Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Bumi Indonesia

INDUSTRI GENTENG DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Syarif, Ahmad; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.688 KB)

Abstract

Desa Sidoluhur sebagai salah satu contoh pusat industri kecil dan rumah tangga dalam pembuatan genteng yang jumlahnya mencapai 416 unit. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologikal karena memanfaatkan tanah liat sebagai bahan baku dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap proses produksi. Penelitian menggunakan metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah pengusaha industri genteng di Desa Sidoluhur dengan pertimbangan bahwa wilayah dimana masing-masing bagian terambil sampelnya secara acak disetiap dusun. Jumlah responden yang diambil dengan menggunakan metode proporsional random sampling yaitu sebesar 81 pengusaha. Metode analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif dengan dibantu tabel frekuensi dan statistik inferensia dengan dibantu tabel silang dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Desa Sidoluhur menunjukan karakteristik skala industri rumah tangga. (2) Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap jumlah produksi yaitu modal. (3) pendapatan pengusaha dari industri genteng menjadi kemampuan andalan perekonomian pengusaha sebesar 78,75 % dalam pendapatan total pengusaha.Kata kunci: industri genteng, faktor produksi, karakteristik.
FAKTOR DAN PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DI KABUPATEN BANTUL. KASUS DAERAH PERKOTAAN, PINGGIRAN DAN PEDESAAN TAHUN 2001-2010 Pewista, Ika; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.508 KB)

Abstract

Jumlah penduduk yang meningkat berdampak pada kebutuhan lahan, seperti permukiman,industry, jasa sehingga terjadi alih fungsi lahan pertanian karena lahan terbatas. Tujuan penelitian (1)mengetahui karakteristik sosial ekonomi, (2) faktor yang mempengaruhi, (3) pengaruh (4) hubunganluas lahan pertanian dengan keberlangsungan usahatani.Lokasi penelitian di Desa Panggungharjo, Desa Bantul dan Desa Kebonagung. Metodepenelitian adalah survai. Analisis data deskriptif menggunakan tabel frekuensi, tabel silang dan regresibinary.Penduduk yang mengalihfungsikan lahan memiliki pendidikan rendah, sebagai petani denganpendapatan <Rp 1.500.000. Harga jual lahan berpengaruh terhadap alih fungsi lahan diPanggungharjo, di Bantul dan Kebonagung yaitu lokasi lahan. Munculnya jenis pekerjaan sebagaipedagang dan wiraswasta. Pendapatan cenderung menurun, terutama pemilik lahan sempit danmenggantungkan usahanya di sektor pertanian. Strategi bertahan hidup dengan lahan sempit yaitumengusahakan lahan yang masih dimilikinya sehingga usahatani terus berlanjut. Keinginanmengalihfungsikan lahan pertanian berbanding terbalik terhadap keberlangsungan usahatani.Kata kunci: Alih fungsi lahan, kondisi sosial ekonomi
PENGARUH PRODUKSI LAHAN SAWAH TERHADAP PERAN ISTRI PETANI DALAM PEREKONOMIAN RUMAHTANGGA (Kasus Desa Sendangmulyo Kecamatan Minggir Sleman) Ramali, Rantie Kartika Sari; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.173 KB)

Abstract

Desa Sendangmulyo mayoritas penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Luas lahan sawah mencapai 65,2% dari total luas desa, rumahtangga pertaniannya 60,68% dari total rumahtangga seluruhnya. Sebagian besar rumahtangga petani yang ada menguasai lahan sawah sempit dimana sebanyak 93,30% petani menguasai lahan seluas lebih kecil 0,2 Ha - 0,5 Ha. Masih kurangnya hasil dari pertanian di Desa Sendangmolyo, mempengaruhi peran istri petani untuk bekerja sebagai usaha membantu mencukupi kebutuhan rumahtangga. Metode pengambilan jumlah sampel yang digunakan adalah teknik Snowball. Olah data dengan menggunakan uji korelasi Bivariot Pearson, klasifikasi Standart Deviasi, Regresi Berganda. Produksi pertanian lahan sawah Desa Sendangmulyo tergolong rendah dan tidak dapat mencukupi pemenuhan kebutuhan rumahtangga. 84,3 % kepala rumahtangga petani mengatakan bahwa hasil produksi lahan sawah yang diusahakannya tidak mampu mencukupi kebutuhan rumahtangga, dan 97% memiliki tujuan bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan rumahtangganya. 72,86% memiliki aktivitas ekonomi sebagai pengrajin besek.Kata kunci: pertanian, lahan sawah, peran istri petani 
Dampak Kegiatan Pertambangan Batubara Terhadap Kondisi Sosialekonomi Masyarakat Di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong, Kutai Kartanegara Apriyanto, Dedek; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.619 KB)

Abstract

Keberadaan kegiatan pertambangan batubara memberikan dampak positif maupun negatif padakondisi sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 55 responden.Pemilihan responden menggunakan teknik area sampling dan proportional random sampling. Teknikanalisis menggunakan korelasi Kendall Tau-b (taraf signifikan 0,1) untuk melihat hubungan antarafaktor dari diri masyarakat (umur, pendidikan terakhir, dan pendapatan) dengan persepsi masyarakatterhadap keberadaaan kegiatan pertambangan batubara. Hasil penelitian menunjukkan dampak padakondisi sosial-ekonomi memicu timbulnya migrasi, konflik, merenggangnya hubungan kekerabatan,timbulnya praktek prostitusi dan menimbulkan peluang usaha. Peningkatan atau penurunan tingkatpendapatan masyarakat bervariasi berdasarkan mata pencahariannya. Hasil korelasi Kendall Tau-bmenunjukkan bahwa variabel pendapatan dan pendidikan terakhir memiliki hubungan dalampembentukan persepsi masyarakat terhadap dampak fisik. Variabel pendapatan juga memilikihubungan dalam pembentukan persepsi terhadap dampak sosial-ekonomi.Kata kunci : Kegiatan Pertambangan Batubara, Dampak Sosial-Ekonomi, PersepsiMasyarakat 
TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN PERTANIAN (Kasus Kecamatan Minggir dan Moyudan) Population Pressure On Farm Land In The Agricultural Land Area (Case Minggir and Moyudan Sub District) Ariani, Rina Dwi; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.461 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Kecamatan Minggir dan Moyudan dengan tujuan (1) mengetahuivariasi tekanan penduduk terhadap lahan pertanian dan daya dukung lahan pada setiap desa diKecamatan Minggir dan Moyudan tahun 2012, (2) mengetahui variasi pengaruh tekananpenduduk terhadap lahan pertanian terkait produktivitas lahan.Sumber data pokok penelitianini adalah data sekunder. Secara keruangan penelitian ini dijelaskan dengan analisiskuantitatif. Metode perhitungan penelitian ini menggunakan rumus Otto Soemarwoto modelI. Hasil penelitian secara umum menunjukkan desa di kedua kecamatan mengalami tekananpenduduk dan terdapat satu desa yang tidak mengalami tekanan penduduk yaitu DesaSendangmulyo. Nilai daya dukung lahan di kedua kecamatan adalah rendah dan satu desayang memiliki nilai daya dukung lahan tinggi adalah Desa Sendangmulyo. Adanya alihfungsi lahan yang semakin luas akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan pendudukdan penurunan produktivitas lahan pertanian.Kata kunci : tekanan penduduk, daya dukung lahan, produktivitas lahan pertanian
Perilaku Petani Dalam Pengelolaan Lahan Pertanian Di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman Ikhsan, Fahmi; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara Agraris yang memiliki variasi lahan pertanian sangat beragam, yang dapat dipengaruhi faktor geografis dan sosial budaya masyarakat. Kondisi tersebut mempengaruhi jenis pertanian dan cara pengelolaan masyarakat terhadap lahan pertanian. Untuk itu perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui pola pemanfaatan lahan pertanian di Desa Sumberharjo, 2) mengetahui perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian, 3) mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap perilaku petani dalam pengelolaan lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalalah survey dengan menggunakan data primer melalui wawancara. Pengambilan sampel responden dari petani secara proporsional random sampling dengan mempertimbangkan jumlah petani tiap dusun di Desa Sumberharjo, jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 95 responden petani dan penentuan sampel responden secara simpel random sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan Pola pemanfaatan lahan pertanian di Desa Sumberharjo adalah padi-padi-palawija, dengan jenis tanaman yang dominan diusahakan adalah tanaman padi. Perilaku Petani di Desa Sumberharjo dalam mengelola lahan pertanian berdasarkan variabel yang digunakan secara keseluruhan melakukan tindakan-tindakan yang optimal. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani dalam mengelola lahan yaitu tingkat Pendidikan, keikutsertaan petani mengikuti penyuluhan, dan pendapatan petani.
Kajian Perubahan Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan Batukapur Terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani Kecamatan Ponjong Iskandar, Heru Taufiq Nur; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pertambangan batukapur yang berlangsung terus-menerus menyebabkan berubahnya penggunaan lahan di Kecamatan Ponjong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) luas lahan pertanian yang berubah menjadi lahan pertambangan batu kapur, dan (2) kondisi kesejahteraan rumahtangga petani terdampak perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan batu kapur. Data dalam penelitian diperoleh dengan metode observasi lapangan untuk data primer, yakni wawancara terstruktur (kuesioner) terhadap sampel responden yang dipilih secara purposive random sampling, validasi dan plotting koordinat penggunaanlahan, dan untuk data sekunder diperoleh dengan mengumpulkan data dari instansi terkait. Data yang disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabel silang (crosstab) dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas pertambangan batu kapur di Desa Bedoyo dan Desa Karangasem dalam periode tahun 2012-2017 menyebabkan peningkatan luas lahan pertambangan sebesar 60.378,5m2 dengan mengurangi luas lahan pertanian sebesar 18.512,77m2 di Desa Bedoyo, dan 60.321,93m2 dengan mengurangi luas lahan pertanian sebesar 15.216,3m2 di Desa Karangasem. (2) Perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan batu kapur di Kecamatan Ponjong berpengaruh positif terhadap kesejahteraan rumahtangga petani, diketahui dari pendapatannya yang mengalami peningkatan dengan semakin luasnya lahan pertambangan