Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Perilaku Masyarakat di Kawasan Konservasi Cagar Alam Gunug Sibela Halahera Selatan Provinsi Maluku Utara Haerullah, Ade; Hasan, Said
Jurnal Biologi Edukasi Vol 2, No 3 (2010): Jurnal Biologi Edukasi
Publisher : Jurnal Biologi Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.802 KB)

Abstract

This research was done in wild life conservation area of Sibela mountain, South Halmahera Regency, North Maluku Province from November 2009 to February 2010. The purpose of the research is to give evidence about how is the people’s behavior towards the wild life conservation area of Sibelia Mountain, the. The population of the research was all of patriarchs in three villages: Sawadai village, Tuokona and Gandasuli village. Furthermore, 46-47 people are chosen randomly from each village to get 140 patriarchs of total sample. Questionnaire instrument was used to collect the data. Questionnaire instrument and closed response interview guideline were used to collect the data of people’s behavior toward the wild life area conservation. Prior to distribute the instrument to the respondents, a test is carried out to the people who live in east Halmahera wild life area excluding from the research sample to get its validity and reliability. The result of analysis on people’s behavior in three different villages living in wild life area shows that they still have a low level of land utilization (about 20% - 25%). This result indicates that respondents who answered the questions of utilize of the conservation area tend to be in small number. This result also shows that the people of the three villages are having a tendency to do activities that caused environmental damage (contra conservation). The analysis result on people’s behavior in maintaining wild life conservation area of Sibela Mountain is also at a low level. From the three villages, the percentages are 8% - 13%. It indicates that people’s behavior tendency of maintaining or preserve the conserved area is at a very low level.
UPAYA PENINGKATAN KEBERHASILAN PROSES PEMBELAJARAN SISWA SD KOTA TERNATE MELALUI PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGGI Hasan, Said
BIOEDUKASI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara keterampilan berpikir tinggi (keterampilan metakognisi dan berpikir kritis)  terhadap keberhasilan akademik siswa dan (2) sumbangan efektif (effectively contribution) keterampilan berpikir tinggi terhadap capaian hasil belajar akademik.Penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 pada tingkat SD di Kota Ternate, yaitu di SDN Sulamadaha, SDN Tabam, MIS Kulaba, dan SD Inpres Tarau. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran yang terdiri atas empat level, yaitu strategi STAD, TGT, STAD+TGT, dan strategi konvensional; sementara variabel terikatnya yaitu keterampilan metakognisi, berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif. Analisis data atas parameter- parameter yang diukur dilakukan melalui analisis regresi dengan menggunakan program SPSS versi 16.0.Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) terdapat hubungan positif antara keterampilan berpikir tinggi terhadap capaian hasil belajar akademik  siswa pada tiap strategi pembelajaran yang diperlakukan, dan (2) Rata-rata 86% capaian akademik siswa dipengaruhi oleh kemampuan akademik, khususnya keterampilan berpikir tinggi. Keterampilan berpikir kritis memberikan sumbangan efektif (effectively contribution) yang lebih besar terhadap hasil belajar kognitif dibandingkan keterampilan metakognisi. Atas dasar hasil tersebut, diyakini bahwa 14% keberhasilan pembelajaran siswa dipengaruhi oleh faktor non-kemampuan akademik. Kata  Kunci:  keterampilan  metakognisi,  keterampilan  berpikir  kritis,  hasil  belajar  kognitif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran konvensional
PEMANFAATAN TUMBUHAN BAMBU: Kajian Empiris Etnoekologi Pada Masyarakat Kota Tidore Kepulauan Sinyo, Yumima; Sirajudin, Nuraini; Hasan, Said
SAINTIFIK@ Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.448 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data kajian dan analisis tentang etnoekologi masyarakat Kota Tidore Kepulauan dalam  pemanfaatan jenis tumbuhan bambu Tutul (Bambusa maculata), bambu Toi (Schizostachyum lima), bambu Talang (Schizostachyum brachyladumi), Bambu Pipe (Bambusa atra), dan bambu Cendani (Bambusa glaucescens). Metode yang digunakan berupa wawancara dan pendekatan survey, yang disajikan secara deskripstif kualitatif. Prosedur penelitian meliputi; studi dokumentasi, wawancara, dan observasi/pengamatan terhadap aktifitas masyarakat. Analisis data menggunakan analisis etnografis yang disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil analisis dan hubungan antara informasi, dirangkum dan dijadikan sebagai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara etnografis, masyarakat yang berdomisili di Desa kayasa, Desa Gosale, Desa Galala, Desa Bukit Durian, Desa Garojou dan Kelurahan Sofifi Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan terdiri dari lima etnis (suku) utama yaitu Tidore, Makian, Sanger, Tobaru, dan Galela. Secara ekologi, lima  jenis tumbuhan bambu memiliki habitat yang sama yaitu tumbuh pada jenis tanah liat, berpasir dan berbatu tetapi memiliki karakter morfologi yang berbeda. Lima jenis tumbuhan bambu tersebut dimanfaatkan dengan cara lokal untuk  pembuatan kursi, pagar kebun, pagar kebun, kandang ternak, konstruksi rumah, pembuatan penampi beras (sosiru), pembuatan atap (katu), penyangga tanaman, anyaman bambu yang dibuat sebagai dinding rumah, plafon, tikar, ornamen lampu, membuat sayuran dari rizomnya (rebung), sebagai tali, penampung air, keranjang buah, tempat tisu, sebagai tanaman hias di pekarangan rumah, sebagai alat dan bahan untuk upacara adat, dan atraksi tari-tarian budaya. Pemanfaatan lima jenis tumbuhan bambu yang dilakukan oleh masyarakat setempat dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.Kata Kunci: Etnoekologi, Tumbuhan Bambu, Kearifan Lokal, Tidore Kepulauan
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI BEBERAPA OBJEK WISATA KOTA TERNATE: Upaya Mengetahui dan Konservasi Habitat Burung Endemik Ahmad, Zulkifli; Sinyo, Yumima; Ahmad, Hasna; Tamalene, M. Nasir; Papuangan, Nurmaya; Abdullah, Abubakar; Bahtiar, Bahtiar; Hasan, Said
SAINTIFIK@ Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.813 KB)

Abstract

Kawasan objek wisata merupakan kawasan yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman jenis flora dan fauna yang tinggi. Saat ini, kondisi kawasan objek wisata di pulau Ternate  telah mengalami deforestasi dan degradasi serta fragmentasi habitat, akibat tingginya frekuensi kunjungan dan pengelolaan kawasan yang belum optimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi dan mempelajari kelimpahan dan keanekaragaman jenis-jenis burung yang terdapat di kawasan Objek wisata yang ada di Pulau Ternate. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini sebagai data base bagi pemerintah daerah untuk pengembangan kawasan objek wisata agar lebih bernilai ekonomis, misalnya pengembangan kawasan ke arah ekowisata atau kegiatan birdwatching. Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari penelitian kolaborasi, yang dilakukan di empat lokasi berbeda, yakni Desa Sulamadaha, Desa Ngade, Desa Tolire, dan Desa Tobololo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Variable Circular Plot (VCP). Untuk menghitung jumlah jenis burung, digunakan metode Timed Series Counts (TSCs). Data yang dianalisis meliputi kelimpahan dan keanekaragaman jenis burung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman dan kelimpahan burung terendah terdapat pada kawasan wisata pantai Tobololo dan Sulamadaha. Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung tertinggi terdapat pada kawasan wisata Danau Tolire (H = 2,327) dan Danau Ngade (H = 2,362).Kata kunci : Keanekaragaman jenis, avifauna, objek wisata, pulau Ternate
Penerapan Pembelajaran Model Student Teams Achivement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Siswa Kelas VII Pada Konsep Ekosistem di SMP Negeri 6 Bibinoi Hasan, Said; Kasuba, Fahria T.; Sirajudin, Nuraini
BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Maret
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.62 KB)

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP  pada umumnya masih didominasi oleh aktifitas guru.   Kelas  berfokus   pada   guru   sebagai   sumber  utama  pengetahuan   dan berpegang pada buku paket saja. Kegiatan pembelajaran kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan benda-benda konkrit dalam situasi  yang nyata.  Untuk  mengatasi permasalahan  tersebut di  atas diperlukan suatu pendekatan yaitu menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan model Student Teams Achivement Division.Penelitian  ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas,  Tujuan  dari  penelitian tindakan kelas ini Untuk mengetahui hasil belajar Biologi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan, dengan penerapan pembelajaran kooperatif dengan model Student Teams Achivement Division (STAD)Hasil belajar siswa SMP Negeri 6 Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan, pada materi Menentukan ekosistem     dan saling hubungan antara komponen ekosistem. Pada siklus I siswa yang mengikuti tes terdapat sebanyak 5 siswa yang tuntas,siswa tersebut dikatakan tuntas karena hasil tes yang diperoleh telah mencapai nilai KKM. Siswa yang dikategorikan tidak tuntas sebanyak 15 siswa, karena hasil tes yang diperoleh belum mencapai nilai KKM. Dengan ketuntasan secara klasikal pada tes silus I adalah 25%,   Sedangkan pada   siklus II dengan materi   Mengindentifi-kasikan   pentingnya   keanekaragaman   makhluk   hidup dalam pelestarian ekosistem, telah mengalami peningkatan yaitu siswa yang dikategorikan tuntas sebanyak 20 siswa atau 100% , siswa yang dikategorikan tuntas. Dengan demikian model pembelajaran Student Teams Achivement Division dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Bibinoi Kabupaten Halmahera Selatan, materi Ekosistem Kata   Kunci:   Penerapan   Pembelajaran   Model   Student   Teams   Achivement Division (STAD)
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT MATERI PEWARISAN SIFAT PADA MAHLUK HIDUP KELAS IX- 6 SMP NEGERI 4 KOTA TERNATE Puradin, Amina; Hasan, Said; Tolangara, A.R
EDUKASI Vol 17, No 1 (2019): Edisi Januari 2019
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.034 KB) | DOI: 10.33387/j. edu.v17i1.1080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran team games tournament kelas IX6 SMP Negeri 4 Kota Ternate tahun pelajaran 2018- 2019 pada materi pewarisan sifat pada mahluk hidup, Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018. Jenis penelitian yakni desain penilitian tindakan kelas ( PTK) dengan menggunakan dua siklus. Hasil Penelitian menunjukkan Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada mata pelajara IPA  materi Pewarisan sifat pada Mahluk hidup kelas IX6 SMP Negeri 4 Kota Ternate dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat bahwa prestasi belajar siswa kelas IX6 pada tes awal nilai rata-rata 40, 27% ketuntasan. Sedangkan pada post test 1 nilai rata-rata 60.04 dan peningkatan hasil belajar sebesar 23% dengan gain score 0.46 kategori sedang. Pada post test 2 nilai rata-rata siswa 82.09, ketuntasan 95% dan peningkatan hasil belajar sebesar 45% dengan gain score 1.23 kategori tinggi. Kata kunci: TGT, Hasil Belajar, Pewarisan Sifat Pada Mahluk Hidup
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITISMAHASISWA Ibrahim, Ibrahim; Akmal, Nurul; Marwan, Marwan; Hasan, Said
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.286 KB) | DOI: 10.32672/si.v30i2.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan peningkatan hasil belajar dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Biologi Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Semester tiga Prodi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Ajaran 2017/2018terhadap 19 mahasiswa.Analisis data eksperimen untuk mengukur hasil belajar mahasiswa dengan uji-t (Independent Sample t-test) dan keterampilan berpikir kritis menggunakan analisis deskripsi persentase, program statistic software computer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai rata-rata N-gain untuk kelas Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 60,64 (sedang) dan kelas konvensional adalah 48,72 (sedang). Hasil uji-t diperoleh nilai t hitung sebesar 4,61 dan t tabel 2,009 sehingga t- hitung > t- tabel. Hasil penyebaran angket tentang keterampilan berpikir kritis mahasiswa diperoleh nilai rata-rata 95% (kategori sangat baik).Maka dapat disimpulkan diperoleh bahwa terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatanhasil belajar dan hubungan yang rendah denganketerampilan berpikir kritis mahasiswa pada perkuliahan Zoologi Invertebrata di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh.
Local knowledge and community behavior in the exploitation of parrots in surrounding area of aketajawe lolobata national park Tamalene, M Nasir; Hasan, Said; Kartika, K
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12 No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi (In press)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.v12n1.24-33

Abstract

Parrots include in birds of Aves class and Psittaciformes order. In Indonesia, parrots in known by their local species names such as Nuri (true parrot), Kakatua (Cockatoo), and Perkici (Loriini). Parrots can be found almost in all type of habitat in Halmahera Island, Maluku Utara Province, from mangrove forest to tropical rainforest in lowlands and highlands in Halmahera Island. The research aims to describe community activities in the exploitation of parrots around the Aketajawe Lolobata National Park, Halmahera Island. The study uses the ex-post facto method with the questionnaire as the instrument to interview the communities consist of the catcher, seller, and owner of parrots. Research result data is analyzed descriptively and presented in the form of tables and charts. The result shows that there are five kinds of parrots that are caught, sold, and raised by the communities of Gitaraja, Bale, Koli, and Kosa Village. The exploited birds are Kasturi Ternate (Lorius garrulus) Nuri Kalung Ungu (Eos scuamata), Nuri Bayan (Eclectus roratus), Kakatua Putih (Cacatua alba) and Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita). The number of parrots being caught during 2013-2016 is 327, 320 are sold, and 213 are raised. The highest percentage of parrot catching and selling is 21% in 2013, and the lowest is 2% in 2016-2018. The highest percentage of raising is 8% in 2015, and the lowest is 3% in 2018. Kasturi Ternate (Lorius garrulus) is the species with the highest rate of exploitation.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITISMAHASISWA Ibrahim, Ibrahim; Akmal, Nurul; Marwan,, Marwan,; Hasan, Said
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 19, No 2 (2018): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.101 KB) | DOI: 10.32672/si.v19i2.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan peningkatan hasil belajar dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Biologi Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Semester tiga Prodi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun Ajaran 2017/2018terhadap 19 mahasiswa.Analisis data eksperimen untuk mengukur hasil belajar mahasiswa dengan uji-t (Independent Sample t-test) danketerampilan berpikir kritis menggunakan analisis deskripsi persentase, program statistic software computer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai rata-rata N-gain untuk kelas Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 60,64 (sedang) dan kelas konvensional adalah 48,72 (sedang). Hasil uji-t diperoleh nilai thitung sebesar 4,61 dan ttabel 2,009 sehingga t-hitung> t-tabel. Hasil penyebaran angket tentang keterampilan berpikir kritis mahasiswa diperoleh nilai rata-rata 95% (kategori sangat baik).Maka dapat disimpulkan diperoleh bahwa terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatanhasil belajar dan hubungan yang rendah denganketerampilan berpikir kritis mahasiswa pada perkuliahan Zoologi Invertebrata di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh.
JENIS KUPU-KUPU PENGUNJUNG BUNGA MUSSAENDA DAN ASOKA DI KAWASAN CAGAR ALAM GUNUNG SIBELA PULAU BACAN Mas'ud, Abdu; Corebima, A.D.; Haerullah, Ade; Hasan, Said; Alisi, Alisi
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.2 Juli - Desember 2019 (In Press)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1108

Abstract

Abstrak: Musaenda dan Asoka merupakan salah satu tanaman hostplant dan sekaligus foodplant bagi kupu-kupu di Gunung Sibela. Hostplant adalah tumbuhan inang yang menjadi makanan larva dan foodplant adalah tumbuhan yang menjadi makanan kupu-kupu dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kupu-kupu yang mengunjungi tanaman mussaenda dan asoka di kawasan cagar alam gunung Sibela pulau Bacan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah direct sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dataran rendah (20 mdpl) ditemukan 10 spesies kupu-kupu pengunjung tanaman mussaenda dan asoka, 5 genus, 2 famili. Kupu-kupu pengunjung tanaman mussaenda di dataran rendah yaitu: Ornithopthera croesus, Papilio ulysses, Papilio deiphobus, Papilio lorquinianus gelia, Troides hypolitus, Troides criton, Graphium milon, Graphium codrus dan Hebomoia glaucippe sulphure. Kupu-kupu pengunjung tanaman asoka di dataran rendah yaitu: Ornithopthera croesus, Papilio ulysses, Papilio fuscus lapathus dan Troides hypolitus. Pada lokasi dataran tinggi (400 mdpl) ditemukan 9 spesies kupu-kupu pengunjung tanaman mussaenda dan asoka, 5 genus, 2 famili. Kupu-kupu pengunjung tanaman mussaenda di dataran tinggi yaitu: Ornithopthera croesus, Papilio ulysses, Papilio deiphobus, Papilio lorquinianus gelia, Troides hypolitus, Troides criton, Graphium milon, dan Hebomoia glaucippe sulphurea, sedangkan kupu-kupu pengunjung tanaman asoka di dataran tinggi yaitu: Papilio ulysses, Papilio fuscus lapathus dan Troides hypolitus.Kata Kunci: mussaenda, asoka, kupu-kupu, pulau BacanAbstract : Musaenda and Asoka are one of the hostplant plants and also a foodplant for butterflies on Mount Sibela. Hostplants are host plants that feed on larvae and foodplants are plants that feed on adult butterflies. This study aims to determine the types of butterflies that visit mussaenda and asoka plants in the Sibela mountain nature reserve Bacan Island. The method used in this study is direct sampling. The results showed that in lowland locations (20 masl) 10 species of butterfly were found to be visitors to mussaenda and asoka plants, 5 genera, 2 families. Butterflies visitors to mussaenda plants in the lowlands are: Ornithopthera croesus, Papilio ulysses, Papilio deiphobus, Papilio lorquinianus gelia, Troides hypolitus, Troides criton, Graphium milon, Graphium codrus and Hebomoia glaucippe sulphure. Butterflies visitors to Ashoka plants in the lowlands are: Ornithoptera croesus, Papilio ulysses, Papilio fuscus lapathus and Troides hypolitus. At high altitude locations (400 meters above sea level), 9 species of butterflies were visited by visitors to the mussaenda and asoka plants, 5 genera, 2 families. Butterflies visiting mussaenda plants in the highlands are: Ornithopthera croesus, Papilio ulysses, Papilio deiphobus, Papilio lorquinianus gelia, Troides hypolitus, Troides criton, Graphium milon, and Hebomoia glaucippe sulphurea, while butterflies visiting asoka plants on the plateau are: Papilio ulysses, Papilio fuscus lapathus and Troides hypolitus.Keywords: mussaenda, asoka, butterfly, Bacan island