Articles
76
Documents
Terapi Sufistik dalam Pengobatan di Pekanbaru Riau

Al-Ulum Vol 18 No 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.324 KB)

Abstract

Based on the social phenomena of the society, specifically in the city of Pekanbaru, rapid social changes occur with unlimited communication, tend to be materialistic, secularistic and rationalistic. Thus, they arouse various psychological and physical problems. One of psychological problem is a disease that comes from the loss of a divine vision. The vision is blunts to see the reality of life and life itself. Treatment with sophisticated tools and chemicals develops in such a way, but in reality is unable to fully solve the many problems of disease, then switch to alternative-spiritualistic treatment. This study used a qualitative approach by conducting in-depth interviews with subject who practices sufistic therapy. In Pekanbaru, the tendency of people to seek treatment through sufistic therapy can be seen from the amount of sufistic medicine houses. The results of this study show that sufistic therapy or sufi healing is a new trend among modern society which seems to have experienced a saturation point with various patterns of material orientation, thus,  the spiritual world becomes an alternative

PROFESIONALITAS GURU BAHASA ARAB DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA MADRASAH ALIYAH DI KOTA BANJARMASIN

Jurnal Al Maqoyis Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Al Maqoyis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ملخص البحثكما علمنا أنّ مهنتيّة المدرس هي أحد أهمّ النجاح فى التعاليم. لذلك أن يكون المدرس أسوة حسنة على طلبته فى الحال و المقال.أما المدارس الثانوية الإسلامية  فهي ثمان مدارس فى بنجرماسين. ثلاثة منها مدرسة ثانوية إسلامية حكومية وخمسة منها  مدرسة ثانوية إسلامية أهلية. وعدد مدرسي اللغة العربية فى تلك المدارس خمسة عشر شخصا. وهذا هو ميدان البحث العلمي.هذا البحث يهدف إلى تصوير احوال مدرسي اللغة العربية فى تلك المدارس ببنجرماسين. من النتائج علم أن فى خمسة عشر مدرسا المُدَرِّسَيْنِ غير المتخرج من قسم تعليم اللغة العربية و لكنهما ماهران فى اللغة العربية، ثم عمليتهم فى صنع التخطيط وتطوير التعليم كان تقليديا وقديما (يكتب ويشرح الدرس وهو جالس على الكرسي) على الأكثر ولكن منهم أمهر فى صنع التخطيط وتطوير التعليم. وكانوا كثيرا أن يصنعوا  التخطيط والتطوير على حسب الحاجة مثل لإرتفاء الجاه و التفتيش و  ليس للإصلاح و التحسين على وظيفتهم كلمات افتتاحية : مهنتية، مدرسوا اللغة العربية، ارتفاء تعليم اللغة العربية

"مكانة علوم اللغة العربية فى استنباط الاحكام الشرعية من القرآن الكريم"

Jurnal Al Maqoyis Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Al Maqoyis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ‘Ulum Alquran itu mencakup banyak hal, baik yang berkaitan dengan upaya memahami makna Alquran maupun hal lainnya menganai Alquran. Diantara ilmu yang diperlukan dalam memahami makna Alquran adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa Arab..Mayoritas ulama sepakat akan pentingnya pengatahuan bahasa Arab dalam memahami Alquran. Karena Alquran itu diturunkan dengan menggunkan bahasa Arab, begitu juga hadis sebagai penjelas Alquran disampaikan dengan bahasa Arab.Seorang mujtahid mutlak memiliki Pengetahuan bahasa Arab dalam memahami Alquran, dan pengatahun bahasa Arab yang dituntut adalah sebatas mampu memahami maksud ungkapan bahasa Arab pada nas (Alquran) yang ditelaah, bukan semua aspek bahasa Arab. Pengatahuan bahasa Arab menjadi syarat mutlak bagi seorang dalam mengeluarkan hukum dari sumbernya dimaksudkan untuk menjaga kesucian dan kemulian Alquran.Kata kunci : Ilmu-ilmu bahasa Arab, Alquran,  istinbath al-ahkam

PELATIHAN PRODUKSI KOMPOS DAN BIOGAS DI KELURAHAN LIMAU MANIS SELATAN KOTA PADANG

LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.169 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama yang dihadapi kelompok tani saat ini adalah terbatasnya pengetahuan, teknologi dan peralatan produksi untuk menghasilkan kompos yang berkualitas,  dengan demikian mutu kompos yang dihasilkan juga relatif masih  rendah, sementara potensi yang bisa dihasilkan cukup besar. Kotoran sapi yang ada selama ini juga belum dimanfaatkan sebagai sumber biogas, karena belum adanya teknologi tepat guna pembuatan biogas yang dikuasai kelompok tani. Penyelesaian masalah ditawarkan untuk dengan cara:                        (1) Memberikan pelatihan cara pembuatan kompos dengan memanfaatkan kotoran sapi dan kotoran ayam broiler, sisa hijauan makanan ternak dan limbah pertanian yang dihasilkan,     (2) Memberikan pelatihan pembuatan starter mikroba lokal untuk mempercepat terjadinya pengomposan, (3) Memberikan pelatihan serta peragaan pembuatan biogas dari kotoran sapi,  (4) Pembuatan model digester untuk produksi biogas pada skala rumah tangga dan               (5) Memberikan pelatihan penguatan kelembagaan kelompok tani untuk menuju kelompok tani yang profesional. Sesuai dengan rencana kegiatan maka dapat dijelaskan target luaran adalah (a) Bahan baku kompos dan Starter yang bisa digunakan, (b) Teknik pembuatan kompos untuk menghasilkan kualitas kompos yang baik, (c) Isu pertanian berkelanjutan dan pentingnya pupuk organik,  (d) Teknik mempersiapkan kompos untuk dipasarkan dan teknik memasarkan produk kompos dan (e) Peragaan pembuatan digseter untuk pembuatan biogas berbahan baku kotoran sapi untuk skala rumah tangga. Kata kunci: Pelatihan, Produksi kompos, Biogas

القرآن يفسره الزمان : دراسة عن إتجاهات الحديثة في التفسير

Tajdid Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Tajdid

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interpretasi terhadap al-Quran adalah sebuah proses yang tidak pernah mengenal titik henti, ia telah dimulai sejak zaman nabi dan terus berlangsung hingga sekarang. Kebenaran atau validitas sebuah tafsir pun tak pernah mengenal kata mutlak sehingga wajar jika ia terus diperbincangkan dan tidak jarang juga mendapat kritikan tajam, terutama ketika produk-produk penafsiran tersebut mengandung bias ideologis dan terkesan tidak relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu dibutuhkan perubahan epistem dan metodologi dalam penafsiran al-Quran, sehingga pembacaan al-Quran akan bersifat produktif dan prospektif dengan cara demikian maka penafsiran al-Quran akan senantiasa kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Kata Kunci : تفسير ، الزمان، اتجاه و الحديثة

REWANG: Kearifan Lokal dalam Membangun Solidaritas dan Integrasi Sosial Masyarakat di Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis

TOLERANSI Vol 4, No 2 (2012): Juli - Desember 2012
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan bentuk kebijaksanaan yang dimiliki oleh masyarakat yang berlangsung dalam tempoh waktu yang lama. Dalam kearifan lokal terkandung nilai-nilai positif yang menjadi panduan bagi masyarakat dalam bertingkah laku. Rewang sebagai bentuk tradisi yang mengandung kearifan lokal masyarakat Bukit Batu dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan selama berlangsungnya pesta perkawinan. Rewang tidak hanya mengandung unsur gotong royong, melainkan juga terdapat unsur kesetiakawanan sosial (solidaritas sosial), dan integrasi sosial. Para peserta rewang sanggup mengorbankan tenaga, waktu, dan juga uang.

FENOMENA GERAKAN SEMPALAN UMAT ISLAM INDONESIA (Tinjauan Sosiologi Agama)

TOLERANSI Vol 1, No 1 (2009): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2963.566 KB)

Abstract

Splinter movement is a phenomenon that can be found throughout the ages. More recently, the phenomenon of the emergence of splinter movement or cult was widespread in the country and has caused unrest in society. The presence of splinter movement gave birth also had violence committed by a group of people calling themselves as defenders of Islam. This raises a big question, actually what has happened with the diversity of Indonesian society, so that they form a new flow that is clearly contrary to the teachings of Islam that believes in the ground water. These streams are known in this country called a cult or breakaway flow.

Pola Hubungan Etnik Cina dengan Masyarakat Pribumi di Bengkalis

TOLERANSI Vol 5, No 1 (2013): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.717 KB)

Abstract

Cohesion and national integration is a major challenge in the process of nation-state formation. The challenge was complicated because the Indonesian society is pluralistic, whether viewed horizontally or vertically. One of the unresolved issues in relation to the indigenous ethnic Chinese are confounding issues that led to the integration of the nation. The relationship between ethnic Chinese - native Bengkalis is quite good because of the cooperation mutualistis. However, this condition only occurs in sectors of the economy and not involve other parts are quite important in life. In these relationships also create stereotypes as a continuation of the colonial legacy that has placed the ethnic Chinese as the middle class. This led to jealousy of the indigenous groups mainly derived from economic inequality. This is a potential that can cause conflict if not handled seriously and carefully by various parties, especially in the era of reform, democracy and transparency.

ISLAM DAN PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA (Analisis Sosiologi Agama tentang Potensi Konflik dan Integrasi Sosial)

TOLERANSI Vol 2, No 1 (2010): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2005.657 KB)

Abstract

Confession to religion pluralism in a social community promise placing forward of principle of inclusive - a principle majoring accomodation and non conflict - among them. Because, basically the each religion have various claim of truth of which wish to be upheld to continue, while heterogeneous proven existing society reality culturally and is religion. Tradition differ opinion among people, if managed better will yield something that very useful. With different idea tradition, we becoming not easy to feel most real correct by self. At different idea tradition which finish of a dialogued, there is a nuance each other criticizing of each weakness utilize improve it later on day. Governmental and Indonesia society have to will esteem and execute principle of pluralism religious and latitudinarian. Its problem, confession and freedom of diversity represent very potency good to awakening this country from tyranny a group of rampant corruption and people. Freedom principle, equation, and social justice must be upheld is abysmal of faction partitions, religion, and religious understanding.

PACU JALUR DAN SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT KABUPATEN KUANTAN SINGINGI (Kajian Terhadap Tradisi Maelo)

TOLERANSI Vol 7, No 2 (2015): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.806 KB)

Abstract

Pacu Jalur merupakan event yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. Setiap tahun event ini dilaksanakan dan masyarakat menyambut secara antusias. Hal ini ditandai dari ramainya masyarakat yang hadir dalam perlombaan tersebut. Di samping itu, memenangkan perlombaan ini merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat yang memiliki jalur tersebut. Perlombaan Pacu Jalur dipersiapkan oleh setiap peserta lomba yang berasal dari kecamatankecamatan yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi dan daerah lain yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Jalur merupakan wujud kebudayaan bagi masyarakat Kuantan Singingi yang diwariskan secara turun temurun. Bagi masyarakat Rantau Kuantan jalur memiliki makna tersendiri, baik bagi diri pribadi maupun sebagai warga kampung. Jadi, tidak sempurna suatu kampung jika warganya tidak mempunyai jalur. Tradisi pacu jalur masyarakat Kuantan Singingi menuntut adanya solidaritas sosial masyarakat. Tanpa kekompakan dan kebersamaan warga masyarakat, jalur tidak akan mungkin diwujudkan. Salah satu bentuk solidaritas masyarakat diperlihat dalam tahapan maelo. Maelo atau menarik kayu atau jalur setengah jadi)merupakan suatu tahapan dalam pembuatan jalur. Tahapan ini dilakukan setelah kayu jalur ditebang. Mengingat maelo merupakan pekerjaan yang berat yang memerlukan banyak tenaga manusia, maka amat diperlukan solidaritas dan partisipasi masyarakat