Widi Hapsari
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

PENENTUAN POSISI STASIUN GNSS CORS UNDIP EPOCH 2015 DAN EPOCH 2016 BERDASARKAN STASIUN IGS DAN SRGI MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.6 Hapsari, Widi; Yuwono, Bambang Darmo; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan penentuan posisi titik-titik control geodetik seiring dengan berjalannya waktu, telah beralih menggunakan GPS (Global Positioning System). Pembangunan sistem kerangka dasar nasional tersebut memanfaatkan dari aplikasi GPS yaitu CORS (Continuously Operating Refference Station). Titik control geodetik di Indonesia, direalisasikan dalam skala regional, nasional maupun global  digunakan dalam bidang survey dan pemetaan, studi land subsidence, studi plate motion, gempa bumi, dll. Diperlukan pendefinisian stasiun dengan tingkat ketelitian yang tinggi dan berulang karena sifat stasiun CORS yang dinamis.Pada penelitian ini melakukan pendefinisian ulang stasiun GNSS CORS UDIP pada epoch 2015 serta 2016, dengan menggunakan 9 titik ikat stasiun IGS (CNMR, COCO, DARW, IISC, PBRI, PIMO, TOW2, XMIS, dan YARR) serta 8 titik ikat stasiun SRGI (CBTL, CMAG, CMGL. CPAC, CPWD, dan CSEM) untuk mendefinisikan posisi dan kecepatannya. Pengolahan data menggunakan software ilmiah GAMIT 10.6.Hasil dari penelitian ini adalah koordinat stasiun CORS UDIP dengan ketelitian terbaik, yaitu koordinat kartesian, dengan nilai X -2210748.65826 m ± 2.11 mm, nilai Y 5931893.19583 m ± 4.40 mm, dan nilai Z -777746.10639 m ± 1.27 mm. Serta kecepatandengan ketelitian terbaik yaitu Vx -0.02258 m ±3.53 mm, Vy -0.01065 ±6.52 mm, Vz -0.01089 ±2.36 mm. Kata Kunci :GAMIT 10.6, Kecepatan, Penentuan Posisi, Stasiun CORS,  ABSTRACT Positioning geodetic control points time by time, has switched using GPS (Global Positioning System). The development of the basic framework of national system of GPS applications takes advantage of using CORS (Continuously Operating Refference Station). Geodetic control points in Indonesia, realized in regional scale, national and global are used in the field of surveying and mapping, land subsidence studies, studies of plate motion, earthquake, etc. In this case, required of defining stations with high precision and repeatedly because the dynamic nature of CORS stations.In this research, doing redefinition station GNSS CORS UDIP the epoch at 2015 and 2016, using a nine point stations of IGS (CNMR, COCO, DARW, IISC, PBRI, PIMO, TOW2, XMIS, and YARR) and as well eight points of station SRGI ( CBTL, CMAG, CMGL. CPAC, CPWD, and CSEM) to defined the position and velocity. Processing data using GAMIT 10.6 scientific software.The results of this researchwere UDIP CORS station coordinates with the best accuracy, the cartesian coordinates, with the value of X -2210748.65826 m ± 2:11 mm, the value of Y 5931893.19583 m ± 4:40 mm, and the value of Z -777746.10639 m ± 1:27 mm. And as well the velocity rates with the best accuracy were Vx -0.02258 m ±3.53 mm, Vy -0.01065 ±6.52 mm, Vz -0.01089 ±2.36 mm. Keywords : CORS Station, GAMIT 10.6, Positioning, Velocity rate*) Penulis, Penanggung jawab
ANALISIS KECEPATAN PERGERAKAN STATION GNSS CORS UDIP Yuwono, Bambang D; Awaluddin, M.; Hapsari, Widi
GEOMATIKA Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.805 KB)

Abstract

ABSTRAKTeknologi GNSS berkembang pesat seiring dengan adanya sistem pengadaan titik kontrol dasar modern yang digunakan sebagai referensi untuk penentuan posisi. Sistem tersebut dikenal dengan CORS (Continously Operating Reference System ). Station GNSS CORS juga dikembangkan di Departemen Geodesi Fakultas Teknik UNDIP pada akhir tahun 2012 dengan nama CORS UDIP. Instalasi GNSS CORS UDIP didasarkan pada kebutuhan keperluan survei, model matematis geodesi, dan pemrosesan sinyal digital. Analisis terhadap kecepatan pergerakan stasiun GNSS CORS UDIP perlu dilakukan untuk keperluan tersebut. Tujuan penelitian untuk mendapatkan nilai kecepatan pergerakan station  GNSS CORS UDIP periode 2013 s.d. 2016. Metode yang digunakan adalah pengolahan jaring dengan pengikatan ke 9 stasiun IGS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun GNSS CORS UDIP dalam periode 2013 s.d. 2016 memiliki kecepatan pergerakan 0,08 cm dalam arah east dan 0,36 cm dalam arah north.Kata kunci: GNSS CORS, kecepatan pergerakan, pemrosesan data digital ABSTRACTGNSS technology is growing rapidly along with the procurement system of modern basic control points as a reference for positioning. This system is known as CORS (Continously Operating Reference System). GNSS CORS Station is also developed in the Department of Geodesy Faculty of Engineering UNDIP at the end of 2012. The GNSS CORS Station name is CORS UDIP. Installation of GNSS CORS UDIP is based on survey needs, geodetic mathematical models, and digital signal processing. An analysis of the movement speed of GNSS CORS UDIP stations is necessary for this purpose. Coordinate Sta GNSS UDIP was calculated using network processing method with 9 sta IGS (International GNSS Service) as reference stations. The results of analysis showed that GNSS UDIP in the period of 2013-2016 had velocity rate  0.08 cm in the east and 0.36 cm in the north.Keywords: GNSS CORS,  velocity rate, digital signal processing
Penerapan Kohonen Self Organized Map Dalam Kuantisasi Vektor Pada Kompresi Citra Bitmap 24 Bit Yulianti Tae, Gadis Fransiska; Suwarno, Sri; Hapsari, Widi
Jurnal Informatika Vol 6, No 2 (2010): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyimpanannya, citra bitmap merupakan salah satu format citra yang membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kompresi dengan berbagai metode. Diantaranya adalah metode kuantisasi vektor. Dalam metode kuantisasi vektor sendiri, terdapat berbagai algoritma yang dapat diterapkan. Algoritma dalam jaringan saraf tiruan yaitu Kohonen self-organized , merupakan salah satu algoritma yang dapat diterapkan dalam metode tersebut. Algoritma ini bekerja dengan cara mencari kedekatan nilai warna pada citra dengan nilai-nilai pada codebook, dan memperbaharui nilai-nilai pada codebook tersebut sehingga lebih mendekati nilai warna pada citra. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan keterhubungan antara variasi warna dan dimensi citra serta ukuran blok dengan nilai rasio kompresi yang dicapai, lama waktu kompresi dan dekompresi, serta nilai PSNR yang diperoleh. Disarankan pula pada penelitian selanjutnya, codebook yang diinisialisasikan lebih mendekati warna pada masing-masing citra sehingga dapat memperoleh kualitas hasil dekompresi yang lebih baik, yaitu lebih mirip dengan citra aslinya.
PENERAPAN METODE SIMPLEKS UNTUK OPTIMASI MENU SEIMBANG BAGI IBU HAMIL Puspaningtyas, Indah; Siang, Jong Jek; Hapsari, Widi
Jurnal Informatika Vol 7, No 2 (2011): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan memerlukan makanan yang khusus baik jenis, jumlah, maupun kandungan nutrisinya agar dapat  memenuhi kebutuhan gizi janin sesuai usianya. Dalam penelitian ini dibuat suatu program bantu untuk menentukan makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil sesuai usia kandungannya, namun dengan harga yang semurah-murahnya. Masukan sistem berupa usia kandungan, usia ibu, dan batasan jenis makanan yang diinginkan. Keluaran sistem berupa berat bahan makanan yang harus dikonsumsi, dan total keseluruhan harga bahan makanan.  Metode yang digunakan adalah metode Simpleks. Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode simpleks dapat dipakai untuk menentukan menu termurah bagi ibu hamil, meskipun user harus memilih jenis makanan yang diinginkan secara selektif. Variasi umur ibu, umur janin dan bahan makanan yang dipilih mempengaruhi berat tiap bahan makanan yang harus dikonsumsi. Semakin banyak jenis makanan yang dipilih, iterasi yang dibutuhkan oleh metode Simpleks juga akan semakin banyak pula. Kata Kunci : Optimasi, Simpleks, gizi, Ibu Hamil
PROGRAM BANTU PENCARIAN PASAL PADA KASUS TINDAK PIDANA TERHADAP HARTA BENDA Berliana, Rosalina; Hapsari, Widi; Raharjo, Willy Sudiarto
Jurnal Informatika Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi orang awam yang tidak mengerti hukum, memahami tindak pidana terhadap harta benda apabila dikaitkan dengan KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) masih dirasa sangat sulit mengerti. Hal ini dikarenakan didalam KUHP terdapat banyak sekali pasal-pasal yang mengatur segala pelanggaran. Banyaknya pasal-pasal inilah yang dapat membuat orang awam sulit mengerti dan menentukan pasal berapa yang sesuai dengan suatu tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem yang mampu memecahkan masalah tersebut. Sistem ini akan dibangun dengan menerapakan relasi antar tabel sehingga berdasarkan penggabungan nilai-nilai pada beberapa tabel diperoleh kesimpulan dari jawaban akan pertanyaan–pertanyaan yang dimasukkan pengguna. Kata kunci : KUHP, Tindak pidana terhadap harta benda, Database
PENGGUNAAN MOMEN INVARIANT, ECCENTRICITY, DAN COMPACTNESS UNTUK KLASIFIKASI MOTIF BATIK DENGAN K-NEAREST NEIGHBOUR Haryono, Nugroho Agus; Hapsari, Widi; Angesti, Angelique; Felixiana, Stheffany
Jurnal Informatika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik classification which have diverse motifs need to be done to distinguish a pattern with another. In this paper, we present batik motifs(Ceplok, Parang, Semen, and Nitik) classification using Hu Moment Invariants, Eccentricity, and Compactness feature description. In classification stage, K-nearest neighbor have been used, which is traditional nonparametric statistical classifier. Set of different experiments on binary images regular, opening image, and closing image of 200 images Batik from some batik literature published by Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi DIY have been done and variety of results have been presented. The results showed that the best classification result obtained from Hu Moment Invariants feature description.
KLASIFIKASI EMAIL DPNGAN MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYESIAN STUDI KASUS : MAILING LIST www.tux.org Tantiny, Tantiny; Susanto, Budi; Hapsari, Widi
Jurnal Informatika Vol 3, No 1 (2007): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada jaman modern ini, komunikasi dan penyebaran informasi merupakan hal yangsangatpenting. Salah satubentukkomunikasi yaitu surat-menyurat, tidak lagi dilakukan secaratradisional menggunakan kertas, amplop dan perangko. Surat-menyurat secara global sekarangdilakukan menggunakan teknologi email. Email saat ini menjadi salah satu alat komunikasiyang perturnbuhannya kian pesat dari hari ke hari. Hal ini dapat dicermati melalui banyaknyakomunitas mailing list yang bermunculan di Internet. Namun ada kendala yang muncul daripenggunaan entail, yakni jumlah email yang banyak dan diterima dalam waktu yangbersamaan. Hal ini berakibat infonnasi-informasi yang ada dalam email menjadi terkuburdalam tumpukan informasi yang lain. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka telahdikembangkan beberapa aplikasi untuk mengklasifikasikan email menurut kriteria tertentu,seperti kategori, pengirim atau pun subject entail. Tugas Akhir ini bertujuan membangunsebuah sistem klasifikasi enrail dengan menggunakan Metode Naive Bayesian denganmengambil studi kasus dari mailing /rsf www.tux.org Sistem yang dibangun mampumengklasifikasikan email kedalam 3 kategori yang sudah ditentukan dengan pengetahuan iamiliki dan mengubah pengetahuan tersebut jika terjadi kesalahan klasifikasi (pembelajaranbertahap).
PENERAPAN OPTICAL CHARACTER RECOGNITION (OCR) UNTUK PEMBACAAN METERAN LISTRIK PLN Gunawan, Robert; Suwarno, Sri; Hapsari, Widi
Jurnal Informatika Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper will discuss an automatic recognition system to facilitate the activities of reading and recording of the electricity kWh meter. The system will analyze a captured image of the electricity kWh meter display using character recognition method. Prior to applying this method, each photo image of the kWh meter display will be pre-processed (i.e. converting the image to grayscale and determining the threshold). To detect the kWh meter display area, a smearing approach will be applied which connected the component labeling to character segmentation. To recognize each number, a template matching will be used. This study show that these steps were not yields good result in recognizing the characters in the electricity kWh meter. This is due to several factors, such as the persistence of noise that interfered with the character recognition, camera angles, lighting effect and the effect of the smearing limit.
TRANSFORMASI HOUGH LINEAR UNTUK ANALISIS DAN PENGENALAN BATIK MOTIF PARANG Hapsari, Widi
Jurnal Informatika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Komputer dan Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik is a craft that has high artistic value. Batik also has become part of Indonesian culture (especially Java) since long. There are so many designs old patterns of Batik. One of traditional batik motif is Parang. Batik Parang have decorative striped pattern and lined tilted. This research analizes characteristic of batik Parang and develops a software to automatically identify motifs of batik Parang image using line feature extraction. The pattern can be identified through a group of points that form the edge of a line and then detected as a line using Hough transform. The research material was 50 image of the sample data and 30 image of research datarespectivelyParang and non Parang. Both the accuracy of Batik Parang and non Parang recognition are 90%.
SEGMENTASI WARNA CITRA DENGAN DETEKSI WARNA HSV UNTUK MENDETEKSI OBJEK Budi Putranto, Benedictus Yoga; Hapsari, Widi; Wijana, Katon
Jurnal Informatika Vol 6, No 2 (2010): Jurnal Informatika
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi objek pada suatu citra 2 dimensi merupakan suatu proses yang cukup kompleks untuk dilakukan oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan visi komputer (computer vision) sehingga bagian objek yang diinginkan dapat dikenali komputer dengan akurat. Penelitian ini akan memaparkan penerapan metode segmentasi warna dengan deteksi warna HSV oleh Giannakopoulos untuk menghasilkan objek segmen citra berupa blob sehingga dapat terdeteksi komputer. Berdasarkan hasil pengujian dan analisa diperoleh kesimpulan bahwa kontrol pengguna dalam hal penentuan sampel warna dan toleransi warna berperan penting dalam proses segmentasi; sampel warna akan menghasilkan nilai acuan warna sebagai acuan segmentasi dan toleransi warna digunakan sebagai jangkauan filter dalam proses segmentasi. Proses deteksi objek akan mengolah segmen warna yang dihasilkan oleh proses segmentasi sehingga dapat diketahui banyaknya objek terdeteksi, luas area dan titik pusat tiap objek.