Rika Harini
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALYSIS ON COMPARATIVE ADVANTAGE OF AGRICULTURAL SECTOR IN KULON PROGO REGENCY Pangaribowo, Evita Hanie; Harini, Rika
Indonesian Journal of Geography Vol 41, No 1 (2009): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5529.86 KB)

Abstract

Comparative advantage is measured using economic and social values. Comparatively superior commodities mean that they are produced in an economically efficient way. Agricultural sector is the one that is prioritized in Kulon Progo Regency and, thus, purposively that region is employed as the sample of this study. Research is based on the analysis of secondary and primary data collected through interviews with 60 respondents.  The respondents consist of 2 groups of rice field farmers in Lendah Sub-district, Kulon Progo Regency, which constitutes the predominant crop field area. The analysis is conducted descriptively using the Policy Analysis Matrix method. Based on the cost-benefit analysis, rice commodity agribusiness in Kulon Progo regency has privately generated average financial profit amounting to Rp. 2, 18 million per season. Meanwhile, it is socially and economically generating relatively large profit amounting to Rp. 4.58 million per season. The level of rice field economic efficiency amounts to 0.747. These values demonstrated that rice agribusiness has comparative advantage which means that producing rice commodities in Kulon Progo Regency is more cost effective than importing them. 
The dominant factors affecting agricultural land use (rice field) change in Yogyakarta Special Province Yunus, Hadi Sabari; Harini, Rika
Indonesian Journal of Geography Vol 37, No 1 (2005): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was conducted in Yogyakarta Special Province. The main objective of this research is to find out the main factors influencing the change in agricultural land use especially rice field. The data used in this research is time series from 1980 to 2000. They were obtainedfrom several institutions such as: Central Bureau of Statistics (BPS), National Agency of Land Affairs (BPN) and Department ofAgriculture (Dinas Pertanian). Descriptive analysis and statistical test were performed against those data to find out the influence of geographic factors i.e. the population growth, the road development and the extension of built up area on the change in agricultural land use especially rice field. Distributed lag model is used to analyze the effect of roads length on agricultural land use change. The level and magnitude of relationship between areas of agricultural land use change and built up area, number of people and road length are calculated using linear regression.The research shows that the period of 1980 - 2000 in Yogyakarta Special Province has indicated very significantly the increase in population, the development of road and the extension of built up area. For the time being, agricultural land mainly in Sleman Regency, Bantul Regency and Yogyakarta Municipality has decreased. Sleman regency performed the largest decrease of rice field and followed after then by Bantul regency and Yogyakarta Municipality. The regency of Kulon Progo and Gunung Kidul have experienced reverse phenomenon i.e. the increase of rice field during this period. Individually or simultaneously, three variables used in this research (number of people, roads length and built up area) have significantly influenced the agricultural land use.
AGRICULTURAL LAND CONVERSION: DETERMINANTS AND IMPACT FOR FOOD SUFFICIENCY IN SLEMAN REGENCY Harini, Rika; Sabari Yunus, Hadi; ., Kasto; Hartono, Slamet
Indonesian Journal of Geography Vol 44, No 2 (2012): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.784 KB)

Abstract

The research was conducted in Sleman Regency with 3 study area based on the extent ofagricultural land conversion. The purpose of this research is to examine the determinants ofagricultural conversion internally and externally, as well as the impact on the availability offood, especially rice. The research was conducted by survey method and statistical analysisregression Ordinary Least Square. The resultsof this research showed that the internalfactors which significantly affect land conversion is the price of land and land location in allareas of study. External factors have significantly positive are variable population, landconversion rules and land location, while the variable GDP in the agricultural sectornegatively. Availability of rice in Sleman Regenct zone 1 indicates the region from 1983 to2025 for the population minus the rice sufficiency. In zone 2 region between 1983 and 2005but it is still a surplus between 2006 and 2025 minus. In the area of zone 3 is projectedthrough 2025 the availability of rice is sufficient
INDUSTRI GENTENG DI DESA SIDOLUHUR KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Syarif, Ahmad; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.688 KB)

Abstract

Desa Sidoluhur sebagai salah satu contoh pusat industri kecil dan rumah tangga dalam pembuatan genteng yang jumlahnya mencapai 416 unit. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologikal karena memanfaatkan tanah liat sebagai bahan baku dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap proses produksi. Penelitian menggunakan metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah pengusaha industri genteng di Desa Sidoluhur dengan pertimbangan bahwa wilayah dimana masing-masing bagian terambil sampelnya secara acak disetiap dusun. Jumlah responden yang diambil dengan menggunakan metode proporsional random sampling yaitu sebesar 81 pengusaha. Metode analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif dengan dibantu tabel frekuensi dan statistik inferensia dengan dibantu tabel silang dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Desa Sidoluhur menunjukan karakteristik skala industri rumah tangga. (2) Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap jumlah produksi yaitu modal. (3) pendapatan pengusaha dari industri genteng menjadi kemampuan andalan perekonomian pengusaha sebesar 78,75 % dalam pendapatan total pengusaha.Kata kunci: industri genteng, faktor produksi, karakteristik.
FAKTOR DAN PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DI KABUPATEN BANTUL. KASUS DAERAH PERKOTAAN, PINGGIRAN DAN PEDESAAN TAHUN 2001-2010 Pewista, Ika; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.508 KB)

Abstract

Jumlah penduduk yang meningkat berdampak pada kebutuhan lahan, seperti permukiman,industry, jasa sehingga terjadi alih fungsi lahan pertanian karena lahan terbatas. Tujuan penelitian (1)mengetahui karakteristik sosial ekonomi, (2) faktor yang mempengaruhi, (3) pengaruh (4) hubunganluas lahan pertanian dengan keberlangsungan usahatani.Lokasi penelitian di Desa Panggungharjo, Desa Bantul dan Desa Kebonagung. Metodepenelitian adalah survai. Analisis data deskriptif menggunakan tabel frekuensi, tabel silang dan regresibinary.Penduduk yang mengalihfungsikan lahan memiliki pendidikan rendah, sebagai petani denganpendapatan <Rp 1.500.000. Harga jual lahan berpengaruh terhadap alih fungsi lahan diPanggungharjo, di Bantul dan Kebonagung yaitu lokasi lahan. Munculnya jenis pekerjaan sebagaipedagang dan wiraswasta. Pendapatan cenderung menurun, terutama pemilik lahan sempit danmenggantungkan usahanya di sektor pertanian. Strategi bertahan hidup dengan lahan sempit yaitumengusahakan lahan yang masih dimilikinya sehingga usahatani terus berlanjut. Keinginanmengalihfungsikan lahan pertanian berbanding terbalik terhadap keberlangsungan usahatani.Kata kunci: Alih fungsi lahan, kondisi sosial ekonomi
PENGARUH PRODUKSI LAHAN SAWAH TERHADAP PERAN ISTRI PETANI DALAM PEREKONOMIAN RUMAHTANGGA (Kasus Desa Sendangmulyo Kecamatan Minggir Sleman) Ramali, Rantie Kartika Sari; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.173 KB)

Abstract

Desa Sendangmulyo mayoritas penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Luas lahan sawah mencapai 65,2% dari total luas desa, rumahtangga pertaniannya 60,68% dari total rumahtangga seluruhnya. Sebagian besar rumahtangga petani yang ada menguasai lahan sawah sempit dimana sebanyak 93,30% petani menguasai lahan seluas lebih kecil 0,2 Ha - 0,5 Ha. Masih kurangnya hasil dari pertanian di Desa Sendangmolyo, mempengaruhi peran istri petani untuk bekerja sebagai usaha membantu mencukupi kebutuhan rumahtangga. Metode pengambilan jumlah sampel yang digunakan adalah teknik Snowball. Olah data dengan menggunakan uji korelasi Bivariot Pearson, klasifikasi Standart Deviasi, Regresi Berganda. Produksi pertanian lahan sawah Desa Sendangmulyo tergolong rendah dan tidak dapat mencukupi pemenuhan kebutuhan rumahtangga. 84,3 % kepala rumahtangga petani mengatakan bahwa hasil produksi lahan sawah yang diusahakannya tidak mampu mencukupi kebutuhan rumahtangga, dan 97% memiliki tujuan bekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan rumahtangganya. 72,86% memiliki aktivitas ekonomi sebagai pengrajin besek.Kata kunci: pertanian, lahan sawah, peran istri petani 
Dampak Kegiatan Pertambangan Batubara Terhadap Kondisi Sosialekonomi Masyarakat Di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong, Kutai Kartanegara Apriyanto, Dedek; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.619 KB)

Abstract

Keberadaan kegiatan pertambangan batubara memberikan dampak positif maupun negatif padakondisi sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 55 responden.Pemilihan responden menggunakan teknik area sampling dan proportional random sampling. Teknikanalisis menggunakan korelasi Kendall Tau-b (taraf signifikan 0,1) untuk melihat hubungan antarafaktor dari diri masyarakat (umur, pendidikan terakhir, dan pendapatan) dengan persepsi masyarakatterhadap keberadaaan kegiatan pertambangan batubara. Hasil penelitian menunjukkan dampak padakondisi sosial-ekonomi memicu timbulnya migrasi, konflik, merenggangnya hubungan kekerabatan,timbulnya praktek prostitusi dan menimbulkan peluang usaha. Peningkatan atau penurunan tingkatpendapatan masyarakat bervariasi berdasarkan mata pencahariannya. Hasil korelasi Kendall Tau-bmenunjukkan bahwa variabel pendapatan dan pendidikan terakhir memiliki hubungan dalampembentukan persepsi masyarakat terhadap dampak fisik. Variabel pendapatan juga memilikihubungan dalam pembentukan persepsi terhadap dampak sosial-ekonomi.Kata kunci : Kegiatan Pertambangan Batubara, Dampak Sosial-Ekonomi, PersepsiMasyarakat 
TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN PERTANIAN (Kasus Kecamatan Minggir dan Moyudan) Population Pressure On Farm Land In The Agricultural Land Area (Case Minggir and Moyudan Sub District) Ariani, Rina Dwi; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.461 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Kecamatan Minggir dan Moyudan dengan tujuan (1) mengetahuivariasi tekanan penduduk terhadap lahan pertanian dan daya dukung lahan pada setiap desa diKecamatan Minggir dan Moyudan tahun 2012, (2) mengetahui variasi pengaruh tekananpenduduk terhadap lahan pertanian terkait produktivitas lahan.Sumber data pokok penelitianini adalah data sekunder. Secara keruangan penelitian ini dijelaskan dengan analisiskuantitatif. Metode perhitungan penelitian ini menggunakan rumus Otto Soemarwoto modelI. Hasil penelitian secara umum menunjukkan desa di kedua kecamatan mengalami tekananpenduduk dan terdapat satu desa yang tidak mengalami tekanan penduduk yaitu DesaSendangmulyo. Nilai daya dukung lahan di kedua kecamatan adalah rendah dan satu desayang memiliki nilai daya dukung lahan tinggi adalah Desa Sendangmulyo. Adanya alihfungsi lahan yang semakin luas akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan pendudukdan penurunan produktivitas lahan pertanian.Kata kunci : tekanan penduduk, daya dukung lahan, produktivitas lahan pertanian
Dampak Konservasi Lahan terhadap Lingkungan Lahan Pertanian dan Strategi Adaptasi Petani di Kecamatan Mejayan , Madiun Raharjo Pepekai, Agus Eko; Muta’ali, Lutfhi; Hardoyo, Su Rito; Sudrajat, Sudrajat; Harini, Rika
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK?Penetapan Kecamatan Mejayan sebagai ibu kota Kabupaten Madiun mendorong perkembangan wilayah Kecamatan Mejayan semakin cepat. Hal ini ditunjukan oleh meningkatnya kebutuhan lahan terbangun, sehingga mendorong terjadinya konversi lahan pertanian yang intensif. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan yang hendak dicapai adalah :1) mengkaji dampak konversi lahan pertanian terhadap kondisi lingkungan lahan pertanian serta kondisi sosial ekonomi petani; 2) mengkaji bentuk strategi adaptasi yang dilakukan petani dalam menghadapi konversi lahan pertanian; 3) mengkaji pengaruh konversi lahan terhadap strategi adaptasi petani. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara proporsional dari masing masing-masing status petani. Jumlah sampel sebanyak 96 responden terdiri dari 46 responden petani pemilik lahan, 31 responden petani penggarap, 19 responden buruh tani. Data yang digunakan terdiri dari data primer berupa kuisioner dan wawancara mendalam serta data sekunder dari instansi terkait. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, dengan uji statistik chi kuadrat dan koefisien kontigensi. Hasil penelitian menunjukan konversi lahan pertanian di Kecamatan Mejayan berdampak negatif terhadap lingkungan lahan sawah, antara lain semakin berkurangnya lahan usahatani, kerusakan saluran irigasi, serta menurunnya kesuburan tanah akibat sampah rumahtangga. Terdapat perbedaan bentuk strategi adaptasi dari masing-masing rumahtangga petani diantaranya 56,5 % pemilik lahan menerapkan strategi akumulasi, 87,1 % petani pengarap menerapkan strategi konsolidasi dan 84,2% dari buruh tani menerapkan strategi survival. Faktor kondisi sosial ekonomi dengan nilai koefisien kontigensi 0,557 dan kepemilikan aset dengan nilai koefisien kontigensi 0,462 berpengaruh secara nyata terhadap bentuk strategi adaptasi petani, di antara kedua faktor tersebut status kondisi sosial ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap bentuk strategi adaptasi petani.?ABSTRACT?The determination district of Mejayan to be capital city of Madiun regency encourages the fast development of district Mejayan. It is evidenced by the increasing needs of undeveloped land, so that encourage the intensive conversion of agricultural land. According to the situations, there are two goals to be reached: 1) to assess the impact of the conversion agricultural land to the environmental condition of agricultural land as well as socio-economic conditions of farmers; 2) to analyze what strategies adaptation of the farmers in facing the conversion of agricultural land; 3) to analyze the effect of conversion land to the farmer adaptation strategies. This study has a survey method by taking a proportional sampling of each farmer status individually. The total samples of 96 respondents are 46 respondent peasant land owners, tenant farmers 31 respondents, and 19 respondents laborer. The data use consists of primary data, in a questionnaires and in-depth interviews, then secondary data from relevant agencies. Methods of data analysis use a quantitative descriptive analysis, the chi squared test and contingency coefficient. The results show conversion of agricultural land in the district of Mejayan has a negative effect to the wetland environment, such as the less land farming, irrigation canals damage, and declining soil fertility due to household waste. There are different adaptation strategy of each farm household; 56.5% land owner applying accumulation strategies, 87.1% of tenant farmers implementing consolidation strategies and 84.2% of farm workers applying survival strategies. The condition of socio-economic with contingency coefficient value 0.557 and the ownership assets with a contingency coefficient value 0,462 influence really to the farmer adaptation strategies, in both factors status socio economic condition give a stronger influence to the form of farmer adaptation strategies.
NILAI EKONOMI TOTAL KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN Harini, Rika; Yunus, Hadi Sabari; Kasto, Kasto; Hartono, Slamet
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konversi lahan pertanian untuk  penggunaan non pertanian  merupakan suatu  fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Penilaian secara ekonomi maupun lingkungan perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keuntungan secara finansial maupun kelingkungan dari kegiatan  pertanian. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman  melalui metode survai dengan 90  responden  sebagai sampel penelitian. Wilayah kajian didasarkan pada tingkat konversi lahan pertanian selama  kurun waktu 17 tahun. Melalui Citra Landsat TM 1992, 2000 dan Citra Alos 2009  dapat diketahui luas konversi lahan pertanian  di semua wilayah di Kabupaten Sleman. Analisis data  dilakukan secara  deskriptif  kualitatif maupun kuantitatif dengan  uji statistik melalui model uji Seemingly Unrelated Regression (SUR) dan juga model Total Economic Value (TEV). Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi variasi tingkat konversi lahan pertanian  di wilayah Kabupaten Sleman. Hasil perhitungan  dengan metode TEV menunjukkan bahwa pada wilayah zone 1 nilai ekonomi usahatani lahan  sawah lebih rendah dibandingkan dengan wilayah zone 2, sedangkan pada zone 3 nilai ekonomi dari usahatani lahan sawah paling tinggi. Tingkat pencemaran akibat adanya konversi lahan pertanian berdampak pada hasil kegiatan usahatani lahan sawah. Pencemaran yang dianggap paling tinggi oleh petani untuk saat ini adalah pencemaran air, sedangkan untuk pencemaran tanah dan udara belum dirasakan. Konversi lahan juga berdampak terhadap  produksi hasil komoditi lahan sawah. Meskipun hasil produksi komoditas pertanian juga dipengaruhi oleh luas lahan sawah, konversi, teknologi dan produktivitas pada setiap zone wilayah kajian.