p-Index From 2015 - 2020
11.843
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN Jurnal Manajemen dan Organisasi Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian Jurnal Manajemen dan Agribisnis Forum Pasca Sarjana Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi EDU CIVIC SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian JURNAL BISNIS STRATEGI Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Jurnal Geodesi Undip Journal JCONES JOGED JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN EKONOMI KEHUTANAN JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Hortikultura Jurnal AgroBiogen Analisis Kebijakan Pertanian Jurnal Aplikasi Manajemen Jurnal AGRISEP Jurnal Agribisnis Indonesia Forum Agribisnis Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan JURNAL MANAJEMEN TRANSPORTASI & LOGISTIK Geo-Image Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Journal of Energy, Mechanical, Material and Manufacturing Engineering Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Tropical Animal Science Journal Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Jurnal Organisasi Dan Manajemen Jurnal Media Pertanian Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Sosio e-kons JURKAMI : Jurnal Pendidikan Ekonomi Journals of Ners Community Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Jurnal Ekonomi dan Pembangunan STI Policy and Management Journal JURNAL PANGAN Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering JURNAL TEKNIK HIDRAULIK AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM KURVATEK Legalitas: Jurnal Hukum Jurnal Bisnis Tani
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Hortikultura

Alternatif Model Usahatani Konservasi Tanaman Sayuran di Hulu Sub-DAS Cikapundung Sutrisna, Nana; Sitorus, Santun RP; Pramudya, B; Harianto, Harianto
Jurnal Hortikultura Vol 20, No 3 (2010): September 2010
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Hulu Sub-DAS Cikapundung merupakan lahan kering dataran tinggi. Penggunaan lahan yang tidaksesuai dengan kesesuaian, menyebabkan lahan mengalami degradasi. Tujuan utama penelitian ini adalah merancangalternatif model usahatani konservasi tanaman sayuran di hulu Sub-DAS Cikapundung, sedangkan tujuan antara ialah(1) mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan existing sesuai dengan kesesuaian lahannya, (2) mengarakterisasiusahatani existing, dan (3) menganalisis komponen yang paling berpengaruh pada subsistem usahatani konservasi.Penelitian menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian penggunaan lahanexisting di hulu Sub-DAS Cikapundung tergolong sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas pH, KB, KTK,ketersediaan oksigen, dan lereng. Kegiatan usahatani yang dilakukan petani di hulu Sub-DAS Cikapundung sudahberorientasi agribisnis, sehingga penggunaannya sangat intensif, namun belum sepenuhnya menerapkan teknologikonservasi. Komponen yang paling berpengaruh pada subsistem usahatani adalah jenis tanaman, sistem penanaman, danpenggunaan bahan amelioran, sedangkan pada subsistem konservasi adalah konservasi mekanik dan penggunaan mulsa.Lima alternatif model usahatani konservasi tanaman sayuran di hulu Sub-DAS Cikapundung yang diperoleh, yaitu (1)model A: sistem usahatani konservasi teras bangku, bedengan memotong lereng, menggunakan pupuk kandang+kapur,sistem penanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, (2) model B: sistem usahatanikonservasi teras bangku, bedengan memotong lereng, menggunakan pupuk kandang, dipasang mulsa plastik, sistempenanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, (3) model C: sistem usahatani konservasiteras bangku, bedengan memotong lereng, menggunakan pupuk kandang+kapur, dipasang mulsa plastik, sistempenanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, (4) model D: sistem usahatani konservasiteras gulud, bedengan searah lereng, menggunakan pupuk kandang+kapur, sistem penanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, dan (5) model E: sistem usahatani konservasi teras gulud, bedengan searahlereng, menggunakan pupuk kandang+kapur, dipasang mulsa plastik, sistem penanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III. Model A, B, dan C diarahkan untuk dapat diterapkan pada lahan dengankemiringan 16-25%, sedangkan model D dan E diarahkan pada lahan dengan kemiringan 8-15%. Untuk mempercepatpenerapan model usahatani konservasi oleh petani diperlukan kelembagaan penunjang usahatani konservasi.ABSTRACT. Sutrisna, N., Santun R.P. Sitorus, B. Pramudya, and Harianto. 2010. The Alternative ConservationFarming System Model on Vegetable Plants in Upstream Areas of Subwatershed Cikapundung. The upstreamarea of Subwatershed Cikapundung are located in the dry highland. Inappropriate land usage that doesn’t utilize itsland suitability causes land degradation. The main objective of this research was to design the alternative conservationfarming system model on vegetable plants in upstream areas of subwatershed Cikapundung. The other objectives were(1) to analyze suitability of existing land utilization, (2) to characterize existing farming system, and (3) to analyzethe most effective component of the conservation farming system. This research was conducted by using a surveymethod. The results showed that the category in accordant to existing land use was belong to marginally suitable(S3). The limited factors were pH, base saturation, CEC, drainage, and slope. The most influence component of theconservation farming system were kinds of vegetation, cropping system, ameliorant, conservation techniques, andplastic mulch. There were five alternative models of conservation farming system that can be used in upstream areas ofsubwatershed Cikapundung. Those were (1) model A: conservation farming system bench terraces, the embankmentcrosses the slope, uses of organic matter and lime, and planting of vegetables cropping system with categoriesI+III or II +III, (2) model B: conservation farming system bench terraces, the embankment crosses the slope, usesorganic matter, uses mulch, and planting of vegetables cropping system with categories I+III or II+III, (3) model C:conservation farming system bench terraces, the embankment one-way the slope, use organic matter and lime, usesmulch, and planting of vegetables cropping system with categories I+III or II+III, (4) model D: conservation farmingsystem gulud terraces, the embankment one-way the slope, uses organic matter and lime, and planting of vegetablescropping system with categories I+III or II+III, and (5) model E: conservation farming system gulud terraces, theembankment one-way the slope, uses organic matter and lime, uses mulch, and planting of vegetables cropping systemwith categories I+III or II+III. The alternative models A, B, and C can be used at sloping land 16-25%, meanwhilethe alternative models D and E at sloping land 8-15%. To accelerate the implementation of farming system modelby farmers, the supporting institution of conservation farming system is required.
Alternatif Model Usahatani Konservasi Tanaman Sayuran di Hulu Sub-DAS Cikapundung Sutrisna, Nana; Sitorus, Santun RP; Pramudya, B; Harianto, Harianto
Jurnal Hortikultura Vol 20, No 3 (2010): September 2010
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v20n3.2010.p%p

Abstract

ABSTRAK. Hulu Sub-DAS Cikapundung merupakan lahan kering dataran tinggi. Penggunaan lahan yang tidaksesuai dengan kesesuaian, menyebabkan lahan mengalami degradasi. Tujuan utama penelitian ini adalah merancangalternatif model usahatani konservasi tanaman sayuran di hulu Sub-DAS Cikapundung, sedangkan tujuan antara ialah(1) mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan existing sesuai dengan kesesuaian lahannya, (2) mengarakterisasiusahatani existing, dan (3) menganalisis komponen yang paling berpengaruh pada subsistem usahatani konservasi.Penelitian menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian penggunaan lahanexisting di hulu Sub-DAS Cikapundung tergolong sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas pH, KB, KTK,ketersediaan oksigen, dan lereng. Kegiatan usahatani yang dilakukan petani di hulu Sub-DAS Cikapundung sudahberorientasi agribisnis, sehingga penggunaannya sangat intensif, namun belum sepenuhnya menerapkan teknologikonservasi. Komponen yang paling berpengaruh pada subsistem usahatani adalah jenis tanaman, sistem penanaman, danpenggunaan bahan amelioran, sedangkan pada subsistem konservasi adalah konservasi mekanik dan penggunaan mulsa.Lima alternatif model usahatani konservasi tanaman sayuran di hulu Sub-DAS Cikapundung yang diperoleh, yaitu (1)model A: sistem usahatani konservasi teras bangku, bedengan memotong lereng, menggunakan pupuk kandang+kapur,sistem penanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, (2) model B: sistem usahatanikonservasi teras bangku, bedengan memotong lereng, menggunakan pupuk kandang, dipasang mulsa plastik, sistempenanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, (3) model C: sistem usahatani konservasiteras bangku, bedengan memotong lereng, menggunakan pupuk kandang+kapur, dipasang mulsa plastik, sistempenanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, (4) model D: sistem usahatani konservasiteras gulud, bedengan searah lereng, menggunakan pupuk kandang+kapur, sistem penanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III, dan (5) model E: sistem usahatani konservasi teras gulud, bedengan searahlereng, menggunakan pupuk kandang+kapur, dipasang mulsa plastik, sistem penanaman sayuran tumpangsari/tumpang gilir kelompok I+III atau II+III. Model A, B, dan C diarahkan untuk dapat diterapkan pada lahan dengankemiringan 16-25%, sedangkan model D dan E diarahkan pada lahan dengan kemiringan 8-15%. Untuk mempercepatpenerapan model usahatani konservasi oleh petani diperlukan kelembagaan penunjang usahatani konservasi.ABSTRACT. Sutrisna, N., Santun R.P. Sitorus, B. Pramudya, and Harianto. 2010. The Alternative ConservationFarming System Model on Vegetable Plants in Upstream Areas of Subwatershed Cikapundung. The upstreamarea of Subwatershed Cikapundung are located in the dry highland. Inappropriate land usage that doesn?t utilize itsland suitability causes land degradation. The main objective of this research was to design the alternative conservationfarming system model on vegetable plants in upstream areas of subwatershed Cikapundung. The other objectives were(1) to analyze suitability of existing land utilization, (2) to characterize existing farming system, and (3) to analyzethe most effective component of the conservation farming system. This research was conducted by using a surveymethod. The results showed that the category in accordant to existing land use was belong to marginally suitable(S3). The limited factors were pH, base saturation, CEC, drainage, and slope. The most influence component of theconservation farming system were kinds of vegetation, cropping system, ameliorant, conservation techniques, andplastic mulch. There were five alternative models of conservation farming system that can be used in upstream areas ofsubwatershed Cikapundung. Those were (1) model A: conservation farming system bench terraces, the embankmentcrosses the slope, uses of organic matter and lime, and planting of vegetables cropping system with categoriesI+III or II +III, (2) model B: conservation farming system bench terraces, the embankment crosses the slope, usesorganic matter, uses mulch, and planting of vegetables cropping system with categories I+III or II+III, (3) model C:conservation farming system bench terraces, the embankment one-way the slope, use organic matter and lime, usesmulch, and planting of vegetables cropping system with categories I+III or II+III, (4) model D: conservation farmingsystem gulud terraces, the embankment one-way the slope, uses organic matter and lime, and planting of vegetablescropping system with categories I+III or II+III, and (5) model E: conservation farming system gulud terraces, theembankment one-way the slope, uses organic matter and lime, uses mulch, and planting of vegetables cropping systemwith categories I+III or II+III. The alternative models A, B, and C can be used at sloping land 16-25%, meanwhilethe alternative models D and E at sloping land 8-15%. To accelerate the implementation of farming system modelby farmers, the supporting institution of conservation farming system is required.
Co-Authors Abdul Bari Azed Abdullah, M Zen Achmad Fachrodji Achmad Yusuf Zunaidi Adamson, David Aditya Prima Suparno, Aditya Prima Aditya Wiguna Saputra Agus Maulana Agustia, Devi Aliffandhiarto, Edo Ananto Aji, Ananto Andy, An Pherta Angki Purwanti, Angki Annisa Fitri, Annisa Apriansyah Apriansyah, Apriansyah Arief Daryanto Arnita Ikke Sari Asmoro, Yudo Atmojo, Singgih Tiwut Ayuningtyas, Maharani B Pramudya Bakhtiar, Husni Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bayu Dadang Pribadi Bintang C.H. Simangunsong BONAR M. SINAGA Brahmanto Utama Atmaja BUNGARAN SARAGIH Bustanul Arifin Chalim, Muchammad Christian Andrean Pradigdya Christoforus Surjoputro D S Priyarsono Dahlia Nauly, Dahlia Dalle, Ambo Daniel Richard Andriessen Dapin, Rahmad Harry Dedi Budiman Hakim Djafri, Muh Saiful Djoko Purwanto Dwi Astuti Bertha Susila Dwi Rachmina Dwijaya Santoso Dyan Vidyatmoko Ebiet van Heriyanto Edwin S Saragih, Edwin S Eka Yawara Endang Suhendang Erwinsyah Erwinsyah Fadli Fadli Fahmi, Mukhamad Awaludin Falatehan, A. Faroby Fandi Surya Permana Fatfa, Asgar Irmawan Andi Febriani, Suci Fitria Virgantari Fransiscus, Fransiscus Freshty Yulia Arthatiani, Freshty Yulia Galang Putra Pradhana Hakim, Izzuddin A Hakim, Mukhtar Handewi P. Saliem, Handewi P. Hariadi Kartodiharjo Helmy Widyantara Heny Kuswanti Suwarsinah Daryanto HERMANTO SIREGAR Hermawan, Adji Husnawati Husnawati I Dewa Gede Rai Mardiana Idqan Fahmi Ihyaudin Ihyaudin Indra Wahyu Nugroho Ira Puspa Ira Puspasari Irawan, Yosua Heru Irawan, Yosua Heru Iski, Nurul Isnanta, Nisantyo Permana Jaka Sumarno, Jaka Jamil, Anna Muslikhah Jilly Haikal Islam Jimmy Rosandy Jourdan, Michael Judianto, Chusnul Tri Juhadi Juhadi Jusak Jusak Khoirul, Mochammad Kholiqoh, Layyinatul Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kusmadi, Nunung Kusmaria, Kusmaria Kusnadi, N. Kusuma, Mochamad Fajar Lukman M. Baga, Lukman Lukytawati Anggraeni M. Nasrul Hafidz M.Fahmi Ibnu Mas’ud2 Ma'arif, Muhammad Nur Hidayat Madha Christian Wibowo Madha Christrian W. Madha Cristian W. Mandaru, Michael Andriano MANGARA TAMBUNAN Manihuruk, Eka Monika Mike, Etry Mochammad Fatoni Mubarok, Fahmi Muhamad Yunus Muhammad Nizar Muhammad Rivai Nana Khasanah, Nana Nana Sutrisna Nasamsir Nasamsir, Nasamsir Nunung Kusnadi Nunung Nuryartono Oktaviano, Toni Abriyanto Paramita, D. A. Parlindungan Fernando Nainggolan, Parlindungan Fernando Pauladie Susanto Pramita, Dira Asri Prastyawan, Afif Wahyu Pratama Johansah Endaryono Pratama, Mohamad Gatot Pratikno, Heri Pratikno, Heri Pratiwi, Nandika Aisya Priambodo, Rachmat Priscilia Miraditya Purwanti, Tutik Rachman, Farid Nur Rachmat Pambudy, Rachmat Rahardjo, Christian Arianto Rakhman Sofyan, Rakhman Ramadhan, Rifandy Syahril Randiansyah Ramadhan Tjais, Randiansyah Ramadhan Ratna Winandi Asmarantaka Reni Kustiari Retnosari Retnosari, Retnosari Rizma Aldillah Robert Dwijoyo Kusuma Rosadi, Husni Yasin Rosidi, Dzikri Fahmi Rosmawaty Peranginangin Rukman, Alghif Aruni Nur Safari, Arief Safii, Cahya Anugrah Christian Sahara Sahara Sangaji, Cahyati Supriyati Sani, Balgi Fahmi Santun RP Sitorus Sarma, Mamun Sarwono Sarwono Setyanto, Kurniawan Ari Siahaan, Aron Octavianus sinaga, sonitia verawati Siti Jahroh Situmorang, Boyke T.H. Sri Hartoyo Sri Utami Kuntjoro Stefanus Ardyanto Tandra, Stefanus Ardyanto Sudibjo Supardi, Sudibjo Sudibyo Supardi Sugeng Budiharsono SUGIONO MOELJOPAWIRO Suharno Suharno Sukma, Mochamad Rizal Permata Sula Ari Aprianto, Sula Ari Sulistyowati, Niken Sulviane, Indah Ayu Suparlan Suparlan Suprehatin Suprehatin Suprianto, Ibnu Suprihanti, Antik Surahman Surahman Surobramantyo, Jagadlanang Surya Abadi Sembiring Suryaselaksa, Lukman Hakim Susijanto Tri Rasmana Suwarsinah, Heny K. Syahrial, Moh Reza Tanti Novianti Tazwir Tazwir Tjipta Purwita Ujang Sumarwan Ulum, Mambaul Utomo, Niko Priyo Vinanda, Gita Wahid, Khairuddin wahyu indra lesmana Wibawa, Isana Mahardika Laksana Widhiyanto, Iman Widipratama, Mohamad Zulfi Wijaya, Ikhlasul Rizqi Wijaya, Nova Wulandari, Anis Erma Wulandari, Anis Erma Yanuar Prasojo Kusumo, Yanuar Prasojo Yohanes Wahono Yosefine Triwidyastuti Yusman Syaukat Yustinus Pancasila Prayitno Zaky, Yahdi Zumi Saidah