Articles

Found 27 Documents
Search

Artificial Bee Colony Algorithm for Economic Load Dispatch Problem

IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 2, No 2: June 2013
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.487 KB)

Abstract

In practical cases, the fuel cost of generators can be represented as a quadratic function of real power generation and satisfied constraints for minimizing of fuel cost. Artificial Bee Colony (ABC) algorithm is used for the optimization of active power dispatch of generating units. The proposed method is able to determine, the output power generation for all of the power generation units, so that the total cost is minimized. Simulation and analysis of economic load dispatch using Artificial Bee Colony (ABC) algorithm is proposed. The obtained results are compared with the conventional method, genetic algorithm (GA) and shows that the ABC algorithm approach is more feasible and efficient for finding minimum cost.

Solving Economic Dispatch Problem with Valve-Point Effect using a Modified ABC Algorithm

International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 3, No 3: June 2013
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.49 KB)

Abstract

This paper presents a new approach for solving economic dispatch (ED) problem with valve-point effect using a modified artificial bee colony (MABC) algorithm. Artificial bee colony algorithm is a recent population-based optimization method which has been successfully used in many complex problems. This paper proposes a novel best mechanism algorithm based on a modified ABC algorithm, in which a new mutation strategy inspired from the differential evolution (DE) is introduced in order to improve the exploitation process. To demonstrate the effectiveness of the proposed method, the numerical studies have been performed for two different sample systems. The results of the proposed method are compared with other techniques reported in recent literature. The results clearly show that the proposed MABC algorithm outperforms other state-of-the-art algorithms in solving ED problem with the valve-point effect.

Multiobjective H2/H? Control Design with Regional Pole Constraints

TELKOMNIKA Indonesian Journal of Electrical Engineering Vol 10, No 1: March 2012
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.965 KB)

Abstract

This paper presents multiobjective H2/H? control design with regional pole constraints. The state feedback gain can be obtained by solving a linear matrix inequality (LMI) feasibility problem that robustly assigns the closed-loop poles in a prescribed LMI region. The proposed technique is illustrated with applications to the design of stabilizer for a typical single-machine infinite-bus (SMIB) power system. The LMI-based control ensures adequate damping for widely varying system operating conditions. The simulation results illustrate the effectiveness and robustness of the proposed stabilizer.

IDENTIFIKASI DAN KERAPATAN UDANG DI BAWAH TUMBUHAN NIPAH KAWASAN MANGROVE DESA SWARANGAN KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT

Jurnal Wahana Bio Vol 1, No 1-1 (2009)
Publisher : Jurnal Wahana Bio

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.208 KB)

Abstract

Desa Swarangan memiliki muara sungai (estuaria) yang ditumbuhi olehtumbuhan mangrove, salah satunya adalah tumbuhan nipah. Kawasantersebut merupakan tempat berkumpulnya larva-larva ikan, udang,kepiting dan spesies lainnya. Masyarakat setempat memanfaatkan fauna(salah satunya udang) yang hidup di perairan muara sungai tersebut padasaat cuaca di laut sedang buruk, sehingga tidak memungkinkan paranelayan untuk melaut. Selain itu, penebangan tumbuhan nipah olehmasyarakat setempat dikhawatirkan akan merusak ekosistem sekitarkawasan, karena tumbuhan nipah merupakan salah satu habitat bagiudang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies udang apa sajayang ditemukan dan bagaimana kerapatan udang di bawah tumbuhannipah kawasan mangrove Desa Swarangan Kecamatan JorongKabupaten Tanah Laut. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptifdengan populasi adalah semua spesies udang yang terdapat di kawasanmangrove. Sampel penelitian adalah semua spesies udang yangdidapatkan dengan menggunakan alat penangkap tradisional yaitu saerukuran 0,3 m2 dengan jari-jari saer 30 cm dan luas mata saer 0,2 cm2 dibawah tegakan pohon nipah sebanyak 28 titik dengan total sampelsebanyak 56 sampel. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 8 spesiesudang yang terdiri dari 3 family yang berbeda yaitu: 2 spesies dari familyAtydae (Caridina nilotica, Caridina gracilirostris), 2 spesies dari familyPalaemonidae (Macrobrachium equidens, Palaemon concinus), dan 4spesies dari family Penaeidae (Penaeus monodon Fabricius, Penaeusmerguiensis, Penaeus joyneri, Metapenaeus affinis). Kerapatan tertinggiditempati spesies udang Alama (Caridina nilotica) dengan nilai kerapatan3,457 ekor/m2 sementara untuk kerapatan terendah ditempati spesiesudang putih kecil/ udang krosok (Penaeus merguiensis) dengan nilaikerapatan 0,039 ekor/m2. Keanekaragaman spesies rendah dengan nilaiindeks diversitasnya adalah 0,725.Kata kunci : Identifikasi, kerapatan, udan

IDENTIFIKASI JENIS DAN KEMELIMPAHAN BURUNG DIURNAL DI KAWASAN WISATA HUTAN LINDUNG GUNUNG GEDAMBAAN DESA GEDAMBAAN KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU

Jurnal Wahana Bio Vol 2, No 2-1 (2009)
Publisher : Jurnal Wahana Bio

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.206 KB)

Abstract

Taman wisata alam merupakan kawasan pelestarian alam yangberfungsi sebagai tempat pengembangan kegiatan pendidikan, penelitian danpariwisata. Kawasan Hutan Lindung Gunung Gedambaan merupakan salahsatu taman wisata alam yang ada di Kalimantan Selatan yang memilikipotensi wisata berupa objek wisata alam hutan, flora, fauna, dan wisata airterjun yang ada di sekitar gunung tersebut yang telah mengalami berbagaiperubahan. Terjadinya berbagai perubahan ini akan mempengaruhi kondisisatwa liar yang ada di dalamnya, terutama burung. Burung merupakanpetunjuk atas terjadinya perubahan dalam ekosistem. Kemungkinan aspekyang berubah adalah kemelimpahan jenis burung tersebut. Untuk mengetahuijenis dan keadaan kemelimpahan burung pada saat ini, maka dilakukanlahpenelitian. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui jenis burungdiurnal serta kemelimpahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode IPA-Count. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenisburung yang ada pada Kawasan Wisata Hutan Lindung Gunung Gedambaansebanyak 18 jenis dan dikelompokkan ke dalam 7 bangsa, 15 suku, dan 17marga. Bangsa tebanyak jenisnya adalah Passeriformes. Jenis-jenis burungyang ditemukan di kawasan wisata hutan lindung Gunung Gedambaanadalah Cinenen Kelabu (Orthotomus ruficeps), Prenjak (Prinia flaviventris),Pentis (Prionochilus xanthophygius), Cerucuk (Pycnonotus simplex), Kucica(Copsychus saularis), Gagak (Corvus enca), Walet (Collocalia esculenta),Pikakak (Pelargopsis capensis), Punai (Treron vernans), Layang-Layang(Hirundo tahitica), Raja Udang Bintu (Halcyon choloris), Raja Udang (Halcyonsancta), Serindit (Loriculus galgulus), Pipit (Lonchura fuscans), Kepodang(Oriolus xanthornus), Blekok Sawah (Ardeola speciosa), Elang Laut(Heliaectus leucagoster) dan Rangkong (Buceros rhiceros). Kemelimpahanburung tertinggi adalah burung Cinenen Kelabu (Orthotomus ruficeps)dengan Nilai Penting = 24,16 sementara kemelimpahan burung terendahadalah burung Rangkong dengan Nilai Penting = 2,64. IndeksKeanekaragamannya sebesar 2,735.

STRUKTUR POPULASI TUMBUHAN SUNGKAI (Peronema canescens Jack.) DI DESA BELANGIAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN

Jurnal Wahana Bio Vol 3, No 1-2 (2010)
Publisher : Jurnal Wahana Bio

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.304 KB)

Abstract

Desa Belangian salah satu desa di Kecamatan Aranio yang memilikisejumlah tumbuhan yang salah satunya adalah tumbuhan Sungkai(Peronema canescens Jack.). Pemanfaatan tumbuhan Sungkai untukbahan bangunan, obat sakit gigi dan demam panas. Adanya hal tersebutmaka dapat menyebabkan tumbuhan Sungkai mengalami penurunanjumlah. Tumbuhan sungkai dapat tumbuh secara alami dan belum adapembudidayaan dari masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukanpenelitian yang bertujuan untuk mengetahui struktur populasi tumbuhanSungkai (Peronema canescens Jack.) di Desa Belangian KecamatanAranio Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secaraobservasi ke lapangan dengan menggunakan metode kuadrat yangditetapkan secara acak terpilih sebanyak 33 titik dengan luas area 50 Ha.Pengamatan dilakukan meliputi jumlah semai, sapihan, tiang, dan pohon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi tumbuhan Sungkai(Peronema canescens Jack.) terdiri atas pohon 83 individu, tiang 96individu, sapihan 203 individu, dan semai 241 individu. Bentuk populasitumbuhan Sungkai di Desa Belangian ini berbentuk piramida dengandasar yang lebar, berarti populasi sedang berkembang.

KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ALGA MIKROSKOPIS PADA DAERAH PERSAWAHAN DI DESA SUNGAI LUMBAH KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA

Jurnal Wahana Bio Vol 3, No 1-2 (2010)
Publisher : Jurnal Wahana Bio

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.701 KB)

Abstract

Alga merupakan tumbuhan thallus yang hidup di perairan. Nutrien yangpaling penting untuk pertumbuhan alga adalah nitrogen dan fosfor.Umumnya, daerah persawahan di Desa Sungai Lumbah KecamatanAlalak Kabupaten Barito Kuala diberikan pupuk. Pemberian pupuk berartimenambahkan unsur hara kepada tanah untuk meningkatkanpertumbuhan tanaman padi. Bagi alga yang ada di persawahan, secaratidak langsung juga memiliki kesempatan untuk menggunakan unsur haradari pupuk yang diberikan. Sawah yang pada masa tanam padi kemudiandiberikan pupuk diduga akan memiliki kandungan unsur hara yangberbeda jika dibandingkan dengan sawah pasca panen yang pada masatanam padi sebelumnya juga diberikan pupuk. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan alga mikroskopispada daerah persawahan masa tanam dan persawahan pasca panen diDesa Sungai Lumbah Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Metodeyang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dengan teknikpengambilan sampel secara acak beraturan. Pengambilan sampelmenggunakan plankton net no 25 pada 12 titik pengamatan pada setiaplokasi penelitian dengan 3 kali pengulangan. Alga mikroskopis yangditemukan pada persawahan masa tanam 14 genus yaitu Fragilaria,Tabellaria, Pinnularia, Navicula (1), Navicula (2), Stauroneis danTerpsinoe (Bacillariophyceae). Spyrogyra, Gonatozygon, Closterium,Chlorococcum Staurastrum (Chlorophyceae). Chroococcus danMerismopedia (Cyanophyceae). Pada persawahan pasca panen 8 genusyaitu Fragilaria, Tabellaria, Pinnularia dan Navicula (1)(Bacillariophyceae). Spyrogyra, Gonatozygon, dan Closterium(Chlorophyceae) dan Merismopedia (Cyanophyceae). Keanekaragamanalga mikroskopis pada persawahan masa tanam dan persawahan pascapanen adalah sedang (1 ≤ H’ ≤ 3), dengan indeks keanekaragamanmasing-masing H’= 1,74 dan H’= 1,47. Pada persawahan masa tanam,kemelimpahan tertinggi pada genus Gonatozygon (NP=55,80), sedangkankemelimpahan terendah pada genus Navicula (2) Stauroneis, Terpsinoe,Closterium, dan Staurastrum (NP= 2,31). Pada persawahan pasca panen,kemelimpahan tertinggi pada genus Merismopedia (NP= 67,53),sedangkan kemelimpahan terendah pada genus Pinnularia danClosterium (NP= 3,31).

PERBANDINGAN MORFOLOGI TUMBUHAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) DI KAWASAN “LUMPUR BARAMBAI DESA KOLAM KANAN KECAMATAN BARAMBAI KABUPATEN BARITO KUALA

Jurnal Wahana Bio Vol 4, No 2-2 (2010)
Publisher : Jurnal Wahana Bio

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.608 KB)

Abstract

Tumbuhan akan selalu berusaha menanggapi kebutuhan khususselama siklus hidupnya jika faktor lingkungan tidak mendukung. Tanggapanini dapat terlihat berupa perubahan morfologis maupun fisiologis. Adanyalumpur di Desa Kolam Kanan menimbulkan dampak bagi kelangsungan hidupmakhluk hidup yang ada di sekitarnya, khususnya untuk perkebunan nanasyang dimiliki masyarakat di desa tersebut. Padahal tumbuhan nanasmerupakan salah satu hasil kebun yang dapat meningkatkan pendapatanekonomi masyarakatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan morfologinanas (Ananas comosus (L.) Merr) di kawasan “Lumpur Barambai” DesaKolam Kanan Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala. Metode yangdigunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi. Pengambilansampel dilakukan secara acak terpilih berdasarkan zonasi. Zonasi ditentukandengan jarak 30 m, 60 m dan 90 m dari pusat semburan lumpur serta jarak300 m sebagai zona pembanding. Sampel adalah 6 rumpun tumbuhan nanaspada tiap area dalam tiap zona secara acak terpilih yaitu 2 tumbuhan fasevegetatif (belum berbuah), 2 tumbuhan fase generatif awal (berbuah muda),dan 2 tumbuhan fase generatif akhir (berbuah tua).Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan nanas di kawasan inimemiliki morfologi yang berbeda pada tiap zona. Tumbuhan nanas di zona Imemiliki ukuran panjang dan lebar daun yang lebih kecil, warna daunkemerahan akan tetapi daunnya lebih tebal, batangnya memiliki ukuran yanglebih pendek dan diameter batang yang lebih kecil, akarnya memiliki ukuranyang lebih pendek namun serabut akar yang lebih banyak, buahnya memilikidiameter yang lebih kecil, warna buah kemerahan, dan berat buah yangrelatif lebih kecil dibandingkan dengan tumbuhan nanas di zona II, zona IIIdan zona IV (zona pembanding). Sehingga, semakin jauh dari pusatsemburan lumpur, kondisi morfologi tumbuhan nanas (Ananas comosus (L.)Merr) varian “madu” menunjukkan kondisi yang semakin baik.

INVENTARISASI JENIS DAN DOMINANSI RUMPUT (FAMILI POACEAE) DI KAWASAN SUMUR LUMPUR BARAMBAI DESA KOLAM KANAN KECAMATAN BARAMBAI KABUPATEN BARITO KUALA

Jurnal Wahana Bio Vol 5, No 1-2 (2011)
Publisher : Jurnal Wahana Bio

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.973 KB)

Abstract

Herba merupakan tumbuhan tidak berkayu termasuk rumput. Banyaktumbuhan dari berbagai famili termasuk kedalam jenis herba, salahsatunya adalah rumput famili poaceae. Pada tahun 2006 di Desa KolamKanan terjadi semburan lumpur yang dikenal dengan nama lumpurBarambai. Rumput dari famili Poaceae dapat dimanfaatkan masyarakatDesa Kolam Kanan kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala sebagaimakanan ternak, obat sakit perut yaitu kumpai minyak dan obat darahtinggi yaitu teki-tekian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuispesies dan dominansi rumput (famili Poaceae) yang terdapat di kawasanlumpur Desa Kolam Kanan Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala.Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknikpengambilan data secara observasi pada kawasan sumur lumpurBarambai yang dibagi menjadi dua stasiun. Stasiun I dibagi menjadi 3zona dan stasiun II adalah daerah control. Zona I berjarak 30 meter darititik semburan lumpur, zona II berjarak 60 meter dari pusat semburanlumpur, dan zona III berjarak 90 meter dari pusat semburan lumpur sertadiambil sampel dari stasiun II (daerah control) yaitu dengan jarak 300meter dari pusat semburan lumpur. Masing-masing zona dibagi menjadi 4area. Pengambilan sampel pada zona I sebanyak 24 titik, pada zona II 72titik, dan pada zona III 120 titik. Pada tiap titik diambil sampel dengan plot1 x 1 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada zona I ditemukan 8jenis rumput, pada zona II ditemukan 7 jenis rumput, pada zona IIIditemukan 6 jenis rumput, dan pada kontrol ditemukan 5 jenis rumput.Nilai dominansi terbesar pada zona I dimiliki oleh Brachiaria eruciformis(J.E. Smith) Griseb. dan nilai dominansi terkecil dimiliki oleh Polytriasamaura (Buese) O.K.. Pada zona II nilai dominansi terbesar dimiliki olehDigitaria longiflora (Retz.) Pers.,dan nilai dominansi terkecil dimiliki olehIsachne glubosa (Thunb.) O.K. Pada zona III nilai dominansi terbesardimiliki oleh Echinochloa stagnina (Retz.) Beauv, dan nilai dominansiterkecil dimiliki oleh Eragrostis unioloides (Retz.). Pada stasiun II (daerahcontrol) dominansi terbesar dimiliki oleh Polytrias amaura (Buese) O K.dan nilai dominansi terkecil dimiliki oleh Isachne glubosa (Thunb.) O.K

JENIS DAN KERAPATAN TUMBUHAN MERANTI PENGHASIL DAMAR YANG TERDAPAT DI HUTAN HAMURAU DUSUN PULI’IN DESA ARTAIN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR

Jurnal Wahana Bio Vol 6, No 2-2 (2011)
Publisher : Jurnal Wahana Bio

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3704.344 KB)

Abstract

Meranti adalah tumbuhan yang dapat menghasilkan getah ataudamar, juga dapat diambil kayunya untuk bahan bangunan, keberadaannyaditemukan di daerah hutan tropis, di dataran rendah dan tinggi, di daerahpegunungan, di tanah yang subur dan gersang. Di kawasan Hutan HamurauDusun Puli’in Desa Artain Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar ditemukanberbagai jenis tumbuhan meranti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuijenis-jenis tumbuhan meranti dan kerapatan masing-masing jenis tumbuhanmeranti yang terdapat di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik observasi yaitu terjunlangsung ke lapangan. Pengamatan dan pengambilan sampel menggunakanmetode jelajah sebanyak 24 plot yaitu terdiri dari 2 area pengamatan dimanapada tiap area pengamatan terdiri dari 12 buah titik kuadran. Tumbuhanmeranti yang ditemukan di kawasan Hutan Hamurau Dusun Puli’in DesaArtain Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar 3 jenis yaitu meranti putih(Shorea bracteolate Dyer.), meranti merah (Shorea coriacea Burck.), danmeranti hitam (Shorea acuminatissima Sym.). Kerapatan masing-masingtumbuhan meranti yaitu pada meranti putih 733,34 /ha, meranti merah 187,5/ha, dan meranti hitam 116,67 /ha. Berdasarkan dari hasil perhitungan,meranti putih mempunyai kerapatan terbesar, sedangkan kerapatan terkecildi tempati oleh meranti merah dan meranti hitam.