Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik ITS

Studi Eksperimen Pengaruh Lunas Bilga Terhadap Gerakan Rolling Hendratmoko, Haris; Hasanudin, Hasanudin; Utama, I.K.A. Pria
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.124 KB)

Abstract

Gerak roll merupakan parameter penting dalam stabilitas kapal, dimana pada cuaca buruk gerak roll dapat menyebakan capsizing. Di sisi lain, koefisien damping merupakan parameter terpenting untuk meredam gerakan roll. Berbagai Bentuk anti-roll device kemudian digunakan untuk memperbesar koefisien damping dan kemudian mengurangi gerak roll kapal. Salah satu bentuk anti-roll yang popular adalah lunas bilga, karena sejumlah kelebihannya antara lain efektifitas lunas bilga dan sifat lunas bilga yang pasif. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pemasangan lunas bilga adalah efektifitas dalam meningkatkan koefisien damping dan respon kapal akibat pemasangan lunas bilga. Tugas akir ini menjelaskan tentang pengaruh panjang lunas bilga (Lbk) dan lebar lunas bilga (Bbk) terhadap koefisien damping dan respon kapal.Variasi ukuran lunas bilga yang digunakan yaitu B0; B1; B2; B3; B4; B5; B6. Selain itu juga dilakukan variasi periode gelombang 1,2; 1,6; 2; 2,4 dan 2,8 untuk menghitung respon kapal. Semua uji gerak roll berdasakan eksperimen towing tank di laboratorium hidrodinamika. Dari hasil analisa didapatkan penambahan lebar lunas bilga lebih efektif daripada penambahan panjang dan juga pemasangan lunas bilga efektif mengurangi respon puncak kapal apabila dibandingkan dengan barehull.
Desain 2-In-1 Catamaran Fishing - Tourism Boat dengan Variasi Deck Convertible di Perairan Jepara Resnaji, Byan Ajusta; Hasanudin, Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.516 KB)

Abstract

Kapal ikan merupakan salah satu sarana yang dipergunakan nelayan untuk mencari dan menangkap ikan. Dalam proses penangkapan ikan banyak hal yang mempengaruhi operasinya seperti, pasang surut air laut, cuaca, bulan, dan hal lainnya. Sehingga tidak setiap saat nelayan dapat melakukan operasi penangkapan ikan. Oleh karenanya pendapatan nelayan dari hasil tangkap ikan tidak senantiasa stabil. Hasil tangkapan ikan nelayan Jepara mengalami penurunan pada kurun waktu terakhir. Di lain sisi, Jepara memiliki potensi wisata pantai yang menarik dan perlu dikembangkan. Untuk  menunjang kestabilan pendapatan  nelayan  Jepara  maka  diperlukan inovasi desain kapal ikan 2-in-1 yang dapat dimanfaatkan untuk menangkap ikan, sekaligus untuk kapal wisata. Konsep desain kapal 2-in-1 ini menggunakan lambung catamaran supaya mendapatkan deck kapal yang lebih luas dan stabil. Konsep desain deck menggunakan prinsip convertible. Desain kapal yang dihasilkan memenuhi analisis teknis yang meliputi stabilitas, trim, dan freeboard. Kapal yang didesain memiliki ukuran Panjang antar Garis Tegak (LPP): 15,4 meter, Lebar (B): 6 meter, Tinggi (H): 2 meter, dan Sarat (T): 1 meter dengan kecepatan: 9 knot. Dari ukuran tersebut dan berbagai asumsi yang dilakukan maka didapatkan nilai ekonomis yang sesuai, yaitu harga tiket untuk menaiki kapal 2-in-1 sebesar Rp. 100.000.,- dan nilai payback period selama 2 tahun 1 bulan 22 hari. Dengan rute pelayaran dari Pantai Kartini menuju Pulau Panjang dan dilakukan pemberhentian pada titik tertentu dengan total waktu pemberhentian selama 2 jam, kemudian kembali ke Pantai Kartini.
Optimisasi Ukuran Utama Kapal Roll On – Roll Off (Ro-Ro) Menggunakan Software Visual Basic dan Maxsurf Fauzi, Rahardian Ahmad; Hasanudin, Hasanudin; Ahadyanti, Gita Marina
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.824 KB)

Abstract

Kapal ferry Ro-Ro adalah moda transportasi yang paling banyak digunakan untuk menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Di Indonesia intensitas bencana karena faktor alam  relatif tinggi, sehingga banyak kapal ferry Ro-Ro yang mengalami kecelakaan. Selain karena faktor alam kecelakaan kapal ini juga terjadi akibat karakteristik kapal yang kurang sesuai untuk kondisi alam daerah tersebut. Oleh sebab itu, penggunaan metode optimasi sangat tepat untuk menyelesaikan persoalan ini dengan menghasilkan desain kapal baru yang memiliki karakteristik teknis yang lebih sesuai dengan kondisi perairan di rute pelayaran tersebut. Salah satu rute pelayaran yang sering terjadi kecelakaan adalah rute Pelabuhan Bajoe – Pelabuhan Kolaka. Metode optimasi yang digunakan adalah global optimization dengan menggunakan artificial neural network. Optimasi dilakukan dengan menggunakan software visual basic dan maxsurf dengan studi kasus kapal ferry (Ro-Ro) rute Pelabuhan Bajoe – Pelabuhan Kolaka. Dari hasil optimisasi yang dilakukan dengan 1-10 nilai train, didapatkan ukuran utama yang memenuhi batasan optimisasi dan ukuran utama yang paling optimum adalah Lpp = 56,258 m, B = 12,88 m H = 4,046 m dan T = 2,592 m dan fungsi objektif  yaitu meminimumkan biaya pembangunan kapal dengan nilai $8.523.954,64. Perbandingan estimasi biaya pembangunan kapal existing dan estimasi biaya pembangunan hasil optimasi adalah 10,58% dengan selisih biaya pembangunan sebesar $1.008.473,03. Sehingga hasil optimasi tersebut menghasilkan fungsi objektif yang lebih optimum.
Analisis Teknis dan Ekonomis Konversi Barge Batubara Menjadi Kapal Pengangkut Ikan Hidup untuk Perairan Sumbawa Astanugraha, I Made Candra; Hasanudin, Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.767 KB)

Abstract

Menurunya harga dan tingkat ekspor terhadap tambang pada komoditi batubara, yang disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda Eropa dan pengalihan sumber energi ke sumber energi substitusi semacam energi matahari menyebabkan industri pengiriman yang salama ini banyak memanfaatkan barge juga mengalami penurunan, tercatat 60% barge yang tidak beroperasi akibat menurunya industri batubara, yang tentunya sangat tidak sehat untuk industri dibidang perkapalan, mengingat biaya pemangunan untuk satu barge dapat mencapai milliaran rupiah. Melihat kondisi ini tentunya diperlukan langkah yang mampu mengembalikan keadaan yang dimana sebelumnya banyak barge yang tidak beroperasi kembali dapat beroperasi. Salah satu cara tepat ialah dengan mengubah fungsi barge itu, yang awalnya mengangkut batubara menjadi pengangkut ikan hidup, hal ini tepat mengingat pemerintah sedang gencarnya meningkatkan dan meratakan produksi ikan di Indonesia, dan melalui Peraturan Pemerintah Kementrian Kelautan dan Perikanan No. 15 Tahun 2016, diperlukan penambahan armada untuk pengangkut ikan hidup, tentunya hal ini dapat mengembalikan pemanfaatan dari barge di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini ialah memperoleh desain konversi barge menjadi self-propelled barge pengangkut ikan hidup yang dapat memenuhi owner requirement sesuai produksi ikan di Sumbawa, desain yang dapat memenuhi kriteria teknis dan penghitungan biaya ekonomisnya, dilakukan dengan menghitung kelayakan investasi kapal, dimana untuk biaya awal investasi kapal ini  sebesar Rp15,936,542,123, dan periode kembalinya diperoleh dalam waktu 5 tahun.
Desain Etnik Yacht sebagai Sarana Wisata di Pulau Lombok Nugraha, Yudhistira Ardhi; Hasanudin, Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.798 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah pengunjung baik domestik maupun mancanegara ke Pulau Lombok setiap tahunnya menunjukkan pulau ini masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan pada sektor pariwisata. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Lombok, jumlah wisatawan Pulau Lombok pada tahun 2016 mencapai 3.094.437 orang namun jumlah kapal yacht yang beroperasi hanya berjumlah 4 kapal. Kapal yang beroperasi pun masih impor dan tidak ada yang memakai interior etnik khas Lombok. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis melakukan penelitian mengenai Yacht Ethnic yang sesuai dengan dengan karakteristik Pulau Lombok. Yacht Ethnic direncanakan akan berlayar selama dua hari menuju Pulau Gili Nanggu, Pulau Gili Matra (Air, Meno, Trawangan) dan Pantai Senggigi. Penentuan ukuran utama awal kapal menggunakan 13 kapal pembanding dan presentase jumlah wisatawan bahari di Pulau Lombok sebagai acuan dalam penentuan payload kapal. Dari proses tersebut, ukuran utama yang didapatkan adalah Lpp = 22,30 m, B = 9,30 m, T = 1,52 m, H = 3,60 m, B1 = 3,30 m, CB = 0,398 dan Vs = 10 knot dengan jumlah penumpang sebanyak 7 orang dan 3 crew. Sedangkan, Analisis Ekonomis dilakukan dengan Analisis Kelayakan Investasi. Kelayakan investasi dilakukan dengan biaya pembangunan = Rp. 4.781.883.554,94; NPV = Rp 1.160.290.152; IRR = 17%; dan PP = 6,33 tahun.
Desain Kapal Penyeberangan Sebagai Sarana Transportasi, Rekreasi, dan Edukasi di Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur Saputera, Ahlun Ridwan; Hasanudin, Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.253 KB)

Abstract

Pulau Gili Ketapang adalah salah satu pulau yang indah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pulau ini memiliki potensi wisata yang menjanjikan, akan tetapi belum ditunjang dengan sarana transportasi yang memadai. Disana pantainya indah tapi fasilitas belum mendukung, seperti belum adanya kapal wisata. Selain itu pengelolaan wisatanya kurang maksimal, Karena minimnya Pendidikan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di pulau tersebut. Disana perlu suatu sarana bagi masyarakat Pulau Gili Ketapang untuk mendapat pendidikan lebih. Pada Tugas Akhir ini, didesain sebuah kapal penyeberangan yang dapat digunakan sebagai transportasi, rekreasi dan edukasi. Nantinya, di dalam kapal akan ada perpustakaan kecil sebagai sarana penunjang pendidikan. Metode pendesainan yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir ini adalah metode Point Base Desain. Kemudian mencari owner’s requirement dan ukuran utama dari kapal. Setelah itu dilakukan perhitungan hambatan, pemilihan mesin induk, koreksi berat, penetuan titik berat, perhitungan freeboard, pehitungan stabilitas, dan koreksi trim kemudian mendesain rencana garis, rencana umum, safety plan, dan desain tiga dimensi (3D). Diharapkan dengan adanya tugas akhir ini bisa memberikan solusi transportasi, rekreasi, dan edukasi di Pulau Gili Ketapang. Dari desain yang telah dilakukan didapatkan kapal dengan payload 36 penumpang dan 2 motor (4.82 ton), serta mempunyai ukuran utama; Lwl= 19.76 m, Lpp= 19 m, B= 4.2 m, H= 2 m, T= 1.05 m. Untuk biaya pembangunan, KMP Gili Ketapang Jaya menghabiskan dana Rp 2,403,921,423.68, dengan operational cost per tahun Rp1,442,696,907 kemudian mempunyai pendapatan per tahun senilai Rp2,022,100,000 sehingga keuntungan bersih pertahun adalah Rp 579,403,093. Dari hasil analisa ekonomis Break Event Point (BEP) akan terjadi pada tahun ke 6.
Desain Kapal Ikan Di Perairan Laut Selatan Malang Niam, Wildan Alfun; Hasanudin, Hasanudin
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.478 KB)

Abstract

Potensi perikanan di Perairan Laut Selatan Malang cukup besar. Berdasarkan data hasil tangkapan dapat diketahui bahwa ada beberapa jenis ikan yang ditangkap oleh para nelayan disana seperti tuna, cakalang, tongkol dan lain-lain. Akan tetapi, nelayan di pesisir pantai masih menggunakan teknologi yang tradisional.Oleh sebab itu perlu ada pengembangan kapal penangkap ikan beserta alat tangkapnya.Selain memoderenisasi alat tangkap ikan, juga perlu memperhatikan kualitas hasil tangkapan itu sendiri agar memiliki standart kualitas ekspor.Dengan adanya hal ini perlu dipertimbangkan alternatif pola pengoperasional kapal yang dapat meningkatkan kualitas ikan hasil tangkap. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mendesain sebuah kapal penangkap ikan yang digunakan untuk perairan laut selatan Malang. Perencanaan ukuran kapal ikan, data utama kapal, alat tangkap dan perhitungan-perhitungan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik daerah pelayaran dari kapal tersebut. Hasil regresi ukuran utama adalah Lpp = 17.11 m, B = 3.8 m, T = 1.21 m, H = 1.60 m, Cb = 0.54, dan Vs = 9 knot. Dari ukuran utama tersebut kemudian dibuat gambar rencana garis dan gambar rencana umum. Alat tangkap yang digunakan rawai tuna dasar. Sedangkan, Analisis Ekonomis dilakukan dengan Analisis Kelayakan Investasi. Kelayakan investasi dilakukan dengan biaya pembangunan = Rp 1,221,490,193.04; NPV = Rp 35,634,702.26; IRR = 14%; dan PP = 3.75 tahun.