Articles

UJI ANTIFUNGI MINYAK CENGKEH DALAM BERBAGAI BASIS SALEP TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO

PHARMACY Vol 4, No 1 (2006)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tipe basis salep terhadap aktivitas antifungi minyak cengkeh pada penghambatan pertumbuhan khamir Candida albicans. Basis yang digunakan dalam penelitian ini adalah basis minyak, basis larut air dan basis emulsi. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi agar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga basis salep memiliki aktivitas antifungi yang berbeda. Besarnya rata-rata diameter zona penghambatan pertumbuhan Candida albicans adalah sebesar 13,8 mm, 10,4 mm, dan 7,2 mm, masing-masing untuk salep dengan basis larut air, basis emulsi, dan basis minyak. Basis larut air memberikan aktivitas yang paling baik karena lemahnya afinitas minyak atsiri terhadap basisnya, sehingga bisa dilepaskandengan mudah ke dalam media pertumbuhan Candida albicans.Kata kunci: minyak cengkeh, Candida albicans, basis salep

PENETAPAN KADAR KURKUMINOID DALAM JAMU SERBUK GALIAN PUTRI YANG MENGANDUNG SIMPLISIA RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val) YANG BEREDAR DI KECAMATAN KETANGGUNGAN

PHARMACY Vol 5, No 3 (2007)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kromatogram dan variasi kadar kurkuminoid yang terkandung dalam sediaan jamu galian putri yang dipasarkan di dua pasar di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Sampel adalah jamu merk A, B dan C yangmasing-masing diperoleh dari Pasar Gede dan Pasar Ciremai. Semua sampel diekstraksi, kemudia ekstrak yang diperoleh sebagian diuji dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sebagian ditetapkan kadarnya dengan spektrofotometer UV-Vis. Kromatogram yang diperolehmenunjukkan bahwa terdapat tiga bercak pada lempeng KLT. Hasil anava dua arah menunjukkan bahwa tiap merk jamu mengandung kurkuminoid dengan kadar yang berbeda secara signifikan, sedangkan tempat distribusi tidak berpengaruh terhadap kadar kurkumin.Kata kunci: kurkuminoid, jamu galian putri, kromatografi lapis tipis, spektrofotometer UV-Vis

ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT PADA SIMPLISIA TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL

PHARMACY Vol 6, No 3 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak merupakan salah satu jenis tanaman obat yang mempunyai  prospek cerah untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiada tidaknya residu pestisida organofosfat pada simplisia temulawak dan melakukan validasi metode analisis residu organofosfat dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode destruksi basah, sampel yang diambil adalah simplisia temulawak yang diambil dari pasar Wage. Sampel kemudian ditambah asam nitrat pekat. Pengujian kadar organofosfat pada simplisia temulawak dilakukan dengan alat Spektofotometer UV-Vis Merk Shimadzu pada panjang gelombang 722 nm. Berdsarkan hasil penelitian pada simplisia temulawak terdeteksi adanya pencemaran organofosfat dengan kadar (72,678 mg/g) dan hasil validasi analisis yang dilakukan didapat harga standard deviation (SD), relativestandard deviation (RSD), dan ketelitian alat pada uji presisi alat pada sampel sebesar 1,4219 x 10-6; 0,2440% dan 99,997%. Nilai persen perolehan kembali (Recovery) rata-rata dan kesalahan sistemik pada uji akurasi sampel sebesar 87,72% dan 12,28% Uji linieritas didapatkan harga intersep sebesar 9,325.10-4, slope sebasar 0,020,koefisien korelasi (r) sebesar 0,9907 sehingga didapatkan persamaan regresi linier kurva baku y = 0,0429x + 0,0105 dengan  limit deteksi dan limit kuantitasi 2,1468 ppm dan 7,1142 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada metode analisis identifikasi residu organofosfat pada simplisia temulawak menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis adalah valid.   Kata kunci: Organofosfat, Spektrofotometri, Simplisia Temulawak, Pasar Wage.  

PENGARUH LAMA DAN TEMPAT PENYIMPANANTERHADAP KADAR KURKUMINOID PADA SEDIAAN JAMU SERBUKMERK ”A” YANG MENGANDUNG SIMPLISIA RIMPANG KUNYIT(Curcuma domestica, Val.)

PHARMACY Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh lama dan tempat penyimpanan terhadap kadar kurkuminoid pada sediaan jamu serbuk yang mengandung simplisia rimpang kunyit (Curcuma domestica, Val). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama dan tempat penyimpanan terhadap kadar kurkuminoid dalani jamu serbuk yang mengandung simplisia rimpang kunyit yang diambil dari Purbalingga. Dalam penelitian ini, sampel disimpan di ruangan yang sama, satu pada tempat yang terkena sinar matahari langsung dan yang satu pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan dilakukan selama dua bulan diuji setiap dua minggu sekali, sampel setiap perlakuan diambil dua bungkus, satu bungkus dari tempat yang terkena sinar matahari langsung dan satu bungkus dari tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.Pengujian sampel dimulai dari nol penyimpanan sampai delapan minggu kedepan.Dalam penelitian sampel diekstrak lalu direfluk dan penetapan kadarnya menggunakan metode Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel. Hasil diperoleh nilai KV pada uji presisi adalah 5,6025 % (< 2%). Nilai persen perolehan kembali ( Recovery) rata-rata pada uji akurasi adalah 101,99 % (80-120 %). Linieritas ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi ( r = 0,9849 > r tabel). Limit Deteksi (LOD) dan limit Kuantitasi (LOQ) yang diperoleh adalah 0,9622 ppm dan 3,2079 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama dan tempat penyimpanan tidak mempengaruhi kadar kurkuminoid pada sediaan jamu serbuk yang mengandung rimpang kunyit dengan sebelum perlakuan tidak berbeda bermakna menurut anava dua arah d engan taraf kepercayaan 95%. Kata Kunci: Kurkuminoid, Jamu Serbuk, Kunyit, Spektrofotometri UV-VIS.

PERBANDINGAN DAYA ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L) DENGAN RUTIN TERHADAP RADIKAL BEBAS 1,1-DIPHENIL-2-PIKRILHIDRAZIL (DPPH)

PHARMACY Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan aktivitas antioksidan  ekstrak metanol daun tembakau dengan rutin. Percobaan ini dilakukan dengan membuat ekstrak metanol daun tembakau secara soxhletasi dan mengukur absorbansi DPPH dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 517nm. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian dan analisis menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun tembakau dan rutin memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda. Kata kunci: Antioksidan, 1,1-diphenil-2-pikrilhidrazil, ekstrak metanol tembakau, rutin.

PERBANDINGAN PENGGUNAAN PENGENCER SEMEN SITRAT KUNING TELUR DAN TRIS KUNING TELUR TERHADAP PERSENTASE DAYA HIDUP SPERMATOZOA SAPI JAWA BREBES

Animal Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama pada perkembangbiakan sapi Jawa Brebes adalah keterbatasan jumlah pejantan unggul dan terjadinya perkawinan silang dengan bangsa lain karena dipelihara secara umbaran. Guna mempertahankan kemurnian turunan dari sapi Jabres perlu dilakukan upaya manipulasi bioteknologi reproduksi, yaitu dengan Inseminasi Buatan (IB). Upaya optimalisasi pengolahan semen agar diperoleh kualitas semen yang optimal dapat dilakukan melalui pemilihan jenis pengencer semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer semen sitrat kuning telur dan tris kuning telur terhadap daya hidup spermatozoa sapi Jawa Brebes. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-September 2011 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Cikoneng Sejahtera di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu semen yang ditampung dari 5 ekor pejantan sapi Jawa Brebes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 ekor sapi Jabres dengan 3 macam perlakuan (T1 = tanpa pengecer; T2 = pengencer sitrat kuning telur dan T3 = pengencer tris kuning telur). Parameter yang diamati yaitu persentase daya hidup spermatozoa dari lama spermatozoa mampu bertahan hidup sampai dengan tingkat daya hidup 0% pada pengamatan 0-9 jam dengan interval pengamatan 1 jam dan setiap sampel diamati oleh 3 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval jam ke-0 didapatkan T1 mempunyai perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap T2 dan T3. Pada interval jam ke-1 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-2, persentase daya hidup spermatozoa T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 maupun T3. Pada interval jam ke-3 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-4, T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 dan T3, sedangkan T2 dan T3 tidak berbeda. Berdasarkan pengamatan interval jam ke-1, ke-3, ke-5, ke-6, ke-7, ke-8 dan ke-9, perlakuan T1, T2 dan T3 tidak terdapat perbedaan (P>0,05) terhadap persentase daya hidup spermatozoa. Kesimpulan dari penelitian adalah pengencer sitrat kuning telur dan tris kuning telur mempunyai pengaruh yang sama terhadap kemampuan daya hidup spermatozoa pada berbagai interval pengamatan setelah pengenceran. Persentase daya hidup spermatozoa semakin menurun pada pengamatan interval pertama sampai sembilan jam setelah diencerkan.Kata kunci : interval pengamatan, daya hidup, pengencer semen, sapi Jawa Brebes

PENAPISAN FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL HERBA PULUTAN (Urena lobata Linn.)

PHARMACY Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penapisan fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol herba pulutan (Urena lobata Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri herba pulutan. Dalam penelitian ini, ekstraksi dilakukan dengan metode Soxhletasi dengan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia menggunakan metode Cannel, dan untuk uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Bakteri yang digunakan adalah Staphylococcus aureus (bakteri Gram positif) dan Escherichia coli (bakteri Gram negatif). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa herba pulutan mengandung senyawa golongan alkaloid dan polifenol. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba pulutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata Kunci : pulutan (Urena lobata Linn), antimikroba, penapisan fitokimia.

PENGARUH PEMANASAN TERHADAP KADAR VITAMIN E PADA KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

PHARMACY Vol 6, No 3 (2009)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi olehmasyarakat. Kacang hijau mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Salah satu gizi yang terkandung adalah vitamin E. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar vitamin E pada kacang hijau serta mempelajari pengaruh pemanasan terhadap kandungan vitamin E nya. Persiapan sampel sebelum penetapan kadar dilakukan denganpemanasan selama waktu yang berbeda. Masing-masing kacang hijau setelah perlakuan dianalisis kandungan vitamin E nya. Analisis kandungan vitamin E dilakukan dengan metode spektrofotometri setelah pembentukan kompleks warna merah menggunakan reagen ferri klorida dan 2,2’bipiridil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjanggelombang maksimum vitamin E yang diperoleh adalah 520 nm dan operating time pada menit ke 5, dan dengan persamaan kurva baku y = 0,604X + 0,047 (r=0,998).Berdasarkan uji analisis varian (ANOVA) satu arah yang dilanjutkan dengan uji LSD diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar vitamin E dalam kacang hijau dengan lama pemanasan yang berbeda. Pemanasan dapat menurunkan kadar vitamin E pada kacang hijau. Dalam hasil rebusan kacang hijau, ditemukan sedikit jumlah vitamin E, karena vitamin ini sulit larut dalam air.Kata Kunci : kacang hijau, vitamin E, spektrofotometri UV-Vis

AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus subtilis.

PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas terhadap P. aeruginosa dan B. subtilis. Dalam penelitian ini ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi. Sifat fisik yang diuji adalah organoleptis, pH, dan viskositas. Senyawa minyak atsiri eugenol dan flavonoid diidentifikasi menggunakan KLT. Data viskositas dianalisis dengan uji anava dua arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji BNT. Diameter zona hambat antibakteri dianalisis dengan uji anava satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji BNT. Gel ekstrak lengkuas mempunyai sifat organoleptis dan pH yang stabil selama 28 hari, tapi viskositas gel menurun seiring bertambahnya hari. Gel ekstrak lengkuas memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa, tapi tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. subtilis. Kata kunci: ekstrak lengkuas, aktivitas antibakteri, minyak atsiri eugenol dan flavonoid. ABSTRACT A research on antibacterial activity of ginger extract gel was done to know antibacterial activity of gel of ginger extract against Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis. In this research extraction was done by maseration method with 70% ethanol as solvent. Antibacterial activity test used diffusion method. Gel was tested pHysical properties for organoleptic, pH, and viscosity. Volatile oil and flavonoid compound were identified by TLC method. The viscosity data was analyzed by two way anava test with 95% significance level continued by LSD. The diameter of clear zone was analyzed by one anava with 95% significance level continued by LSD. Ginger extract is stable organolepticcally and pH for 28 days storage, but viscosity of gels decreases by time. The result showes that ginger extract gel has antibacterial activity against P. aeruginosa, but does not have antibacterial activity against B. subtilis. Key words: ginger extract (Alpinia galanga), antibacterial activity, volatile oil eugenol and flavonoid.

EFEK HAIR TONIC BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DAN UJI FITOKIMIANYA

PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa buah mengkudu dalam bentuk ekstrak soxhletasi dapat mempercepat pertumbuhan rambut kelinci jantan. Kandungan buah mengkudu yang diduga mempunyai efek merangsang pertumbuhan rambut adalah alkaloid, saponin dan flavonoid. ekstrak dibuat dengan cara soxhletasi serbuk buah mengkudu menggunakan pelarut etanol 96% kemudian dipekatkan dengan penangas air, selanjutnya digunakan untuk uji pertumbuhan rambut kelinci jantan. Punggung kelinci dicukur persegi dengan sisi 2 cm. Kotak 1 diolesi etanol 96% sebagai kontrol negatif, kotak 2 diolesi ekstrak soxhletasi buah mengkudu konsentrasi 12,5 %, kotak 3 diolesi ekstrak soxhletasi buah mengkudu konsentrasi 25 %, kotak 4 diolesi hair tonic kina sebagai kontrol positif. Pengukuran pertumbuhan rambut dilakukan setiap 3 hari sekali selama 18 hari. Data pertumbuhan rambut rata-rata perhari yang diperoleh kemudian dianalisis dengan anava yang dilanjutkan dengan uji tukey dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak soxhletasi buah mengkudu dapat mempercepat pertumbuhan rambut kelinci jantan. Kata kunci : Buah mengkudu, ekstrak soxhletasi, pertumbuhan rambut, kelinci jantan ABSTRACT The aim of this study is to prove whether ethanolic extract of Morinda can increase rabbit hair growth. The secondary metabolites of Morinda which stimulate rabbit hair growth are probably alkaloid, saponin and flavonoid. The extract was made by soxhletation of Morinda used ethanol 96 % as solvent, then it was thickened by water bath. The rabbit back was shaved into 2 cm square box. The first area treated ethanol 96 % as negative control, the second area treated with 12,5 % ethanol extract of Morinda, the third area treated with 25 % ethanol extract of Morinda, the fourth area treated with kina hair tonic as positive control. The measurement of hair growth was done every 3 days for 18 days. The daily average of hair growth was analyzed with anova and continued with Tukey test at 95 % significancy level. The result showed that ethanol extract of Morinda can increase growth of rabbit’s hair. Key words: Morinda, soxhletation extract, hair growth, rabbit.