Mugi Hartoyo
Nursing Department, Polytechnic Health Ministry of Semarang

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH AYAH DAN IBU DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD ISLAM AL-AZHAR 14 KOTA SEMARANG Budiyati, -; Wanda, Dessie; Hartoyo, Mugi
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.491 KB)

Abstract

Saat ini prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan. Akibat buruk dari obesitas adalah dapat menimbulkan berbagai penyakit kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antaraIndeks Massa Tubuh ayah dan ibu dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di SD Islam Al-Azhar 14 Semarang. Desain penelitian ini deskriptik korelatif dengan cross sectional study. Dengan teknik stratified simple random sampling, didapatkan jumlah sampel 80 responden. Sebagian besar  responden adalah laki-laki dengan rata-rata usia 8,55 tahun. Rata-rata jumlah anak dalam keluarga 2,51 dengan jumlah anak antara satu sampai dengan lima anak. Terdapat hubungan yang bermakna antara IMT ayah (p=0,000) dan IMT ibu (p=0,000)  dengan kejadian obesitas pada anak.  Kata kunci: Anak usia sekolah, obesitas, IMT orang tua.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH AYAH DAN IBU DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD ISLAM AL-AZHAR 14 KOTA SEMARANG Budiyati, -; Wanda, Dessie; Hartoyo, Mugi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Saat ini prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan. Akibat buruk dari obesitas adalah dapat menimbulkan berbagai penyakit kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antaraIndeks Massa Tubuh ayah dan ibu dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di SD Islam Al-Azhar 14 Semarang. Desain penelitian ini deskriptik korelatif dengan cross sectional study. Dengan teknik stratifiedsimple random sampling, didapatkan jumlah sampel 80 responden. Sebagian besar  responden adalah laki-laki dengan rata-rata usia 8,55 tahun. Rata-rata jumlah anak dalam keluarga 2,51 dengan jumlah anak antara satu sampai dengan lima anak. Terdapat hubungan yang bermakna antara IMT ayah (p=0,000) dan IMT ibu (p=0,000)  dengan kejadian obesitas pada anak.  Kata kunci: Anak usia sekolah, obesitas, IMT orang tua.
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: STIMULASI PERSEPSI SESI I-III TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL DAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Wibowo, Feri; -, Sujarwo; Hartoyo, Mugi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penderita gangguan jiwa dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan dengan berbagai faktor penyebab yang bervariasi. Dari survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2005 prevalensi gangguan jiwa di Indonesia mencapai 264 per 1000 penduduk. Diperkirakan 2-3 % dari jumlah penduduk Indonesia menderita gangguan jiwa berat. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang ditentukan dengan total sampling. Pada karakterisitik responden gangguan jiwa jenis kelamin laki-laki terbesar yaitu sebanyak 28 (70%), usia yang paling tinggi antara 21-30 tahun sebanyak 18 (45%), pendidikan paling tinggi adalah berpendidikan SD sebanyak 20 (50%), dan pekerjaan paling banyak adalah tidak bekerja sebanyak 14 (35%) dan buruh 13 (32,5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara TAK stimulasi persepsi sesi I-III terhadap kemampuan mengenal dan mengontrol perilaku kekerasan. Hasil penelitian variabel mengenal perilaku kekerasan sebelum diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi dengan p-value 0,000, dan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan sebelum diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian TAK stimulasi persepsi yang dilakukan secara intensif dan efektif dapat meningkatkan kemampuan klien dalam mengenal dan mengontrol perilaku kekerasan. Kata kunci : Perilaku Kekerasan, TAK Stimulasi Persepsi, Mengenal, Mengontrol
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN KLIEN PERILAKU KEKERASAN DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Rusmiati, Iis Tri; Nugroho, Arief; Hartoyo, Mugi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jumlah gangguan jiwa tahun 2010 di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang mencapai 3.914 orang dengan angka kekambuhan 11,5%. Salah satu faktor yang mempengaruhi kekambuhan setelah pasca perawatan di rumah sakit adalah pola komunikasi keluarga, maka perlu diketahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan frekuensi kekambuhan klien perilaku kekerasan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan frekuensi kekambuhan klien perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian ini adalah koefisien korelasi dengan jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan frekuensi kekambuhan klien perilaku kekerasan  adalah p = 0,013 > 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan keluarga yang menerapkan pola komunikasi fungsional dapat meningkatkan komunikasi secara efektif sehingga isi pesan dapat dimengerti klien, sedangkan keluarga yang menerapkan pola komunikasi disfungsional diharapkan mampu mengajak klien berkomunikasi secara terbuka dan jelas sehingga dapat meminimalkan kekambuhan. Kata kunci : Pola komunikasi, Keluarga, Frekuensi kekambuhan
PENGARUH TERAPI KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KEMAMPUAN BERINTERAKSI KLIEN ISOLASI SOSIAL DI RSJD DR.AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Siskayanti, Astia; Nugroho, Arief; Hartoyo, Mugi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi sosial merupakan keadaan di mana individu mengalami kesulitan membina hubungan dengan orang lain. Salah satu upaya untuk menangani individu dengan isolasi sosial dalam keperawatan adalah dengan komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial di RSJD DR. Amino Gondohutono Semarang. Desain penelitian ini adalah pre-post test one group, dengan metode pengambilan sampel yaitu dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan checklist dan dianalisis dengan uji Wilcoxon (Wilcoxon Sign Rank Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi teraputik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial, dengan p-value 0,000. Bagi pelayanan keperawatan disarankan dapat memberikan komunikasi terapeutik dengan baik dan benar dan secara terus-menerus untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi klien isolasi sosial. Serta diharapkan keluarga dapat membantu kelangsungan proses peningkatan kemampuan berinteraksi klien, dengan memberikan komunikasi yang baik dan benar terhadap klien apabila klien berada di lingkungan rumah.  Kata kunci: komunikasi terapeutik, interaksi, isolasi sosial
Predictors Factors of Mortality of Patients Suffering from Severe Head Injury in Emergency Department at General Hospital Tugurejo Semarang Hartoyo, Mugi; Raharjo, Sarkum Setyo; Budiyati, Budiyati
Jurnal Riset Kesehatan Vol 1, No 3 (2012): September 2012
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3512.799 KB)

Abstract

This research is a descriptive correlation study with cross sectional design to search the relation factors affecting mortality among severe head injury patients. Data of the study was collected from medical record of patients suffering from severe head injury who admitted at energency department of Tugurejo general hospital Semarang during Nopember 2010 until Oktober 2011. From 57 respondents, 19 people passed away during obtaining treatment at emergency department. There were three factors related to mortality of severe head injury patients. Theese were blood pressure on emergency department (ED) admission (p = 0,000), GCS on admission (p = 0,000), and Injury Severity Score (ISS) (p = 0,000). The logistic regression biner resulted that there were no dominant factors related to mortality of severe head injury patients (p>0,05). The odd ration of blood pressure variable is the hightes (0,688) compare to other variables such as GCS (OR = 0,281) and ISS (0,594).
InfluencetheManagement ofAsepticTechniqueWoundManagement OpenStageII-IIIGenesisAgainstInfection At theGeneral Hospital Daerah Sunan KalijagaDemak Sarkum, Sarkum; Hartoyo, Mugi; Utomo, Tri Arum
Jurnal LINK Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7061.719 KB)

Abstract

Infection is kolonalisasi conducted by foreign species of host organisms, and are Pilang harm the host (Brunner and Suddarth, 2002). Based on preliminary survey Kenanga room Sunan Kalijaga Demak Hospital in January - March 2010 there were 109 patients with open wounds stage I-III due to accidents, there were 9% (9 patients), wound infection characterized by pus out of wounds, sores and dirty looks wet. The purpose of the research was to determine the effect of the management of aseptic techniques in open wound treatment stage II-III on the incidence of infection in Kenanga room Hospitals Sunan Kalijaga Demak. Quasi-experimental research design, methods of correlation. The population of patients open wounds with stage II -III in hospitals Sunan Kalijaga Demak (15 September to 30 October 2010 and 14 - 24 January 2011), the sample is 25 patients. Research tool dalah observation sheet. To determine the influence of the management of aseptic technique in handling the open wound stage II-III on the incidence of infection in Kenanga room hospitals Sunan Kalijaga Demak. Respondents were male sex (88 %), surgery or an open wound for wound surgery hernia respondents (44%) and average treatment time 6 days. Type of clean wounds 24 (96 %) clean contaminated wounds 1 (4 %). Respondents were infected wound 4 (16 %). From the analysis wilcoxon nilai p value 0,048 < 0,05, so that there is effect the management of aseptic technique in handling the open wound stage II-III on the incidence of infection in Kenanga room hospitals Sunan Kalijaga Demak. The results can be used as a reference in improving and developing methods of prevention and treatment of infection is open sores, especially stage II-III in Kenanga room hospitals Sunan Kalijaga Demak.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH AYAH DAN IBU DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD ISLAM AL-AZHAR 14 KOTA SEMARANG Budiyati, -; Wanda, Dessie; Hartoyo, Mugi
Jurnal Keperawatan Anak Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan. Akibat buruk dari obesitas adalah dapat menimbulkan berbagai penyakit kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antaraIndeks Massa Tubuh ayah dan ibu dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di SD Islam Al-Azhar 14 Semarang. Desain penelitian ini deskriptik korelatif dengan cross sectional study. Dengan teknik stratified simple random sampling, didapatkan jumlah sampel 80 responden. Sebagian besar  responden adalah laki-laki dengan rata-rata usia 8,55 tahun. Rata-rata jumlah anak dalam keluarga 2,51 dengan jumlah anak antara satu sampai dengan lima anak. Terdapat hubungan yang bermakna antara IMT ayah (p=0,000) dan IMT ibu (p=0,000)  dengan kejadian obesitas pada anak.  Kata kunci: Anak usia sekolah, obesitas, IMT orang tua.
Role of Nurse as Care Giver and Advocator In The Ward, Era National Health Insurance (NHI) Program Indriati, Indriati; Hartoyo, Mugi; Dwiningsih, Sri Utami
Journal Of Nursing Practice Vol 2 No 1 (2018): Journal Of Nursing Practice
Publisher : STIKes Surya Mitra Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v2i1.36

Abstract

Background: There are many National Health Insurance (NHI) participants who do not yet understand the mechanism of NHI services, including clients who are hospitalized.  The phenomena that exist on the field, that the client will enlist the help of health professionals who are always in the ward, especially nurses, to provide information on all matters, including NHI. On the other hand, nurses have a major role in caring for clients, based on their duties and functions. Purpose : This study aims to determine if there is expansion of the role of nurses  as care giver and advokator   in the inpatient unit, era NHI program. Methods : This research is a descriptive study of the role of nurses as care giver and advokator in inpatient era NHI program, employing triangulation method. Respondents were 64 inpatient clients registered as NHI participants in the Hospital Semarang assigned by proportional simple random sampling, and four nurses. Result : The results showed that there are expanding the role of nurses as care giver and advocator in the inpatient unit, era NHI program. Conclusion : With the implementation of NHI program, the roles of nurses as care giver and advokator has expanded in the inpatient unit. BPJS/NHI parties need to disseminate information relating to NHI to nurses, as well as the need to be given compensatory reward for nurses
Role of Nurse as Care Giver and Advocator In The Ward, Era National Health Insurance (NHI) Program Indriati, Indriati; Hartoyo, Mugi; Dwiningsih, Sri Utami
Journal Of Nursing Practice Vol 2 No 1 (2018): Journal Of Nursing Practice
Publisher : STIKes Surya Mitra Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v2i1.36

Abstract

Background: There are many National Health Insurance (NHI) participants who do not yet understand the mechanism of NHI services, including clients who are hospitalized.  The phenomena that exist on the field, that the client will enlist the help of health professionals who are always in the ward, especially nurses, to provide information on all matters, including NHI. On the other hand, nurses have a major role in caring for clients, based on their duties and functions. Purpose : This study aims to determine if there is expansion of the role of nurses  as care giver and advokator   in the inpatient unit, era NHI program. Methods : This research is a descriptive study of the role of nurses as care giver and advokator in inpatient era NHI program, employing triangulation method. Respondents were 64 inpatient clients registered as NHI participants in the Hospital Semarang assigned by proportional simple random sampling, and four nurses. Result : The results showed that there are expanding the role of nurses as care giver and advocator in the inpatient unit, era NHI program. Conclusion : With the implementation of NHI program, the roles of nurses as care giver and advokator has expanded in the inpatient unit. BPJS/NHI parties need to disseminate information relating to NHI to nurses, as well as the need to be given compensatory reward for nurses