Articles

Found 9 Documents
Search

Komunikasi Getok Tular Pengantar Popularitas Merek

Mediator Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Word of mouth (WOM) is a self-spreading chained series of communication in a certain community. The term ‘mouth’ was derived from the fact that the mode of message delivery in WOM is mainly orally, informally, and personally—reflecting the ways we had been talking each other in daily conversation. Technological advance has broadening the scope of WOM. Through the Internet, WOM appears in many digital communication features such as website, online profile pages, personal blog postings, and of course, exchanging mails. WOM, in many ways, has enriched conversation content by exchanging information, knowledge, views, and so on. In a collectivist society like Indonesia, WOM melted—in fact integrated within families (family, clans, working class, etc.). Traditionally, WOM occured when people interested in certain topic. As a form of communication, WOM could be developed as reference channel to popularize a brand (product). This is due because audience believe more to message delivered by somebody they know or respected by them.

Komunikasi Getok Tular Pengantar Popularitas Merek

MediaTor (Jurnal Komunikasi) 2008 - Volume 9, No 2 (Terakreditasi Dikti)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi getok tular (Word of mouth-WOM) adalah komunikasi berantai yang beredar dengan sendirinya di suatu komunitas tertentu, merujuk pada penyampaian informasi yang pada umumnya dilakukan secara lisan, informal dari seseorang kepada orang lain secara pribadi, antara dua individu atau lebih. Perkembangan teknologi memungkinkan komunikasi getok tular juga berkembang melalui internet, situs web, maupun halaman-halaman profil online, posting dalam blog-blog pribadi maupun pertukaran informasi melalui e-mail. Mereka memperkaya isi percakapan dengan informasi pandangan, pengetahuan, dan sebagainya, secara terus-menerus. Komunikasi getok tular tumbuh subur dalam masyarakat kolektivis, seperti di Indonesia, karena dalam masyarakat kolektivis, diri (self) tidak bersifat unik atau otonom, melainkan lebur dalam kelompok (keluarga, klan, kelompok kerja, sukubangsa, bangsa, dsb). Secara tradisional, komunikasi getok tular terjadi pada saat orang-orang sangat berminat pada topik yang diperbincangkan. Komunikasi getok tular dapat dikembangkan sebagai saluran referensi untuk mempopularkan merek (produk), karena khalayak sasaran lebih percaya pada pesan yang disampaikan oleh orang yang mereka kenal, dan mereka hargai.

Graffiti sebagai Pengisi Ruang Komunikasi Simbolik Seni Jalanan Masyarakat Urban

PANGGUNG Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Public spaces in a city have become more vibrant with the presence of street art which displays colorful and interesting shapes. The concept of public spaces evolves, so does the acceptance of the people as part of the city landscape, and in turn creates a symbolic communication between the street artists and the urban society. The communication may offer new insights to the world of art in the context of space, and each art represents joy, courage, fear, and anxiety arising from the graffiti art- ists. Artists conception to the world of street art, space and text influence each other, despite at some level they are all independent and separated. Street art is not only a masterpiece that explores form or ornamental coloring, but it is an integral part of a city. Every street art carries a theme through which to interact, and creates a medium to communicate symbolically. The visual and physical form of street art has become an entity to communicate about a variety of topics, including social criticism with various packages of thematic, symbolic, and politic visuals as well as entertaining (recreative) thus art in the context of street life has a wider potential. Keywords: space, street art, and communication  ABSTRAK Ruang-ruang publik di kota lebih semarak dengan kehadiran karya-karya seni jalanan yang menampilkan keindahan visual. Konsep ruang-ruang kota berkembang dan peneri- maan masyarakat berubah dengan mencerminkan terciptanya komunikasi simbolik antara perupa jalanan   dengan masyarakat kota. Pemahaman fenomena komunikasi visual ini dapat menawarkan wawasan lain bahwa dunia kesenian dalam konteks ruang, masing- masing memiliki sifat keriangan, keberanian, ketakutan, dan kecemasan yang ditimbul- kan dari seniman graffiti. Konsepsi perupa jalanan tentang dunia kesenian, ruang, dan teks memberikan pengaruh satu sama lain, meskipun pada tingkat tertentu: ketiganya berdiri sendiri-sendiri dan terpisah. Seni jalanan ini tidak hanya sekadar karya yang mengete- ngahkan  representasi bentuk, ornamen pewarnaan, namun menjadi bagian dari sebuah kota. Seni jalanan menorehkan tema-tema yang menjadi sarana untuk saling berinteraksi, dan seni jalanan menjadi sarana untuk saling berkomunikasi secara simbolik. Visualitas dan bentuk fisik karya seni jalanan menjadi penanda entitas dalam berkomunikasi dengan berbagai topik, termasuk kritik sosial dengan berbagai kemasan visual tematis, simbolis, politis sekaligus menghibur (rekreatif), sehingga seni dalam konteks kehidupan di jalanan memiliki potensi yang lebih luas. Kata kunci: ruang, seni jalanan, dan komunikasi

PERIKLANAN : MENUJU PENGERTIAN BARU

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya terknologi dan komunikasi, serta teknik penawaran Produk membuat periklanan tidak lagi terbatas hanya menggunakan mass media, membuat periklanan tidak lagi terbatas hanya menggunakan mass , media, diantaranya menggunakan contact point dengan konsumen sebagai media , contact point ini menegaskan peran periklanan sebagai sarana komunikasi bagi produsen dan konsumen contack point ini pula menyebabkan penggunaan media menjadi lebih luas, lebih komleks bahkan banyak diantaranya menggunakan medium yang sangat personal.Perkembangan ini justru mempertegas kehadiran iklan di mana-mana kompleksitas media mengukuhkan esensi dan peran periklanan yang tetap sama. Fungsi periklanan juga tetap sama sebagai sarana untuk mengubah pemahman, sikap dan tingkah laku.Perkembangan ini berdampak pula bagi definisi periklanan, perubahan dalam sarana penyampaian iklan ini tidak lagi dapat diakomodir oleh definisi periklanan yang sekarang ada.  Periklanan sebagai bagian dari komunikasi, periklanan sebagai komunikasi pemasaran dan periklanan sebagai ikon promosi.

PERBEDAAN PERSEPSI PENGANTAR KEARIFAN SOLUSI

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advertising activity in practice should be conducted in full manner of social responsibility due  to  differentiated  of perception.  The appearance of advertisements expected to be executed  in line with ethics, and consumerism regulatory. Negative perceptions on advertising should be taken as control tools how to make advertisements could contribute in better  way to society The difference perceptions bridge wisdom of solution.

PERIKLANAN DAN PENJUALAN

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 20 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERIKLANAN DAN PENJUALAN

PERBEDAAN PERSEPSI PENGANTAR KEARIFAN SOLUSI

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBEDAAN PERSEPSI PENGANTAR KEARIFAN SOLUSI

Komunikasi Getok Tular Pengantar Popularitas Merek

MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 9, No 2 (2008): Dari “Starbucks’ hingga Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.331 KB)

Abstract

Komunikasi getok tular (Word of mouth-WOM) adalah komunikasi berantai yang beredar dengan sendirinya di suatu komunitas tertentu, merujuk pada penyampaian informasi yang pada umumnya dilakukan secara lisan, informal dari seseorang kepada orang lain secara pribadi, antara dua individu atau lebih. Perkembangan teknologi memungkinkan komunikasi getok tular juga berkembang melalui internet, situs web, maupun halaman-halaman profil online, posting dalam blog-blog pribadi maupun pertukaran informasi melalui e-mail. Mereka memperkaya isi percakapan dengan informasi pandangan, pengetahuan, dan sebagainya, secara terus-menerus. Komunikasi getok tular tumbuh subur dalam masyarakat kolektivis, seperti di Indonesia, karena dalam masyarakat kolektivis, diri (self) tidak bersifat unik atau otonom, melainkan lebur dalam kelompok (keluarga, klan, kelompok kerja, sukubangsa, bangsa, dsb). Secara tradisional, komunikasi getok tular terjadi pada saat orang-orang sangat berminat pada topik yang diperbincangkan. Komunikasi getok tular dapat dikembangkan sebagai saluran referensi untuk mempopularkan merek (produk), karena khalayak sasaran lebih percaya pada pesan yang disampaikan oleh orang yang mereka kenal, dan mereka hargai.

Optimization of Proposal Management Arrangements as Learning Tools in Scientific Research Activities

Aptisi Transactions on Management (ATM) Vol 2 No 1 (2018): ATM (APTISI Transactions on Management)
Publisher : Aptisi Transactions on Management (ATM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For a researcher, compiling or managing a research proposal is a significant step because this step dramatically determines the success or failure of all research activities. For this reason, management is needed from a management research activity, because it is one of the activities that are scientific. Management of research proposals or often referred to as research planning is one example of a management report that is described in detail from the study design that will be carried out to answer existing problems. In a term, there is an understanding of a proposal. It seems that a study is not only intended for individuals because the proposed word implies that something is still waiting for an answer or permission from another party. It is expected that with the management of a scientific research activity management has a clear purpose, which later can be useful as a study material about a matter and most importantly as a reference in making decisions for the benefit of the public or the government or private parties or companies. Keywords: Management, Research, Research Activities