Mardhiyah Hayati
Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Lampung Jl. H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung

Published : 10 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Asas

PERAN PEMERINTAH DAN ULAMA DALAM PENGELOLAAN ZAKAT DALAM RANGKA USAHA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Hayati, Mardhiyah
Jurnal Asas Vol 4, No 2 (2012): Volume 4, No. 2 Juli 2012
Publisher : IAIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPoverty is the worst conditions experienced by people that the appearance of it was not expected; even almost everyone wanted to avoid it. Adoption is not charity into the state system, causing the Islamic world lost the power to run welfare programs, to solve socioeconomic problems, such as poverty. In the teachings of Islam, Zakat in economics appears to be an alternative instrument for effective poverty reduction, which has many advantages over conventional fiscal instruments that now exist, if the current impact on economic activity is still relatively small, and then this is caused by several things. Spending a minimum expenditure of zakat is to create a more equitable distribution of income that not yet optimum (Necessary but not sufficient condition). Therefore, others expenses necessary to complete the expenditure of zakat such as sadaqah, waqaf and so on. so the impact on income distribution becomes more optimum. Besides the management of zakat which has not been well managed and professionally, as well as low public awareness to tithe correctly. For the role of government and clerics in the management of zakat in order to attempt to reduce poverty and improve education in Indonesia is required.Keywords: government, scholars, Zakat, Poverty Reduction and Improvement of Education
PEMBIAYAAN IJARAH MULTIJASA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PEMBIAYAAN PENDIDIKAN (KAJIAN TERHADAP FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO. 44/DSN-MUI/VIII/2004 TENTANG PEMBIAYAAN MULTIJASA) Hayati, Mardhiyah
Asas Vol 6, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : IAIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber pembiayaan pendidikan yang berdasarkan Prinsip Syariah adalah Pembiayaan Al-Ijarah Multijasa.   Al-Ijarah Multijasa merupakan bagian dari Pembiayaan Multijasa, dalam  fatwa Dewan Syariah Nasional  No. 44/DSN-MUI/VIII/2004) menjelaskan bahwa  Pembiayaan Multijasa ini bisa menggunakan akad Ijarah atau akad Kafalah. Apabila menggunakan akad Kafalah, maka harus mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Fatwa Kafalah. dan sebaliknya, apabila menggunakan akad Ijarah harus mengikuti ketentuan dalam Fatwa Ijarah. Pembiayaan pendidikan dapat diperoleh dengan cara mengajukan Pembiayaan Al-Ijarah Multijasa. Hal ini disebabkan, pembiayaan Al-Ijarah dapat menyalurkan semua bentuk pelayanan jasa keuangan seperti pembiayaan pendidikan, pembiayaan kesehatan, pembiayaan perkawinan, pembiayaan untuk bayar utang, pembiayaan untuk bayar pajak dan biaya sewa (rumah, kendaraan, alat-alat pertanian, alat-alat perlengkapan pengantin dan gedung). Dengan kata lain pembiayaan ijarah tidak hanya menyalurkan pembiayaan pendidikan. 
PEMBIAYAAN IJARAH MULTIJASA SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PEMBIAYAAN PENDIDIKAN (KAJIAN TERHADAP FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO. 44/DSN-MUI/VIII/2004 TENTANG PEMBIAYAAN MULTIJASA) Hayati, Mardhiyah
JURNAL ASAS Vol 6, No 2 (2014): Asas, Vol.6, No.2, Juni 2014
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.399 KB)

Abstract

Abstrak: Salah satu sumber pembiayaan pendidikan yang berdasarkan Prinsip Syariah adalah Pembiayaan Al-Ijarah Multijasa. Al-Ijarah Multijasa merupakan bagian dari Pembiayaan Multijasa, dalam fatwa Dewan Syariah Nasional No. 44/DSN-MUI/VIII/2004) menjelaskan bahwa                                                                               Pembiayaan Multijasa ini bisa menggunakan akad Ijarah atau akad Kafalah. Apabila menggunakan akad Kafalah, maka harus mengikuti semua ketentuan yang ada dalam Fatwa Kafalah. dan sebaliknya, apabila menggunakan akad Ijarah harus mengikuti ketentuan dalam Fatwa Ijarah. Pembiayaan pendidikan dapat diperoleh dengan cara mengajukan Pembiayaan Al-Ijarah Multijasa. Hal ini disebabkan, pembiayaan Al-Ijarah dapat menyalurkan semua bentuk pelayanan jasa keuangan seperti pembiayaan pendidikan, pembiayaan kesehatan, pembiayaan perkawinan, pembiayaan untuk bayar utang, pembiayaan untuk bayar pajak dan biaya sewa (rumah, kendaraan, alat-alat pertanian, alat-alat perlengkapan pengantin dan gedung). Dengan kata lain pembiayaan ijarah tidak hanya menyalurkan pembiayaan pendidikan. Kata Kunci: Pembiayaan Ijarah Multijasa, Sumber Pembiayaan Pendidikan, Fatwa Dewan Syariah tentang Pembiayaan Multijasa
PERAN PEMERINTAH DAN ULAMA DALAM PENGELOLAAN ZAKAT DALAM RANGKA USAHA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Hayati, Mardhiyah
JURNAL ASAS Vol 4, No 2 (2012): Asas, Vol. 4, No. 2, Juni 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.77 KB)

Abstract

Abstak: Poverty is the worst conditions experienced by people that the appearance of it was not expected; even almost everyone wanted to avoid it. Adoption is not charity into the state system, causing the Islamic world lost the power to run welfare programs, to solve socioeconomic problems, such as poverty. In the teachings of Islam, Zakat in economics appears to be an alternative instrument for effective poverty reduction, which has many advantages over conventional fiscal instruments that now exist, if the current impact on economic activity is still relatively small, and then this is caused by several things. Spending a minimum expenditure of zakat is to create a more equitable distribution of income that not yet optimum (Necessary but not sufficient condition). Therefore, others expenses necessary to complete the expenditure of zakat such as sadaqah, waqaf and so on. so the impact on income distribution becomes more optimum. Besides the management of zakat which has not been well managed and professionally, as well as low public awareness to tithe correctly. For the role of government and clerics in the management of zakat in order to attempt to reduce poverty and improve education in Indonesia is required. Keywords: government, scholars, Zakat, Poverty Reduction and Improvement of Education