Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL Vol 1, No 1 (2010): Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkan dapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tujuan penelitian untuk  mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan  perilaku dalam pencegahan AGB,  jenis penelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensi edukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 di Kota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 responden kelompok perlakuan, dan 55 responden  kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur WUS 35.5 tahun dengan  pendidikan WUS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan (p<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap (p<0.05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuan yang mendapat intervensi edukasi kelompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi edukasi kelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai p<0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci: Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya.
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENGEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
FIKkeS Vol 2, No 1 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkan dapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tuiuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenis penelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensi edukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah ditaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 di Kota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 responden kelompokperlakuan, dan 55 responden kelompokkontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata+ata umur WUS 35.5 tahun dengan pendidikan W|JS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan (p<0,05).Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap (p<0.05), Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi Relompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nitai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. lntervensi edukasi kelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai p <0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan Retrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci : Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyakterbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yangterjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkandapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenispenelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensiedukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 diKota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 respondenkelompok perlakuan, dan 55 responden kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umurWUS 35.5 tahun dengan pendidikan WUS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usiadengan pengetahuan (p<0.05). Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dansikap (p<0.05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilanantara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi kelompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-ratanilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi edukasikelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilaip<0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkatpendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perluoptimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotifdan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci: Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya.
Pengaruh Penerapan Spiritual Leadership terhadap Komitmen Perawat pada Organisasi di Rumah Sakit Islam Surabaya Asmaningrum, Nurfika; Keliat, Budi Anna; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Keperawatan FKIK Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nurse´s commitment and loyalty are important things in the health care sectors, to develop good work performance and productivity. Human resources management in Surabaya Islamic hospital that related nurse retention still focused in extrinsic efforts. In the future need comprehensive management to stimulate nurse intrinsic motivation to be more committed. Spiritual leadership is gained to develop organizational commitment based on integration of altruistic love and organizational culture. This research to investigate the influence of spiritual leadership effects on nurse’s organizational commitment in Surabaya Islamic Hospitals based on the control group with pre and post test design. The subjects are 82 nurses, divided into intervention and control group in Surabaya Islamic Hospitals nursing care wards. Instruments to examine organizational commitment is measured by using adaptations Psychological Attachment Instrument which is presented by O’Reilly dan Chatman. Data analysis used mean t-test also liniary multiple regression. The result showed that there was significant differences after practiced spiritual leadership and before practiced (p value=0.000). There was significant differences between nurse’s organizational commitment that practiced spiritual leadership and no practiced (p value=0.005). The factors used to predict increases nurses organizational commitment in research showed that spiritual leadership, female gender, married status, increases age also long nurse’s tenure. Spiritual leadership based on vision, altruistic love, hope/ faith will be stimulate spiritual survival with could to develop nurse calling and membership, and then driver organizational commitment. Sustainaibility implementation spiritual leadership must be continue and develop.
Analisis Data Riskesdas 2007/2008: Kontribusi Karakteristik Ibu terhadap Status Imunisasi Anak di Indonesia Hastono, Sutanto Priyo
Kesmas The National Journal of Public Health Vol. 4 No. 2 October 2009
Publisher : Kesmas The National Journal of Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The escalation on the immunization coverage has been proved to significantly reduce the morbidity and mortality of the immunized diseases. However, in Indonesia the coverage of immunization is still low. The research purpose is to understand the role of mother’s characteristics to child immunization status in Indonesia. This is an advance analysis of Riskesdas data 2007/2008. Sample of the research is children age 12-24 months. The results showed that only 56.2% children had had complete immunization. Multivariate analysis shows that characteristic factors, such as mother’s and husband’s education are significant to child immunization status. The result of Multilevel Analysis shows that the role of characteristic factors to child immunization status is 7.5% and the role of district level is 92.5%. Based on this result research, it is important for government to continuously improving education, immunization knowledge and encourage the utilization of health care especially immunization services. Ministry of Health and related sectors are supposed to arrange orientation program for immunization mobilization.Key words: Behavior, child immunization status, multilevel analysis
Peningkatan Kekuatan Otot Pernapasan dan Fungsi Paru Melalui Senam Asma Pada Pasien Asma Sahat, Camalia S.; Irawaty, Dewi; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.303 KB) | DOI: 10.7454/jki.v14i2.316

Abstract

AbstrakPasien asma mengalami bronchospasme dan bronchokontriksi yang dapat menyebabkan penurunan fungsi pernapasan. Penelitianbertujuan mengidentifikasi pengaruh senam asma terhadap peningkatan kekuatan otot pernapasan dan fungsi paru pasien asmadi perkumpulan senam asma. Desain penelitian yaitu kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol. Sampel berjumlah 50pasien, diambil dengan purposive sampling, dan terdiri atas kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkanhubungan antara senam asma terhadap peningkatan kekuatan otot pernapasan (p= 0,0005; ?= 0,05) dan fungsi paru (p= 0,0005;?= 0,05) pasien asma di perkumpulan senam asma, setelah dikontrol berat badan dan tinggi badan. Rekomendasi agar senamasma menjadi program intervensi keperawatan pada manajemen asma untuk meningkatkan kekuatan otot pernapasan dan fungsiparu pasien asma.Kata Kunci: Fungsi paru, kekuatan otot pernapasan, pasien asma, senam asmaAbstractPatients with asthma have bronchospasm and bronchoconstriction that can cause a decrease in respiratory function. Theresearch aims to identify the effect of exercise asthma to increased respiratory muscle strength and pulmonary function inasthma patients with asthma. The study design is a pretest-Post test Control Group design. Samples numbered 50 patients,taken with purposive sampling, and consists of intervention and control groups. The results of the study, there is a relationshipbetween exercise asthma to increased respiratory muscle strength (p= 0.0005; ?= 0.05) and pulmonary function (p= 0.0005;?= 0.05) in patients with asthma, after controlling weight and height. Recommendations for exercise asthma into nursingintervention program on asthma management to improve respiratory muscle strength and lung function of asthma patients.Keywords: Asthma gymnastic, breathe muscle power, lung function, patient with asthma
Perbandingan Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Hemiparese Melalui Latihan ROM Unilateral dan Bilateral Cahyati, Yanti; Nurachmah, Elly; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.754 KB) | DOI: 10.7454/jki.v16i1.18

Abstract

Hemiparese pada klien stroke dapat menyebabkan klien mengalami berbagai kecacatan. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk latihan yang dinilai efektif untuk mencegah terjadinya kecacatan. Latihan ROM bisa dilakukan dengan pendekatan bilateral yang dapat memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan unilateral training. Penelitian bertujuan mengidentifikasi perbandingan latihan ROM unilateral dan bilateral terhadap kekuatan otot pasien hemiparese akibat stroke iskemik. Penelitian menggunakan desain Quasi Experiment pre dan post test design. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari kelompok intervensi I dan intervensi II. Evaluasi penelitian dilakukan pada hari pertama dan ketujuh. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan otot meningkat pada kedua kelompok intervensi dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok intervensi (p= 0,018, ?= 0,05 ). Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh penggunaan latihan ini secara terprogram dalam menangani pasien stroke dengan hemiparese perlu dilakukan.
Analisis Data Riskesdas 2007/2008: Kontribusi Karakteristik Ibu terhadap Status Imunisasi Anak di Indonesia Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 4 No. 2 Oktober 2009
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.512 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v4i2.193

Abstract

Cakupan imunisasi terbukti dapat menurunkan secara signifikan kejadian kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit tersebut, tetapi di Indonesia cakupan tersebut tergolong rendah.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan status imunisasi anak di Indonesia. Disain yang digunakan dalam penelitian adalah potong lintang dengan sampel anak yang berumur antara 1-2 tahun yang tinggal di wilayah Indonesia. Sumber data sekunder yang digunakan adalah Riskesdas Depkes tahun 2007/08. Proporsi anak usia 12-24 bulan yang mendapat imunisasi lengkap adalah 56,2 % (95% CI :55,1-57,3). Pendidikan ibu dan pendidikan suami ditemukan berhubungan secara bermakna dengan status imunisasi dasar pada anak. Hasil analisis multi-level menemukan bahwa kontribusi variabel level kabupaten (92,5 %) jauh lebih besar daripada level individu (7,5 %). Disarankan pemerintah bersama masyarakat berupaya untuk meningkatkan pendidikan. Departemen Kesehatan dan sektor terkait disarankan menyusun pedoman upaya memobilisasi imunisa-si dengan sasaran penyuluhan dan kampanye imunisasi secara tepat.Kata kunci: Perilaku, status imunisasi anak, analisis multilevel.AbstractThe escalation on the immunization coverage has been proved to significantly reduce the morbidity and mortality of the immunized diseases. However, in Indonesia the coverage of immunization is still low. The research purpose is to understand the role of mother’s characteristics to child immunization status in Indonesia. This is an advance analysis of Riskesdas data 2007/2008. Sample of the research is children age 12-24 months. The results showed that only56.2% children had had complete immunization. Multivariate analysis shows that characteristic factors, such as mother’s and husband’s education are sig-nificant to child immunization status. The result of Multilevel Analysis shows that the role of characteristic factors to child immunization status is 7.5% and the role of district level is 92.5%. Based on this result research, it is important for government to continuously improving education, immunization knowledge and encourage the utilization of health care especially immunization services. Ministry of Health and related sectors are supposed to arrange orientation program for immunization mobilization.Keywords: Behavior, child immunization status, multilevel analysis.
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENGEGAHAN ANEMIA GIZI BESI PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA SEMARANG Aisah, Siti; Sahar, Junaiti; Hastono, Sutanto Priyo
FIKkeS Vol 2, No 1 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok sebaya wanita usia subur (WUS) yang ada dan berkembang di masyarakat sudah banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK RT. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kelompok WUS adalah anemia gizi besi (AGB). Kelompok sebaya PKK RT diharapkan dapat membantu WUS dalam melakukan pencegahan AGB. Tuiuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan AGB, jenis penelitian eksperimen semu, desain non-equivalent pretest-postest with control group, dengan intervensi edukasi kelompok sebaya PKK RT. Proses penelitian telah ditaksanakan pada bulan Maret-Juni 2008 di Kota Semarang dengan metode multistage random sampling, jumlah sampel 110 (55 responden kelompokperlakuan, dan 55 responden kelompokkontrol). Hasil penelitian menunjukkan rata+ata umur WUS 35.5 tahun dengan pendidikan W|JS terbesar SMA. Ada hubungan yang signifikan antara usia dengan pengetahuan (p<0,05).Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan pengetahuan dan sikap (p<0.05), Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nilai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun masih lebih tinggi pada kelompok perlakuanyang mendapat intervensi edukasi Relompok sebaya. Ada perbedaan yang signifikan (p<0.05) rata-rata nitai pengetahuan, sikap, ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. lntervensi edukasi kelompok sebaya mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai p <0.05, berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan Retrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi dipengaruhi oleh intervensi edukasi kelompok sebaya. Berdasar hasil tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat, mengintegrasikan upaya promotif dan preventif AGB kedalam programnya.Kata kunci : Perilaku pencegahan, anemia gizi besi, wanita usia subur, edukasi kelompok sebaya
Sikap Remaja terhadap Keperawanan dan Perilaku Seksual dalam Berpacaran Rusmiati, Desi; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 1 Agustus 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.152 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i1.815

Abstract

AbstrakLaporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007dan 2012 menunjukkan terjadinya penurunan jumlah remaja yang memiliki sikap positif terhadap pentingnya mempertahankan keperawanan bagi seorang perempuan. Dari laporan yang sama juga diketahui adanya peningkatan perilaku seksual remaja dalam hal berpegangan tangan, berciuman bibir, petting, dan melakukan hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara sikap remaja terhadap keperawanan dengan perilaku seksual dalam berpacaran dengan melibatkan usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, usia pertama kali pacaran, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya sebagai variabel perancu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang menggunakan model faktor risiko dari data SDKI 2012 yang dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan complex samples. Populasi penelitian adalah remaja berusia 15 - 24 tahun, belum menikah, pernah atau sedang berpacaran saat survei dilakukan. Sampel berjumlah 13.013 yang terdiri dari 7.329 laki-laki dan 5.684 perempuan. Hasil menunjukkan 1,1% remaja tidak setuju terhadap pentingnya menjaga keperawanan dan 25,2% remaja memiliki perilaku seksual berisiko. Terdapat hubungan antara sikap, usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual. Tidak terdapat interaksi antara sikap dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya. Variabel pengaruh teman sebaya merupakan variabel perancu yang memengaruhi hubungan antara sikap dengan perilakuseksual.Teenage Attitudes toward Virginity and Sexual Behavior in DatingAbstractIndonesia Demographic and Health Survey (IDHS) reports in 2007 and 2012 show a declining number of teenagers who had positive attitude to the importance of maintaining virginity for a woman. The same report also shows an increase of teenage sexual behavior in terms of holding hands, kissing, petting and intercourse. This study aimed to prove any relation ofteenage attitudes toward virginity with sexual behavior in dating that involved age, sex, education, domicile, age of first dating, knowledge andpeers’influence as confounding variables. This study was quantitative withcross-sectional design using risk factor model based on IDHS 2012 data asanalyzed in univariate, bivariate and multivariate with complex samples.Population of study was 15 – 24 year-old teenagers, unmarried, ever or being in a relationship when the survey was conducted. The amount of sample was 13,013 consisting of 7,329 men and 5,684 women. Results showed 1.1% of teenagers disagreed of the importance of maintaining virginity and 25.2% had risky sexual behavior. There was a relation of attitude, age, sex, knowledge and peers’ influence with sexual behavior. Then no interaction found between attitudes with age, sex, education, knowledge and peers’influence. Peers’ influence variable is confounding variable affecting the relation between attitudes and sexual behavior.