Articles

PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN MIKROBIOLOGI TERAPAN BERBASIS MASALAH Hasruddin, Hasruddin; Harahap, Fauziyah
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

PENDAHULUAN Perkuliahan di Prodi Pendidikan Biologi PPs UNIMED sejak diberdirikannya tahun 2008 mengarah pada  student centered. Demikian juga pada perkuliahan Mikrobiologi Terapan, bahwa mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan ini aktif dalam kegiatan pencarian literatur, pengumpulan bahan perkuliahan, mempresentasikan materi, dan melakukan pendalaman materi dalam kegiatan tanya jawab antar sesama mahasiswa dan dosen. Mata kuliah Mikrobiologi Terapan ini merupakan mata kuliah wajib diikuti oleh setiap mahasiswa di Prodi Magister Pendidikan Biologi, yang diperoleh mahasiswa pada setiap semester tiga dengan bobot tiga sks.
ANALISIS DAN REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA MENGGUNAKANMULTIMEDIA INTERAKTIF BERBANTUAN TUTOR SEBAYA PADA TOPIK FOTOSINTESIS SEKOLAH MENENGAH ATAS Putri, Rahmadyah Kusuma; Harahap, Fauziyah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.249 KB)

Abstract

The objectives of this research are to analyze the students‟ misconceptions on topicphotosynthesis for each cognitive level and to know if the misconceptions remediation by usinginteractive multimedia and peer tutoringgive effect in decreasing students‟ misconceptionon topicphotosynthesis in SMA Swasta Nurul Iman Tanjung Morawa. Sample of this research are 56 studentsof science class XII. The types of this research are the descriptive research and pre-experimentalresearch with one group pretest-posttest design. The technique of data collecting was the two tiersmultiple choice closed reasoning diagnostic tests, consist of 45 questions which was used as pretestand posttest. The findingsshow that the students getting misconception on topic photosynthesis inhigh category of misconception by percentage 66%. The highest percentage of students‟misconception is at cognitive level 6, by percentage 76%. After treatment the results obtained thatmisconceptions remediation by using interactive multimedia and peer tutoring decrease students‟misconception as many as 47% which is from 66% to 19%. Hypothesis testing showed that tcount(3.969) > ttable (0.05)(55) (1.673), it means that H0 was rejected and Ha accepted. It can be concluded thatstudents‟ misconceptions remediation by using interactive multimedia and peer tutoring give effect indecreasing students‟ misconception on topic photosynthesis in science class XII SMA Swasta NurulIman Tanjung Morawa.Keywords: interactive multimedia, misconception, peer tutoring, photosynthesis
In Vitro Growth and Rooting of Mangosteen (Garcinia mangostana L.) on Medium with Different Concentrations of Plant Growth Regulator HARAHAP, FAUZIYAH; POERWANTO, ROEDHY; SUHARSONO, .; SURIANI, CICIK; RAHAYU, SUCI
HAYATI Journal of Biosciences Vol 21, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.386 KB)

Abstract

Propagation of mangosteen is challenging for many reasons, including limited seed set, slow rate of seedling growth, and difficulty with root formations. The objective of this research was to find the best combination of medium and plant growth regulator for in vitro growth and rooting of mangosteeen seed. Various types of explant (a whole seed; seed divided into 2, 3, and 4 cross sections; seed divided into 2, 3, and 4 longitudinal sections) were treated with five concentrations of benzyl amino purine (BAP; 0, 2.5, 5, 7.5, 10 mg/L) for shoot induction in ½ Nitrogen (N) Murashige and Skoog (MS) medium. The shoots were rooted on MS and woody plant medium (WPM) media with several combinations of indole butyric acid (IBA) and naphtalene acetic acid (NAA). Treatments for root induction were applied as follows: (i) low dose, given during induction of rooting, (ii) soaking the base of the shoots in medium treated with a high dose of auxin for 5 days, and then growing the shoots in MS ½ N with 1 mg/L NAA +  1 mg/L BAP medium. Our result show that BAP positively affected mangosteen bud growth. The best medium for mangosteen shoot regeneration was found to be  MS ½ N  + 5 mg/L BAP. This medium induced  the highest number of shoots from the seed explant cut into four cross sections. We found the best medium to induce in vitro rooting of mangosteen shoot was MS ½ N + 3 mg/L indole butiric acid (IBA) + 4 mg/L NAA medium. Some treatment negatively affected growth. Soaking the mangosteen shoot base in a medium with an overly high dose of auxin seemed to disrupt and inhibit growth of the mangosteen shoot.
Review Jurnal Asian Jr. Of Microbiol. Biotech.Env.Sc Harahap, Fauziyah
JURNAL BIOSAINS Hasil Review Fauziyah Harahap
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.852 KB)

Abstract

Jurnal Asian Jr. Of Microbiol. Biotech.Env.ScVol. 17 / No. 2
Review Jurnal Hayati Journal of Biosciences Harahap, Fauziyah
JURNAL BIOSAINS Hasil Review Fauziyah Harahap
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal Hayati Journal of BiosciencesVol. 21 / No. 4
Review Jurnal Intemational Jurnal of Education and Research Harahap, Fauziyah
JURNAL BIOSAINS Hasil Review Fauziyah Harahap
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal Intemational Jurnal of Education and ResearchVol.2/No.9
Review Journal of Agricultural Science Harahap, Fauziyah
JURNAL BIOSAINS Hasil Review Fauziyah Harahap
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Journal of Agricultural ScienceVol. 7 /No.4
Analisis Sarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri Se-Kota Tanjungbalai Nuada, I Made; Harahap, Fauziyah
TABULARASA Vol 12, No 1 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) Kondisi laboratorium; (2) Intensitas aplikasi laboratorium biologi untuk mendukung pembelajaran; (3) faktor Penghambatan untuk guru biologi dalam menggunakan laboratorium; (4) Korelasi antara laboratorium dan keterampilan proses ilmiah; dan (5) Korelasi antara aplikasi laboratorium dan keterampilan proses ilmiah siswa sekolah tinggi di kota Tanjungbalai. Ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek terdiri dari guru biologi dan siswa IPA di kelas sebelas. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner, observasi dan wawancara, keterampilan proses ilmiah yang diperoleh melalui kegiatan praktikum menggunakan beberapa tes pilihan. Data tersebut dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan: (1) kelengkapan fasilitas di laboratorium sangat baik dikategorikan pada 86,31%, dokumentasi dikategorikan tidak baik pada 50,89, peralatan, frekuensi aplikasi, dan keterampilan manajemen yang dikategorikan baik pada 67,85%, 65,63%, 63,69%, dan keamanan dan kemudian kesehatan dikategorikan tidak baik pada 55,71%; (2) Intensitas aplikasi laboratorium sebesar 5 kali selama satu semester; (3) Faktor penghambat aplikasi laboratorium terdiri dari: (1) ketidak lengkapan ; (2) Kurangnya pelatihan untuk menggunakan laboratorium; (3) kompetensi guru dalam memahami fungsi dari alat dan bahan; (4) kurangnya waktu untuk praktik di laboratorium. (4) Korelasi antara laboratorium dan keterampilan proses ilmiah siswa sebagai 0,891 dengan 0,007; dan (5) Korelasi antara aplikasi laboratorium terhadap keterampilan proses ilmiah adalah 0,043.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS MASALAH TERINTEGRASI BUKU AJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTER SISWA PADA PERHITUNGAN KIMIA Mahmud, Mahmud; Harahap, Fauziyah; Sudrajat, Ajat
TABULARASA Vol 12, No 2 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar siswa dalam kimia dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah kooperatif dengan integrasi penggunaan buku teks di sekolah menengah atas yang dikembangkan dengan belajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah kooperatif dalam buku teks siswa. (2) Pembelajaran berbasis masalah kooperatif dengan integrasi buku teks SMA yang bisa meningkatkan hasil siswa dalam kimia. (3) Perbedaan-perbedaan yang akan meningkatkan hasil belajar terutama bagi siswa dalam kimia yang dipelajari dengan buku teks siswa integrasi pembelajaran berbasis masalah kooperatif yang dikembangkan dengan pembelajaran menggunakan pembelajaran berbasis masalah kooperatif untuk buku teks siswa. (4) Integrasi pembelajaran berbasis masalah kooperatif dengan buku teks SMA yang dikembangkan dengan nilai karakteristik siswa. (5) Hubungan karakter siswa dengan hasil dalam kimia dengan menggunakan buku teks kimia integrasi pembelajaran berbasis masalah kooperatif di SMA yang telah dikembangkan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA X MMS di Kabupaten Batubara untuk semester kedua di 2014/2015 yang belajar dengan kurikulum 2013. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 sekolah di Batubara yang dibagi menjadi dua kelas di setiap sekolah. Kelas eksperimen belajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah kooperatif yang integrasi dengan buku teks kimia di atas yang telah dikembangkan dan kelas eksperimen II menggunakan masalah kooperatif pembelajaran berdasarkan buku teks yang kimia siswa integrasi di sekolah. Instrumen dalam penelitian ini adalah uji keberatan dari hasil belajar dan lembar observasi dari karakter siswa. Cara analisis data dilakukan dengan menggunakan Compare Means – Independent Samples T- test programme SPPS 16.0. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk hipotesis pertama, ketiga, dan lima menunjukkan Sig. < α (0,000 <0,05). Hipotesis kedua menunjukkan nilai di kisaran gain 51%. Sehingga, integrasi pembelajaran buku teks kimia SMA berbasis masalah kooperatif yang yang telah dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar pada pelajaran kimia. Hipotesis keempat menunjukkan kisaran tinggi.
DESIGNING INTERACTIVE DIGITAL LEARNING MODULE IN BIOLOGY Pintalitna, Wenny; Sipahutar, Herbet; Harahap, Fauziyah
TABULARASA Vol 12, No 2 (2015): Jurnal TABULARASA
Publisher : TABULARASA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interactive learning environment can substantially improve student learning and retention of key biology concepts. In this case report, we describe our approach for the design of interactive digital learning module to teach digestive system concepts in Grade 11 learners at SMAN 2 Balige with 180 subjects are selected according to total sampling method. The research method is the development with Dick and Carey model.  Subject of learning module assessment consists of two Biology matter experts, two learning module experts, one electronic media expert, three students for individual trials, ten students and teachers as small group testing, thirty students of SMAN 1 Berastagi for medium group testing, and 60 students of SMAN 2 Balige as large group testing. Quality data of product developed were collected using questionnaires. The results of developmental research showed that: (1) Module assessment by matter, learning modules and media experts were very decent criteria (88.30%, 93.98%, 88.25%); 2) Large group testing of interactive, electronic and text learning modules, respectively were 92.53%, 86.064%, 81.355% belong to very decent criteria; (3) Medium group testing respectively were 84.59%, 80.18%, 76.56% belong to decent criteria; (6) Small group testing respectively were 75.71%, 73.20%, 71.19% belong to decent criteria.