Articles

Hematological performances of African catfish (Clarias gariepinus) and media water qualities in culture system with bio-filtration pond

SAINTEK PERIKANAN Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.337 KB)

Abstract

The aim of This study was to determine the effect of application biofiltration pond on water quality media and fish hematological performance consisting of erythrocytes, leukocytes, hemoglobin, hematocrit and platelets. Two treatments, namely water management systems with and without applied biofiltration pond to the catfish rearing system in the village of Beji, District East Ungaran. Dumbo Catfish Seed 8-10 cm in size were reared on the pond with a density 200 fish/m2. During the rearing of fish fed with pellets by the method of ad satiation, twice a day at noon and at night. Rearing the fish was done until size of consumption. At the end of the rearing carried out measurements of water quality conditions of temperature, pH, dissolved oxygen, carbon dioxide and ammonia, as well as hematological performance consisting of erythrocytes, leukocytes, hematocrit, hemoglobin, hematocrit and platelets. Data were analyzed descriptively. The results showed changes in leukocyte count from 107.57 thousand cells / ul to 92.3 thousand cells / ul. Platelets 42 000 cells / ul to 6000 cells / ul, while the erythrocytes and hematocrit values, each for 1.72 to 1.74 million cells / ul and 7.8 to 9.73 thousand cells / ul, water quality media were improvement, especially on the total ammonia content of 0.92 ppm to 0.14 ppm and dissolved oxygen is 0.08 ppm to 0.5 ppm. From the data can conclude that applied biofiltration pond on catfish farming systems can improve water quality media that support life and growth of fish. Keywords: African catfish, biofiltration pond , hematological performance, water quality managementhttp://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek/article/view/2067

Impact of Economic Crisis on Farmer Household and the Anticipation in Copnight

Media Gizi dan Keluarga Vol 25, No 1 (2001): Jurnal Media Gizi dan Keluarga
Publisher : Media Gizi dan Keluarga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to analyze the impact of economiccrisis on agricultural household and the act to anticipate its alleviation. This research was conducted in East Java province that has potential food crop and horticultural product and in Bali province which is potential in estate crops and handicrafts, with 60 household samples in each province. The results of this research are: (1) Food crop household is income is the smallest in term of absolut value; (2) horticultural house hold get the most severe impact of the economic crisis, in contrast, estate crop household getsthe positive impact from the economic crisis, and (3) the effort to aleviate the crisis is with drawing and using the saving, borrowing to formal/informal credit institutions, managing household consumption pattern.

Resistensi Terhadap Stres dan Respons Imunitas Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy, Lac.) Yang Diberi Pakan Mengandung Kromium-Ragi

Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.819 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kromium optimum yang dapat meningkatkan resistensi terhadap stres dan mengkaji peran kromium dalam meningkatkan respons imunitas ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac.). Empat macam ransum isoprotein dan isokalori dengan kandungan kromium Cr+3-ragi sebesar 0.0 ppm (pakan A), 1.5 ppm (pakan B), 3.0 ppm (pakan C) dan 4.5 ppm (pakan D) diberikan pada ikan contoh dengan bobot 25±2.18 g selama 40 hari. Pada akhir pemeliharaan, ikan diberi perlakuan stres suhu dingin ? -9ºC selama 5 menit untuk mengetahui resistensinya terhadap stres. Contoh darah diambil pada jam ke 0, 0.6, 2, 3, 4, 5, 7, 9, dan 18 pasca stres. Kadar glukosa darah meningkat dan mencapai nilai puncak 100.00, 58.31, 58.86 and 88.43 mg/dl masing-masing untuk perlakuan A, B, C dan D. Kadar kortisol plasma darah pada perlakuan A, B, C dan D masing- masing adalah 53.22, 20.65, 31.67, 40.57 μg/dl. Ikan sisa sebanyak 20 ekor, diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla 0.1 ml dengan kepadatan 106 cfu/ml, dipelihara selama 14 hari  untuk mengetahui respons imunitasnya. Perubahan total  leukocyte dan total immunoglobuline pada perlakuan B masing- masing mencapai 272% dan 10.11 μg/dl, sedangkan nilai  hematocrite pada sebelum dan sesudah infeksi adalah 51.87 dan 44.77% dengan jumlah erytrosite mencapai 399 500 dan 239 500 sel/ mm3. Perlakuan B disarankan dapat digunakan untuk menghasilkan ikan yang paling resisten terhadap stres dan yang dapat meningkatkan respons imunitasnya.Kata kunci: Kromium, glukosa darah, stres, imunitas, ikan gurami.

ANALISA GENETIC GAIN ANAKAN IKAN NILA PANDU (Oreochromis niloticus) F5 HASIL PEMBESARAN I

Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 1, No 1 (2012): Journal Of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan nila (O. niloticus) di Indonesia berkembang cukup pesat. Hal tersebut didukung oleh peluang pasar cukup besar baik di pasar lokal maupun ekspor. Teknik budidaya ikan nila dinilai cukup mudah. Berkembangnya budidaya ikan nila didukung pula oleh pemeliharaan dan pemijahan yang mudah, yang kemudian mutu produksi semakin tidak terkontol. Upaya mengatasi masalah tersebut adalah adanya perbaikan mutu induk yaitu dengan perbaikan genetik calon induk salah satunya dengan seleksi breeding. Target dilakukannya seleksi untuk menghasilkan produksi biomasa tinggi sebagai ikan konsumsi. Tolak ukur keberhasilan kegiatan seleksi dapat dilihat dari nilai genetic gain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai genetic gain dan membandingkan pertumbuhan antara anakan nila top 10% dan anakan nila rataan. Anakan top 10% merupakan hasil seleksi ikan dengan karakteristik 10% terbaik dari populasi. Anakan rataan merupakan ikan dengan karakteristik rata-rata pada populasi atau tanpa melalui seleksi individu disebut juga kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Juni 2012 di Satker PBIAT Janti, Klaten. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuan tersebut adalah ikan nila pandu top 10% dan ikan nila pandu rataan. Kultivan uji berumur D90 dengan  panjang 11-13cm, dengan kisaran bobot 24.84-45.72g. Kultivan dipelihara hingga D150. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Data yang diambil meliputi kelulushidupan, pertumbuhan panjang dan bobot, FCR, SGR, genetic gain serta data kualitas air sebagai data penunjang. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa karakteristik pertumbuhan ikan nila pandu F5 top 10% lebih baik dibanding ikan nila pandu F5 rataan. Rerata genetic gain bobot dan panjang pada sampling D90 adalah 84.04% dan 17.92%, D120 (♂) : 88.51% ,22.39% dan , D120 (♀) : 86.00% dan 20.51%, D150 (♂): 95.77 % dan  26.28%, D150 (♀): 90.83% dan 24.15%. Rerata genetic gain SGR pada D120 2.76% dan D150 (♂,♀) adalah 7.71% dan 6.29%. Rerata genetic gain FCR D120, D150 adalah 4.42%, 2.93% dan rerata genetic gain SR adalah 3.89%.

Analysis of Genetic Gain Tilapia Pandu F5 at Nursery I-III

Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 1, No 1 (2012): Journal Of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were to determine the genetic gain value of Tilapia Pandu F5 fry and to compare the growth between the fry of best 10 % (Top 10) of  Tilapia Pandu F5and the average Tilapia Pandu F5 (without selection). This study was done at Satker PBIAT (Centre of Fresh Water Fish Culture Working Unit) Janti Klaten. The  fries was kept in a happa (net cage) at the size of 4x2x1 m3 from nursery I-III. The stocking density was 500 fries/cage. The results of this investigation shows that the weight genetic gain of Tilapian Pandu F5 at nursery I-III was at the range of 60,12 % - 88,58 %. It was also shown that the best 10 %  selection (Top 10) Tilapia Pandu F5 fries growth better than the average Tilapia Pandu F5 fries without selection.    

ANALISIS GENETIC GAIN IKAN NILA PANDU DAN NILA KUNTI (Oreochromis niloticus) F4 HASIL PENDEDERAN I – III

Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 1, No 1 (2012): Journal Of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) banyak disukai masyarakat karena dagingnya yang gurih dan bergizi tinggi. Banyak spesies ikan nila yang di introduksikan ke Indonesia untuk peningkatan kualitas budidaya. Karena ketidaktahuan masyarakat, banyak spesies nila yang kualitasnya menurun baik pertumbuhan dan reproduksinya. Untuk itulah dilakukan seleksi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ikan nila. PBIAT Janti telah menemukan spesies nila baru yang mempunyai kualitas pertumbuhan yang baik. Ikan tersebut merupakan hasil persilangan ikan nila Kunti F3 dan ikan nila Pandu F3. Saat sekarang, PBIAT Janti telah mempunyai calon indukan ikan nila Pandu F4 dan ikan nila Kunti F4 hasil seleksi individu yang dilakukan, untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang performa dari ikan nila F4. Penelitian dilakukan dengan 4 perlakuan. Perlakuan A adalah “anakan” ikan nila pandu F4  top 10% dan perlakuan B adalah “anakan” ikan nila pandu F4 rataan. Perlakuan C adalah “anakan” ikan nila kunti F4  top 10% dan perlakuan D adalah “anakan” ikan nila nila kunti F4 rataan. Setiap perlakuan dilakukan masing-masing 3 ulangan. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dan dibagi menjadi 3 pendederan. Pendederan 1 menggunakan benih umur D1–30, Pendederan 2 menggunakan benih umur D31-60, Pendederan 3 menggunakan benih umur D61-90. Data yang dikumpulkan meliputi kelulushidupan (SR), pertumbuhan, rasio konfersi pakan (FCR), dan Genetic Gain. Analisa yang digunakan adalah deskriptif yaitu penelitian yang menjelaskan keunggulan untuk meningkatkan kualitas ikan nila F4. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa perlakuan A dan C (top 10%) memiliki performa pertumbuhan yang lebih baik dibanding perlakuan B dan D (rataan). Pada ikan nila pandu F4 di dapatkan genetic gain kelulushidupan (SR) pendederan I, II dan III yaitu 4,72 %; 6,98%; 5,15%. Genetic gain bobot pendederan I, II dan III yaitu 47,23%;  51,35%;  63,37%. Genetic gain panjang total pendederan I, II dan III yaitu 11,29%; 15,73%; 17,90%. Genetic gain FCR pendederan I, II dan III yaitu 2,93%; 3,64%; 4,11%. Genetic gain SGR pendederan I, II dan III yaitu 7,38%; 3,18%; 4,41%. Sedangkan ikan nila kunti F4 didapatkan genetic gain kelulushidupan (SR) pendederan I, II dan III yaitu 6,35%; 5,40%; 7,20%. Genetic gain bobot pendederan I, II dan III yaitu 48,51%;  52,09%;  60,48%. Genetic gain panjang total pendederan I, II dan III yaitu 8,77%; 13,29%; 24,54%. Genetic gain FCR pendederan I, II dan III yaitu 3,44%; 3,79%; 4,14%. Genetic gain SGR pendederan I, II dan III yaitu 7,59%; 3,13%; 3,22%. Kualitas air selama penelitian masih layak untuk kehidupan ikan nila. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program seleksi individu yang dilakukan pada ikan nila pandu dan nila kunti F4 dapat meningkatkan performa ikan berupa kelulushidupan, pertumbuhan, dan rasio konfersi pakan.  

PEMBERIAN ENZIM PAPAIN UNTUK MENINGKATKAN PEMANFAATAN PROTEIN PAKAN DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA LARASATI (Oreochromis niloticus Var.)

Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 1 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh papain dalam menghidrolisis protein tepung ikan dan tepung bungkil kedelai pada pakan ikan dan keterkaitannya dengan nilai efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), laju pertumbuhan relatif (RGR), dan kelulushidupan (SR) benih nila.  Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EPP untuk perlakuan A, B, C, dan D, masing-masing adalah 19,95±1,70; 20,40±1,65; 21,93±1,43 dan 20,40±1,65%.   Nilai PER untuk perlakuan A, B, C, dan D, masing-masing adalah 0,54±0,07; 0,60±0,05; 0,67±0,05 dan 0,64±0,06%.  Nilai RGR untuk perlakuan A, B, C, dan D masing-masing adalah 5,02±0,60; 5,83±0,44; 6,55±0,34 dan 5,96±0,40%/hari.  Nilai SR untuk perlakuan A, B, C, dan D, masing-masing adalah 90,83±5,00; 93,33±6,09; 95,00±4,30 dan 91,67±4,30%.  Analisis statistik menunjukkan bahwa hidrolisis papain dengan tepung ikan dan tepung bungkil kedelai dalam pakan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap nilai RGR, EPP dan PER, dan tidak berbeda (P>0,05) terhadap nilai SR.  Dengan demikian, pemberian papain terhadap tepung ikan dan tepung bungkil kedelai dalam pakan buatan berpengaruh terhadap nilai EPP, PER, dan RGR. ABSTRACT The purpose of this research was to observe the effects of papain in hydrolyzing the fish meal and soybean meal the fish feed and its relation to the feed utilization efficiency (FUE) value, protein efficiency ratio (PER), the relative growth rate (RGR), and the survival rate (SR) of the experimental fish. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates.  The results showed that the FUE values for treatment A, B, C, and D were 19,95±1,70; 20,40±1,65; 21,93±1,43 and 20,40±1,65%, respectively.  The PER values for treatment A, B, C, and D were 0,54±0,07; 0,60±0,05; 0,67±0,05 and 0,64±0,06%,  respectively.  The RGR values for treatment A, B, C, and D were 5,02±0,60; 5,83±0,44; 6,55±0,34 and 5,96±0,40%/day, respectively.  The SR values for treatment A, B, C, and D were 90,83±5,00; 93,33±6,09; 95,00±4,30 and 91,67±4,30%, respectively. The statistical analysis indicated that hydrolisys of fish meal with papain in the experimental was significantly different (P<0,05) for FUE, PER, RGR, and not significantly different (P>0,05) for SR. Papain was able to increase the FUE, PER, and RGR value.

Performa Profil Darah Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Yang Terserang Penyakit Kuning Setelah Pemeliharaan Dengan Penambahan Vitamin C Pada Pakan

Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 2, No 1 (2013) : Journal of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Vitamin C yang ditambahkan dalam pakan diharapkan dapat mengurangi stress dan mempercepat proses penyembuhan luka pada ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa profil darah pada lele dumbo (Clarias gariepinus) yang terserang penyakit kuning setelah penambahan vitamin C pada pakan dan mengetahui nilai profil darah setelah penambahan vitamin C pada pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai profil darah ikan lele dumbo (C. gariepinus). Nilai eritrosit tertinggi pada perlakuan A sebesar 2,02±0,26 x106 sel/ul, nilai leukosit tertinggi pada perlakuan A sebesar 102±9,86 x103 sel/ul, nilai hemoglobin tertinggi pada perlakuan A sebesar 7,9±1,03 g/dl, nilai hematokrit tertinggi pada perlakuan A sebesar 24,07±3,83 %, nilai glukosa darah tertinggi pada perlakuan D sebesar 48,67±4,04 mb/L, nilai biliriubin direk tertinggi pada perlakuan A  sebesar 0,17 mg/dl, bilirubin indirek nilai tertinggi pada perlakuan B, C dan D  sebesar 0,13 mg/dl, nilai bilirubin total tertinggi pada perlakuan C sebesar 0,3 mg/dl, nilai SGPT tertinggi ada pada perlakuan C sebesar 21,33±2,08 U/L dan pada nilai SGOT tertinggi ada pada perlakuan B sebesar 103,67±21,50 U/L. Hasil pengamatan jaringan hati ikan lele dumbo kuning menujukkan perubahan struktur hati pada semua perlakuan selama 4 minggu. ABSTRACT Vitamin C which was added in feed was expected to reduce stress and accelerate the process of healing wounds in fish. The purpose of this research is to find out the performence profile of blood dumbo catfish (Clarias gariepinus) by the yellow disease after increment vitamin C on feed and find out the profile blood value after increment vitamin C on feed. The result from this research, that vitamin C addition was not significantly affect  (P>0,05) to the profile of dumbo cathfish (C. gariepinus) blood sample. The highest Erythrocytes value of treatment A was 2,02±0,26 x106 sel/ul, the highest leukocyte value of treatment A was 102±9,86 x103 sel/ul, the highest hemoglobin value of treatment A was 7,9±1,03 g/dl, the highest Hematokrit value of treatment A was 24,07±3,83 %, the highest blood glucose value of  treatment D was 48,67±4,04 mb/L, the highest direct biliriubin value of treatment A was 0,17 mg/dl, the highest indirect Bilirubin value of treatment B, C and D were 0,13 mg/dl, The highest value of total of bilirubin in treatment C was 0,3 mg/dl, the highest value og  SGPT was exist in  treatment C of 21,33±2,08 U/L, and the highest value of SGOT was exist in treatment B as much as 103,67±21,50 U/L. The results from observation of heart tissue catfishes which were affected by the  yellow disease,  indicated stucture changed  of its heart in all treatment for four weeks.  

Identifikasi Agensia Penyebab dan Profil Darah Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Terserang Penyakit Bakteri

Journal of Aquaculture Management and Technology Vol 1, No 1 (2012): Journal Of Aquaculture Management and Technology
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha budidaya ikan gurami (Osphronemus gouramy) adalah usaha yang memiliki prospek untuk dikembangkan,hal ini dibuktikan dengan harga jual yang tinggi berkisar antara Rp. 21.000-24.000/kg ditingkat pembudidaya, dan tentunya harganya akan semakin tinggi di tingkat retailer. Budidaya ikan gurami tidak terlepas dari infeksi penyakit bakteri yang dampaknya sangat merugikan para pembudidaya. Salah satu indikator untuk mengetahui keadaan kesehatan ikan adalah melalui profil darah ikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala klinis dan  jenis bakteri yang menginfeksi Ikan gurami (O. gouramy) yang terserang bakteri serta mengetahui profil darah (jumlah eritrosit, leukosit, hematokrit, hemoglobin, glukosa darah serta nilai SGOT dan SGPT)  pada Ikan gurami (O. gouramy) yang sehat dan yang terinfeksi bakteri. Metode yang di gunakan adalah eksplorasi. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampel. Pengamatan gejala klinis di lakukan terhadap 10 ekor ikan gurami yang sakit dan yang sehat. Di lanjutkan isolasi bakteri dan pengambilan sampel darah pada tiap ikan yang sehat dan sakit masing masing sebanyak 4 ekor. Hasil karakterisasi bakteri selanjutnya di lakukan uji secara morfologi dan biokimia di Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala klinis ikan Gurami yang terserang penyakit bakteri memiliki luka kemerahan pada bagian tubuh dan sirip, terdapatnya luka yang berwarna coklat-kuning. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimia menemukan bahwa agensia penyebab penyakit pada ikan Gurami setelah uji adalah Aeromonas hydrophila, Staphylococcus  saprophyticus, Aeromonas caviae dan Flavobacterium sp. Profil darah Ikan gurami (O. gouramy)  yang meliputi eritrosit (2,47x106sel/mm3±0,12), leukosit (81,52x103 sel/mm3±12,07), hemoglobin (12,9 gr/dl±1,1), serta hematokrit (35,3% ±5,0) ikan gurami sehat lebih tinggi dari pada eritrosit (1,62x106 sel/mm3±0,16), leukosit (46,95x103 sel/mm3±2,71), hemoglobin (8,45gr/dl±1,5), hematokrit (21,1%±2,9) ikan gurami yang terserang penyakit bakteri. Untuk rerata nilai glukosa darah (161,5 mg/dl±22,6), SGOT (33,5± 17,9) dan SGPT (7,5±3,1) ikan gurami yang terserang bakteri lebih tinggi dari pada nilai glukosa darah (62,5 mg/dl±10,0), SGOT (30,5± 11,2) dan SGPT (6,75±6,2) ikan gurami yang sehat. Hasil pemeriksaan profil darah untuk nilai eritrosit, leukosit, hemoglobin serta hematokrit berada pada kisaran nilai ikan sehat (normal). Namun untuk pemeriksaan nilai glukosa darah, SGPT dan SGOT mendapatkan hasil yang tinggi untuk ikan yang terserang bakteri dan nilai yang rendah untuk ikan sehat.  

BENTUK DAN FUNGSI CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA RUBRIK “AH...TENANE” DALAM HARIAN SOLOPOS

BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.939 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study are : (1) to describe the form of mixed code in the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily, (2) describe the form of code switching on the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily, and (3) identify the function of the use of mixed code and control code on the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily. This research is a qualitative descriptive study examines the phenomenon of language sociolinguistic approach. The sample of this research taken the discourse on “Ah... Tenane” rubric of Solopos edition Desember 2011 to Januari 2012. The data taken from document and informant. As result of this research are: form of code mixing on “Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) word; (2) phrase; (3) reduplication; (4) clause. Form of switching on“Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) from Javanese Ngoko to Krama; (2) from Javanese Krama to Ngoko; (3) from Indonesian to Javanese. The function of using code mixing and switching on “Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) to make sure about something; (2) to make enjoyable speaking because of perception change; (3) to give a respect to someone who speak with us; (4) to increase prestige; (5) matching the speaking topic happened; and (6) to show the feel and emotional situation. Keywords: language, rubric, code switching, mixed code, sociolinguistic Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk campur kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos; (2) mendeskripsikan bentuk alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos, dan (3) mengidentifikasi fungsi penggunaan campur kode dan alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengkaji fenomena kebahasaan dengan pendekatan sosiolinguistik. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah wacana pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos edisi Desember 2011 dan Januari 2012. Sumber data berasal dari dokumen dan informan. Hasil penelitian ini adalah: bentuk campur kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) kata, (2) frase, (3) reduplikasi, dan (4) klausa. Bentuk alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) dari bahasa Jawa ngoko ke krama, (2) dari bahasa Jawa krama ke ngoko, (3) dari Indonesia ke Jawa. Fungsi alih kode dan campur kode pada “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) untuk menegaskan sesuatu, (2) untuk mengakrabkan pembicaraan karena perubahan persepsi, (3) untuk menghormati mitra tutur, (4) untuk meningkatkan prestise; (5 ) untuk menyesuaikan topik pembicaraan, dan (6) untuk menunjukkan nuansa dan situasi emosional. Kata kunci: bahasa, rubrik, alih kode, campur kode, sosiolinguistik

Co-Authors - Sarjito - Subandiyono . Wahida ., Sufiriyanto Abu Masykur Agung Sudaryono Agus Kuncaka Ahmad Sarpawi Ibrahim Nasution Aisya Widya Primaningtyas, Aisya Widya Alfabetian Harjuno Condro Haditomo Alfi Nurul Ainida Alifia Salsabila Amalia Amalia Amalia, Rizkiana Amir Fuady Andayani Andayani Andhika, Ayu Andriani, Citra Ani Rakhmawati Anik Yuliati Anisha Minaka Annisa Andriyani Ari Arva, Belinda Tri Astuti, Agustin Putri Kusuma Ayi Santika Ayu Shinta Matofani Bambang Perwito, Bambang Ba’ido, Darratul Beny Budi Santoso Budhi Setiawan DARIMIYYA HIDAYATI Darnas Dana Delima, Puteri Purwasih Anggi Desi Suci Handayani Devitha Tri Utami Dian Kresnadipayana, Dian Diana Indrasanti Diana Rachmawati Dita Puspitasari Dyah Ratnawati H, Dyah Edi Setiyono Edy Suryanto Endang Arini Endro Yuwono Faishol, Muh Fajar Basuki Fajriyani, Aryana Fakhry, Muhammad Fandy Malik Muhammad, Fandy Malik Handewi P.S. Rachman Hanita Wahyuningsari Harsono Harsono Hayati, Ikrima Nur Helmi Rian Fathurrohman Herman J. Waluyo Hero Priono, Hero Hikmawati, Nita Hindun Wulandari, Hindun Ibnu Nugroho, Wahid Iffan Maflahah, Iffan Indrawati Yuhertiana Ing Mokoginta Irawan, Desika Indra Komalasari, Sarah Sekar Kurnianti, Yuli Dwi Luky Wijayanti Mareta, Rimadani Eka Margaretha, Maria Maulidiah, Arini Mewa Ariani Mohandas Indradji Mudasir Mudasir Muhammad Ivan Ardiansyah Munawaroh, Sitie Mustofa, Arifin Nuarista, Marlida Ika Nur Cahyo, Mohammad Firdaus Nur Fitriyani Nurin Dalilah Ayu NURUL HIDAYAH Nuryono Nuryono Pitri Lestari R. Andi Sularso Raheni Suhita Rahma Wati, Ima Retnosari, Indah Rhesi Kristiana Rias Ramadhani Putri Rina Moestika S, Rina Rina Moestika Setyaningrum Rini Apriliani Ristiawan Agung Nugroho Saktiono, Haryo Seto Saputro, Ardiyan Eko Sarjito - Sarjito M.App.Sc. Sarjito Sarjito Sarjito, - - Sarwiji Suwandi Satria Nawa Wicaksana, Satria Nawa Setyoningsih Setyoningsih Shabrina, Dara Ayu Sinar Suryawati Siti Komariyah SITI MARYAM Siti Sundari Siwi Hartanti Slamet Budi Prayitno Slamet Mulyono Sri Rejeki Sri Suhermiyati Subandiyono - Subandiyono Subandiyono Subandiyono, - - Suhardi Suhardi Sulasi, Sulasi Sumarwati Sumarwati Supranto Supranto Suyitno Suyitno Syamsul Arifin Syarif H Mawahib Teguh Endah Saraswati Tita Elfitasari TOHA SUTARDI Tranggono Tranggono Trawoco, Kukuh Fajar Tri Yusniar, Rendy Langgeng Tristiana Yuniarti Tutik Dwi Wahyuningsih Ulya, Millatul Utami, Kesuma Putri Venty Suryanti Wartono Hadie, Wartono Winda Agustian Windarto, Seto Windrawati Windrawati, Windrawati Wiratna, Inge Wulandayani Ngujer Basuki, Wulandayani Ngujer Yant Mujiyanto Yenik Mujiantini Yuwanita, Mia Desi Tri