Harmadi Harmadi
Departemen Fisika, FMIPA Universitas Andalas, Padang 25163

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

UJI KEMURNIAN BENSIN DI SPBU DAN PENGECER SE-KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM MERKURI

Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Sains dan Teknologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gasoline purity test has been carried out in several retailers inPadangcity using Mercury atomic absorption spectroscopy method. As an object of study was taken 10 samples of gasoline were sold in stalls scattered retailers in the city ofPadang, for subsequent comparison with standard samples that taken from Pertamina Teluk Kabung Padang. Spectrum produced by each sample was analyzed based percentage difference between the spectrum peak, the angle position and the sample wavelength. To determine the level of gas purity, the mixing gasoline with kerosene have been done with the percentage ratio of 5% to 25%. From this research, it appears that gasoline retailers in the region of Batas Kota, Air Pacah and Pasar Baru indicating that the mixing of gasoline and kerosene to achieve the highest percentage, namely 25.3%, 23.2% and 17.2%. Meanwhile, the regions with the lowest percentage of blending gasoline and kerosene are in the area of Tunggul Hitam, Kuranji and Bungus, namely 3.7%, 5.0% and 4.9%.Key words: purity, gasoline, several retailers, atomic spectrum

PERANCANGAN SISTEM KONTROL FREKUENSI GETARAN AKUSTIK BERBASIS SENSOR SERAT OPTIK

SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Fisika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.518 KB)

Abstract

Perancangan sistem pengontrolan frekuensi getaran akustik telah dilakukan. Rancangan sistem kontrol berbasis sensor serat optik terdiri dari pemancar cahaya berupa LD merah (λ=580 nm), serat optik moda jamak step indek dari bahan PPMA (Polymethyl Metacrylate), rangkaian penerima berupa fotodetektor OPT 101. Mikrokontroler Arduino sebagai pemroses sinyal, monitor PC (Personal Computer) sebagai penampil nilai frekuensi getaran akustik, dan relay sebagai saklar pemutus arus jika frekuensi melebihi batas. Frekuensi getaran akustik dibangkitkan oleh speaker yang dihubungkan ke pembangkit sinyal. Berdasarkan hasil pengujian, memperlihatkan sistem dapat mengontrol frekuensi getaran akustik pada frekuensi 10 Hz dari rentang pengukuran 1 Hz hingga 30 Hz. Katakunci: Kontrol, Getaran Akustik, Serat Optik

Analisis Pola Spekel Akusto-Optik untuk Pendeteksian Vibrasi Akustik pada Dental Plaque Biofilm

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.191 KB)

Abstract

Penelitian pendeteksian vibrasi akustik dari pola spekel pada sampel dental plaque biofilm yang merupakan studi in-vitro dental plaque biofilm telah dilakukan. Penelitian ini dengan menggunakan metode pencitraan akusto-optik, yaitu gabungan sistem akustik khususnya ultrasonik dengan sistem optik dalam satu perangkat, sehingga diperoleh pencitraan spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ akan diperolehkarakterisasi histogram distribusi intensitas gray level, dan didapatkan perubahan kontras spekel pada setiap pendeteksian vibrasi akustik oleh pengaruh frekuensi akustik dan pengamatan perubahan pembentukan sampel dental plaque biofilm. Untuk pengukuran ketebalan sampel, sebagai pembanding pengamatan kontras spekel digunakan CLSM yang dilengkapi AOTF. Diperoleh hasil pada sampel 2 jam dengan ketebalan 6 μm memiliki kontras spekel tinggi sebesar 0.592707 a.u, pada sampel 4 jam dengan ketebalan 7 μm memiliki kontras spekel sebesar 0.571257 a.u, dan pada sampel 6 jam dengan ketebalan 9 μm memiliki kontras spekel rendah sebesar 0.550700 a.u. Terjadi perubahan pada sampel dental plaque yang diperoleh dari rongga mulut, mulai dari tahap pemasangan awal plaque biofilm, sampai dengan pembentukan plaque biofilm dewasa.

Analisis Pola dan Ukuran Bulir Spekel menggunakan LSI (Laser Speckle Imaging) pada Lapisan Tipis TiO2

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.561 KB)

Abstract

Metoda LSI telah menghasilkan citra pola spekel sampel lapisan tipis TiO2. Analisis pola spekel dan ukuran bulir spekel program pencitraan autokorelasi Matlab 7 digunakan untuk melihat perubahan yang terjadi pada sampel lapisan tipis TiO2 akibat pengaruh variasi suhu pemanasan (100, 150 dan 200C). Ukuran bulir spekel lapisan tipis TiO2 semakin meningkat akibat kenaikan suhu pemanasan pada jumlah pelapisan yang sama. Hasil olah pola spekel memperlihatkan ukuran bulir spekel terkecil yang dapat hitung adalah 45 μm dan bulir lapisan tipis TiO2 tersebar semakin merata akibat penambahan suhu pemanasan.

Analisis Kontras Spekel menggunakan LSI (Laser Speckel Imaging) untuk Mendeteksi Formalin pada Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill)

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.853 KB)

Abstract

Telah dilakukan pendeteksian formalin pada tomat dengan menggunakan metode LSI (Laser Spekcle Imaging). Sistem LSI terdiri dari tiga komponen utama yaitu laser sebagai sumber cahaya, sampel dan sebuah detektor cahaya. Pecitraan pola spekel dengan metode LSI mendeteksi perubahan intensitas laser spekel yang dihamburkan oleh sampel dan dianalisis sebagai kontras spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ dan diperoleh karakterisasi histogram distribusi intensitas gray level. Perubahan pola spekel tomat dapat digunakan untuk membedakan tomat yang berformalin dengan yang tidak berformalin. Dilakukan penyinaran terhadap tomat sebelum dan sesudah direndam larutan formalin dengan variasi konsentrasi 0,001%, 0,005%, 0,01%, 0,05%, dan variasi waktu perendaman yaitu selama 15 menit dan perendaman selama 30 menit. Secara umum korelasi kontras spekel dengan formalin pada tomat, menunjukkan bahwa formalin terdeteksi dengan perubahan kontras spekel pada tomat. Semakin tinggi konsentrasi formalin dan waktu perendaman nilai kontras spekel semakin kecil.

Rancang Bangun Alat Ukur Konsentrasi Oksigen yang Dihasilkan oleh Fotobioreaktor Mikroalga Chlorella Vulgaris

Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Otomasi Kontrol & Instrumentasi
Publisher : Masyarakat Otomasi Kontrol dan Instrumentasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2084.697 KB)

Abstract

AbstrakTelah dilakukan perancangan alat ukur konsentrasi oksigen yang dihasilkan oleh fotobioreaktor mikroalga Chlorella vulgaris. Sensor yang digunakan adalah sensor SK-25F dengan penguat non-inverting sebagai pengondisi sinyal. Penguat non-inverting digunakan untuk menguatkan tegangan keluaran sensor yang masih dalam skala mV supaya dapat diproses oleh mikrokontroler Atmega328 pada Arduino Uno R3. Pengukuran dilakukan pada dua fotobioreaktor yakni fotobioreaktor yang disuplai  dan yang tidak disuplai CO2 dan menggunakan tiga jenis sumber cahaya yaitu lampu halogen, LED dan cahaya matahari, selain itu, pengukuran juga dilakukan pada fotobioreaktor pada keadaan tanpa cahaya (0 lux). Nilai konsentrasi oksigen maksimum dihasilkan oleh fotobioreaktor yang disuplai dengan CO2. Persen error rata-rata alat yang dirancang sebesar 1,383% yang didapatkan dengan membandingkan nilai alat yang dirancang dengan alat ukur acuan (Gas Alert Microclip).

ANALISIS PERGESERAN MIKRO MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK FD 620-10

JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol 1, No 1 (2015): JoP
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis pergeseran mikro menggunakan serat optik FD 620-10. Hasil yang diperoleh berupa sensitivitas sensor serat optik untuk pengukuran pergeseran mikro. Pergeseran mikro diukur menggunakan metode sensor serat optik ekstrinsik. Susunan sistem sensor serat optik terdiri dari serat optik produksi autonics tipe FD 620-10, laser dioda dengan λ=650 nm, dan fotodetektor OPT101. Sensitivitas tertinggi berada pada jarak 1 mm sampai 2 mm yakni sebesar 2,506. Maksimum pengukuran pergeseran mikro yang dapat dipakai adalah 3 mm.   Kata kunci: sensor serat optik, sensitivitas, pergeseran mikro

Analisis Pengaruh Microbending Pada Sensor Albumin Urin Dengan Metode Evanescent Menggunakan Serat Optik FD 620-10

Jurnal Ilmu Fisika Vol 11, No 1 (2019): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan analisis pengaruh macrobending pada sensor albumin urin dengan metode evanescent menggunakan serat optik FD 620-10. Sumber cahaya dari laser dioda dengan panjang gelombang 650 nm ditransmisikan pada serat optik multimode. Pengupasan cladding serat optik sepanjang 3 cm mengakibatkan pelemahan intensitas terukur pada detektor akibat interaksi gelombang evanescent dengan molekul albumin dalam urine. Sensor albumin urin dikarakterisasi berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi sensor menunjukkan serat optik pada jari-jari bending 2,5 cm adalah yang  optimal untuk pengukuran kadar albumin urin dengan  sensitivitas sensor sebesar 0.001 (mg/dL)/V. Tegangan keluaran fotodioda semakin mengecil seiring meningkatnya kadar albumin urin.Kata kunci : macrobending, serat optik, albumin urin.

Analisis Kecepatan Aliran Air Berbasis Metode Laser Speckle Imaging

Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan analisis kecepatan aliran air dengan metode Laser Speckle Imaging (LSI). Sistem LSI menggunakan pendekatan forward scattering. Sistem terdiri dari tiga unit yaitu transmitter menggunakan laser He-Ne, receiver menggunakan CCD (Charge Couple Device), dan penampil menggunakan PC. Objek penelitian menggunakan air yang dijatuhkan dari wadah dengan diameter lubang yang divariasikan pada ketinggian yang berbeda. Hasil pengukuran kecepatan aliran air dari wadah berdiameter 1 mm pada ketinggian 50 cm memiliki nilai kecepatan terendah yaitu sebesar 0,73 ml/detik. Nilai tertinggi dihasilkan dari wadah berdiameter 5 mm pada ketinggian 150 cm yaitu sebesar 15,49 ml/detik. Ukuran diameter lubang dan ketinggian jatuh air semakin besar, maka nilai kecepatan aliran air semakin besar. Pengukuran intensitas citra  juga dilakukan untuk melihat korelasi dengan kecepatan air. Nilai intensitas terendah yaitu 238,45 a.u diperoleh dari tetesan air dengan diameter 5 mm dan nilai tertinggi yaitu 253,12 a.u diperoleh pada diameter 1 mm. Ukuran diameter wadah semakin besar maka nilai intensitas citra semakin kecil. Intensitas citra berbanding terbalik dengan nilai kecepatan aliran air.Kata kunci : kecepatan alir, butiran hujan, intensitas citra, laser

Analisis Pengaruh Macrobending Serat Optik Pada Sensor Glukosa Dengan Metode Evanescent

Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 1 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.417 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis pengaruh macrobending serat optik yang telah dikupas claddingnya sepanjang 1 cm  pada sensor glukosa dengan memanfaatkan interaksi gelombang evanescent pada serat optik dengan molekul glukosa. Cahaya dari laser dioda dengan panjang gelombang 650 nm ditransmisikan pada serat optik multimode. Pengupasan sebagian cladding serat mengakibatkan pelemahan intensitas terukur pada detektor akibat interaksi gelombang evanescent dengan molekul glukosa dalam urine. Penurunan intensitas cahaya terukur sebagai perubahan tegangan pada fotodioda yang mengindikasikan kosentrasi glukosa. Perbedaan konsentrasi glukosa berkaitan dengan indeks bias larutan glukosa (n2) yang menentukan kuat interaksi dan pelemahan gelombang evanescent. Intensitas cahaya yang sampai ke detektor meluruh secara eksponensial sebagai fungsi dari panjang pengupasan cladding serat optik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tegangan keluaran dari sensor berkurang secara linear terhadap konsentrasi glukosa dengan sensitivitas yang diperoleh adalah 0,32558 (mg/dl)/mV, 0,34193 (mg/dL)/mV, dan 0,33677 (mg/dL)/mV. Kata kunci: macrobending, gelombang evanescent, serat optik, glukosa.