Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Konsep Mol Kelas X SMA Negeri 8 Banda Aceh Tahun Ajaran 2015/2016 Hamdi, Syahrul; Hasan, M.; Erlidawati, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.548 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Konsep Mol Kelas X SMA Negeri 8 Banda Aceh Tahun Ajaran 2015/2016”, tujuan penelitian ini untuk menentukan hasil belajar, aktivitas belajar dan tanggapan peserta didik kelas X IPA 2 SMA Negeri 8 Banda Aceh setelah mempelajari materi konsep mol dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui soal pilihan ganda dan lembar penilaian sikap untuk mengukur hasil belajar peserta didik, lembar aktivitas untuk mengukur keaktifan peserta didik, dan angket untuk mengetahui tanggapan peserta didik terhadap model pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik setelah penerapan model TAI adalah sebesar 91,7, persentase keaktifan peserta didik sebesar 93,2 dengan kategori sangat baik dan peserta didik memberi tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran TAI dengan persentase tanggapan positif sebesar 83,8. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI dapat diterapkan pada pembelajaran materi konsep mol dengan hasil belajar tuntas secara klasikal, aktivitas peserta didik berada pada kategori sangat baik dan mendapatkan tanggapan positif dari peserta didik dengan kategori baik. Kata Kunci: Teams
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BIOPLASTIK DARI KITOSAN, PATI TALAS (Colocasia esculenta) DAN MINYAK JARAK Fajri, Gunawan; Hasan, M.; zulfadli, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.002 KB)

Abstract

ABSTRAKPengembangan bioplastik merupakan salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasaalahan sampah. Bioplastik merupakan plastik yang diproduksi dari  bahan-bahan yang dapat diperbaharui seperti pati talas dan kitosan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi pati talas, kitosan dengan minyak jarak sebagai bahan pemlastis terhadap uji kuat tarik, ketahanan bioplastik dalam pelarut dan kemampuan degradasi bioplastik. Pembuatan bioplastik dilakukan dengan cara blending pati talas dan kitosan pada berbagai komposisi dengan minyak jarak sebanyak 15% dari total campuran pati talas dan kitosan. Karakterisasi bioplastik dilakukan dengan uji ketahanan bioplastik dalam pelarut, uji kuat tarik dan uji biodegradasi plastik dengan menggunakan bakteri Psedomonas aeroginosa. Hasil analisis ketahanan bioplastik dalam pelarut air, etanol dan HCl (pH=5) dari yang paling tinggi ke yang paling rendah adalah komposisi pati talas/kitosan (50/50), pati talas/kitosan (40/60) dan  pati talas/kitosan (60/40). Hasil uji kuat tarik bioplastik komposisi pati talas/kitosan (40/60) memiliki nilai kuat tarik tertinggi yaitu 11.740 MPa, sedangkan yang terendah pada komposisi pati talas/kitosan (60/40) dengan nilai kuat tarik sebesar 7.470 MPa. Persen elongasi terbesar terdapat pada bioplastik dengan komposisi pati talas/kitosan (60/40) yaitu 18.905% dan persen elongasi terendah pada komposisi pati talas/kitosan (50/50) yaitu sebesar 14.028%. Hasil pengamatan terhadap laju degradasi bioplastik dari yang paling cepat terdegradasi ke yang paling lambat terdegradasi secara berturut-turut adalah komposisi pati talas/kitosan (40/60), komposisi pati talas/kitosan (60/40) dan  komposisi pati talas/kitosan (50/50). Kata Kunci: Bioplastik, kitosan, pati talas, minyak jarak THE DEVELOPMENT AND CHARACTERIZATION OF BIOPLASTIC FROM CHITOSAN, TARO STARCH (Colocasia esculenta) AND CASTOR OIL ABSTRACTBioplastic development is one of the alternative solutions to overcome the problem of waste. Bioplastic is plastics produced from renewable ingredients such as taro starch and chitosan. The purpose of this study is to determine the effect of composition of taro starch and chitosan with castor oil as a plasticizer toward tensile strength test, bioplastic resistance in solvent and bioplastic degradation ability. Bioplastic was made by blending taro starch and chitosan on various compositions which is 15% of them is castor oil. Bioplastic characterization was performed by bioplastic resistance test in solvent, tensile strength test and plastic biodegradation test by using Psedomonas aeroginosa bacteria. The results of analysis of bioplastic resistance in water solvent, ethanol and HCl (pH=5) from highest to lowest were taro starch/chitosan (50/50), taro starch/chitosan (40/60) and taro starch/chitosan (60/40). The tensile strength test of bioplastic composition of taro starch/chitosan (40/60) has the highest tensile strength value of 11,740 MPa, while the lowest is the composition of taro starch/chitosan (60/40) with tensile strength value of 7,470 MPa. The largest percentage of elongation was found in bioplastic with taro starch/chitosan composition (60/40) that was 18.905% and the lowest percentage of elongation in taro starch/chitosan composition (50/50) that was 14.028%. The results of observations on the rate of bioplastic degradation from the fastest degraded to the slowest degraded successively were taro starch/chitosan composition (40/60), taro starch/chitosan composition (60/40) and starch/chitosan composition (50 / 50). Keywords: bioplastic, chitosan, taro starch, castor oil 
Pembuatan Plastik Biodegradable dari Kitosan, Pati Bonggol Pisang (Musa paradisiaca,L), dan Minyak Jarak (Castor oil) zuhra, .; hasan, M.; nasir, M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.488 KB)

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan plastik biodegradable dari kitosan, pati bonggol pisang (Musa paradisiaca,L), dan minyak jarak (Castor Oil). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan pati bonggol pisang terhadap uji ketahanan berbagai pelarut terhadap plastik yang dihasilkan, mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan pati bonggol pisang terhadap sifat mekanik plastik yang dihasilkan, dan mengetahui kemampuan biodegradasi film plastik dari kitosan, pati bonggol pisang dan minyak jarak. Karakterisasi plastik biodegradable bonggol pisang yang dilakukan ada tiga, yaitu uji kekuatan tarik, uji ketahanan pelarut dan uji biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik bonggol pisang untuk semua variasi menghasilkan karakteristik yang berbeda- beda. Hasil pengujian kuat tarik untuk semua variasi berkisar antara (9,857-15,987) Mpa, elongasi terbaik terdapat pada variasi pa/ki 50/50 yaitu 39,338 % dan nilai modulus young terbaik terdapat pada variasi pa/ki 40/60 yaitu 12,278MPa. Analisis uji ketahanan pelarut menunjukan bahwa bioplastik bonggol pisang kurang baik apabila berinteraksi dengan air, zat bersifat asam dan zat yang bersifat basa hal ini dikarenakan persentase terbaik plastik bonggol pisang belum memenuhi standar ASTM yaitu 99,9 %, dimana persentase terbaik pada uji ketahanan terhadap air, HCl, dan NaOH terdapat pada variasi pa/ki 40/60 berturut-turut adalah (88,836%), (86,207%), dan (89,729%). Plastik pati bonggol pisang mulai terurai pada hari ke-10 dan pada hari ke-20 hampir semua bagian plastik sudah bercampur dengan medium dan tidak bisa diambil lagi. Kata Kunci: Plastik Biodegradable,Pati Bonggol Pisang Kitosan, Minyak Jarak, Karakterisasi ABSTRACTA study has been conducted on the production of biodegradable plastic from chitosan, banana tuber starch (Musa paradisiaca, L), and Castor Oil. The purpose of this study is to find out the effect of chitosan composition and banana tuber to the resistance test of various solvents to the resulting plastic, to find out the effect of chitosan composition and banana tuber on the mechanical properties of plastic produced, and find out the biodegradation ability of plastic film from chitosan, banana tuber and castor oil. The characterization of biodegradable plastic of banana, banana tuber performed in three ways namely tensile strength test, solvent endurance test and biodegradation test. The results of study show that variuos  banana bio-plastic banana tuber produce different characteristics. The result of tensile strength test for all variations ranged between (9,857-15,987) Mpa, the best elongation found in pa / ki 50/50 that is 39,338% and the best modulus young value was found in pa / ki 40/60 ie 12,278MPa. The analysis of solvent resistance test shows that bio-plastic banana tuber is less good when interacting with water, acidic substances and substances because this percentage of best plastic banana tuer does not meet the ASTM standard namely 99.9%, which the best percentage of water resistance test , HCl, and NaOH are found in variations of pa / ki 40/60 were (88,836%), (86,207%), and (89,729%) respectively. Plastic banana tuber begins to decompose on the 10th day and on the 20th day almost all the plastic parts are mixed with the medium and can not be taken again.Keywords: Biodegradable Plastics, Starch of Chitosan Banana Tuber, Castor Oil, Characterization
Pembuatan Media Mind Mapping Menggunakan Mindjet Mindmanager pada Materi Konsep Mol di SMA Negeri 5 Banda Aceh Alfajar, Fatria; Hasan, M.; Nazar, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.421 KB)

Abstract

 AbstrakTelah dilakukan penelitian yang berjudul Pembuatan Media Mind Mapping Menggunakan Mindjet Mindmanager pada Materi Konsep Mol di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat media mind mapping menggunakan software mindjet mindmanager pada materi konsep mol di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Modul yang telah divalidasi diberikan kepada siswa sebagai panduan dalam membuat media mind mapping. Persentase yang didapat setelah dilakukan validasi oleh dua validator ahli sebesar 79,95% dengan kategori sangat layak. hasil media yang telah dibuat oleh siswa dinilai dengan hasil yang didapatkan untuk kategori sangat terampil sebesar 20%; terampil sebesar 60%; cukup terampil sebesar 20%, dan tidak terampil sebesar 0%. Lembar tanggapan guru dan tanggapan siswa digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Pengolahan data secara kualitatif dalam bentuk persentase. Persentase guru yang memberikan tanggapan positif sebesar 100%. Persentase siswa yang memberikan tanggapan positif sebesar 94,56% sedangkan yang memberikan tanggapan negatif sebesar 5,44%. Tanggapan negatif siswa dikarenakan siswa belum pernah menggunakan media mind mapping menggunakan software mindjet mindmanager. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa siswa telah mampu membuat media mind mapping menggunakan software mindjet mindmanager.Kata kunci : Mind Mapping, Mindjet Mindmanager, Konsep Mol. AbstractThe study on Mind Mapping Production Using Mindjet MindManager Concept Mole in SMAN 5 Banda Aceh has been conducted. This research aims to muestigate students ability in create A mind of mapping using Mindjet MindManager software on the concept of mole in SMAN 5 Banda Aceh. In order to guide student in create mind mapping using the software, module was prounded. The validation score was found to be 79.95% which is in the decent category. The media made by students was assessed using special instrument and the results obtained for the highly skilled category by 20%; skilled by 60%; enough skilled 20 %, and unskilled at 0%. Sheets responses of teacher and student are used as supportive data in this study. Processing of qualitative data in the form of a percentage. The percentage of teachers who responded positively by 100%. The percentage of students who responded positively by 94.56% while giving negative feedback at 5.44%. The negative responses of students because the students never used mind mapping media use Mindjet MindManager software. Based on the research results, it can be concluded that the students have been able to make media mind mapping using Mindjet MindManager software. Keywords: Mind Mapping, Mindjet Mindmanager, Concept Mole. 
Pengembangan Majalah Kimia Pada Materi Hukum-hukum Dasar Kimia kelas X pakpahan, Alhuda; Gani, Abdul; Hasan, M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 1, No 4 (2016): Oktober 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.026 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian pengembangan media majalah Hukum-hukum Dasar Kimia di SMA Negeri 1 Unggul Baitussalam, SMA Negeri 4 dan SMA Negeri 5 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media majalah pada pembelajaran kimia materi Hukum-hukum Dasar Kimia, mengetahui respon siswa dan guru terhadap media majalah. Sampel  penelitian yaitu 6 orang guru kimia  dan siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Baitussalam yang berjumlah 18 orang. Metode penelitian ini yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan  atau Research and Development dengan tahap (i) potensi dan masalah, (ii) pengumpulan informasi, (iii) desain produk, (iv) validasi desain, (v) revisi desain, (vi) uji coba produk dan (vii) revisi produk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian kelayakan media, lembar angket siswa dan angket guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media majalah yang dikembangkan dapat digunakan dalam uji coba dengan rerata skor 77,08%, respon guru  memperoleh skor 83,33% dan dikategorikan baik sekali, respon siswa terhadap media majalah dengan rerata skor 86,71%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majalah kimia layak untuk digunakan pada proses pembelajaran materi Hukum-hukum Dasar Kimia di SMA Negeri 1 Unggul Baitussalam.Kata kunci : Media majalah, Pengembangan, Hukum-hukum Dasar Kimia, Respon. AbstractThis study discuss about utilize article as media to develop Fundamental  of Basic Chemistry in SMA Negeri 1 Superior Baitussalam, SMA Negeri 4 and SMA Negeri 5 Banda Aceh in the academic year 2015/2016. This study aims to develop article as media on chemistry learning material fundamental of basic chemistry, this study evaluate response of the students and teachers to article as learning media. The sample of study is 6 Chemist teachers and 18 XI IPA 1 grade students from SMA Negeri 1 Baitussalam. The study was conducted using Research and Development method consist of 7 stages (i) Potential and problem, (ii) Collect the data, (iii) Product design, (iv) Design Validation, (v) Design revision, (vi) Product simulation, (vii) Revise the product. The data obtained by using the media media feasibility assessment sheet, sheet student questionnaire and a teacher questionnaire. The results has been showed that the article as media development can be used in trials with mean score of 77.08%, the response of teachers to get a score of 83.33% and categorized “very well”, students response to media magazine with  mean score of 86.71%. The study concluded that the chemistry article is feasible for media in the process of learning the material Fundamental of Basic Chemistry in SMA Negeri 1 Superior Baitussalam. Keywords: Media Article, Development, Fundamental of Basic Chemistry, Response. 
Pembuatan Bioplastik Dari Kitosan Dan Pati Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Dengan Minyak Jarak (Castor Oil) Sebagai Pemlastis Munandar, .; Hasan, M.; Inda Rahmayani, Ratu Fazlia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.699 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang pembuatan bioplastik dari kitosan dan pati labu kuning (Cucurbita moschata) dengan minyak jarak (Castor oil) sebagai pemlastis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengaruh komposisi kitosan dan pati labu terhadap ketahanan dalam pelarut, kuat tarik dan biodegradabel. Penelitian diawali dengan pembuatan bioplastik dengan cara mencampurkan pati labu kuning, kitosan dan minyak jarak. Selanjutnya diuji ketahanan terhadap pelarut, uji kuat tarik dan  uji biodegradabel. Hasil karakterisasi bioplastik terhadap uji ketahanan dalam pelarut yang optimum diperoleh pada komposisi pati labu kuning/kitosan (%) 50/50 dalam pelarut H2O dan C2H5OH, serta komposisi 60/40 dalam pelarut HCl dan NaOH. Karakterisasi terhadap uji kuat tarik optimum diperoleh pada komposisi 40/60 yaitu 6,787 ±0,274 Mpa dan proses uji biodegradasi tercepat dalam jangka waktu 5-10 hari terjadi pada komposisi 50/50. Kesimpulan dari penelitian ini adalah uji ketahanan terhadap pelarut H2O dan C2H5OH  dipengaruhi oleh komposisi kitosan dan ketahanan terhadap pelarut HCl dan NaOH  dipengaruhi oleh komposisi pati. Semakin banyak komposisi kitosan maka semakin bagus nilai uji kuat tarik yang diperoleh, sedangkan daya biodegradasi paling cepat terjadi pada komposisi pati labu kuning dan kitosan yang seimbang yaitu 50:50.Kata Kunci: Bioplastik, kitosan, pati labu kuning, minyak jarak AbstractResearch has been conducted on the making of bioplastic from chitosan and yellow pumpkin starch (Cucurbita moschata) with the castor oil as a plasticizers. The purpose of this research is to know the influence characteristic of chitosan and pumpkin starch composition on resistance is solvent, tensile strength and biodegradable. Research begins with the manufacture of bioplastic by mixing yellow pumpkin, chitosan and castor oil further tested resistance to solvent, tensile strenght test and biodegradable test. The result of bioplastic characterization of the endurance test in the optimum solvent were found in the compisition of yellow pumpkin strach/chitosan(%) 50/50 in the solvent H2O & C2H5OH and the 60/40 in the HCl and NaOH solvent. The caracterization of the optimum tensile strenght test was obtained on the 40/60 composition of 6,787 ±0,274 Mpa and the fastest biodegradable test process within 5-10 days occured at the composition 50/50. The condusion of this research is the resistance test to solvent H2O and C2H5OH is influenced by the chitosan composition and resistance to HCl and NaOH solvent influenced by starch composition. The more composition of chitosan, the better value of tensile strength test obtained. While the fastest biodegradation occured in the composition of yellow pumpkin strach and chitosan balanced i.e 50:50.Keywords: Bioplastic, chitosan, yellow pumpkin, castor oil
PEMBUATAN FILM BIOPLASTIK DARI KITOSAN DAN SELULOSA AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) Pratiwi, Meilisa; Hasan, M.; Inda Rahmayani, Ratu Fazlia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia Vol 2, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.425 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang pembuatan film bioplastik dari kitosan dan selulosa ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan selulosa ampas tebu terhadap daya serap pelarut (liofobisitas) dan sifak mekanik. Selulosa ampas tebu didapatkan dengan mendelignifikasi ampas tebu menggunakan metode organosolv. Film bioplastik dibuat dengan cara blending, yakni mencampurkan kitosan dengan selulosa ampas tebu dengan variasi perbandingan 0/100, 25/75, 50/50, dan 25/75. Produk bioplastik diuji dengan uji liofobisitas, uji kadar air, dan uji mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang dihasilkan dari proses delignifikasi sebanyak 7,85% (0,4 gram dari 5 gram ampas tebu). Bioplastik yang dihasilkan dari tiap-tiap varian yang memiliki ketahanan paling baik terhadap pelarut air, etanol, HCl, dan NaOH adalah variasi dengan perbandingan kitosan dan selulosa 50:50. produk bioplastik yang memiliki kadar air yang paling sedikit yakni pada bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 25 : 75. Sifat mekanik sampel bioplastik semakin menurun seiring dengan bertambahnya komposisi selulosa dan menurunnya komposisi kitosan. Kuat tarik terbesar terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 100 : 0 yakni 8,161 Mpa, sedangkan kuat tarik terendah terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa 25 : 75 yakni 0,017. Modulus Young (elastisitas) berbanding lurus dengan kuat tarik, semakin besar nilai kuat tarik, maka semakin elastis bioplastik tersebut.Kata kunci: bioplastik, selulosa, kitosan AbstractThere has been research on the making of bioplastic film from chitosan and cellulose of bagasse. This study aims to determine the effect of chitosan and cellulose composition of bagasse on solvent absorption (lyophobicity) and mechanical properties. Cellulose bagasse was obtained by delignifying the bagasse using organosolv method. Bioplastic film made by blending method, that mixing chitosan with cellulose bagasse with variation ratio 0/100, 25/75, 50/50, and 25/75. Bioplastic products were tested using lyophobicity tests, moisture test, and mechanical tests. The results showed that the cellulose produced from the delignification process was 7.85% (0.4 grams of 5 grams of bagasse). The bioplastics produced from each variant having the best resistance to water solvents, ethanol, HCl, and NaOH are variations in the ratio of chitosan and 50:50 cellulose. The bioplastic product having the least moisture content in bioplastic with the ratio of chitosan and cellulose of bagasse 25: 75. The mechanical properties of bioplastic samples decreased with increasing of cellulose composition and decreasing of chitosan composition. The largest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan ratio and 100: 0 bagasse cellulose ie 8.161 MPa, while the lowest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan and cellulose 25: 75 ratio of 0.017. Young's modulus (elasticity) is directly proportional to tensile strength, the greater the value of tensile strength, the more elastic the bioplastic is.Keywords: bioplastic, cellulose, chitosan