Muhammad Syaipul Hayat
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA KONSEP INVERTEBRATA UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA

BIOMA Vol 1, No 2, Oktober (2011): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA KONSEPINVERTEBRATA UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA Muhammad Syaipul HayatProgram Studi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang Sri Anggraeni dan Sri RedjekiProgram studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI e-mail: fullsmile_84@yahoo.com PRACTICUM BASED LEARNING ON INVERTEBRATE CONCEPT TO STUDENTS SCIENTIFIC ATTITUDE DEVELOPMENT ABSTRACT This study aims to develop students scientific attitude, and to identify responses ofteachers and students in practicum based learning on the concept of Invertebrates. Research using the method of quasi experiment with the static group pretest-posttestdesign involving 64 high school students the second semester of class X, whichconsists of 32 students grade class experiment, and 32 students on the control of onhigh school in the Cimahi city of Bandung. Practicum based learning is to orient andtrain students to formulate problems, conduct investigations, solve problems andreflect the results of the investigation. Research data captured by using a test instrumentshapedscientificattitudelikert scale, students questionnaire responses, observationsheets,andinterviews.The results showed that the scientific attitude of students who use practicum basedlearning differ significantly with students who learn in the conventional. These resultsare evidenced by the N-gain students scientific attitude control class of 0.13while the N-gain experimental class scientific attitude is better than the control class,which is 0.33. Based on questionnaire responses of students concluded that studentsliked the practicum based learning, because it can facilitate  in understanding thesubject matter, invites students to actively and build cooperation among students.The results of the observation sheet analysis showed activity and positive studentattitudes toward lab activities. Interviews with teachers also showed positive responsestopracticumbasedlearning.The conclusion is practicum based learning had a positive impact in developingscientific attitude students.Keywords:  learning, practicum, scientific attitude, students, invertebrate ABSTRAK Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masih lemahnyaproses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuanberpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah siswa, sertamengidentifikasi tanggapan guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis praktikumpada konsep invertebrata.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi eksperimen thestatic group pretest-posttest design yang melibatkan 64 siswa SMA kelas X semesterII, yang terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol pada salahsatu SMA swasta di kota Cimahi Bandung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa yang menggunakan pembelajaranberbasis praktikum berbeda secara signifikan dengan siswa yang belajarsecara konvensional. Hasil tersebut dibuktikan dengan N-gain sikap ilmiah siswakelas kontrol 0,13 sedangkan N-gain sikap ilmiah siswa kelas eksperimen lebih baikdaripada kelas kontrol, yaitu 0,33.  Kesimpulannya ialah, pembelajaran berbasis praktikum berdampak positif dalammengembangkan sikap ilmiah siswa.Kata-kata kunci: pembelajaran, praktikum, sikap ilmiah, siswa, invertebrata

PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA KONSEP INVERTEBRATA UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA

Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1, No 2, Oktober (2011): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.179 KB)

Abstract

PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA KONSEPINVERTEBRATA UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA Muhammad Syaipul HayatProgram Studi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang Sri Anggraeni dan Sri RedjekiProgram studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI e-mail: fullsmile_84@yahoo.com PRACTICUM BASED LEARNING ON INVERTEBRATE CONCEPT TO STUDENTS SCIENTIFIC ATTITUDE DEVELOPMENT ABSTRACT This study aims to develop students scientific attitude, and to identify responses ofteachers and students in practicum based learning on the concept of Invertebrates. Research using the method of quasi experiment with the static group pretest-posttestdesign involving 64 high school students the second semester of class X, whichconsists of 32 students grade class experiment, and 32 students on the control of onhigh school in the Cimahi city of Bandung. Practicum based learning is to orient andtrain students to formulate problems, conduct investigations, solve problems andreflect the results of the investigation. Research data captured by using a test instrumentshapedscientificattitudelikert scale, students questionnaire responses, observationsheets,andinterviews.The results showed that the scientific attitude of students who use practicum basedlearning differ significantly with students who learn in the conventional. These resultsare evidenced by the N-gain students scientific attitude control class of 0.13while the N-gain experimental class scientific attitude is better than the control class,which is 0.33. Based on questionnaire responses of students concluded that studentsliked the practicum based learning, because it can facilitate?é?á in understanding thesubject matter, invites students to actively and build cooperation among students.The results of the observation sheet analysis showed activity and positive studentattitudes toward lab activities. Interviews with teachers also showed positive responsestopracticumbasedlearning.The conclusion is practicum based learning had a positive impact in developingscientific attitude students.Keywords:?é?á learning, practicum, scientific attitude, students, invertebrate ABSTRAK Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masih lemahnyaproses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuanberpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah siswa, sertamengidentifikasi tanggapan guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis praktikumpada konsep invertebrata.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi eksperimen thestatic group pretest-posttest design yang melibatkan 64 siswa SMA kelas X semesterII, yang terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol pada salahsatu SMA swasta di kota Cimahi Bandung. ?é?áHasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa yang menggunakan pembelajaranberbasis praktikum berbeda secara signifikan dengan siswa yang belajarsecara konvensional. Hasil tersebut dibuktikan dengan N-gain sikap ilmiah siswakelas kontrol 0,13 sedangkan N-gain sikap ilmiah siswa kelas eksperimen lebih baikdaripada kelas kontrol, yaitu 0,33. ?é?áKesimpulannya ialah, pembelajaran berbasis praktikum berdampak positif dalammengembangkan sikap ilmiah siswa.Kata-kata kunci: pembelajaran, praktikum, sikap ilmiah, siswa, invertebrata

PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA KONSEP INVERTEBRATA UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA

BIOMA Vol 1, No 2, Oktober (2011): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM PADA KONSEPINVERTEBRATA UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA Muhammad Syaipul HayatProgram Studi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang Sri Anggraeni dan Sri RedjekiProgram studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI e-mail: fullsmile_84@yahoo.com PRACTICUM BASED LEARNING ON INVERTEBRATE CONCEPT TO STUDENTS SCIENTIFIC ATTITUDE DEVELOPMENT ABSTRACT This study aims to develop students scientific attitude, and to identify responses ofteachers and students in practicum based learning on the concept of Invertebrates. Research using the method of quasi experiment with the static group pretest-posttestdesign involving 64 high school students the second semester of class X, whichconsists of 32 students grade class experiment, and 32 students on the control of onhigh school in the Cimahi city of Bandung. Practicum based learning is to orient andtrain students to formulate problems, conduct investigations, solve problems andreflect the results of the investigation. Research data captured by using a test instrumentshapedscientificattitudelikert scale, students questionnaire responses, observationsheets,andinterviews.The results showed that the scientific attitude of students who use practicum basedlearning differ significantly with students who learn in the conventional. These resultsare evidenced by the N-gain students scientific attitude control class of 0.13while the N-gain experimental class scientific attitude is better than the control class,which is 0.33. Based on questionnaire responses of students concluded that studentsliked the practicum based learning, because it can facilitate  in understanding thesubject matter, invites students to actively and build cooperation among students.The results of the observation sheet analysis showed activity and positive studentattitudes toward lab activities. Interviews with teachers also showed positive responsestopracticumbasedlearning.The conclusion is practicum based learning had a positive impact in developingscientific attitude students.Keywords:  learning, practicum, scientific attitude, students, invertebrate ABSTRAK Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masih lemahnyaproses pembelajaran, siswa kurang didorong untuk mengembangkan kemampuanberpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah siswa, sertamengidentifikasi tanggapan guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis praktikumpada konsep invertebrata.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi eksperimen thestatic group pretest-posttest design yang melibatkan 64 siswa SMA kelas X semesterII, yang terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol pada salahsatu SMA swasta di kota Cimahi Bandung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa yang menggunakan pembelajaranberbasis praktikum berbeda secara signifikan dengan siswa yang belajarsecara konvensional. Hasil tersebut dibuktikan dengan N-gain sikap ilmiah siswakelas kontrol 0,13 sedangkan N-gain sikap ilmiah siswa kelas eksperimen lebih baikdaripada kelas kontrol, yaitu 0,33.  Kesimpulannya ialah, pembelajaran berbasis praktikum berdampak positif dalammengembangkan sikap ilmiah siswa.Kata-kata kunci: pembelajaran, praktikum, sikap ilmiah, siswa, invertebrata

PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA DI KELURAHAN PODOREIO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6125.845 KB)

Abstract

PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA DI KELURAHAN PODOREIO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG

Strategi Evaluasi Program Praktikum Fisika Dasar

Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 9, No 1 (2018): JP2F
Publisher : Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.448 KB)

Abstract

Lab work is one of the ways taken not only to clarify the subject that have been taught but also to coached students to apply scientific methods in solving problems. In order to ensure the quality of practical implementation requires accurate data-based information support, a gradual evaluation system is needed to help make the right decisions in every action throughout the program. The evaluation approach used is the CIPP (context, input, process, and product). Data collection is through interviews, questionnaires and direct observation, The data collected at each stage of the evaluation were analyzed qualitatively with the descriptions

Epistemologi dan Keterbatasan Teori Gravitasi

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa tentang kecenderungan jatuhnya benda-benda menuju pusat bumi dan keteraturan peredaran planet dan benda-benda langit lainnya dalam tata surya dahulu dianggap dua fenomena yang berbeda. Mekanika benda langit dan mekanika bumi yang sebelumnya merupakan dua pengetahuan yang terpisah, dianggap satu kesatuan oleh Sir Isaac Newton. Newton mengemukakan hukum gravitasi umum yaitu gaya tarik menarik antara dua benda besarnya sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum gravitasi ini sukses menjalaskan bagaimana benda cendrung jatuh menuju pusat bumi dan peredaran planet dan benda-benda langit lain mengelilingi matahari dalam sistem tata surya. Namun hukum gravitasi Newton ternyata tidak sepenuhnya tepat, beberapa hal dapat dijelaskan dengan hukum relativitas Einstein, namun demikian hukum relativitas Einstein juga dicurigai masih perlu diamandemen agar dapat menjelaskan fenomena alam dengan tepat.

Lorong Waktu Revolusi Saintifik pada Era Eksponensial

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak awal perkembangannya pada abad 17 perkembangan sains dari masa ke masa terus mengalami kemajuan yang pesat. Bahkan perkembangan yang terjadi merubah paradigma berpikir para filsuf sains secara fundamental, pada akhirnya terjadi revolusi saintifik. Perkembangan sains terus terjadi hingga saat ini, bahkan kemajuannya bergerak semakin cepat, sehingga era saat ini disebut sebagai era eksponensial. Indikator dari revolusi saintifik di era eksponensial adalah banyaknya teknologi yang ditemukan oleh para ilmuwan sains modern yang sangat mutakhir dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Beberapa contoh diantaranya adalah kemampuan teknologi dalam menjelajahi dunia maya, yang memudahkan masyarakat dalam komunikasi jarak jauh, berinteraksi, memperoleh informasi, layanan kesehatan, artificial intelligent, dan sebagainya. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat dunia akibat dari revolusi sains di era eksponensial adalah dalam bidang bioteknologi. Para ilmuwan telah banyak menghasilkan penemuan-penemuan yang mencengangkan, yaitu diciptakannya sistem biologis yang baru, baik pada tingkat molekul, sel, atau organisme baru melalui metode biologi sintesis (syinthetic biology). Teknologi ini akan menjadi salah satu alternatif untuk produksi pangan yang murah, energi terbarukan, perakitan varietas tanaman tahan cekaman biotik dan abiotik, dihasilkannya vaksin, organisme baru, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas pandangan filsafat terhadap revolusi saintifik pada era eksponensial.

Radiasi Benda Hitam dan Efek Fotolistrik Sebagai Konsep Kunci Revolusi Saintifik dalam Perkembangan Teori Kuantum Cahaya

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori fisika klasik telah menghasilkan konsensus bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang terdistribusi secara malar dalam ruang tiga dimensi. Cahaya merambat transversal dengan laju energi sebanding dengan intensitasnya. Paradigma ini telah menuntun rangkaian aktivitas ilmiah pada sains normal yang menghasilkan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan. Teori gelombang elektromagnetik terus berkembang hingga awal abad 19 sebelum akhirnya gagal menjelaskan fakta spektrum radiasi benda hitam dan efek fotolistrik. Teori fisika klasik mengalami krisis. Fase ini mendorong para ilmuwan melakukan berbagai spekulasi teori dan eksperimen guna memperoleh penyelesaian masalah. Muncul pemikiran revolusioner yang diilhami oleh gagasan Planck yang selanjutnya diartikan lebih fisis oleh Einstein membentuk teori kuantum cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik dapat dijelaskan secara memuaskan hanya dengan menganggap bahwa cahaya tidak terdistribusi secara malar, melainkan dalam bentuk paket-paket energi yang disebut kuanta (foton). Besar energi foton tidak ditentukan oleh intensitas, melainkan oleh frekuensi cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik telah membuka gerbang pergeseran paradigma, dari fisika klasik menuju fisika modern.

Lorong Waktu Revolusi Saintifik pada Era Eksponensial

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak awal perkembangannya pada abad 17 perkembangan sains dari masa ke masa terus mengalami kemajuan yang pesat. Bahkan perkembangan yang terjadi merubah paradigma berpikir para filsuf sains secara fundamental, pada akhirnya terjadi revolusi saintifik. Perkembangan sains terus terjadi hingga saat ini, bahkan kemajuannya bergerak semakin cepat, sehingga era saat ini disebut sebagai era eksponensial. Indikator dari revolusi saintifik di era eksponensial adalah banyaknya teknologi yang ditemukan oleh para ilmuwan sains modern yang sangat mutakhir dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Beberapa contoh diantaranya adalah kemampuan teknologi dalam menjelajahi dunia maya, yang memudahkan masyarakat dalam komunikasi jarak jauh, berinteraksi, memperoleh informasi, layanan kesehatan, artificial intelligent, dan sebagainya. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat dunia akibat dari revolusi sains di era eksponensial adalah dalam bidang bioteknologi. Para ilmuwan telah banyak menghasilkan penemuan-penemuan yang mencengangkan, yaitu diciptakannya sistem biologis yang baru, baik pada tingkat molekul, sel, atau organisme baru melalui metode biologi sintesis (syinthetic biology). Teknologi ini akan menjadi salah satu alternatif untuk produksi pangan yang murah, energi terbarukan, perakitan varietas tanaman tahan cekaman biotik dan abiotik, dihasilkannya vaksin, organisme baru, dan lain-lain. Artikel ini akan membahas pandangan filsafat terhadap revolusi saintifik pada era eksponensial.

Radiasi Benda Hitam dan Efek Fotolistrik Sebagai Konsep Kunci Revolusi Saintifik dalam Perkembangan Teori Kuantum Cahaya

Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori fisika klasik telah menghasilkan konsensus bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang terdistribusi secara malar dalam ruang tiga dimensi. Cahaya merambat transversal dengan laju energi sebanding dengan intensitasnya. Paradigma ini telah menuntun rangkaian aktivitas ilmiah pada sains normal yang menghasilkan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan. Teori gelombang elektromagnetik terus berkembang hingga awal abad 19 sebelum akhirnya gagal menjelaskan fakta spektrum radiasi benda hitam dan efek fotolistrik. Teori fisika klasik mengalami krisis. Fase ini mendorong para ilmuwan melakukan berbagai spekulasi teori dan eksperimen guna memperoleh penyelesaian masalah. Muncul pemikiran revolusioner yang diilhami oleh gagasan Planck yang selanjutnya diartikan lebih fisis oleh Einstein membentuk teori kuantum cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik dapat dijelaskan secara memuaskan hanya dengan menganggap bahwa cahaya tidak terdistribusi secara malar, melainkan dalam bentuk paket-paket energi yang disebut kuanta (foton). Besar energi foton tidak ditentukan oleh intensitas, melainkan oleh frekuensi cahaya. Fenomena radiasi benda hitam dan efek fotolistrik telah membuka gerbang pergeseran paradigma, dari fisika klasik menuju fisika modern.