Rr. Tutik Sri Hariyati
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS PERENCANAAN HARIAN TERHADAP KINERJA HARIAN KEPALA RUANG DI RUANG RAWAT INAP RS TUGU IBU DEPOK Syaifudin, Achmad; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Handiyani, Hanny
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Perencanaan merupakan bagian dari fungsi manajemen mendasar dan paling awal yang akan menyeleksi prioritas, hasil, dan metode untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Efektifitas perencanaan harian kepala ruang mempengaruhi kinerja dan mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas perencanaan harian terhadap kinerja harian kepala ruang di ruang rawat inap RS Tugu Ibu Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan control group pre-test post-test. Uji validitas instrumen menggunakan content validity expert, dengan ujireabilitas interater reability. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 sampel, masing-masing 33 sampel kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang sempurna perencanaan harian terhadap kinerja harian (r=1.00, α=0.05), terdapat perbedaan yang bermakna perencanaan harian dan kinerja harian antara sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan pada kelompok intervensi (p=0.001, α=0.05), terdapat perbedaan yang bermakna perencanaan harian dan kinerja harian antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudahpelatihan perencanaan harian (p=0.001, α=0.05). RS Tugu Ibu perlu meningkatkan pendidikan kepala ruang untuk dapat berperan sebagai manager lini keperawatan, mengembangkan model perencanaan harian yang lebih lengkap dan sesuai dengan visi/misi ruangan dan rumah sakit Tugu Ibu Depok.Kata kunci: kepala ruang, kinerja harian, manager lini, perencanaan harian
FAKTOR PERSONIL DALAM PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PERAWAT RUMAH SAKIT DI SEMARANG Rofi’i, Muhamad; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Pujasari, Hening
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.641 KB)

Abstract

Perencanaan pulang merupakan salah satu kegiatan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien di rumah sakit, yang akan memberikan dampak terhadap pemendekan lama perawatan pasien di rumah sakitdan akan dapat menurunkan angka kekambuhan pasien. Pelaksanaan perencanaan pulang telah menjadi salah satu program kegiatan dalam sistem pemberian asuhan keperawatan pada klien. Namun dalam pelaksanaannya, perencanaan pulang belum sesuai dan belum optimal. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan perencanaan pulang di rumah sakit. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang secara langsung terlibat dengan perencanaan pulang ini juga sangat menentukan proses pelaksanaan perencanaan pulang. Komitmen rumah sakit juga sangat berpengaruh besar terhadap pelaksanaan perencanaan pulang bagi pasien.Faktor personil perencanaan pulang adalah orang-orang yang berkontribusi dalam perencanaan pulang yaitu perawat, dokter, petugas kesehatan di masyarakat, pasien dan anggota keluarga. Discharge planning pada perawat rumah sakit sangat penting untuk dilaksanakan di rumah sakit, karena dapat memberikan motivasi untuk mencapai kesembuhan pasien.  Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor personil yang mempengaruhi pelaksanaan discharge planning.Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel riset adalah perawat dan dokumentasi asuhan keperawatan dengan jumlah masing-masing 147dengan purposive sampling dan proporsionate sampling. Analisis riset menggunakan uji Chi Square (signifikansi 5%).Hasil penelitian adalah ada hubungan antara faktor personil discharge planning (p=0,01, α= 0,05) dengan pelaksanaan discharge planning. Perawat harus mampu untuk menjalin hubungan, komunikasi,  membuatkesepakatan dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan lain.
The THE IMPLEMENTATION OF ELECTRONIC-BASED NURSING CARE DOCUMENTATION ON QUALITY OF NURSING CARE: A LITERATURE REVIEW Saraswasta, I Wayan Gede; Hariyati, Rr. Tutik Sri
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol 1 No 2 (2018): International Journal of Nursing and Health Services
Publisher : International Journal of Nursing and Health Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.778 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v1i2.23

Abstract

ABSTRACT In last two decades most of the tasks performed by nurses have not been directly related to patient care. Nurses spend more time on writing documentation or medical records of patients. Implementation of electronic medical record can reduce the time used for documentation or in other hand will increase the time for nurses to interact with patients then eventually can improve the quality of nursing care. Purpose of this literature review is to find out the implementation of electronic-based nursing care documentation (EHR) in improving the quality of nursing care in terms of EFETEC aspects. Method used by author is a literature review. Database used is Science Direct, PROQUEST, Scopus, Ebscho and Scholar Article with the keywords; electronic health record, EHR, Documentation in nursing, Quality of nursing care. Implementation of electronic nursing care documentation can improve the service quality. Improvement of the quality of service is reviewed with EFETEC which consists of efficient, focus for patient, effective, time discipline, equality, confidentiality. In the era of health workers 4.0 the utilization of electronic nursing care documentation requires continuous development in order to improve the quality of service for patients.  KEYWORDS: electronic health record, nursing care documentation, quality of nursing care
TELE-ICU BERMANFAAT DALAM PENCAPAIAN PELAYANAN BERKUALITAS Rizany, Ichsan; Hariyati, Rr. Tutik Sri
Dunia Keperawatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKejadian mortalitas di ruang ICU masih tinggi. Pasien kritis membutuhkan perawatan kompleks sehingga membutuhkan perawat terlatih dan kompeten tetapi penyebaran tenaga masih menjadi kendala. Pemanfaatan tele-ICU berpeluang untuk menurunkan mortalitas pasien.  Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi pemanfaatan Tele-ICU. Metode yang digunakan adalah literatur review. Literatur mengunakan dari tahun 2010 – 2017 meliputi jurnal dan artikel. Tele-ICU merupakan fasilitas tehnologi yang memberikan interaksi jarak jauh oleh tenaga kesehatan untuk mendapatkan data dan kondisi pasien ICU langsung dari samping tempat tidur. Komunikasi dalam tele-ICU dilakukan melalui tehnologi audio dan video di samping tempat tidur pasien. Tele-ICU memberikan manfaat kepada pasien, perawat dan dokter. Pemanfaatan tele-ICU mempunyai peran penting dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan keperawatan yang diterima oleh pasien sesuai dengan pengaturan dan tujuan yang tepat. Pemanfaatan tele-ICU perlu mendapat dukungan  dari top manajer. Manajer harus melakukan manajemen POSAC yang tepat untuk membangun tele-ICU. Kata-kata kunci : mortalitas pasien, perawat, tele-ICU. ABSTRACTThe incidence of mortality in ICU was still very high. Critical Patients in ICU required a complex care. Conditions of complex care required the trained and competent nurses but deployment of personnel was still a constraint. The Utilization of tele-ICU have an chance to reduce mortality in patients. The purpose of this paper is to guide the use of Tele-ICU. The method used is literature review. Literature used from 2010 - 2017 such as journal and article. Tele-ICU is a technology facility that Provides long-range interactions by health workers to get the Data and conditions of ICU Patients Directly from the bedside. Communication in the tele-ICU is done through audio and video technology at the patients bedside. Tele-ICU Provides a benefit to Patients, nurses and doctors. Utilization of tele-ICU have a key role in optimizing the quality of nursing care received by Patients in accordance with the arrangements and the right destination. Utilization of tele-ICU needs the support of top managers. The managers must perform  properly management function to build a tele-ICU. Keywords : nurse, patient mortality, tele-ICU.
EFEKTIVITAS PERENCANAAN HARIAN TERHADAP KINERJA HARIAN KEPALA RUANG DI RUANG RAWAT INAP RS TUGU IBU DEPOK Syaifudin, Achmad; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Handiyani, Hanny
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan merupakan bagian dari fungsi manajemen mendasar dan paling awal yang akan menyeleksi prioritas, hasil, dan metode untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Efektifitas perencanaan harian kepala ruang mempengaruhi kinerja dan mutu pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas perencanaan harian terhadap kinerja harian kepala ruang di ruang rawat inap RS Tugu Ibu Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan control group pre-test post-test. Uji validitas instrumen menggunakan content validity expert, dengan ujireabilitas interater reability. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 sampel, masing-masing 33 sampel kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh yang sempurna perencanaan harian terhadap kinerja harian (r=1.00, ?=0.05), terdapat perbedaan yang bermakna perencanaan harian dan kinerja harian antara sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan pada kelompok intervensi (p=0.001, ?=0.05), terdapat perbedaan yang bermakna perencanaan harian dan kinerja harian antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudahpelatihan perencanaan harian (p=0.001, ?=0.05). RS Tugu Ibu perlu meningkatkan pendidikan kepala ruang untuk dapat berperan sebagai manager lini keperawatan, mengembangkan model perencanaan harian yang lebih lengkap dan sesuai dengan visi/misi ruangan dan rumah sakit Tugu Ibu Depok.Kata kunci: kepala ruang, kinerja harian, manager lini, perencanaan harian
Analisis Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dalam Pendelegasian kepada Ketua Tim di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Militer Jakarta: Fishbone Diagram Hidayat, Aris Teguh; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Muhaeriwati, Titiek
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 2 (2019): April 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v10i2.411

Abstract

Often the head of the room in managing nursing service management requires a lot of time, so it is difficult to do it without the help of others, therefore the absolute effort that needs to be done by the head of the room is to delegate the task to the team leader. Poor implementation of delegation can reduce the quality of nursing services. This study is a case study of situation analysis using a fishbone diagram approach with a grouping of five management tools, namely man, money, method, machine and material (5M). Data is obtained through interviews, observations, and secondary data collection in hospitals. The results obtained are the workload of the head of the room outside the description of the task, the function of directing the head of the room in delegation is not going well, so the delegation from the head of the room to the nursing team leader is not optimal. To overcome this problem, the head of the room must be able to carry out management functions optimally in delegating to the team leader and implementing nurse. The recommendations given are to provide the competencies needed by the head of the room in delegating to the team leader and implementing nurses through delegation training; by facilitating the delegation process through the proposed need for policies, procedures, and guidelines so that the head of the room has the maximum ability about delegation. Keywords: nursing delegation, planning function, head of room, team leader, outpatient unit ABSTRAK Sering kepala ruangan dalam mengelola manajemen pelayanan keperawatan membutuhkan banyak waktu, sehingga sulit melakukannya tanpa bantuan orang lain, oleh karena itu upaya mutlak yang perlu dilakukan oleh kepala ruangan adalah dengan mendelegasikan tugas kepada ketua tim. Pelaksanaan pendelegasian yang kurang baik dapat menurunkan kualitas pemberian pelayanan keperawatan. Studi ini merupakan studi kasus analisis situasi dengan pendekatan diagram fishbone dengan pengelompokan lima tools manajemen yaitu man, money, method, machine dan material (5M). Data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan pengambilan data sekunder di rumah sakit. Hasil yang didapatkan yaitu adanya beban kerja kepala ruangan di luar uraian tugas, fungsi pengarahan kepala ruangan dalam pendelegasian tidak berjalan dengan baik, sehingga pendelegasian dari kepala ruangan kepada ketua tim keperawatan belum optimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, kepala ruangan harus dapat menjalankan fungsi manajemen secara optimal dalam memberikan pendelegasian kepada ketua tim dan perawat pelaksana. Rekomendasi yang diberikan yaitu memberikan kompetensi yang dibutuhkan oleh kepala ruangan dalam pendelegasian kepada ketua tim dan perawat pelaksana melalui pelatihan pendelegasian; dengan memfasilitasi proses pendelegasian melalui usul perlunya kebijakan, prosedur, dan panduan agar kepala ruangan mempunyai kemampuan maksimal tentang delegasi. Kata kunci: delegasi keperawatan, fungsi perencanaan, kepala ruangan, ketua tim, unit rawat jalan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSISTENSI PEMAKAIAN KONDOM PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI EKS LOKALISASI PEMANDANGAN TELUK BETUNG SELATAN BANDARLAMPUNG Ardian, Prima; Hariyati, Rr. Tutik Sri
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.155

Abstract

Kejadian HIV-AIDS di Propinsi Lampung sebagian besar penderitanya adalahPekerja Seks Komersial (PSK) dan pencegahan penularan menggunakan kondom saatberhubungan seks. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungandengan konsistensi pemakaian kondom pada PSK, yaitu: pengetahuan, sikap,ketersediaan kondom, dukungan mucikari, dukungan petugas kesehatan, dukunganteman seprofesi, dukungan klien.Jenis penelitian kuantitatif analitik pendekatan cross sectional. Populasi seluruh PSKyang berada di Eks Lokalisasi Pemandangan berjumlah 100 orang, dengan responden 71orang. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square) dan analisismultivariat (regresi logistik).Hasil penelitian konsistensi pemakaian kondom tidak baik 54,9%, pengetahuan PSKtinggi 53,5%, kondom tidak selalu tersedia 53,5%, mucikari tidak mendukung 56,3%,sikap PSK positif 56,3%, teman seprofesi mendukung 54,9%, petugas kesehatanmendukung 59,2%, klien yang mendukung 59,2%. Hasil analisis bivariat dengan uji chisquare variable pengetahuan p-value 0,000, ketersediaan kondom p-value 0,007,dukungan mucikari p-value 0,000, sikap PSK 0,000, dukungan teman seprofesi 0,000,dukungan petugas kesehatan p-value 0,007 dan dukungan klien p-value 0,007. Variabelpaling dominan hubungannya terhadap konsistensi pemakaian kondom pada PSK adalahsikap dengan p-value 0,001. Saran penelitian agar mucikari mewajibkan PSKmenggunakan kondom dan menyediakan kondom di lokalisasi. Kondom yang disediakanadalah bagian fasilitas kamar agar memudahkan akses memperoleh kondom untukmencegah HIV-AIDS di Eks Lokalisasi Pemandangan Teluk Betung Selatan Kota BandarLampung.Kata Kunci : Konsistensi pemakaian kondom, PSK, Lokalisasi
MOBILE HEALTH APPLICATION - PREVENTING PATIENTS OF BREAST CANCER POST-TREATMENT FROM UPPER LIMB DYSFUNCTION (ULD) (Chemotherapy, Radiotherapy, and Surgery) : LITERATURE REVIEW cahyono, hendra dwi; hariyati, Rr. Tutik sri
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol 1 No 2 (2018): International Journal of Nursing and Health Services
Publisher : International Journal of Nursing and Health Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.235 KB)

Abstract

Background. Breast cancer is the most common cancer which attacks 2.1 million women annually. The high incidence of ULD is a negative impact that affects the quality of life of patients. m-Health Application is a tool that can facilitate the process of service or health care. Purpose. To know the effectiveness of m-Health Application usage in preventing Upper Limb Dysfunction (ULD) by increasing physical activity of patients after breast cancer treatment. Method. Relevant articles that were published between 2013 and 2018 were retrieved from EBSCOhost, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, and SAGE databases, using keywords like mobile health application, breast cancer, physical activity, upper limb dysfunction. Results. This study uses 9 literatures, including 3 journals with randomised controlled trial (RCT) design, 1 quasi-experimental journal, 1 cross-sectional journal, 1 journal using a pilot study, and 1 journal using qualitative design alongside with focus group method. Almost all literatures show positive results of mobile health application in increasing physical activity of breast cancer patients. Conclusion. Mobile health application can significantly prevent the occurrence of ULD by increasing the practice of patients' physical activity through application features, such as video, games, SMS, telephone, e-mail, and the internet web.   Keywords mobile health application, breast cancer, physical activity, upper limb dysfunction.
Mobile Health Application in Implementation of Maternity Nursing Care: Literature Review Nasution, Lina Anisa; Hariyati, Rr. Tutik Sri
Journal of Nursing Care Vol 1, No 1 (2018): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.747 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v1i1.15762

Abstract

Indonesia is a developing country with relatively high maternal mortality number. One of the influencing factors for that condition is health services at antenatal, intranatal and postnatal period has not been optimized yet. The optimization effort has been done in several countries through health service based on utilization of mobile phone technology called mobile health. The literature study aimed to present information from previous studies about implementation and benefits of mobile health in the maternity nursing care. The literature sources divided into three country categories including Western, non Western and Indonesia and consist of 30 online literatures. The implementation of mobile health in maternity nursing care showed positive impact in knowledge, motivation, and health behavior of the mother. Indonesia as developing country which can be strategic country in utilizing mobile health because of mostly Indonesian is mobile phone users. Nurse in corporation with cross sectors is supposed to develop mobile health in many strategic topics specifically in the effort of reducing the Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia.Keywords : Information technology, maternity, mobile-health, nursing care. Studi Literatur: tentang Implementasi Aplikasi “Mobile Health” di Pelayanan Keperawatan MaternitasAbstrakIndonesia adalah salah satu negara berkembang dengan Angka Kematian Ibu (AKI) yang relatif tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tinnginya AKI di Indonesia adalah belum optimalnya pelayanan kesehatan pada masa kehamilan, bersalin, dan postpartum. Upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dibeberapa negara dilakukan dengan menggunakan teknologi berbasis telepon genggam atau disebut dengan “mobile health”. Study literatur ini bertujuan untuk menginformasikan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan berkaitan dengan aplikasi dan keuntungan “mobile health” dalam keperawatan maternitas. 30 penelitian berasal dari media online, dibagi menjadi tiga kategori yaitu artikel dari negara Barat, negara non-Barat, dan Indonesia. Implementasi penggunaan “mobile health” pada pelayanan keperawatan maternitas menunjukkan dampak yang positif terhadap pengetahuan, motivasi, dan perilaku kesehatan ibu. Indonesia sebagai negara berkembang sangat strategis untuk pengembangan “mobile health” dikarenakan sebagian besar penduduk Indonesia adalah pengguna telepon genggam. Perawat dapat bekerjasama dengan sektor lain untuk mengembangkan program “mobile health” dengan berbagai topik khususnya berkaitan dengan upaya untuk menurunkan AKI di Indonesia.Kata kunci: Teknologi informasi, maternitas, mobile health, pelayanan keperawatan.
HUBUNGAN KEBERADAAN TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK DAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DESA SUKAJAYA LEMPASING KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Nopriyanto, Dwi; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Ungsianik, Titin
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.858

Abstract

Latar Belakang : Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena angka morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi.Penyakit malaria disebabkan oleh parasit sporozoa Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina infektif.Terdapat banyak tempat perindukan nyamuk di Desa Sukajaya Lempasing salah satunya adanya genangan air di selokan/parit yang air nya tidak dapat mengalir karena kurangnya perawatan dari masyarakat sehingga menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Tujuan Penelitian : Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keberadaan tempat perindukan nyamuk dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kejadian malaria di Desa Sukajaya Lempasing wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung tahun 2015. Metode Penelitian :Jenis penelitian ini berupa survey analitik. Pengumpulan data penelitian dilakukan menggunakan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dengan tekhnik pengambilan sampling dengan metode simple random sampling. Data sekunder didapat dari data pasien dengan gejala klinis malaria di Puskesmas hanura.Data primer hasil wawancara dengan kuesioner dan observasi tempat perindukannyamuk. Hasil :Dari 60 responden ditemukan kejadian malaria sebanyak 41 (68.3%), jenis kelamin di dominasi laki-laki 39 (65.0%), tingkat pendidikan SD 35 (58,3%), pekerjaan sebagai nelayan 19 (31.7%), responden yang dekat dengan tempat perindukan nyamuk sebanyak 53 (88.3%), tingkat pengetahuan kurang tentang malaria 43 (71.7%). Kondisi ekosistem lingkungan yang kurang baik sehingga mendukung untuk perkembangbiakan nyamuk anopheles di sekitar rumah.Chi- Square didapatkanp value < α (0.05), untuk tempat perindukan nyamuk ρ value = 0.028 dan tingkat pengetahuan masyarakat ρ value = 0.001. Kesimpulan :Terdapat hubungan yang bermakna antara tempat perindukan nyamuk dan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kejadian malaria.