Didik Hariyono
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariella volvacea) PADA BERBAGAI SISTEM PENEBARAN BIBIT DAN KETEBALAN MEDIA Riduwan, Muhammad; Hariyono, Didik; Nawawi, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil jamur merang ialah ketebalan media tanam dan sitem penebaran bibit. Ketebalan media tanam yang berbeda akan dihasilkan kondisi suhu yang berbeda sedang pada media tanam jamur merang dan sistem penebaran bibit akan mempengaruhi jumlah titik tumbuh jamur merang yang disebabkan oleh laju pertumbuhan miselium jamur merang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil jamur merang pada berbagai macam ketebalan media tanam dan system penebaran bibit. Pengamatan dilakukan dengan cara mengamati saat muncul pin head pertama, waktu panen pertama, lama masa panen, jumlah badan buah, diameter badan buah, bobot segar badan buah, jumlah badan buah dengan pengelompokan badan buah berdasarkan diameter >3 cm, 2-3 cm dan <2 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi ketebalan media terhadap sistem penebaran bibit pada bobot segar badan buah. Pada pengamatan ketebalan media tanam terjadi beda nyata pada variabel pengamatan lama masa panen jumlah badan buah dan jumlah badan buah dengan pengelompokan badan buah berdasarkan diameter >3 cm dan 2-3 cm. Sedangkan pada perlakuan sistem penebaran bibit terjadi beda nyata pada variabel pengamatan jumlah badan buah.
PEMUPUKAN NPK PADA TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.) LOKAL UMUR 3 TAHUN Rohman, Hanif Fatur; Hariyono, Didik; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) membutuhkan nutrisi yang yang cukup untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari dan mengetahui dosis pupuk yang tepat untuk tanaman durian fase awal generatif durian jingga dan durian arab. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada November 2012 sampai Februari 2013. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 6 perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Adapun perlakuan tersebut meliputi durian Jingga dengan Pupuk NPK 90 g/tanaman, durian Jingga dengan Pupuk NPK 135 g/tanaman, durian Jingga dengan Pupuk NPK 180 g/tanaman, durian Arab dengan Pupuk NPK 90 g/tanaman, durian Arab dengan Pupuk NPK 135 g/tanaman, durian Arab dengan Pupuk NPK 180 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pemberian dosis pupuk NPK 135 g/tanaman pada tanaman durian jingga lebih efektif untuk menunjang pertumbuhan yang optimal. Sedangkan untuk durian arab dosis efektif yang dapat di usulkan adalah dengan dosis pupuk NPK 180 g/tanaman. Kata kunci : Pupuk NPK, durian jingga, durian arab, fase generative
UJI EFEKTIFITAS APLIKASI PYRACLOSTROBIN DENGAN BEBERAPA LEVEL CEKAMAN SUHU PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Efendi, Yayat; Hariyono, Didik; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak pemanasan global yang diakibatkan oleh berlebihnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfir yang diikuti dengan peningkatan suhu di udara dapat berpengaruh pada produktivitas komoditi pertanian pangan. Peningkatan suhu udara di atmosfer sebesar 5oC akan diikuti oleh penurunan produksi jagung sebesar 40% dan kedelai sebesar 10-30%. Pyraclostrobin adalah salah satu jenis fungisida yang diketahui dapat memberikan efek toleran cekaman pada tanaman yaitu dengan cara menghambat transfer elektron dalam rantai respirasi pada mitokondria sehingga dapat meningkatkan efek toleran. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang mulai Agustus sampai November 2012 dengan ketinggian 303 mdpl. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Tersarang, terdiri dari 2 kombinasi perlakuan yaitu suhu (T) dan pyraclostrobin (P), dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan cekaman suhu dan pyraclostrobin berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman jagung, tetapi tidak nyata pada umur berbunga. Pada parameter komponen hasil tanaman, kombinasi perlakuan suhu normal dengan dan tanpa pengaplikasian pyraclostrobin mampu menghasilkan berat basah tongkol, berat kering tongkol, berat pipilan kering dan berat 1000 biji lebih tinggi daripada tanaman yang diperlakukan dengan cekaman suhu 10C sampai 50C (T2 dan T3). Rata-rata potensi hasil pipilan kering biji jagung yang diperoleh pada kombinasi perlakuan suhu normal dengan pengaplikasian pyraclostrobin mengalami kenaikan sekitar 28% dari potensi rata-rata hasil jagung varietas P21. Kandungan amylose dan protein biji jagung tertinggi juga diperoleh pada perlakuan suhu normal T1 dengan atau tanpa pengaplikasian pyraclostrobin. Kata kunci : Pemanasan Global, Jagung, Pyraclostrobin, Toleran Cekaman.
KAJIAN FENOLOGI PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF PADA BEBERAPA VARIETAS TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus MURR.) Ali, Fandyka Yufriza; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i8.835

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan tanaman buah Tropis yang memilikirasa dan aroma yang unik. Permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam agribisnis komoditas durian ialah suplai buah yang tidak kontinyu, keadaan ini disebabkan tanaman durian mempunyai sifat berbuah musiman (seasonal bearing). Fenomena tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama iklim mikro dan faktor endogen tanaman. Penelitian bertujuan untuk mempelajari perbedaan karakter fenologi pertumbuhan vegetatif dan generatif pada beberapa varietas tanaman durian (Durio zibethinusMurr.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2016 sampai dengan bulan Januari 2017 di Kebun Durian Desa Mendalan Wangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei yang bersifat diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan vegetatif dan generatif pada empat varietas durian yaitu Monthong, Sunan, D24 dan Matahari memiliki perbedaan antara varietas satu dengan yang lainnya. Perkembangan flushpada varietas Monthong, Sunan dan D24 sangat dipengaruhi oleh intensitas curah hujan dan kelembaban udara. Sedangkan pada varietas Matahari, perkembangan flush hanya dipengaruhi oleh kelembaban udara. Perkembangan bunga pada varietas Monthong, Sunan dan D24 sangat dipengaruhi oleh suhu udara. Pembentukan buah pada varietas Monthong, Sunan dan D24 sangat dipengaruhi oleh intensitas curah hujan dan kelembaban udara. Sedangkan pada varietas Matahari, pembentukan buah hanya dipengaruhi oleh kelembaban udara.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP PEMBERIAN ATONIK PADA BEBERAPA TINGKAT NAUNGAN Amelia, Nia Kharisma; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i7.801

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan hampir di seluruh kawasan Indonesia dan merupakan komoditas ekspor yang bernilai ekonomis tinggi. Kakao yang merupakan tanaman dari hutan hujan tropis dalam pertumbuhannya membutuhkan naungan agar dapat tumbuh dengan baik khususnya pada pembibitan. Zat pengatur tumbuh (atonik) juga berperan penting dalam pertumbuhan tanaman kakao. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi naungan dan pemberian atonik dalam pertumbuhan bibit kakao. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret sampai agustus 2016 di Kebun Percobaan Jatimulyo Kota Malang. Penelitian menggunakan percobaan faktorial yang disusun secara Rancangan Petak Terbagi dengan naungan sebagai petak utama dan konsentrasi atonik sebagai anak petak. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara naungan dan pemberian atonik terdapat pada variabel tinggi tanaman dan jumlah daun mulai dari umur 6-10 minggu setelah penyemprotan. Sedangkan pada pamareter lain tidak ditemukan interaksi maupun pengaruh nyata.
Response Initial Vegetative Growth of Local Durian (Durio zibethinus Murr.) with The Addition of Organic Fertilizers Ashari, Sumeru; Hariyono, Didik; Triliestyana, Yunita
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to observe the three cultivars of durian growth responds using organic fertilizer and to know the suitable type of organic fertilizer in the initial phase of vegetative growth on durian. The research was conducted in the Watulor, Waturejo village, district Ngantang, Malang with altitude 669 meters above sea level with rainfall 1588 mm/year. This research was conducted in February until June 2010. Research were using randomized block design with treatment three types of organic fertilizer 10 kg plant-1 on three local durian cultivars. Treatments were consist of: P1K1 (Durian Jingga using goat manure fertilizer), P1K2 (Durian Arab using goat manure fertilizer), P1K3 (Durian Sepanjang Musim using goat manure), P2K1 (Durian Jingga using chicken manure), P2K2 (Durian Arab using chicken manure), P2K3 (Durian Sepanjang Musim using chicken manure), P3K1 (Durian Jingga using green manure), P3K2 (Durian Arab using green manure), and P3K3 (Durian Sepanjang Musim using green manure).There were 9 treatments and each treatment had 3 repetition. The results of this research showed that in the variable number of leaves, usage of chicken manure and green manure on the Durian Arab had the highest response compared to Durian Jingga and Durian Sepanjang Musim. While in the variable leaf area, Durian Jingga and Durian Arab using chicken and green manure fertilizer was having higher leaf area than Durian Sepanjang Musim. Thesoil analysis of using organic fertilizeron durian showed that the N content in soil was increased, P and K nutrient in the soil was decreased, while the average N content in leaf was decreased, P and K nutrient in the leaves was increased.
The effect planting hole size and manure on vegetative growth of golden teak (Tectona grandis L.) Hariyono, Didik
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : University of Brawjiaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2018.053.1293

Abstract

Cultivation of the golden teak (Tectona grandis L.) requires the planting hole size and appropriate use of manure. The size of planting hole provides plant growth, so that the plant can grow with optimum and appropriate use of manure to provide nutrients for the plants. . The aims of the study was to obtain an interaction between planting hole size and manure on vegetative growth phase of golden teak. Treatments tested in this study were with  4 treatment of planting hole size as the first factor and 3 levels of manure as the second factor.  The twelve treatments were arranged in a factorial randomized block desiagn with three replicates. Variable measured plant height,  number of leaves, and the flush changes to mature. The results showed that there were no interactions between  the planting hole size and goat manure on early vegetative growth of golden teak plants. The planting hole size treatment showed significant effects on some variables height of plant, number of leaves and flush change to mature leaves. Manure treatment showed no significant effect for all variables. The observation variables that showed no significant differences height of plant, number of leaves and flush change to mature leaves.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR SAMPAI DENGAN KAPASITAS LAPANG TERHADAP PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Kusumawati, Rissya Dewi; Hariyono, Didik; Aini, Nurul
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi cabai di Indonesia adalah rendahnya hasil panen dari luasan areal tanaman. Kondisi ini dapat diatasi dengan menanam cabai dalam polybag yang juga dapat mempermudah pemeliharaannya. Budidaya tanam dalam polybag mempunyai kekurangan, yaitu faktor ketersediaan air dan kepadatan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dengan interval pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai Maret 2014 bertempat dirumah kaca Ds.Tegalgondo, Kec.Karang Ploso-Malang. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari M1(Tanah 100%), M2(Tanah 75% : Sekam Padi 25%), M3(Tanah 75% : Kompos 25%), M4(Tanah 50% : Sekam Padi 25% : Kompos 25%). Faktor kedua adalah interval pemberian air yang terdiri dari A1(3 hari sekali), A2(5 hari sekali) dan A3(7 hari sekali). Pada komposisi media tanam apapun tidak dapat mempengaruhi pemberian air sebaliknya pada pemberian air berapapun tidak dapat mempengaruhi komposisi media tanam sehingga tidak terdapat interaksi. Komposisi media tanam tanah+kompos dapat meningkatkan hasil bobot segar total buah per tanaman sebesar 45,25% dibandingkan dengan perlakuan media tanah. Pemberian air dengan interval 5 hari sekali dapat meningkatkan hasil tanaman cabai sebesar 52,04% dibandingkan dengan perlakuan pemberian air dengan interval 3 hari sekali.
PENGARUH APLIKASI GYPSUM DAN PUPUK KANDANG SAPI PADA TANAH SALIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Susianto, Nur Cholid; Hariyono, Didik; Aini, Nurul
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi kedelai di Indonesia tahun 2013 diperkirakan 807.57 ribu ton, menurun sebanyak 35.58 ribu ton (4.22 persen) dibandingkan tahun 2012. Penurunan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena turunnya luas panen seluas 13.49 ribu hektar dan produktivitas sebesar 0.28 kuintal ha-1 (BPS, 2013). Dalam meningkatkan produksi kedelai dapat memanfaatkan lahan salin dengan cara penggunaan varietas toleran dan bahan amelioran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang tepat antara varietas dan genotip kedelai terhadap dua jenis amelioran (gypsum dan pupuk kandang sapi) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada kondisi tanah salin. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini benih kedelai Wilis, Tanggamus, Genotip IAC100/bur/Malabar 10/KP/21/50 dan genotip Argopuro//IAC100 dan gypsum, pupuk kandang sapi, pupuk NPK (phonska) dan furadan 3G. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Split Plot yang terdiri 2 faktor yaitu genotip kedelai dan jenis amelioraan tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni – September 2014 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa adanya interaksi yang nyata antara varietas/genotip dengan macam amelioran terhadap peubah bobot kering biji per tanaman. Dalam masing-masing varietas/genotip terdapat jenis amelioran yang tepat dalam meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Pada varietas Wilis, varietas Tanggamus dan genotip Argopuro//IAC,100 penggunaan gypsum merupakan amelioran yang tepat dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang dan pada genotip IAC, 100/Bur// Malabar penggunaan pupuk kandang dan gypsum belum dapat meningkatkan produktivitas tanaman kedelai.
Pengaruh Waktu Tanam Kubis (Brasssica oleraceae L. var capitata) dan Cabai (Capsicum annum L.) Terhadap Efisiensi Penggunaan Lahan Pada Sistem Tumpangsari Herlina, Ninuk; Hariyono, Didik; Tri Margawati, Dayu
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.8.2.111-119

Abstract

ABSTRACT The aim of this research was to determine the effects of planting time of cabbage on the growth and yield of cabbage and chilli and to determine the value of Land Equivalent Ratio (LER) in intercropping. The research was carried out in Juni to November 2015 at the Ngoran village, Nglegok district, Blitar. The methods used a Randomized Block Design, with 7 levels of  planting time of cabbage, that is : P1 = Intercropping, cabbage planted 28 days before the chilli. P2 = Intercropping, cabbage planted 14 days before the chilli. P3 = Intercropping, cabbage and chilli are planted in the same time. P4 = Intercropping, cabbage planted 14 days after the chilli. P5 = Intercropping, cabbage planted 28 days after the chilli. P6 = cabbage monoculture and P7 = chilli monoculture.  The results showed the time of planting cabbage did not significantly affect to growth and yield of chilli. Intercropping with cabbage planted 14-28 days before and after the chilli and cabbage plants are grown alongside chilli were able to increase the productivity of land. The highest LER in the treatment cabbage planted 28 days before the chilli (1.91).Keywords : intercropping cabbage and chilli, land equivalent ratio and planting time ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mendapatkan waktu tanam kubis dan cabai yang tepat sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis dan cabai dalam sistem tumpangsari serta menentukan nilai NKL (Nisbah Kesetaraan Lahan). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2015 di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan waktu tanam kubis, yaitu: P1 = Tumpangsari, kubis ditanam 28 hari sebelum cabai, P2 = Tumpangsari, kubis ditanam 14 hari sebelum cabai, P3 = Tumpangsari, kubis ditanam bersamaan dengan cabai, P4 = Tumpangsari, kubis ditanam 14 hari setelah cabai, P5 = Tumpangsari, kubis ditanam 28 hari setelah cabai, P6 = Penanaman kubis monokultur dan P7 = Penanaman cabai monokultur. Hasil penelitian menunjukkan waktu tanam kubis tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Tumpangsari cabai dengan kubis yang ditanam 14-28 hari sebelum dan sesudah cabai serta kubis yang ditanam bersamaan dengan cabai mampu meningkatkan produktivitas lahan. NKL tertinggi terdapat pada perlakuan waktu tanam kubis 28 hari sebelum cabai, yaitu sebesar 1.91. Kata kunci: nisbah kesetaraan lahan (NKL), tumpangsari cabai dan kubis dan waktu tanam