This Author published in this journals
All Journal T R A K SI
Sigit Budi Hartono
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PRESURELESS SINTERING TERHADAP FRACTURE TOUGHNESS KOMPOSIT KAOLIN-ZIRCONIA Hartono, Sigit Budi
T R A K SI Vol 12, No 2 (2012): MAJALAH ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh presureless sinteringterhadap fracture toughness komposit Kaolin-Zirconia. Kaolin(2SiO2.Al2O3.2HO), suatu material keramik yang telah digunakan secara luas pada industri keramik. Zirconia (ZrO2) biasanya digunakan sebagai media untuk meningkatkan fracture toughness suatu material yang dikenal dengan ZTC (Zirconia Toughened Ceramics) misalnya: ZTA (Zirconia Toughened Alumina) dan ZTM (Zirconia Toughened Mullite). Dalam penelitian ini, komposisi berat Zirconia divariasikan dari 0%, 3%, 6%,9%, 12%, 15%, dan 18% terhadap matrik Kaolin. Spesimen dibuat dengan tekanan kompaksi uniaxial 25 MPa dalam bentuk balok. Dimensispesimen balok (50x10x8)mm2 dengan retak awal ditengah (SENB) untuk uji fracture toughness dan disinter pada suhu 1500oC selama 1 jam. Spesimen fracture toughness dipolis dan diuji dengan metode single edgenotched beam (SENB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fracture toughness naik dari 0,73 MPa.m (0% berat Zirconia) menjadi 0,96 MPa. m 0,5 (15% berat Zirconia) dan turun pada18% berat Zirconia.Kata Kunci: Fracture Toughness, Kaolin, Zirconia
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN CETAKAN KERAMIK DENGAN METODE CAD/CAM/CNC PADA INDUSTRI KERAMIK KASONGAN Hartono, Sigit Budi; Heryana, Firman
T R A K SI Vol 13, No 2 (2013): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi dalam pembuatan produk diberbagai bidang industri terus dikembangkan guna meningkatkan efisiensinya. Demikian juga halnya dengan industri keramik yang selama ini semakin banyak diaplikasikan sebagai kebutuhan rumah tangga. Dalam proses produksinya, industri keramik secara berangsur-angsur menggunakan proses otomatis untuk menggantikan proses manual. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembuatan master keramik dengan menggunakan Mesin CNC di industri keramik Kasongan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan keramik dengan menggunakan Mesin CNC. Analisis proses pemesinan yang dilakukanmeliputi parameter pemesinan, waktu dan hasil atau produk. Pembuatan master keramik menggunakan Mesin CNC Freis tipe Roland EGX 600 yang terlebih dahulu dirancang dengan software ArtCAM Pro dengan desain grafis berupa vektor. Bahan yang digunakan untuk membuat master keramik adalah stone gypsum. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan mata pahat dalam pemesinan harus disesuaikan dengan bentuk relief yang akan dibuat. Semakin kecil dan rumit relief yang akan dibuat maka akan semakin kecil pula diameter pahat dapat digunakan. Sedangkan untuk mengurangi getaran pada saat pemesinan, dapat dilakukan dengan mengurangi kecepatan spindle (rpm) danmenurunkan tebal pemakanan.
PENENTUAN UMUR BANTALAN LUNCUR TERLUMASI BERDASAR LAJU KEAUSAN BAHAN Kuntara, Hasta; Gunawan, Sigit; Hartono, Sigit Budi
T R A K SI Vol 14, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat perumusan teoritik umur bantalan luncur terlumasi berdasar volume keausan bahan bantalan yang saling kontak dengan pendekatan kajian pustaka menggunakan variabel-variabel linier maupun variabel pembagi yang berkaitan langsung dengan keausan bantalan, yang selama ini belum banyak dipakai sebagai salah satu penentuan umur bantalan luncur. Penelitian dilakukan dengan melakukan kajian perumusan, persamaanpersamaan, teori serta konsep-konsep keausan bahan dan pelumasan pada suatu kontak permukaan yang telah ada, yang bersumber  dari handbook ASM, text book, penelitian pada jurnal nasional maupun internasional. Pembuatan formulaatau persamaan ini mengacu pada persamaan keausan abrasif dengan memformulasikan  dengan persamaan maupun variabel-variabel keausan L, k, F, V, ξ dan A sebagai variabel linier serta C, ν, dan H sebagai variabel pembagi terhadap Va, untuk mendapatkan volume keausan. Keausan ini kemudian menjadi penentu umur bantalan luncur dengan konsep pengurangan ukuran bantalan akibat keausan terhadap kondisi standarnya, dengan menganggap keausan merata radial. Penelitian ini menghasilkan formula penentuan umur bantalan luncur terlumasi berdasar keausan bahan bantalan terlumasi, dengan pendekatan Va/t sebagai laju keausannya dan Vp, serta Vps. Va = +.,.-.../.01.2.3 , Va/t merupakan formula laju keausan yang didapat, penentuan umur dengan melakukan pengurangan ∆V = Vs - Vps , Vs : volume standar awal bantalan, Vps : volume tersedia. Sehingga umur  t adalah waktu yang dapat ditentukan dari selisih volume standar terhadap laju volume Va/t,   t = ∆,,&56
VARIASI UKURAN PASIR CETAK TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK CORAN SCRAP PISTON SEPEDA MOTOR Gunawan, Sigit; Hartono, Sigit Budi
T R A K SI Vol 15, No 1 (2015): MAJALAH ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi ukuran besar butir pasir cetak terhadap kekerasan dan kekuatan tarik coran scrap aluminium piston sepeda motor. Aluminium merupakan logam yang ringan (berat jenis 2.56 kg/m3 atau 1/3 berat jenis tembaga) kekuatan tarik maksimum dalam keadaan dingin 17 – 20 kg/cm 2 , dan titik cairnya 660ºC, sedangkan titik didihnya 1800°C. Variabel penelitian adalah besar butir pasir silika. Variasi besar butir pasir silika 140 mesh, 130 mesh, 120 mesh, 110 mesh, dan 100 mesh. Proses pengecoran dilakukan dengan cara mencairkan scrap aluminium piston sepeda motor, dilanjutkan dengan penuangan logam cair dalam cetakan pasir silika dengan tingkat kehalusan pasir 140 mesh, 130 mesh, 120 mesh, 110 mesh, dan 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kekasaran pasir silika menyebabkan kekerasan meningkat tetapi kekuatan tarik cenderung menurun. Kekerasan rata-rata tertinggi 84,90 HB pada 120 mesh, dan kekuatan tarik rata-rata tertinggi 14,92 kg/mm2 pada 130 mesh.