive Care Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal nafas dapat terjadi secara mandiri atau dapat pula sebagai akibat dari cedera kepala. Pada kondisi dimana kedua hal tersebut terjadi secara bersamaan, pengeloaaan ventilasi mekanis menjadi lebih rumit, karena penatalaksaaan respisari dapat mempengaruhi fugsi serebral, dan sebaliknya. Penatalaksanaan mode ventilasi mekanins, termasuk besarnya volume tidal, pola ventilasi, oksigenasi dan positive end expiratory pressure (PEEP) tewlah diketahui berperan terhadap perubahan tekanan intracranial, sehingga harus disesuaikan untuk paisen ini. Disarankan untuk menggunakan strategi ventilasi mekanis dengan volume tidal rendah dan frekuensi nafas tinggi/ (hiperventilasi) untuk menjaga volume semenit yang adekuat dan menurunkan PaCO2. Hiperventilasi dianjurkansebagai salah satu cara  untuk mencegah ischemia demi mencegah rendahnya nilai aliran darah otak pada periode 24 jam pertama setelah omset trauma. Hanya saja, sampai saat ini belum ada ketetapan mengenai nilai optomal PEEP yang disarankan untuk pasien dengan cedera otak traumatik ini. Dalam hal ini disarankan mencari nilai PEEp minimal yang masih dapat mencegah kolpas alveoli, tetapi tidak mengganggu hemodinamik. Lebih lanjut lagi telah ada beberapa laporan kebersihan dari penggunaan tehnik ventilasi mekanis mutakhir seperti HFOV, pECLA dan ECMO. Tinjauan pustakan iniu akan memaparkan informasi  penatalaksanaan pasien dengan kondisi ini.Mechanical Ventilation for Traumatic Brain Injured Patients with Respiratory FailureRespiratory failure can occur independently or due to brain injury. The management of mechanical ventilation in these patients became more complicated when both together are occurred. This is due to the management of respiratory may be effected by cerebral function, and vice versa. Ventilation modes, which include the amount of given tidal volume, ventilation pattern, oxygenation and positive end expiratory pressure (PEEP) have been well known to contribute in the changes of intracranial pressure. It is advise to perform hyperventilation with low tidal volume in order to keep an adequate minute ventilation and reduced PaCO2. Hyperventilation is suggested to prevent ischemia by preventing the reduction of cerebral blood flow during the first 24 hours after the onset of trauma. Unfortunately, there  is still no evidence of the best PEEP to be used in this patient. Therefore, it is advised to find the minimum PEEP, which prevents collapsed alveoli, with less hemodynamic effects. Furthermore, there are several successful reports in the use of advances mechanical ventilation techniques in these patients, such as HFOV, pECLA and ECMO. This review will inform the management of mechanical ventilation for brain injured patients with respiratory failure.
Shoreline and Mangrove Analysis along Semarang-Demak, Indonesia for Sustainable Environmental Management Irsadi, A.; Anggoro, S.; Soeprobowati, T. R.; Helmi, M.; Khair, A. S. E.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 8, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v8i1.17892

Abstract

This study analyses changes in shoreline and mangroves status at the gulf coast of Sayung-Demak, Indonesia. Data on shoreline changes were from high-resolution imagery in 2005, 2010 and 2017 by ArcGIS 10.3, while mangrove diversity data were observed from field studies using the transect method at three locations at the Semarang-Demak beach frontier. Based on the analysis and calculations, it was found that the coastline was decline by 0.49 km from 2005 to 2010, and incline by 3.30 km from 2010 to 2017. Abrasion occurred was 285.07 ha and accretion of 2.40 ha. The composition of mangroves on the border of Semarang-Demak consists of A. alba, A. marina, R. mucronata, R. stylosa, S. casseolaris. For this reason, it is necessary to monitor changes in shoreline and the status of mangroves on the Semarang-Demak border. In addition, it is essential to do integrated environmental management in coping with abrasion.
PRESISI KATA DAN MAKNA DALAM KUMPULAN PUISI JANTUNG LEBAH RATU KARYA NIRWAN DEWANTO ANALISIS TEKSTUAL Helmi, M.
Jurnal Sastra Aksara Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Sastra Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP-PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.297 KB)

Abstract

Dialektika sajak yang ditulis oleh Subagio Sastrowardoyo tersebut lahir sebagai bentuk penguatan mengenal puisi. Mengingat substansi puisi sarat dengan pengandaian bentuk-bentuk misteri sebagai yang berpusat pada manusia itu sendiri. Misteri bukan teks yang yatim piatu dari antroposentrisme, yang wujudnya dianggap memperlihatkan diri pada kreativitas.