Articles

Found 20 Documents
Search

DETEKSI DAERAH TERCEMAR LUMPUR ASAM MENGGUNAKAN DATA LANDSAT 7 ETM BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN TANAH (DETECTING CONTAMINATED AREA BY ACID SLUDGE USING LANDSAT 7 ETM DATA BASED ON LAND SURFACE TEMPERATURE) Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol 11 No.2 Desember 2014
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1802.346 KB)

Abstract

potensi pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Salah satu bentuk limbah B3 adalah lumpur asam (acid sludge) yang merupakan campuran hidrokarbon dan asam sulfat yang berasal dari proses pembuangan pabrik lilin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi daerah tercemar lumpur asam berdasarkan suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature/LST) dari data Landsat 7 ETM multi temporal. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, penyusunan algoritma LST dari data Landsat 7 ETM berdasarkan hasil regresi dengan LST Terra-MODIS, perhitungan LST Landsat 7 ETM multitemporal dan pemantauan LST pada daerah tercemar.  Sebaran nilai LST MODIS dan Brightness Temperature(Tb) Landsat memiliki kemiripan pola sehingga MODIS dapat dijadikan acuan dalam penentuan LST dari Landsat. Untuk penentuan LST dari Landsat telah dibuat model pendugaan dari regresi linier antara LST MODIS dan Tb Landsat dengan koefisien determinasi sebesar 0.84. Berdasarkan analisis LST deret waktu pada daerah tercemar lumpur asam diketahui bahwa daerah tercemar memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah tidak tercemar.  Tidak terlihat adanya hubungan yang signifikan antara pola LST dengan proses pemulihan lahan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan lahan tercemar tidak terlalu berpengaruh terhadap suhu lumpur asam di wilayah tersebut. Kata Kunci: Limbah B3, Lumpur asam, Suhu permukaan tanah, Landsat-7 ETM
MODEL SIMULASI BANJIR MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH, STUDI KASUS KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRIDDED SURFACE SUBSURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS (FOOD SIMULATION MODEL USING REMOTE SENSING DATA, CASE STUDY OF SAMPANG REGION USING GRIDDED SURFACE HYDROLOGIC ANALYSIS METHOD) Haryani, Nanik Suryo; Pasaribu, Junita Monika; Ambarwati, Dini Oktavia
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 9 No. 2 Desember 2012
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.877 KB)

Abstract

Permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun di Kabupaten Sampang disebabkan jumlah aliran yang masuk ke Kota Sampang sangat besar, terjadinya sedimentasi yang sangat tinggi di sungai yang melintasi kota, serta kurang baiknya sistem drainase terutama di daerah permukiman perkotaan. Beberapa permasalahan tersebut akhirnya dapat memicu terjadinya banjir di Kota Sampang. Metode yang digunakan untuk model simulasi banjir adalah metode Gridded Surface Subsurface Hydrologic Analysis (GSSHA), dimana metode tersebut mampu untuk menghasilkan komponen hidrologi dengan baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: data Qmorph, Digital Elevation Model–Shuttle Radar Topography Mission (DEM-SRTM), SPOT-5 tahun 2010, peta tanah, data penampang sungai serta data lapangan. Penelitian model simulasi banjir ini menghasilkan volume banjir, debit puncak dan waktu yang digunakan untuk mencapai debit puncak banjir, yang digambarkan dalam hidrograf serta hasil perhitungan kedalaman banjir. Debit puncak yang dihasilkan oleh beberapa DAS, a.l.: DAS Klampis sebesar 5,40 m³/detik, DAS Jelgung sebesar 364788,90 m³/detik, DAS Kamoning sebesar 37,80 m³/detik, Sub DAS Kamoning sebesar 32,40 m³/detik, dan 3 DAS yang merupakan gabungan dari DAS tersebut sebesar 174059.10 m³/detik. Kata Kunci: Model simulasi banjir, GSSHA, Penginderaan jauh.
PERBANDINGAN HASIL KLASIFIKASI LIMBAH LUMPUR ASAM DENGAN METODE SPECTRAL ANGLE MAPPER DAN SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS BERDASARKAN CITRA LANDSAT - 8 (THE COMPARISON OF CLASSIFICATION OF ACID SLUDGE WITH SPECTRAL ANGLE MAPPER AND SPECTRAL MIXTURE ANALYSIS METHOD BASED ON LANDSAT-8) Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika; Fitriana, Hana Listi; Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.849 KB)

Abstract

Pemanfaatan data penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk deteksi daerah tercemar limbah B3 secara cepat dengan wilayah yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi daerah tercemar lumpur asam menggunakan data Landsat 8 dengan metode Spectral Angle Mapper (SAM), kemudian membandingkan hasil klasifikasi SAM menggunakan spektral referensi berdasarkan pengukuran spektrometer dengan spektral yang diperoleh dari endmember citra. Tingkat akurasi klasifikasi SAM dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 66,7 %, sedangkan dengan menggunakan referensi spektrometer hanya mencapai 33,3 %. Tingkat akurasi klasifikasi Spectral Mixture Analysis (SMA) dengan spektral referensi berdasarkan endmember citra adalah sebesar 62,5 %. Faktor yang mempengaruhi rendahnya akurasi adalah perbedaan yang signifikan antara profil spektral yang diperoleh dari spektrometer dengan spektral Landsat-8 akibat perbedaan spasial dan ketinggian.Kata Kunci: Limbah lumpur asam, Spectral Angle Mapper, Spectral Mixture Analysis, Landsat-8
DETEKSI LIMBAH ACID SLUDGE MENGGUNAKAN METODE RED EDGE BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH (DETECTION OF ACID SLUDGE WASTE USING RED EDGE METHOD BASED ON REMOTE SENSING DATA) Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol 11 No.2 Desember 2014
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.102 KB)

Abstract

Seiring dengan pertambahan penduduk dan industrialisasi, masalah pencemaran limbah berbahaya dan beracun (B3) semakin meningkat. Peningkatan didorong dengan penanganan tidak bijak baik dari sektor rumah tangga maupun industri. Pemantauan atau deteksi daerah atau zona yang terkena limbah adalah sangat krusial untuk mengetahui daerah mana saja yang masih terkontaminasi limbah B3. Penginderaan jauh merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk deteksi kegiatan tersebut. Beberapa penelitian telah memanfaatkan data penginderaan jauh untuk mendeteksi lokasi atau daerah terkontaminasi dengan beberapa indek vegetasi, suhu permukaan, maupun indek-indeks lainnya. Penelitian ini mengusulkan metode red edge dari data Landsat TM untuk mendeteksi pencemaran limbah B3 di Pertamina RU-V Balikpapan. Berdasarkan review yang dilakukan bahwa metode red edge potensial untuk mendeteksi limbah B3, dimana dalam hal ini deteksi limbah acid sludge dihubungkan dengan perlakuan pemulihan lahan seperti netralisasi, bioremediasi, solidifikasi  dan pematian acid sludge di daerah yang terkontaminasi dapat dilihat pergeseran spektralnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan pola red edge yang dihasilkan, dapat dilakukan pemantauan kondisi limbah B3 yang sudah mengalami perlakuan atau belum. Kata kunci: Limbah B3, Acid Sludge, red edge, Spektral, Infra merah
ANALISIS PERUBAHAN HUTAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT Haryani, Nanik Suryo
Jurnal Ilmiah Widya Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Widya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.218 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai hutan mangrove paling luas di dunia, tetapi di sisi lain terdapat permasalahan yaitu terdapat kegiatan deforestrasi, yang berakibat terjadinya perubahan lingkungan ekosistem pesisir, dan berdampak pada penurunan segi fisik, biologi, dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya perubahan hutan mangrove dengan menggunakan citra landsat tahun 2001-2011 di Kabupaten Probolinggo. Hasil yang diperoleh berdasarkan hasil pengolahan citra landsat tahun 2001dan tahun 2011 selama kurun waktu sebelas tahun terjadi adanya perubahan luas hutan mangrove, dimana perubahan luas yang dominan terjadi penambahan adalah di  Desa Tambakrejo seluas 25,57 hektar, di Desa Lemahkembar seluas 22,46 hektar dan di Desa Mangunharjo seluas 17,66 hektar. Sedangkan perubahan luas hutan mangrove, dimana terjadi penurunan luas hutan mangrove yang kurang dominan terjadi di Desa Sumberanyar seluas 3,25 hektar, Desa Bayeman seluas 1,82 hektar, dan Desa Dungun seluas 1,31 hektar.
ANALISIS TANAH LONGSOR DI TENJOLAYA MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH Haryani, Nanik Suryo
MAJALAH ILMIAH WIDYA 2012
Publisher : MAJALAH ILMIAH WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.242 KB)

Abstract

The landslide in Tenjolaya Village, Pasir Jambu Sub district, Bandung District on February 23, 2010 was triggered by a heavyrainfall on previous day. The aim of the research is to analyze the landslide occurrence based on remote sensing data in TenjolayaVillage. The data analyze uses satellite images MTSAT-1R and QMORPH, and physical condition around Bandung, which can beseen from various remote sensing images, among others ALOS and IKONOS images. The result of rainfall analysis from MTSATsatellite shows a probability of heavy rainfall on previous day, and QMORPH data shows the heavy to very heavy rainfall. MeanwhileALOS and IKONOS images shows that the morphology around the landslide area is a tea plantation field located in the high mountainouscoverage with landslide sensitive properties.
ANALISIS TANAH LONGSOR DI TENJOLAYA MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH Haryani, Nanik Suryo
MAJALAH ILMIAH WIDYA 2012
Publisher : MAJALAH ILMIAH WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.598 KB)

Abstract

The landslide in Tenjolaya Village, Pasir Jambu Sub district, Bandung District on February 23, 2010 was triggered by a heavyrainfall on previous day. The aim of the research is to analyze the landslide occurrence based on remote sensing data in TenjolayaVillage. The data analyze uses satellite images MTSAT-1R and QMORPH, and physical condition around Bandung, which can beseen from various remote sensing images, among others ALOS and IKONOS images. The result of rainfall analysis from MTSATsatellite shows a probability of heavy rainfall on previous day, and QMORPH data shows the heavy to very heavy rainfall. MeanwhileALOS and IKONOS images shows that the morphology around the landslide area is a tea plantation field located in the high mountainouscoverage with landslide sensitive properties.
DINAMIKA SIKLON TROPIS DI ASIA TENGGARA MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH Haryani, Nanik Suryo; Zubaidah, Any
MAJALAH ILMIAH WIDYA 2012
Publisher : MAJALAH ILMIAH WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.083 KB)

Abstract

Tropical cyclone is the form of extreme weather disturb. The growth of tropical cyclone is originated by tropical depressionor the center of an intensive low pressure above the ocean, triggering convection process and the intensive forming of cloud. Theaim of the research is to obtain the information of the extreme weather condition in the form of tropical depression and tropicalcyclones particularly the movement location of tropical cyclones and the influence coverage area in Indonesia. This method usedobservation and analyzing the impact of tropical cyclones in Indonesia area, and mapping its position based on latitude and longitudeof cyclone Centrum. The result of tropical cyclone monitoring in 2010 shows that tropical cyclone in Southern Indonesian area orIndian Ocean lasted in January, part of March and December 2010. Meanwhile, the tropical cyclone in Northern Indonesian areaon South China Sea and West Pacific was lasted in April , May, July, August, September, October, November and part of March 2010.Tropical cyclone on March 2010 did not show an orderly pattern. On May 2010, the tropical cyclones are simultaneously happen inthe northern and southern of Indonesia. In 2010 the concentration of tropical cyclone is heavily taken place in northern part ofIndonesia.
DETECTION OF ACID SLUDGE CONTAMINATED AREA BASED ON NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) VALUE Haryani, Nanik Suryo; Sulma, Sayidah; Pasaribu, Junita Monika
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.278 KB) | DOI: 10.30536/j.ijreses.2014.v11.a2598

Abstract

The solid form of oil heavy metal waste is  known as acid sludge. The aim of this research is to exercise the correlation between acid sludge concentration in soil and NDVI value, and further studying the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) anomaly by multi-temporal Landsat satellite images. The implemented method is NDVI.  In this research, NDVI is analyzed using the  remote sensing data  on dry season and wet season.  Between 1997 to 2012, NDVI value in dry season  is around – 0.007 (July 2001) to 0.386 (May 1997), meanwhile in wet season  NDVI value is around – 0.005 (November 2006) to 0.381 (December 1995).  The high NDVI value shows the leaf health or  thickness, where the low NDVI indicates the vegetation stress and rareness which can be concluded as the evidence of contamination. The rehabilitation has been executed in the acid sludge contaminated location, where the high value of NDVI indicates the successfull land rehabilitation effort.
THE UTILIZATION OF REMOTE SENSING DATA TO SUPPORT GREEN OPEN SPACE MAPPING IN JAKARTA, INDONESIA Fitriana, Hana Listi; Sulma, Sayidah; Febrianti, Nur; Nugroho, Jalu Tejo; Haryani, Nanik Suryo
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.847 KB) | DOI: 10.30536/j.ijreses.2018.v15.a2890

Abstract

Green open space becomes critical in maintaining the balance of the environment and improving the quality of urban living for a healthy life. The use of remote sensing data for calculation of green open space has been done notably using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) method from Landsat 8 and SPOT data. This research aims to calculate the accuracy of the green open space classification from multispectral data of Landsat 8 and SPOT 6 using the NDVI methods. Green open space could be assessed from the value NDVI. The value of NDVI generated from Landsat 8 and SPOT 6’s Red and NIR channels. The accuracy of NDVI values is then examined by comparing with Pleiades data. Pleiades data which has 50 cm panchromatic resolution and 2 m multispectral with 4 bands (B, G, R, NIR) can precisely visualize objects. So, it can be used as the reference in the calculation of the green open space based on NDVI. The results of the accuracy testing of Landsat 8 and SPOT 6 image could be used to identify the green open space by using NDVI SPOT of 6 can increase the accuracy of 5.36% from Landsat 8.