0.252
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Vitruvian
Articles
3
Documents
EVALUASI PASCA HUNI PADA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 3 JAKARTA SELATAN

Vitruvian Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Vitruvian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.53 KB)

Abstract

ABSTRAKPanti Sosial Tresna Werdha hadir sebagai tempatbernaung bagi orang terlantar yang sudah menua. Latar belakang lansia yang berbeda-beda serta sejauh manabangunan panti dapat memenuhi kebutuhan lansia sebagai pengguna,menjadi fakta menarik untuk diungkapkan. Oleh karena itu, evaluasi pasca huni menjadi metode yang tepat digunakan dalam penelitian ini, berpedoman kepada aspek teknis, aspek fungsional dan aspek perilaku. Panti yang terdiri dari 3 bangunan berbeda mendukung penelitian secara komparatif dengan pendekatan kuantitatif dalam mengolah data serta pendekatan kualitatif dalam penyajiyan hasil. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dengan lembar observasi, kuesioner terbuka dan tertutup, walk-through interview serta dokumentasi. Keseluruhan instrumen penelitian berbeda penggunaannya sesuai dengan aspek yang diteliti. Hasil penelitian dari ketiga aspek evaluasi pasca huni menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antar-aspek terhadap penilaian yang diberikan bagi masing-masing bangunan.Kata Kunci : evaluasi pasca huni, panti jompo, lansia terlantarABSTRACTElderly Social Institution presenceas a shelter for displaced people who are aging. Different backgrounds of elderly and how extents to institution building can complete the needs of elderly as a user, it becomes interesting facts to be disclosed. Therefore, post-occupancy evaluation appropriate method used in this research, guided by the technical aspect, the functional aspect and the behavioral aspect. The institution consists of 3 different buildings to support comparative research with quantitative approach for data processing and qualitative approach for showing results.The research instrument used was direct observation using observation sheets, questionnaire open and closed, walk-through interviewand documentation. All of research instrument is used differently according to the aspects researched. The results from all aspects of post-occupancy evaluation shows that there is relationship between aspects and the assessment provided for each buildings.Keywords : post occupancy evaluation, elderly institution, displaced elderly

POLA PEMANFAATAN RUANG BERSAMA PADA RUSUNAWA JATINEGARA BARAT

Vitruvian Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Vitruvian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.421 KB)

Abstract

Relokasi warga Kampung Pulo ke Rusunawa Jatinegara Barat membuat warga harus beradaptasi dengan lingkungannya, khususnya dalam kegiatan interaksi sosial. Hal ini yang mendasari peneliti untuk melakukan pengamatan mengenai pola pemanfaatan ruang bersama untuk kegiatan interaksi sosial, baik ruang bersama yang direncanakan maupun ruang bersama yang tidak direncanakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai keberhasilan adaptasi penghuni dalam memenuhi kebutuhannya dalam berinteraksi dan mengetahui faktor yang mempengaruhi pola ruang bersama. Metode pengumpulan data menggunakan “mapping behavior”, yaitu cara untuk menggambarkan perilaku dalam peta, mengidentifikasikan jenis frekuensi perilaku, serta menunjukkan kaitan perilaku dengan wujud perancangan yang spesifik. Karena pola ruang tercipta akibat hubungan timbal balik antara manusia dengan ruang.Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu menerjemahkan data hasil observasi dan data hasil wawancara ke dalam bentuk uraian yang dapat lebih dimengerti. Penghuni memanfaatkan ruang bersama yang direncanakan dan tidak direncanakan untuk berinteraksi sosial antar penghuni. Pemanfaatan ruang telah menghasilkan sebuah pola-pola ruang bersama yaitu pola dengan intensitas tinggi dan pola dengan intensitas rendah. Ruang bersama dengan intensitas penggunaan tinggi relatif jauh dari hunian dengan frekuensi penggunaan jam-harian. Adapun ruang yang digunakan yaitu selasar lantai hunian, plaza terbuka, area pujasera, taman bermain dan lobby lift.Keywords: Evaluasi Pasca Huni, Ruang Bersama, Rumah Susun

EVALUASI AREA KOMERSIAL LANTAI DASAR PADA RUSUNAWA MARUNDA

Vitruvian Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Vitruvian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.402 KB)

Abstract

ABSTRAKPerubahan ini tidak terlepas dari pengaruh – pengaruh faktor – faktor terkait seperti demografi, social – ekonomi, lokasi, fisik bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data/gambaran yang valid tentang aktifitas (penghuni) yang menjadi penyebab dari peralihan fungsi area komersial di rusun. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penghuni area komersial lantai dasar yang sebagian besar tidak melakukan peralihan fungsi bangunan dari komersial menjadi hunian karena ada beberapa yang merasa lebih nyaman tinggal di lantai atas dan hunian mereka juga tidak terlalu jauh yang berada di lantai lantai 1. namun ada sebagian kecil yang melakukan peralihan fungsi di karena akses yang sulit di lokasi hunian.Kata Kunci : Peralihan Fungsi, Aktifitas, Area Komersial            ABSTRACT       This change is inseparable from the influence of related factors such as demography, socio-economic, location, physical building. The purpose of this study is to obtain valid data / description of the activities (occupants) that the cause of the transition function of commercial areas in building. The results of this study indicate that the inhabitants of the ground floor commercial area that most do not make the transition of building function from commercial to residential because there are some who feel more comfortable living upstairs and their dwellings are also not too far located on the floor 1st floor. There is a small part that performs the switch function in because of the difficult access in the residential location.Keyword : Switching Functions, Activities, Commercial Area