Hamdan Has
Halu Oleo University

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Energy Sufficiency of Feed Containing Fermented Mulberry Leaves (Morus alba) Determined by measurement of Glucose, Abdominal Fat and Feed Intake Has, Hamdan; Yunianto, V.D.; Sukamto, B.
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.894 KB)

Abstract

This study was conducted to determine the effect of using rumen liquid fermented mulberry leaves in boiler’s diet on feed consumption, blood glucose, and abdominal fat. This research used 100 of day old CP 707 broiler chicks, as well as concentrate, fermented mulberry leaves and other feed stuffs. The experiment was carried out according to completely randomized design consisted of five treatments, i.e. T0 (control), T1 (10% mulberry leaf), T2 (10% fermented mulberry leaf), T3 (20% mulberry leaf) and T4 (20% fermented mulberry leaf) and four replications for each treatment. Result of the study showed that the increasing use of mulberry leaves, either fermented or unfermented, significantly (P<0.05) increased feed consumption compared to control. Treatment with 20% unfermented murlberry leaf significantly (P<0.05) decreased fat and glucose levels. This study concludes that 20% murlberry used in diet decrease energy density of diet and the use of 10% fermented mulberry leaf produced better results than unfermented.
Efek Peningkatan Serat Kasar Dengan Penggunaan Daun Murbei Dalam Ransum Broiler Terhadap Persentase Bobot Saluran Pencernaan. (Effects Fiber Improved by Using Mulberry Leaf in the Broiler Diet Against Gastrointestinal Weight Percentage) Has, Hamdan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study conducted to determine the effect of increasing crude fiber by using murlberry leaf on weight percentage of broiler digestive tract. One hundred DOC (day old chick) broilers, mulberry leaf, rumen fluid and other feed ingredients used in a completely randomized design research with 5 treatment T0 (control), T1 (10% mulberry leaves), T2 (10% fermented mulberry leaves), T3 (20% mulberry leaves) and T4 (20% fermented mulberry leaf) and 4 replications. Parameters observed was weight percentge of gastrointestinal tract (crop, proventriculus, gizzard, liver, pancreas, small intestine, cecum). The results showed the increasing crude fiber with 10% and 20% mulberry leaves (fermented and not fermented) were not significant (P> 0.05) on crop, proventiculus, liver and pancreas, but significant (P <0.05) increase gizzard weight at 20% murlberry compared to control, treatment 10% and 20% murlberry increase significantly (P <0.05) weight of the small intestine (doudenum, jejenum, ileum) and ceca compared control. Fermented and unfermented treatment showed no difference for all parameters. The increase in crude fiber diet can affect the digestive tract, especially the weight of gizzard, small intestine and cecum.   Keyword: Crude Fiber, Murlberry Leaf, Digestive Tract
The Effectivity of Fermented Mulberry Leaves with Rumen Liquor as Broiler Feed on Final Body Weight, Dry Matter and Crude Fiber Digestibility, and Metabolic Energy Has, Hamdan; Yunianto, V D; Sukamto, B
ANIMAL PRODUCTION Vol 15, No 3 (2013): September
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.006 KB)

Abstract

 Abstract.  Objective of this research was to know the effect of fermented mulberry leaves by rumen liquorin boiler’s diet measured from final body weight, dry matter digestibility, crude fiber digestibility, and metabolic energy. One hundred broiler strain CP 707, broiler concentrate, mulberry leaves and other feed stuffs were administered in Completely Randomized Design with 5 treatments, namely T0 (control), T1 (10% mulberry leaves), T2 (10% fermented mulberry leaves), T3 (20% mulberry leaves) and T4 (20% fermented mulberry leaves) with 4 replications. Result revealed that the increasing use of mulberry leaves had significantly lowered final body weight, dry matter and fiber digestibility, metabolic energy. Fermentation treatment at 10% level could increase dry matter digestibility, crude fiber and metabolic energy than those of unfermented. This study concluded that the increasing mulberry leaves in broiler feed could reduce feed digestibility, and fermentation by rumen liquor could optimize the use of mulberry leaves as broilers feed. Key words: Mulberry leaves, rumen liquor, broiler, fermentation, digestibility Abstrak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh daun murbei yang difermentasi dengan cairan rumen sebagai pakan boiler terhadap bobot badan, kecernaan bahan kering, serat kasar dan energi metabolis. Sebanyak 100 ekor broiler dengan pakan berupa daun murbei, dan bahan pakan lainnya digunakan dalam penelitian dengan rancangan acak lengkap  5 perlakuan yaitu T0 (kontol), T1 (penggunaan 10% daun murbei), T2 (10% daun murbei fermentasi), T3 (20% daun murbei) dan T4 (20% daun murbei fermentasi) serta 4 ulangan. Hasil penelitian adalah peningkatan penggunaan daun murbei berpengaruh nyata menurunkan bobot badan, kecernaan bahan kering, kecernaan serat kasar dan energi metabolis pakan. Perlakuan fermentasi pada taraf 10% dapat meningkatkan kecernaan bahan kering, serat kasar dan energi metabolis. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan daun murbei dalam pakan broiler dapat menurunkan kecernaan pakan dan fermentasi menggunakan cairan rumen dapat mengoptimalkan penggunaan daun murbei sebagai pakan broiler. Kata kunci: Daun murbei, cairan rumen, broiler, fermentasi, kecernaan
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN DESINFEKSI MENGGUNAKAN DAUN SIRIH (piper betle linn) TERHADAP DAYA TETAS TELUR BURUNG PUYUH (coturnix-coturnix japonica) Saputra, Adi; pagala, Amrullah; Has, Hamdan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 1 (2018): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan desinfektan menggunakan daun sirih (piper betle linn) terhadap fertilitas, daya hidup embrio dan daya tetas telur burung puyuh (coturnix-coturnix japonica). Materi penelitian yang digunakan yaitu telur tetas burung puyuh berjumlah 200 butir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x2 dengan 5 ulangan, faktor A (lama penyimpanan telur) 5 hari (A1) dan 7 hari (A2) dan faktor B (penggunaan desinfektan daun sirih) dengan penggunaan desinfektan daun sirih (B1) dan tanpa penggunaan desinfektan daun sirih (B2). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara faktor lama penyimpanan telur dengan faktor penggunaan desinfektan daun sirih pada fertilitas, Sedangkan perlakuan dengan menggunakan desinfektan daun sirih memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada daya tetas telur burung puyuh. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu desinfeksi daun sirih dapat meningkatkan daya tetas telur burung puyuh.Kata kunci : Burung puyuh, telur, daun sirih
EFEK PENINGKATAN SERAT KASAR DENGAN PENGGUNAAN DAUN MURBEI DALAM RANSUM BROILER TERHADAP PERSENTASE BOBOT SALURAN PENCERNAAN Has, Hamdan; Napirah, Astriana; Indi, Amiluddin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 1 (2014): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.097 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan serat kasar dengan penggunaan daun murbei terhadap persentase bobot saluran pencernaan broiler. Seratus ekor DOC (day old chick) broiler, daun murbei, cairan rumen dan bahan pakan lainnyadigunakan dalam penelitian dengan rancangan acak lengkap 5 perlakuan yaitu T0 (kontol), T1 (penggunaan 10% daun murbei), T2 (10% daun murbei fermentasi), T3 (20% daun murbei) dan T4 (20% daun murbei fermentasi) serta 4 ulangan. Parameter yang diamati berupa persentase bobot saluran pencernaan (tembolok, proventrikulus, gizzard, hati, pangkreas, usus halus, sekum). Hasil penelitian  menunjukan peningkatan serat kasar dengan 10% dan 20% daun murbei (fermentasi dan tidak fermentasi) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot tembolok, proventiculus, hati dan pangkreas. Tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot gizzard pada taraf 20% murbei dibanding kontrol, perlakuan 10% dan 20% berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan bobot usus halus (doudenum, jejenum, ileum) dan sekum  dibanding kontrol. Perlakuan fermentasi dan tanpa fermentasi tidak menunjukan perbedaan untuk semua parameter. Peningkatan serat kasar ransum dapat mempengaruhi bobot saluran pencernaan terutama gizzard, usus halus dan sekum. Kata kunci: Serat Kasar, Daun Murbei, Saluran Pencernaan
IMBANGAN PROTEIN DAN ENERGI BERBEDA DALAM RANSUM PUYUH FASE GROWER TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN KONVERSI RANSUM Napirah, Astriana; Has, Hamdan; Nafiu, La Ode; Bain, Ali; Saili, Takdir
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 2 (2018): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.775 KB)

Abstract

ABSTRAK             Kandungan energi dan protein pakan merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas pakan dan performans produksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh imbangan energi dan protein berbeda dalam ransum puyuh fase grower terhadap konsumsi pakan, perrtambahan bobot badan, dan konversi pakan. Seratus dua puluh DOQ disebar secara acak pada 24 unit kandang percobaan. Perlakuan yang dicobakan terdiri atas 2 level energi pakan (2700 dan 2900 kkal/kg) dan 3 level protein pakan (18, 20, dan 22%), sehingga terdapat 6 kombinasi perlakuan, yaitu R1 (2700 EM – 18% PK), R2 (2700 EM – 20% PK), R3 (2700 EM – 22% PK), R4 (2900 EM – 18% PK), R5 (2900 EM – 20% PK), dan R6 (2900 EM – 22% PK). Pakan yang dicobakan merupakan pakan self mixing. Parameter yang diamati adalah konsumi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan puyuh umur 2 hingga 6 minggu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji wilayah berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan energi-protein pakan berbeda tidak memberikan pengaruh (P>0,05) pada konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Kombinasi energi metabolisme 2700 kkal/kg dan 18% protein sudah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi puyuh periode grower.Kata Kunci: protein, energi, puyuh, grower   ABSTRACT             Energy and protein that contained in poultry feed is a factor that affect the feed quality and poultry production performance. This research aimed to study the effect of different energy and protein balance in quail feed on feed consumption, weight gain, and feed conversion ratio. One hundred and twenty day old quails were divided into 24 units enclosure research. The trial feed was consist of 2 levels of energy feed (2700 and 2900 kcal/kg) and 3 levels of crude protein (18, 20, and 22% CP), so that there were 6 combinations of treatments, i.e. R1 (2700 ME – 18% CP), R2 (2700 ME – 20% CP), R3 (2700 ME – 22% CP), R4 (2900 ME – 18% CP), R5 (2900 ME – 20% CP), R6 (2900 ME – 22% CP). The used feed was a self mixing feed. The observed parameters were feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio of quail at 2-6 weeks of age. The data obtained were analyzed using variance analysis and continued using Duncan’s multiple range test. The result showed that the balance of energy-protein in quail feed did not affect (P>0,05) feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio. The combination of 2700 kcal/kg metabolizable energy and 18% cruse protein could already maintain the needs of the grower period of quail nutrients.Keywords: protein, energy, quail, grower
PENGARUH METODE FORCE MOLTING YANG BERBEDA TERHADAP RONTOK BULU AYAM PETELUR AFKIR Fitroh, muhammad Nurdiana; Pagala, Muhammad Amrullah; Has, Hamdan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode force  molting  berbeda terhadap rontok bulu ayam ras petelur pada masa akhir produksi telur (afkir). Sebanyak 18 ekor ayam petelur strain Lohman Brown, daun lamtoro, ransum basal, dedak padi digunakan sebagai materi penelitian. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap 3 perlakuan dan 6 ulangan, perlakuan yang digunakan adalah P0 = Pembatasan pakan dan pemuasaan, P1 = Pemuasaan dan penambahan daun lamtoro 20%, P2 = Pemuasaan dan pemberian dedak padi. Perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Variable yang diamati adalah  jumlah rontok bulu leher, bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor dan bulu dada. Hasil penelitian menunjukkan: Perlakuan  force moting berbeda pada ayam petelur berpengaruh nyata (p<0.05) pada jumlah rontok bulu leher dan bulu dada tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0.05) pada jumlah  rontok bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor, selisih bobot badan dan lama masa berhenti bertelur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan force molting dengan penambahan daun lamtoro menunjukkan hasil yang lebih baik. Kata Kunci: Ayam Petelur Afkir, Rontok Bulu
KARAKTERISTIK FENOTIP DAN GENOTIP GEN cGH (Growth Hormon) PADA AYAM TOLAKI Pagala, Muhammad Amrullah; Aku, Achmad Selamet; Badaruddin, Rusli; Has, Hamdan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 1 (2018): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan mutu genetik ayam lokal melalui pendekatan genetik dan karakterisasi fenotip untuk keperluan seleksi. Gen cGH (Chicken Growth Hormon) merupakan salah satu gen yang bertanggungjawab terhadap sifat pertumbuhan ayam lokal. Ayam Tolaki adalah ayam lokal yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode fenotyping sifat produksi dan genotyping dengan Teknik PCR. Sebanyak 50 tetua ayam Tolaki dipelihara 4 minggu. Hasil Penelitian menunjukkan Rataan bobot badan ayam Tolaki berkisar antara 1.395 kg – 1.910 kg, Rataan pertambahan bobot badan sebesar 58,78 (g/ekor/minggu),  konsumsi ransum sebesar 81,37 (g/ekor/hari) dan konversi ransum 9,68. Pertambahan bobot badan pada jantan sedikit lebih tinggi (60,30 g/ekor/mg) dibandingkan dengan betina (58,42 g/ekor/mg). Pada penelitian ini berhasil diidentifikasi keberadaan gen cGH ayam Tolaki melalui ekstraksi DNA dan amplifikasi melalui mesin PCR dengan panjang Ruas DNA sebesar 399 bp. Kata Kunci : gen cGH, ayam Tolaki,  PCR, fenotipe 
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS TELUR AYAM KAMPUNG PERSILANGAN Napirah, Astriana; Has, Hamdan
Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017 Vol 1, No 1 (2017): Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.058 KB)

Abstract

Salah satu upaya optimalisasi produktivitas ayam kampung adalah melalui persilangan dengan ayam petelur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fertilitas, daya tetas dan mortalitas telur yang dihasilkan dari persilangan antara  pejantan ayam kampung dengan betina layer strain lohmann brown. Seratus butir telur tetas dibagi dalam 4 perlakuan dan 5 ulangan berdasarkan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang dicobakan adalah lama penyimpanan telur yang berbeda, yaitu 1 hari (P0), 3 hari (P1), 5 hari (P2), dan 7 hari (P4). Variabel yang diamati adalah fertilitas, daya tetas, dan mortalitas telur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji wilayah berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan mempengaruhi (P<0,05) fertilitas, daya tetas dan mortalitas telur. Penyimpanan telur selama 3 hari sebelum penetasan memperlihatkan fertilitas dan daya tetas paling tinggi, masing-masing 76±5,4% dan 79,2±5,8%, serta mortalitas paling rendah yaitu 20±1,1%. Dapat disimpulkan bahwa dalam usaha penetasan, penyimpanan telur tetas persilangan ayam kampung dengan ayam petelur lohmann brown sebaiknya tidak melebihi jangka waktu 3 hari, agar diperoleh hasil penetasan yang optimal.Kata kunci—Fertilitas Telur, Daya Tetas, Mortalitas, Ayam Kampung, Ayam Petelur
KARAKTERISTIK NUTRIEN KULIT PISANG SEBAGAI PAKAN AYAM KAMPUNG DENGAN PERLAKUAN PENGOLAHAN PAKAN YANG BERBEDA Has, Hamdan; Indi, Amiluddin; Pagala, Amrullah
Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017 Vol 1, No 1 (2017): Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.866 KB)

Abstract

Kulit pisang merupakan salah satu limbah pangan yang potensial digunakan sebagai pakan ternak unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengolahan pakan berbeda terhadap kualitas nutrien kulit pisang dalam rangka pemanfaatan sebagai pakan ayam kampung. Penelitian ini berupa penelitian ekperimental menggunakan rancangan percobaan acak lengkap empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol), P1 (rendaman NaOH 10%), P2 (fermentasi ragi tempe), P3 (fermentasi EM4).Variabel yang diamati adalah karakteristik nutrien kulit pisang yaitu bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar. data yang diperoleh dianalisis ragam dengan tingkat kepercayaan 5%, data yang berpengaruh nyata (P < 0,05) diuji lanjut menggunakan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pengolahan pakan (P1, P2, P3) dapat menurunkan (P < 0,05) kandungan bahan kering dan bahan organik dibanding kontrol, serta dapat meningkatkan kandungan protein kasar. Perlakuan P1 nyata (P < 0,05) dapat menurunkan serat kasar sedangkan P2 dapat meningkatkan serat kasar dibandingkan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa metode pengolahan pakan yang berbeda memiliki karakteristik nutrien yang juga berbeda.Kata kunci— Kulit Pisang, Karakteristik Nutrien.