p-Index From 2014 - 2019
26.823
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) International Journal of Public Health Science (IJPHS) International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Bestari Indonesian Journal of Geography Sainsmedika TESLA Jurnal Teknik Elektro UNTAR Jurnal Ilmu Pendidikan Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan HUMANIORA LITERA Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Pythagoras Jurnal Rekayasa Mesin Jurnal Ilmiah Dinamika Bahasa dan Budaya KINESIK Jurnal Energi Dan Manufaktur MEDIA MEDIKA INDONESIANA TEKNIK KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan GEMA TEKNOLOGI BERKALA FISIKA JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS Jurnal Pendidikan Progresif IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal INSANIA Prosiding Seminar Biologi Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) KUMARA CENDEKIA Jurnal Fisioterapi BIOTROPIA Jurnal Bumi Indonesia Journal of Information System for Public Health Berkala Ilmu Kedokteran Majalah Ilmiah Matematika Komputer Jurnal Sains Dasar Jurnal Kreatif Tadulako Online TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Journal of Education and Learning EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Jurnal Manusia dan Lingkungan Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Jurnal Kesehatan Masyarakat Abdimas JEJAK Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Teknosains Jurnal S2 Pendidikan Sains Geoplanning Journal Journal of Applied Finance and Accounting Majalah Geografi Indonesia Jurnal Transportasi Jurnal Celtic Agridevina : Berkala Ilmiah Agribisnis Jurnal Infra Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Ketahanan Nasional Potensia Jurnal Riset Pendidikan Matematika AKSIOMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Program Kreativitas Mahasiswa - Gagasan Tertulis Jurnal NERS Journal Industrial Servicess Journal of Southeast Asian Applied Geology International Journal of Advances in Intelligent Informatics Journal of Mathematics and Mathematics Education Global Medical & Health Communication (GMHC) KEMBARA Jurnal Teknologi Pertambangan Jurnal Pendidikan Islam Muhammadiyah Journal Of Nursing Suhuf Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Forum Geografi GEA, Jurnal Pendidikan Geografi JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Orbith BANGUN REKAPRIMA JURNAL PROFESI KEGURUAN Jurnal Fisika FLUX EDULITE: Journal of English Education, Literature and Culture Pembaharuan Hukum REINWARDTIA BERITA BIOLOGI Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia BAHASA DAN SENI Sriwijaya University Learning and Education International Conference Indonesian Journal of Nursing Practices Catharsis The Journal of Educational Development Universa Medicina Unnes Science Education Journal PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Paediatrica Indonesiana Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Health Notions Jurnal Taman Vokasi MAJALAH ILMIAH GLOBE Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Seminar Nasional Pendidikan IPA Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Register Journal JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah METODE Indonesian Mining Journal PROFIT PROMINE JURNAL CENDEKIA HUKUM Hasanuddin Journal of Applied Business and Entrepreneurship Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan Jurnal Proyek Teknik Sipil Prosiding Seminar Nasional Pakar Perspektif Ilmu Pendidikan Al-Khidmah Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Majalah Ekonomi WAHANA Jurnal Surya Masyarakat International Journal of Trends in Mathematics Education Research Efektor International Journal of Public Budgeting, Accounting and Finance Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi APPROACH: Jurnal Teknologi Penerbangan Jurnal Penelitian Ecobuss: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Jurnal Farmasi Indonesia GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesian Mining Journal Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan UPEJ Unnes Physics Education Journal Journal of Innovative Science Education INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Unnes Journal of Mathematics Education Research BUANA SAINS Journal of Primary Education International Journal of Active Learning Jurnal Seni Tari YARSI Medical Journal JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Jurnal Agritechno Jurnal Inovasi Pendidikan Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Bisnis dan Manajemen Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Jurnal Kesmas Prima Indonesia
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : Catharsis

The Value of Srikandi Mustakaweni Act in Wayang Wong Bocah Tjipta Boedaja Residence Magelang Amsari, Uli; Cahyono, Agus; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 8 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.121 KB) | DOI: 10.15294/catharsis.v7i2.28462

Abstract

Wayang Wong Bocah in Tjipta Boedaja Residence is one of the performing arts filled with value and relevant to be inculcated for children. Wayang Wong Bocah is performed by children. The purpose of this research is to analyze and describe the inculcation of value through Wayang Wong Bocah performance with Srikandi Mustakaweni act. Qualitative method with ethno-choreology and arts education approaches were used in this research. The data were collected through observation, interview, and documentary study. The data were validated using investigators triangulation technique, and analyzed by discribing, discreening, interpreting, and evaluating. The result shows that inculcation of value for children can be done through plot and model performed by children. Plot helps them to learn about good or bad, while model helps them distinguish an exemplary behavior as shown by Srikandi who was responsible, and not exemplary behavior as shown by Mustakaweni who was dishonest. The values that appear in the story such as honesty, responsibility, curiosity, patriotism, peacefulness, and hard-work. It is concluded that those values can be the guidelines about good or bad for children. Those values are expected to be implemented in daily basis.
RESISTENSI LARAS MADYA DUSUN SUCEN DESA TRIHARJO KECAMATAN SLEMAN YOGYAKARTA Adzkia, Sagaf Faozata; Sunarto, Sunarto; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.909 KB)

Abstract

Laras Madya Dusun Sucen adalah seni musik tradisi Islam Jawa yang mengadopsi teks Serat Wulangreh karya Pakubuwono IV sebagai syairnya. Instrumen pengiring Laras Madya terdiri dari kendang, terbang dhana, terbang gong, dan sharon dua bilahan/kenthing. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana dominasi budaya massa pada Laras Madya Dusun Sucen? dan bagaimana proses resistensi Laras Madya Dusun Sucen?. Pendekatan pada penelitian ini adalah interdisiplin ilmu sosio-antropologi. Menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Dusun Sucen, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Adanya dominasi budaya massa pada lingkup kelompok Laras Madya Dusun Sucen melalui media massa. (2) Adanya proses resistensi melalui bentuk keorganisasian dalam kelompok.
NILAI BUDI PEKERTI PADA RAGAM GERAK TARI TOPENG LANYAPAN ALUS KABUPATEN TEGAL Putriningtyas, Irchami; Lestari, Wahyu; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.437 KB)

Abstract

Tari topeng Lanyapan Alus dilatarbelakangi oleh nilai-nilai budi pekerti, moral serta budaya yang berlaku di desa Salarang Lor. Masalah penelitian pertama strukrur ragam gerak tari Topeng Lanyapan Alus. Kedua, nilai budi pekerti yang terkandung pada ragam gerak tari Topeng Lanyapan Alus. Ketiga relevansi ragam gerak tari Topeng Lanyapan Alus terhadap nilai budi pekerti. Pendekatan dalam penelitian ini adalah interdisiplin dengan melibatkan koreografi sebagai materi yang dikaji dengan disiplin ilmu budaya atau antropologi. Metode kualitatif. Lokasi penelitian di desa Slarang Lor. Teknik pengumpulan menggunakan trianggulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif. Hasil penelitian pertama, struktur ragam gerak tari Topeng Lanyapan Alus memiliki 102 motif, 23 frase, 9 kalimat, dan 3 gugus. Kedua, nilai budi pekerti yang ditemukan yaitu sabar, ikhlas, jujur, dan memetri. Ketiga, relevansi ragam gerak lontang yaitu menjalani hidup dengan selalu menerima atas kehendak Tuhan, relevansi ragam gerak entrakan yaitu mampu menerima dengan hati lapang, relevansi ragam gerak ipit-ipit yaitu hidup dengan selalu menegakan kebenaran dan keadilan, dan relevansi ragam gerak geyol yaitu menjalani hidup dengan selalu menjaga yang dimiliki. Saran dari penelitian ini, perlu adanya pementasan rutin tari Topeng Lanyapan Alus yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tegal, agar tari Topeng Lanyapan Alus tetap lestari.Mask dance Lanyapan Alus background by manners values, moral and cultural applicable in the village Salarang Lor. The raised first structure of motion mask dance Lanyapan Alus. Second, manners values are contained in of motion mask dance Lanyapan Alus. Third, the relevance of motion dance masks Lanyapan Alus against the value of manners. The approach is interdisciplinary, involving choreography as by cultural or anthropological disciplines. The method is qualitative. Location research in the Slarang Lor,. The data techniques using triangulation. Data analysis technique data analysis. The results show: first, the structure of motion dance masks Lanyapan Alus has 102 motif, 23movement phrases, 9 sentences, and 3 groups. Second, the value of manners that found that patient, sincere, honest, and memetri. Third, the relevance of motion lontang namely through life always accept the will of God, relevance entrakan motion that is able to receive with open heart, relevance ipit-ipit of motion which is living with the always uphold truth and justice, and the relevance geyol of motion that live by always keeping owned. Suggestions from this study, the need for routine staging Lanyapan Alus mask dance organized by the Department of Culture Tegal regency, so dance masks Lanyapan Alus remain stable.
PROSES PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BIOLA DI SD BUDI MULIA DUA YOGYAKARTA Normalita, Adityas; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.051 KB)

Abstract

This research aims to understand: (1) a learning process the viola di primary school budi mulia two jogjakarta; (2) the process of planting the values of character that was found at the time of learning the viola di primary school budi mulia two yogyakarta .This research adopting both interdisiplin in the form of the qualitative study with the method of analysis deskritif the process of planting nilai- nailai  character,  data  collection  technique  uses  observation  ,  interviews  and  document  the study.The results of the study obtained that: (1) there are learning violin has been based on the process has fulfilled procedure of 3 domain the phase early, stage stuffing and the cover.In addition teachers also already have a syllabus in every levels, (2) The process of planting values character is implanted early to their students primary school budi mulia two yogyakarta.Through learning violin indirectly students have values character identified through learning violin.Values character that was found in learning violin in primary schools budi mulia two yogyakarta is; 1; value religious; 2.value disipli; 3; value tolerance; 4.value of this trait; 5.value love of the land water;        
PERTUNJUKAN KESENIAN PATHOL SARANG DI KABUPATEN REMBANG Kinesti, Rakanita Dyah Ayu; Lestari, Wahyu; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.049 KB)

Abstract

Kesenian Pathol Sarang adalah kesenian tradisional yang sampai saat ini masih eksis di masyarakat Rembang. Interaksi dalam kesenian Pathol Sarang yang terjadi bukan lagi sebatas dialog, namun terjadi kontak fisik antar pemain dengan pemain. Keunikan kesenian Pathol Sarang juga terletak pada jenis pertunjukan yang tidak semestinya seperti pertunjukan lain. Pertunjukan yang dipentaskan di pinggir laut dan dimainkan oleh para nelayan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan bentuk pertunjukan kesenian Pathol Sarang dan menganalisis proses interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian yang pertama adalah bentuk kesenian Pathol Sarang yang ditinjau dari pelaku seni yang semua berjenis kelamin laki-laki mempunyai gerak murni dan maknawi yang berias tanpa make up dan berbusana memakai baju hitam dan celana hitam dengan ikat kepala dan property berupa udhet. Interaksi yang ditemukan adalah interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain, pemain dengan penonton. Interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain adalah kontak fisik yaitu dengan saling merangkul posisi kaki kuda-kuda dan saling mendorong untuk bergulat, interaksi yang terjadi antar pemain dan penonton adalah komunikasi sebelum bertanding pelandang(wasit) mencari lawan untuk pemain(pathol) yang bertanding diambil dari penonton. Saran untuk seniman, gerakan Pathol Sarang lebih dikembangkan lagi dengan menambahkan tarian pembuka sebelum pertunjukan dimulai.Art pathol sarang is traditional art that until now still exist in the community Rembang. Art pathol sarang is an entertainment media, as the show and as a social interaction .Interaction in the arts pathol sarang that there is no longer only dialogue , but occurring physical contact between the player with the players. Uniqueness of art pathol nest also located on the type of show undue as other performances. Show was staged in the outskirts of the sea and played by the fishermen . The purpose of research is description the form of art performances pathol sarang and analyze the process of social interaction. This study using a qualitative approach that produces data descriptive. The results of research first is the form of art pathol a nest that in terms of an art of which all of the male sex have motion pure and meaningful who berias without makeup and dressing wear a black and black pants by a headband and property in the form of udhet. The interaction that to find is the interaction that happened between players and players, a player with a spectator. The interaction that happened between players and players is physical contact namely by mutual embrace the position of the legs horses and pushing to grapple, the interaction that happened between players and the spectators is communication before competed pelandang (the referee) seeking opposed to a performer (pathol) competed taken from the audience. Advice for artists, movement pathol the nest more developed by adding opening dance before the show began.
PLOTING TEATER DULMULUK DALAM LAKON ZUBAIDAH SITI DI KOTA PALEMBANG Sari, Sania Mariant; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.36 KB)

Abstract

Teater Dulmuluk adalah teater tradisional Palembang yang berkembang melalui syair dan menjadi teater.  Lakon  Zubaidah  Siti  merupakan  salah  satu  lakon  yang  digemari  oleh  masyarakat Palembang karena lucu juga adanya amanat pendidikan, rasa cinta dan setia kepada keluarga. Masalah penelitian ini adalah bagaimana ploting lakon Zubaidah Siti dalam teater Dulmuluk di kota  Palembang?  Pendekatan  yang  diterapkan  penelitian  ini  adalah  disiplin  ilmu  dramaturgi. Kajian dramaturgi  akan  digunakan  untuk  mengkaji  ploting  lakon Zubaidah Siti  dalam  teater Dulmuluk di kota Palembang,. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Gandus  Palembang. Teknik pengumpulan  data  yang  digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, ditemukan adanya ploting teater dulmuluk, bersifat flexibel, dan mengikuti alur maju. Ploting yang digunakan adalah alur maju.
TARI OLEG TAMULILINGAN GAYA PELIATAN KARYA I GUSTI AYU RAKA RASMI: KREATIVITAS GARAP DAN PEMBELAJARANNYA Paramityaningrum, Ni Komang Tri; Hartono, Hartono; Lestari, Wahyu
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.251 KB)

Abstract

Tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan adalah sebuah karya seni yang diciptakan oleh I Gusti Ayu Raka Rasmi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan struktur, kreativitas garap dan proses pembelajaran tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian adalah; (1) Ada tiga struktur tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan seperti papeson, pengawak,dan pekaad; (2) Kreativitas ragam gerak meliputi lima perubahan seperti angsel kado menjadi miles, nyerere menjadi luk nerudut, nyeregseg ngider menjadi nyeregseg meplincer, meipuk-meipuk menjadi mearas-aras, dan nyakup bawa. Kreativitas tata busana dapat diwujudkan dalam bentuk kamen, sabuk prada, oncer, ampok-ampok, tutup dada, gelang kana, badong lanying, gelungan dan udeng. Tata rias wajah meliputi penggunaan eyeshadow yang mencolok dan tidak menggunakan kecek/titik putih di bagian dahi/srinata; (3) Proses pembelajaran yang dilakukan adalah memberikan teknik dan menyuruh peserta didik untuk mempraktekkan tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan dengan pelatih I Gusti Ayu Raka Rasmi.  Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style is an art work created by I Gusti Ayu Raka Rasmi. The aimed was to describe the structure, the learning and analyze the creativity of the dance. The aimed of the research was to describe the structure, the learning of Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style and analyze the creativity of Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style created I Gusti Ayu Raka Rasmi . The study used qualitative method through interpretative approach. Technique of collecting the data used observation, interview, documentation and recording. The data analysis used Miles and Huberman qualitative data analysis model. The result was; (1) Three strucutres of the dance such as papesan, pengawak, and pekaad; (2) Five items in the creativity of the dance such as angsel kado becomes miles, nyerere becomes luk nerudut, nyeregseg ngider becomes nyeregseg meplincer, meipuk-ipuk becomes mearas-aras and nyakup bawa. The costume used was kamen, sabuk prada, oncer, ampok-ampok, tutup dada, gelang kana, badong lanying, gelungan and udeng. The cosmetics used was the braveness of using eyeshadow more colorful, don’t used kecek/ white point at forehead/srinata (3) Learning process was giving a technique for the students to practice Oleg Tamulilingan dance Peliatan style by I Gusti Ayu Raka Rasmi.
PEMBELAJARAN SENI TARI: AKTIF, INOVATIF DAN KREATIF Nurseto, Gandes; Lestari, Wahyu; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.821 KB)

Abstract

Pendidikan seni tari perlu diberikan pada Sekolah Dasar karena keunikan, kebermaknaan terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk berapresiasi dan menggunakan model pembelajaran yang PAIKEM Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenagkan dalam proses pembelajaran didalam kelas dari Standar Kompetensi dan Komptensi Dasar mengapresiasi karya seni tari tunggal nusantara yang bertujuan untuk mengenalkan karya seni tari daerah lain. Masalah dalam penelitian ini bagaimana proses pembelajaran seni tari dan bagaimana apresiasi dalam pembelajaran seni tari. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran seni tari dan mendeskripsikan serta menganalisis aspek apresiasi dalam pembalajaran seni tari. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan ferivikasi data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian dari rumusan masalah pertama proses pembelajaran seni tari materi tari Gambiranom guru kurang dapat memaksimal proses pembelajaran yang PAIKEM dikarenakan dalam tahapan pembelajaran pertemuan I dan pertemuan 2 kegiatan aktif, inovatif, kreatif, efisien dan menyenangkan tidak selalu muncul sehingga kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran seni tari di SD menggunakan 4 aspek apresiasi aktif dan apresiasi pasif yaitu: (1) tahap deksripsi, (2) tahap pemahaman/ analisis, (3) tahap intrepretasi/ penghayatan, (4) tahap penilaian/ evaluasi.Education dance needs to be given to the elementary school because of the uniqueness, the significance lies in the provision of aesthetic experience in the form appreciate and use the learning model that PAIKEM in the learning process appreciating single dance archipelago which aims to introduce the artwork of other local dance. Problems in this study how the process of learning how to dance and appreciation in learning the dance. The research objective is to describe and analyze the process of learning the art of dance and describe and analyze aspects appreciation of the dance. Data collection techniques of observation, interviews and document study. Analysis of the data used ferivikasi of data, data reduction and data presentation. The results of the first problem formulation process of learning the art of dance dance material Gambiranom less teacher can maximize learning process PAIKEM because in the learning stages of the first meeting and the second meeting. The results showed learning the art of dance in SD using the four aspects of the appreciation of the active and passive appreciation, namely: 1 phase descriptions, 2 the stage of understanding/ analysis, 3 the stage of interpretation/ appreciation, 4 the stage of assessment/ evaluation.
Revitalisasi Tari Sigeh Penguten Melalui Pendidikan Seni Budaya di SMP Negeri 1 Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Azzahrah, Fatimah; Hartono, Hartono; Triyanto, Triyanto
Catharsis Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v6i1.17030

Abstract

Tari Sigeh Penguten merupakan tari tradisional yang berasal dari Lampung. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh masyarakat Lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan istimewa pada acara adat atau pun acara lainnya. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana bentuk Tari Sigeh Penguten di SMP Negeri 1 Tanjung Raya Kabupaten Mesuji; (2) Mengapa dan bagaimana cara Tari Sigeh Penguten dilakukan melalui pendidikan seni budaya di SMP Negeri 1 Tanjung Raya Kabupaten Mesuji; dan (3) Bagaimana hasil revitalisasi Tari Sigeh Penguten melalui pendidikan seni budaya yang di laksanakan di SMP Negeri 1 Tanjung Raya Kabupaten Mesuji.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pemeriksaan data dengan triangulasi, member checking, dan rich and thick description. Prosedur analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, bentuk Tari Sigeh Penguten di SMP Negeri 1 Tanjung Raya Kabupaten Mesuji terdiri dari wiraga: ragam gerak dan teknik Tari Sigeh Penguten, wirasa: ekspresi dan penguasaan Tari Sigeh Penguten, wirama; iringan musik yang digunakan pada Tari Sigeh Penguten, wirupa: kostum dan tata rias Tari Sigeh Penguten. Kedua, Tari Sigeh Penguten dilakukan melalui pendidikan seni di SMP Negeri 1 Tanjung Raya karena urgensi revitalisasi Tari Sigeh Penguten sebagai bentuk antisipasi pudarnya Tari Sigeh Penguten di kalangan generasi muda dan masyarakat, dengan cara pendidikan ekstrakurikuler Tari Sigeh Penguten sebagai upaya revitalisasi untuk menghidupkan kembali Tari Sigeh Penguten pada generasi muda. Ketiga, hasil revitalisasi Tari Sigeh Penguten menunjukkan adanya peningkatan dari sisi pengetahuan (kognitif) siswa, peningkatan sikap (afektif) kepedulian siswa, dan peningkatan penguasaan keterampilan (psikomotor) siswa. Sigeh Penguten dance is one of traditional dances in Lampung in which it is performed to present and give tribute for the special guests in traditional ceremonies and the other ceremonies. The statement of problems are as follows: (1) How is the kind of Sigeh Penguten Dance in SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Mesuji; (2) Why and How is the procedure of Sigeh Penguten Dance through art subject in SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Mesuji; and (3) how is the result of revilatization of Sigeh Penguten Dance Through Art Subject in SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Mesuji. The method of this study was a qualitative approach. The technique of checking the data used triangulation, member checking, and rich and thick description. Moreover, the technique of analysing the data was the step of reduction, obtaining the data, and concluding the data. The results of this study were as follows: the first, the kinds of  Sigeh Penguten dance in SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Mesuji are wiraga : types of movement and technique of Sigeh Penguten dance, wirasa : expression and mastery of Sigeh Penguten dance, wirama : the rhythm of music in Sigeh Penguten dance, wirupa : costume and make up of Sigeh Penguten dance. The second, Sigeh Penguten dance was learnt through Art Subject in SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Mesuji due to the urgency of revitalization of Sigeh Penguten dance to maintain the Sigeh Penguten Dance around the teenagers and citizens through extracurricular Art Subject, especially on Sigeh Penguten Dance for the youth generation in SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Mesuji. The third, the result of revitalization of Sigeh Penguten dance indicated that there were the enhancement of students’ cognitive, affective, and psychomotor aspect in Sigeh Penguten dance.
Makna Simbolik Pertunjukan Linda dalam Upacara Ritual Karia di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara Ardin, Ardin; Cahyono, Agus; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v6i1.17032

Abstract

Linda merupakan tarian tradisional suku Muna yang disajikan ketika puncak upacara ritual karia atau pingitan. Pertunjukan Linda juga sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada para penonton yang telah membantu kelancaran acara, rasa syukur kepada para peserta karia yang telah melewati tahapan ritual yang begitu rumit dan sebagai simbol pembersihan diri bagi gadis-gadis karia atau pingitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik pertunjukan Linda dalam upacara ritual karia di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan Antropologi Seni, Sosiologi Seni dan Pendidikan Seni. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah melakukan interpretasi berdasarkan konsep pertunjukan, gaya, isi tarian, dan konsep interpretasi spesifik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertunjukan Linda mempunyai makna sebagai proses pendewasaan, pembersihan seorang gadis remaja dan sebagai simbol moral atau etika. Linda is the traditional dance in tribe Muna that serves in the peak of Karia ceremony. The performance of karia is to represent thankgiving to the spectators that has assisted the best performances, blessing toward karia actors who have decreased complicated steps in the ritual and as the symbol of ritual for the karia girls. This study aimed at describing symbolic meaning from performance of karia in District West Muna, Southeast Sulawesi. The method of this study was qualitative with art education approach. The techniques of collecting data were observation, interview, and documentary study. The triangulation used interpretation based on concept of performance, style, content of dance, and concept of specific interpretation. The result indicated that performance of Linda has the meaning as the process of maturation, ritual for girls, and as a symbol of ethics.
Co-Authors A Mushawwir Taiyeb A. Rachman Ibrahim, A. Rachman A. Rusilowati Abdul Haris Nasution, Abdul Haris Abrar Ridwan Abul Walid Achmadi Priyatmojo Adhistia Amelia, Adhistia Adhitya Angga Wijaya, Adhitya Angga ADISAPUTRA, MIMIN K. Aditya Marianti Adityas Normalita, Adityas Afina Murtiningrum, Afina Agus Cahyono Ahmad Fudholi Al Irsyad, M. Indra Alvianto, Wibi Ardi Amelia Hani Saputri, Amelia Hani Amsari, Uli Andreas Priyono Budi Prasetyo, Andreas Priyono Budi Ani Rusilowati Anita Madiana Dewi, Anita Madiana Anwar Efendi Any Wuryaningrum, Any Ardin Ardin, Ardin Ari Pani Desvina Ari Probandari Arif Hidayat Arif Wibowo Arif Widiyatmoko, Arif Arini, Affita Nur Arisyanto, Prasena Arum, Agnes Yustika Wulan Aryanti Indah Jaya Asadillah Hadi As’ari, Asadillah Hadi Ashar Ashar Astuti, Andi Arie Aswandi Aswandi, Aswandi Awan, Meiseti Azizah, Fatya Badrun Badrun Bahiyah, Lumiyatun Bambang Sugiantoro Bambang Sulistyo Barano SS Meteray, Barano SS Basri, Novysa Bhisma Murti Brilliansya, Wempy Budi Yulianto Cahyati, Ani Chandra Lesmana, Chandra Choiril Anwar, Choiril Danang Parikesit Daniel Sutopo Pamungkas, Daniel Sutopo Danoedoro Danoedoro Darmawi Bayin Daulay, Mushoddik Deny Dwi Hartomo, Deny Dwi Department, administratio Dewanti Handayani, Sri Sularti Dewi Wulandari Dharmansyah, Eddy Dhimas Wiratmoko, Dhimas Diah Kartika Sari Dian Armanto Didik Purwadi Dilaga, Ahmad Prasetya Dimyati, Ratih Dewanti Dimyati, Ratih Dewanti Dita Primashanti Koesmadi Djuwita Amin Mahmud Dona Fitriawan Donal, Donal Dulbahri Dulbahri, Dulbahri Dwi Oktaviana, Dwi Dyah Pratamawati, Dyah Edi, Sukiswo Supeni Effendi Effendi Effendy, Suhardi Eka Fitriani Eka Rosanti Eko Haryono Eko Pujiono Eko Sugiharto Eko Wahyuni, Eko Endang Sri Markamah, Endang Sri Endang Wara Suprihatin Suprihatin, Endang Wara Suprihatin Erna Budhiarti Nababan F. EKA SAFITRI, F. EKA Fahrudin Indra Buana Falah, Syarifatul Farhana Mohd Razali, Nur Farzand Abdullatif Fatimah Azzahrah Fauzan Wibawa, Fauzan Fauzi, Muhamad Irfan Ferdian, Rizky Fitriani Fitriani Frananda, Hendry Fuad Abd. Rachman, Fuad Fuad Abd. Rachman, Fuad Abd. Fuad Abdurachman, Fuad Gandes Nurseto, Gandes Gunawan Nusanto, Gunawan Gunawan Pamudji Widodo Hadadi, Oki Hadian Hadiyah, Hadiyah Hakim Zulkarnain, Hakim Hardianti, Meliana Harini, Latifah Aulia Haryono Haryono Haryono Supriyo Haryono Umar Hasanuddin, H Hestiarini, Aprisa Rian Hidayah, Husnul Hidayat, Willy hidayat Hidayati Hidayati Himawati, Azizah Himayah, Shafira Hudaya, Yudi Fatwa Husna Arifah, Husna I.S, Rifdian Ian Yulianti, Ian Imam Barnadib Imam Sujadi Indah Setyowati, Indah Indrawati, Like Inna Latifa Rahmawati, Inna Latifa Ipung Permadi Iqbal Iqbal Ira Alia Maerani Irchami Putriningtyas, Irchami Irham Irham Irianto, Rifdian Irsyad, M. Indra al Isa Akhlis Ishaq, Sunaryo Isis Rachmadi, Isis Ismail Sriyanto, Ismail Ismanto Ismanto Ismet Ismet, Ismet Isnain Dhartaredjasa Iwan Purnawan Jamilah Jamilah Janah, Anisa Furtakhul Jati Utomo Dwi H Jejem Mujamil, Jejem Joko Lianto Buliali Joko Santoso Joko Sutarto Junus, Nursyamsi Kamaruddin Kamaruddin Kartinaty, Tietyk Kastam Syamsi Khan Bin Majahar Ali, Majid Khumaedi Khumaedi, Khumaedi Kresno Kresno, Kresno Krismiyanti, lufia Kumala Andriani, Riski Widya Kurniawan Yudhi Nugroho, Kurniawan Yudhi Kus Prihantoso Krisnawan Kusmawaty, Dewi Kustiyo Kustiyo, Kustiyo Kuswadi, Kuswadi Langlang Handayani Lestari, Nartini Liliana Liliana Lilies Lilies Linda Dwi Setyowati, Linda Dwi Lukman Lukman M. Djahir Basir, M. Djahir Magita Novita Sari, Magita Novita Mahardhika, Hendy Maharsi, Endah Dwi Maliasih, Maliasih Maman Suryaman Mandini, Gity Wulang Mandoza, Defri Marhadi Saputro, Marhadi Martanto, Rochmat Masayu Nurhayati, Masayu Masluchah, Indah Matsun Matsun, Matsun Maulana Istu Pradika Metan, Yosefina Miftakhus Sholikhah, Miftakhus Mochammad Maksum Machfoedz, Mochammad Maksum Mohammad Hakimi Mokhamad Taufik, Mokhamad Muchtadi Muchtadi, Muchtadi Mudhofir, Faiz Muhammad Ali Imron Muhammad Askari Zakariah Muhammad Dimyati, Muhammad Muhammad Hakimi Muhammad Kamal Muhammad Masykuri Muhammad Merlis, Muhammad Muhammad Zainuddin Lubis Muhammad, Fan Naa Na Muliati Muliati, Muliati Mulyono, Tedjo Murbangun Nuswowati Murti BS, Sigit Heru Murti, Murti Musdalifah, Ana Nengah Suparta, Nengah Ni Komang Tri Paramityaningrum, Ni Komang Tri Nika Bellarinatasari Nikmah, Syafridatun Ninik Lukiana Nirbaya, Eryaya Nisaa, Arifatun Novi Susetyo Adi, Novi Susetyo Noviani, Yusida Nugraha, Erika Sulistya Nur Mohammad Farda Nuraini Dwi Astuti Nurdjanah Hamid, Nurdjanah Nurhadi, Imam Nurhalim Nurhalim, Nurhalim nurlailis saadah, nurlailis Nursida Arif Opim Salim Sitompul Ova Emilia P, Nurani Panjaitan, Sriwidya Hotmaria pargaulian siagian siagian, pargaulian siagian Perdani, Ambika Putri Phillips, David Prabang Setyono Prabowo, Anggun Pramaditya Wicaksono, Pramaditya Pramuharti, Marlita Pramuwardani, Ida Pratiwi Oktaviani, Pratiwi Prihatini, Luciana Intan Priyo Widodo, Priyo Projo Danoedoro Puji Rahayu Putra, Bhima Andhika Putut Marwoto Qadriathi Dg Bau Rachman, Fuad Abd Rahardjo, Pentardi Rahmadiah, Sari Rahmadini, Nafisa Syahida Rahmi Susanti Rakanita Dyah Ayu Kinesti, Rakanita Dyah Ayu Ramdhan, Herry Muhammad Ratih Kumala Sari, Ratih Kumala Raymundus Parulian Sihotang Rendani, Feby Reni Wijayanti Restu Lanjari Restuningrum, Ayu Retnadi Heru Jatmiko Retno Winarni Ria Mardiana Yusuf Ridwan, Mohd. Rinawati, Sulis Rini Dorojati, Rini Riyadi Riyadi Rizka Maulina, Dhoriyah Vataty Rizki Annisa Rizky, Kurniawan ROEKMOWATI ROEKMOWATI, ROEKMOWATI Rohmaniyah, Rohmaniyah Rolly Intan Ronggo Sadono Ruata, Isabella Christy Ruseno Arjanggi Ryan Permana S., Rifdian I. Sadiman Sadiman Sagaf Faozata Adzkia, Sagaf Faozata Sakuri, Sakuri Sani M. Isa Sania Mariant Sari, Sania Mariant Sanjiwana Arjasakusuma, Sanjiwana Santika Santika Sapitri Sapitri, Sapitri Saputra, Gilang Surya Saputri, Aneng Dewi Saputri, Sucilia Sari, Yulvia Sartika Sartika Sehah Sehah Seno Darmanto Septi Andriani, Septi Serom, Serom Setiaji Setiaji, Setiaji Setyasih, Astin Dwi Sigit Heru Murti, Sigit Heru Siti Handayani Siti Mardliya, Siti Slamet Hariyadi Sobron Y Lubis, Sobron Sofianty, Sri Sofyan Djamil Sopaheluwakan, Ardhasena Sopian, Kamaruzzaman Sri Budiastuti Sri Iswidayati Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Sri Rum Giyarsih Sri Sumarni Sri Yatmihatun St. Budi Waluya St. Y. Slamet Subawi, Handoko Sudarmin Sudarmin Sudjoko, Rifdian Sugito Sugito Suhadi Lili Sujarwata Sujarwata, Sujarwata Sukristiyanti Sukristiyanti, Sukristiyanti Sukwardjono, Sukwardjono Sulistyo, Bambang Sulistyowati, Elina Endang Sumardiyono Sumardiyono Sumendap, Priscillia Sunarno Sunarno Sunartini Sunartini, Sunartini Sunarto Sunarto Sunyoto Eko Nugroho, Sunyoto Eko Suparman Suparman Supartono Supartono Supriyadi Supriyadi Sutikno Sutikno Suwarta Suwarta Suyono Suyono Suyono, Tri syakir syakir Tatang Suhery, Tatang Taufik Hery Purwanto Thomas Thomas Tiarma Simanihuruk, Tiarma Tirtaningsih, Munaisra Tri Titisari, Anastasia Dewi Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Totok Gunawan Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Totok Sumaryanto, Totok Tri Wahyuningtyas, Tri Triyanto Triyanto Tulus Tulus Udi Utomo Ukiman, Ukiman Umul Aiman Useng, Daniel Utantyo Utantyo, Utantyo Utari, Tria Utin Desy Susiaty, Utin Desy Utomo, Setio Utomo, Wasito Vidiastuti, Ririn Wadiyo Wadiyo, Wadiyo Wafrotur rohmah, Wafrotur Wahidah, Nazilatul Wahjoedi Wahjoedi Wahyu Lestari wahyuni wahyuni Wahyuningrum, Febryanti Wantoro Wantoro, Wantoro Wardani, Anestia Widya Wasida, Maria Rosadalima Waterman Sulistyana B, Waterman Sulistyana Wenang Anurogo, Wenang Wibowo, Eko Yulianto Widodo, Agung Mulyo Wihantoro Wihantoro Wintolo, Marhento Wiyanto Wiyanto Wiyatmi Wiyatmi Yahya Yahya Yendra, Rado Yudianto Sujana Yunita Sari Zakariah, Muhammad Zarnzani Zarnzani, Zarnzani Zulaiha Zulaiha, Zulaiha Zulfahmi, Muhammad Nofan