Articles

Found 9 Documents
Search

Perancangan Sistem Informasi Spasial Berbasis Web dalam Pengelolaan Tata Ruang Kota (Studi Kasus: Kota Semarang) Hartanto, Rano; Arham, Zainul; Hasrito, Eko Syamsuddin
STUDIA INFORMATIKA: JURNAL SISTEM INFORMASI Vol 3, No 1 (2010): Studia Informatika: Jurnal Sistem Informasi Vol.3 No.1 Februari 2010
Publisher : Informatika System Departement, Science of Technologi Faculty UIN Syarif Hidayatullah Jaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sijsi.v3i1.141

Abstract

The development of layout, infrastructure, natural resources and environment is one of city development planning process. Based on regional regulation No. 5 on 2004 about planning of spatial Semarang City, This regional regulation is oriented on the use of spatial information for all necessaries cohesiveness which is used maximally to increase the prosperity of society. The aim of this research is design information system spatial layout of the city which provide a module to allowed transfer of spatial data inter institutions. The Methodology of this research which is used by author is System Development Life Cycle (SDLC) - Waterfall, consist of planning, analysis, design, and implementation. Planning is  carried out by classify  spatial data which is used available; Analysis is carried out by analyze system and  user of system; Design is carried out by DFD tools, Data Dictionary, ERD, STD, and open source WEBGIS MAPSERVER. The objective of this research is application web based which display spatial data of layout Semarang city. The spatial data which is displayed including regional per sub-district which comprise land use data, buildings, rivers, streets, lakes, green open space, parks, pipelines and boundary of administration. There is also an additional download and upload module for spatial data in shapefile format.Keywords: Information System Spatial, Layout, SDLC, WebGIS, MapServer and Semarang City
PERANCANGAN MODEL SISTEM KENDALI KENDARAAN WATER CANNON BERBASIS MICROCONTROLLER RASPBERRY PI Cesar, Wahyu; Hasrito, Eko Syamsuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Tesla
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mencapai sasaran peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 25% dari Alat Material Khusus (Almatsus) Kepolisian RI khususnya Kendaraan Taktis (Rantis) Water Cannon, serta untuk mendukung peningkatan kemampuan produksi Rantis Water Cannon pada Industri Nasional guna memenuhi kebutuhan Kepolisian RI atau Polri sebanyak 388 unit hingga 2019, maka perlu dilakukan kajian dan riset lebih mendalam khususnya mengenai mekanisme sistem kendali untuk menyemprotkan air (Water Cannon Control System) sesuai kebutuhan operasional Polri di lapangan. Sistem Kendali ini berguna untuk mempermudah aparat Kepolisian Anti Huru Hara / PHH dalam mengamankan aksi demonstrasi yang bersifat anarkis atau mengganggu ketertiban umum. Pada sistem kendali Water Cannon ini diperlukan perangkat keras yang dapat mengendalikan keseluruhan sistem, yaitu berupa prosesor yang disesuaikan dengan kebutuhan semua perangkat yang akan dikendalikan. Perangkat mikrokontroler dalam sistem kendali Water cannon pada penelitian ini menggunakan modul Raspberry Pi 2 Quad-Core (900MHz) ARM v7 dengan RAM 1 GB. Sistem operasi yang digunakan adalah Raspbian yang merupakan hasil pengembangan dari Debian Linux. Hasil penelitian ini berupa prototipe sistem kendali Water Cannon skala model yang dapat dijadikan acuan pengembangan selanjutnya oleh industri nasional guna meningkatkan kemandirian bangsa di bidang pertahanan dan keamanan. Dari hasil pengujian yang dilakukan terbukti bahwa model sistem kendali water canon dapat berfungsi sesuai yang dipersyaratkan oleh user, Polri.
Penerapan Antena Mikrostrip di Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Sriti Guno, Yomi; Hasrito, Eko Syamsuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Tesla
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmanned aerial vehicle (UAV) in Indonesia is commonly known as Pesawat Udara Nir Awak (PUNA). Data link from aerial observation, required transmitter mounted on the PUNA and components of the constituent is antenna. Antenna must have a small size and light in weight, because the limitation due to the payload capacity. Currently used in the PUNA, is a dipole antenna which still has some weakness, including its susceptibility to the wind (drag effect). So, designing a microstrip antenna will improve the signal transmission performance from PUNA to Ground Control Station (GCS). The microstrip antenna is chosen because this type of antenna has low profile drag, light weight, easy for fabrication and of course low cost. After an antenna design optimization, the antenna placement should be noted to ensure a good transmission. In this research, the microstrip antenna will be operated at 2.35 GHz for video monitoring and the antenna itself will be placed inside the fuselage. Simulated co-site interference will be performed at the operational frequency of data link antenna, which is 900 MHz, with the placement in the upper surface (canopy) of the PUNA. The measurements in the anechoic chamber, showed that the internal fuselage microstrip antenna worked at the frequency of 2.35 GHz with a bandwidth 60 MHz (2.31 GHz up to 2.37 GHz), while the return loss measured at 2.35 GHz is -23.85 dB and the gain of antenna is 3.81 dBi.
ALAT PENCEGAHAN KEBAKARAN YANG DISEBABKAN KEBOCORAN LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) Burhan, Adrian Simon; Muljono, Muljono; Hasrito, Eko Syamsuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 15, No 2 (2013): JURNAL TESLA
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan dari alat “Pencegah Kebakaran yang Disebabkan Oleh Kebocoran Gas LPG” digunakan untuk menghindari bahaya kebakaran yang tidak diinginkan di dalam area perumahan. Alat ini bisa digunakan untuk member peringatan kepada penghuni rumah apabila terdeteksi kebocoran gas LPG, sehingga alat ini dapat mencegah kebakaran atau ledakan yang disebabkan oleh kebocoran gas LPG. Sensor gas LPG dapat mendeteksi kebocoran, yang akan memicu mikrokontroller untuk mengaktifkan kipas pembuangan untuk mengurangi kadar konsentrasi gas LPG di dalam rumah. Sensor cahaya yang ada pada perancangan bisa mendeteksi api, sensor ini akan memicu mikrokontroller utuk mengaktifkan alat pemadam kebakaran. Mikrokontroller juga mengirimkan sinyal/tanda ke pos keamanan setempat, sehingga penghuni rumah bisa langsung mendapat bantuan secepat mungkin, apabila gas LPG terdeteksi atau ketika terjadi kebakaran di rumah.
Alat Pengendali Penggunaan Daya Listrik Berbasis Wi-Fi Pranata, Vincentius Andrew; Hasrito, Eko Syamsuddin; Suraidi, Suraidi
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Tesla
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbagai peralatan yang kita gunakan memerlukan energi listrik, dan untuk dapat menggunakan energi listrik, kita harus membayar kepada penyedia jasa layanan listrik. Daya listrik yang tersedia terbatas, dan penggunaan melebihi batas akan menghentikan pasokan listrik. Penghematan biaya yang harus dibayarkan juga bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah pemakaian daya listrik. Perancangan dan realisasi alat pengendali penggunaan daya listrik ini akan merancang sebuah sistem pengendalian listrik yang berdasarkan pada tingkat prioritas beban, dan jadwal pemakaian yang telah ditentukan. Sistem pengendalian ini akan terdiri dari sebuah komputer pengendali dan alat yang dirancang. Alat yang dirancang terdiri dari sebuah mikrokontroler sebagai inti, dan dilengkapi dengan modul Wi-Fi untuk menyatukan sistem bila ada lebih dari 1 unit alat yang dirancang. Sensor arus akan digunakan untuk menghitung arus yang digunakan oleh beban-beban yang dikendalikan. Adapun beban-beban yang dikendalikan adalah lampu, pendingin ruangan (AC) dan komputer. Beban yang dikendalikan oleh tiap unit alat yang dirancang adalah 2 buah komputer desktop, 1 buah beban setara AC ¾ PK dan 3 buah lampu pijar dengan daya masing-masing 100 watt. Pengujian keseluruhan sistem dibagi menjadi 3 tahap, yaitu pengujian fungsi prioritas, pengujian fungsi penjadwalan, dan pengujian fungsi modul sensor arus. Dari ketiga tahap pengujian yang dilakukan, sistem yang dirancang disimpulkan dapat berfungsi dengan baik.
PENERAPAN TEKNOLOGI GENERAL PACKET RADIO SERVICE PADA SISTEM MONITORING SEPEDA MOTOR Alexander, Zimmy; Suharto, Hang; Hasrito, Eko Syamsuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Tesla
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

General Packet Radio Service (GPRS) merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk Global System for Mobile (GSM). Pengembangan sistem keamanan menggunakan GPRS merupakan salah satu bidang yang terus mengalami pembaharuan terutama di negara Indonesia dimana keamanan masih menjadi salah satu fokus dalam perbaikan. Tingkat keamanan kendaraan terutama sepeda motor di Indonesia masih sangat kurang terjamin, hal ini menjadi latar belakang tugas akhir ini dirancang. Alat ini dirancang untuk dapat memberikan informasi tentang keberadaan sepeda motor baik dalam informasi kehilangan maupun informasi posisi kendaraan. Data mengenai informasi kehilangan akan dikirimkan langsung ke Handphone pengguna dengan transmisi GSM dan data mengenai informasi posisi berupa data lintang dan bujur akan dikirimkan menuju database yang dibuat dengan menggunakan MySQl  melalui GPRS serta dapat diakses menggunakan website dengan halaman utama menggunakan HyperText Markup Language (HTML) dan koneksi dengan Google Maps API. Peta dasar yang dinamis membuat akurasi yang lebih baik antara data pelacakan dengan penandaan posisi pada peta. Data mengenai posisi akan didapat melalui Global Positioning System (GPS) yang kemudian data tersebut akan diolah menjadi data yang siap dikonversikan pada peta dan dalam bentuk sebuah marker.
Rancang Bangun Sistem Sensor pada Model Fuze Proximity untuk Mendukung Rudal Nasional Hasrito, Eko Syamsuddin; Kaharjito, Frandi H
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Tesla
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fuze proximity berfungsi sebagai pemicu awal berlangsungnya peledakan, pada jarak tertentu dari objek-objek yang bergerak dengan semakin cepat, seperti pesawat tempur, kapal perang, peluru kendali. Fuze ini merupakan komponen utama dari sebuah munisi yang saat ini 100% masih diimpor dari negara lain, sehingga rawan diembargo dan tidak lagi memiliki aspek kerahasiaan karena jumlahnya selalu dapat diketahui oleh negara pembuat atau pengirimnya. Selain itu, fuze juga tidak boleh mudah rusak dan harus tahan lama disimpan, tahan terhadap cuaca dan lingkungan sekeliling, serta tahan diperlakukan kasar (rugged) saat dipindahkan, sebelum munisi diluncurkan. Dengan persyaratan yang sedemikian ketat, maka tidak semua pabrik senjata dan pabrik munisi mampu membuat sendiri fuzenya. Dengan kondisi tersebut, ancaman embargo dari negara-negara produsen fuze setiap saat dapat dikenakan kepada negara pengimpornya, bila ada perselisihan. Untuk itu, fuze pada munisi kaliber besar (MKB), maupun rudal perlu dikembangkan sehingga mampu mendukung industri pertahanan nasional untuk lebih mandiri. Pada tulisan ini dibahas mengenai hasil-hasil pengembangan sistem sensor pada model fuze proximity di BPP Teknologi.
Penerapan Antena Mikrostrip di Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Sriti Guno, Yomi; Hasrito, Eko Syamsuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Tesla
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmanned aerial vehicle (UAV) di Indonesia lebih dikenal sebagai Pesawat Udara Nir Awak (PUNA). Data link dari pemantauan udara diperlukan komponen pendukung transmitter yang dipasang di PUNA yaitu antena. Antena harus berukuran kecil dan ringan dikarenakan keterbatasan kapasitas dari payload PUNA. Saat ini PUNA menggunakan antena dipole yang masih memiliki beberapa kelemahan, termasuk kerentanan terhadap gesekan angin (drag effect). Oleh karena itu digunakan antena mikrostrip untuk meningkatkan kinerja transmisi sinyal dari PUNA ke Ground Control Station (GCS). Antena mikrostrip dipilih karena memiliki hambatan gesekan yang rendah, ringan, mudah untuk dipabrikasi dan biaya murah. Penempatan antena harus diperhatikan untuk memastikan transmisi yang baik. Dalam penelitian ini, antena mikrostrip bekerja di frekuensi 2,35 GHz untuk aplikasi video yang ditempatkan di dalam badan pesawat (fuselage). Simulasi co-site interference dilakukan pada frekuensi kerja data link di 900 MHz dengan penempatan antena data link di permukaan atas (canopy) PUNA. Hasil pengukuran di ruang anechoic chamber, antena mikrostrip di dalam badan pesawat (fuselage) mampu bekerja pada frekuensi 2,35 GHz dengan bandwidth 60 MHz, rentang frekuensi dari 2,31 GHz sampai dengan 2,37 GHz. Hasil pengukuran return loss pada frekuensi 2,35 GHz adalah -23,85 dB dan gain antena sebesar 3,81 dBi.
Rancang Bangun Sistem Sensor pada Model Fuze Proximity untuk Mendukung Rudal Nasional Hasrito, Eko Syamsuddin; Kaharjito, Frandi A
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Tesla
Publisher : TESLA: Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fuze proximity berfungsi sebagai pemicu awal berlangsungnya peledakan, pada jarak tertentu dari objek-objek yang bergerak dengan semakin cepat, seperti pesawat tempur, kapal perang, peluru kendali. Fuze ini merupakan komponen utama dari sebuah munisi yang saat ini 100% masih diimpor dari negara lain, sehingga rawan diembargo dan tidak lagi memiliki aspek kerahasiaan karena jumlahnya selalu dapat diketahui oleh negara pembuat atau pengirimnya. Selain itu, fuze juga tidak boleh mudah rusak dan harus tahan lama disimpan, tahan terhadap cuaca dan lingkungan sekeliling, serta tahan diperlakukan kasar (rugged) saat dipindahkan, sebelum munisi diluncurkan. Dengan persyaratan yang sedemikian ketat, maka tidak semua pabrik senjata dan pabrik munisi mampu membuat sendiri fuzenya. Dengan kondisi tersebut, ancaman embargo dari negara-negara produsen fuze setiap saat dapat dikenakan kepada negara pengimpornya, bila ada perselisihan. Untuk itu, fuze pada munisi kaliber besar (MKB), maupun rudal perlu dikembangkan sehingga mampu mendukung industri pertahanan nasional untuk lebih mandiri. Pada tulisan ini dibahas mengenai hasil-hasil pengembangan sistem sensor pada model fuze proximity di BPP Teknologi.