Articles

Found 3 Documents
Search

PEMILIHAN PARAMETER THRESHOLD OPTIMAL DALAM ESTIMATOR REGRESI WAVELET THRESHOLDING DENGAN PROSEDUR FALSE DISCOVERY RATE (FDR) Suparti, Suparti; Tarno, Tarno; Haryono, Yon
MEDIA STATISTIKA Vol 1, No 1 (2008): Media Statistika
Publisher : Jurusan Statistika FSM Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.567 KB)

Abstract

If X is predictor variable and Y is response  variable of following model Y = f (X) +e with function f is regression which not yet been known and e is independent random variable with mean 0 and variant , hence function of f can estimate with parametric and nonparametric approach. At this paper estimate f with nonparametric approach. Nonparametric approach that used is wavelet shrinkage or wavelet thresholding method. At function estimation with method of wavelet thresholding, what most dominant determine level of smoothing estimator is value of threshold. The small threshold give function estimation very no smoothly, while  the big value of threshold give function estimation very smoothly. Therefore require to be selected value of optimal threshold to determine optimal function estimation.               One of the method to determine the value of optimal threshold is with procedure of False Discovery Rate ( FDR). In procedure of FDR, the optimal threshold determined by selection of level of significance. Smaller mount used significance progressively smoothly its .   Keywords: Nonparametric regression, wavelet thresholding estimator, procedure of False Discovery Rate
Implementation of Good Food Production Method for Kerupuk Household Industry in Sidoarjo Herlambang, Arif; Asmawati, Endah; Haryono, Yon
Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2018): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The owners of SME kerupuk Sidoarjo so far still glued to the traditional concept, that is only focus on the fulfillment of quantity, while the quality factor is still not the main focus. In order to compete in the era of free market, SME kerupuk Sidoarjo must give main focus on food quality. The focus of food quality improvement can be done through the fulfillment of food quality requirements by applying Good Food Production Methods for Household Industries (GFPM-HI). The implementation of GFPM-HI was conducted on two SMEs Sidoarjo, namely UD Dua Kelapa and Sinar Jaya. The process of applying GFPM-HI, starting from the process of identifying gender analysis pathway (gap), designing compliance requirements, implementation, and evaluation process. The evaluation results still have some criteria that have not been optimal. Overall, the process of applying CPPB-IRT UD Dua Kelapa and Sinar Jaya shows an increase in compliance scores of more than 40%.
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Produksi Pada UMKM Kerupuk Sidoarjo Asmawati, Endah; Absari, Dhiani T; Herlambang, Arif; Haryono, Yon
Teknika Vol 6 No 1 (2017): November 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.167 KB)

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakah salah satu unit usaha yang berperan cukup penting pada sektor perekonomian Indonesia. Banyaknya UMKM yang tetap eksis meskipun perekonomian nasional sedang lesu membuat UMKM menjadi unit bisnis yang dapat mengurangi pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan UMKM dalam melakukan pencatatan adminstrasi. Untuk itu dilakukan pendekatan kualitatif dengan mengambil sampel sebanyak 12 UMKM yang memproduksi kerupuk mentah di Kecamatan Krembung. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sebagian UMKM tidak melakukan pencatatan administrasi dengan baik, sehingga UMKM sering keliru pada proses produksi. UMKM berkeinginan untuk dapat melakukan pencatatan adminstrasi yang baik. Untuk itu dirancang sistem informasi produksi yang dapat dapat menyimpan data konsumen, dapat mencatat pesanan sekaligus melakukan pengecekan kemampuan produksi untuk pesanan tersebut. Selain itu dengan sistem yang baru pemilik dapat mengetahui jadwal produksi sesuai tanggal pengambilan, mengetahui stok barang (kerupuk) dan bahan baku, melihat detail pemesan (nama, asal daerah, tanggal pemesanan, tanggal pengambilan, jenis dan jumlah kerupuk), dan jumlah kelebihan kerupuk. Dengan sistem ini UMKM dapat melihat status pembayaran, apakah pelanggan sudah membayar lunas atau kurang bayar, jika kurang bayar akan terlihat berapa kekurangan yang harus dibayar pelanggan.