Melati Ismi Hapsari
PG PAUD Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA REMAJA DENGAN GANGGUAN KECEMASAN SOSIAL Hapsari, Melati Ismi; Hasanat, Nida Ul
PSYCHO IDEA Vol 8, No 1 (2010): PSYCHO IDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Pelatihan Keterampilan Sosial pada remaja dengan Gangguan Kecemasan Sosial. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII SMPN 1 Kalasan (4 laki-laki, dan 12 perempuan), dengan gejala Gangguan Kecemasan Sosial. Subjek dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol / waiting list. Skala Kecemasan Sosial Remaja (SKSR) digunakan dalam pengukuran pra perlakuan, segera sesudah perlakuan, dan 6 bulan setelah perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor SKSR pada kelompok eksperimen mengalami penurunan yang signifikan segera setelah diberikan pelatihan (0,011 ; p < 0,05). Skor SKSR pada kelompok kontrol juga mengalami penurunan, namun tidak signifikan (0,160 ; p < 0,05). Penurunan skor SKSR pada subjek penelitian bertahan secara signifikan hingga periode 6 bulan pasca pelatihan. Jadi, Pelatihan Keterampilan Sosial efektif untuk menurunkan Gangguan Kecemasan Sosial pada Remaja, dan efektivitasnya dapat bertahan hingga periode 6 bulan sesudah pelatihan. Kata Kunci : Kecemasan Sosial, Kecemasan, Pelatihan Keterampilan Sosial, Remaja
PERANAN ORANGTUA DALAM DONGENG SEBELUM TIDUR UNTUK OPTIMALISASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ANAK USIA DINI Rosalina, Anita; Widyasari, Yuki; Hapsari, Melati Ismi
PSYCHO IDEA Vol 8, No 2 (2010): PSYCHO IDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dongeng sebelum tidur untuk  optimalisasi kemampuan berkomunikasi anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif tipe studi kasus dengan pendekatan kasus tunggal. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Subjek terdiri dari siswa Kelompok Bermain (KB) UMP yang orangtuanya memiliki kebiasaan memberi dongeng. Penelitian dilakukan di KB UMP, Kecamatan Kembaran, Purwokerto. Sumber data lainnya adalah guru kelas, orangtua siswa dan pengasuh siswa. Validitas penelitian dilakukan menggunakan triangulasi sumber data. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah kemampuan berkomunikasi subjek  semakin optimal setelah subjek diberikan dongeng sebelum tidur setiap hari selama kurang lebih 1 bulan lamanya. Peningkatan kemampuan komunikasi subjek dapat terlihat melalui beberapa kemampuan seperti : Penambahan kosakata, pemahaman apa yang ia ucapkan dan apa yang orang lain ucapkan, pengucapan atau fonologi, kemampuan menyusun kata dalam mengutarakan kemauannya, termasuk kemampuan menyusun kata  ketika berpendapat atau berkomentar terhadap sesuatu yang membuatnya tertarik, serta pemilihan kata dan penggunaan kata dalam berkomunikasi Kata kunci: dongeng, kemampuan berkomunikasi, anak usia dini
Peran Orang Tua Dalam Pengasuhan Seksualitas Untuk Mencegah Perilaku Seks Pra Nikah Pada Remaja Di Wilayah Pedesaan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Setyawati, Rr; Hapsari, Melati Ismi
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan  untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam pengasuhan seksualitas untuk mencegah perilaku seks pra nikah pada remaja di wilayah pedesaan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Populasi penelitian ini adalah keluarga remaja (suami istri) yang bertempat tinggal di Kabupaten Banyumas. Sampel/cuplikan dengan teknik purposive yaitu remaja yang ada di wilayah pedesaan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Adapun  Informan primer adalah remaja yang ada di Wilayah Pedesaan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Informan sekunder yaitu  orang tua. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data dalam penelitian menggunakan dengan model interaktif dari Hubermans melalui tahapan reduksi data, sajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan pada saat remaja mempunyai masalah,orang tua bersikap membiarkan dan kurang memperhatikan keluhan atau isi pembicaraan anak. Orang tua menganggap masalah yang dihadapi anaknya merupakan masalah yang sepele. Terdapat perasaan takut pada anak ketika akan menyampaikan masalah yang dihadapi karena takut dimarahi oleh orang tuanya. orang tua masih belum memberikan informasi yang tepat tentang seksualitas. Anak-anak tidak pernah menanyakan masalah seksualitas pada orang tua. Anak memiliki perasaan takut, malu dan dianggap kurang sopan apabila menanyakan masalah seksualitas. Selain itu orang tua menganggap anak kecil tidak perlu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Topik yang dibicarakan hanya seputar masalah kematangan seksual yaitu proses haid/menstruasi. Selain itu, ada juga orangtua yang melarang anaknya berpacaran karena dianggap masih kecil dan belum pantas mengenal lawan jenis. Kata Kunci : Peran Orang Tua, Pengasuhan, Seksualitas,Remaja
KORELASI NILAI MATA KULIAH PERSYARATAN SKRIPSI DAN JUMLAH TATAP MUKA BIMBINGAN SKRIPSI TERHADAP KELANCARAN PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA PG PAUD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Widiasari, Yuki; Hapsari, Melati Ismi
Khazanah Pendidikan Khazanah Pendidikan Vol. IX, Nomor 1, September 2015
Publisher : Khazanah Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluently of writing thessis is influenced by many factors, such as: how tounderstand early childhood probleme, student’s competence in writing, how tounderstanding ressearch methods, and conselling process. The problem of thisressearch is accounting how much correlate value between score of subjectmatter and frequencies of conselling to fluently of writing the thessis. Thisressearch is used quantitative methodes to analize, correlation. Outcome of thisressearch showed that values of correlation between score subject ‘persiapanskripsi’and times what needed to finished thessis is the biggest  than the other (0,412)andvaluesofcorrelationbetweenstatisticssubjectandtimeswhatneededtofinishedthessisisthesmallestthanthe other(-0,362).Keywords: score of subject matter, time to finished the thessis
IMPROVEMENT OF TEACHER’S COMPETENCE AT EARLY CHILDHOOD CURRICULUM BY EDUCATING IN KKG JENDRAL SOEDRIMAN I, EAST PURWOKERTO Widiasari, Yuki; Hapsari, Melati Ismi
Dinamika Dinamika Volume VII, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. 2013’s curriculum was used in many level of education, one of them is preschool. Based of the rule is PP No. 32 Tahun 2013. The problem at KKG Gugus Jendral Soedirman I is how to used this curriculum on activities at preschool. Focused of this movement is saintific learning and  authentic assessment. So, we have two programmes for solve the problem; (1) Learning Saintific’s Education. Educating start with find saintific concept and then save it to our mind. After each of teacher understanding this object, we are following with applicating saintific learning in six aspects growing dan development. Cognitive, physic, linguistic, social emotional, religi, and art, (1) Authentic Assessment’s Education. This action start with explaining deepth information about authentic assessment. Then, the teacher have time to assesst used anechdot and daily note. Both of them used to arrange daily assessment. There are two outcome’s of this project, 1) lesson planning and 2) assessment rubric. Keywords: curriculum, saintific, authentic  Abstrak. Kurikulum 2013 sudah diterapkan di beberapa jenjang pendidikan yang memiliki kesiapan dan kompetensi. Taman Kanak-kanak merupakan salah satu jenjang pendidikan untuk anak usia dini yang hendaknya juga mempersiapkan diri untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar mengajar. Dasar pelaksanaannya adalah PP No. 32 Tahun 2013 tentang perubahan Standar Nasional Pendidikan merupakan salah satu dasar perubahan kurikulum dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Permasalahan implementasi kurikulum 2013 PAUD yang dihadapi guru di KKG Gugus Jendral Soedirman I, Purwokerto Timur dapat dirinci dalam dua aspek yaitu pembelajaran saintifik dan penilaian autentik maka pelaksana melakukan pembinaan sebagai berikut; (1) Pembinaan tentang Pembelajaran Saintifik. Pembinaan akan diawali dengan pemaparan dan diskusi mengenai hakikat, proses dan manfaat pembelajaran saintifik di PAUD. Di PAUD pembelajaran saintifik tidak boleh berhenti pada pemahaman maka pembinaan akan dilanjutkan pada aplikasi pembelajaran saintifik di semua aspek perkembangan yaitu: kognitif, fisik motorik, bahasa, sosial emosi, moral agama, dan seni, (2) Pembinaan tentang Penilaian Autentik. Pembinaan penilaian autentik dilakukan dengan pemberian informasi yang lengkap mengenai penilaian autentik, diskusi berbagai kendala dalam melakukan penilaian autentik, dan praktek melakukan penilaian autentik. Hasil luaran dari pelaksanaan pembinaan tersebut adalah kemampuan guru menyusun rencana kegiatan harian yang saintifik dan menyusun rubrik penialaian yang autentik. Kata Kunci : kurikulum, saintifik, autentik
IDENTIFIKASI KUALITAS PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN DEVELOPMENTALLY APPROPRIATE PRACTICE (DAP) TK AISYIYAH DI BANYUMAS Hapsari, Melati Ismi; Ariati, Tatik; Widiasari, Yuki
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang tepat untuk anak usia dini adalah pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan bermain yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Konsep inilah yang diusung dalam pendekatan Developmentally Appropriate Practice (DAP). Penerapan pembelajaran di PAUD saat ini justru semakin monoton, dengan lebih berorientasi pada penggunaan Lembar Kerja Anak (LKA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas pembelajaran (Guru, aktivitas pembelajaran, dan media / sumber belajar) di Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Busthanul Athfal di Kabupaten Banyumas, ditinjau dari pendekatan DAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran di TK Aisyiyah Busthanul Athfal di Kabupaten Banyumas ditinjau dari pendekatan DAP termasuk dalam kategori sedang. Perlu adanya peningkatan aktivitas pembelajaran yang saintifik, dalam kemasan bermain, yang mengedepankan inisiatif anak, serta mewadahi kemampuan berpikir ilmiah anak didik. Kata Kunci : Kualitas Pembelajaran, Developmentally Appropriate Parctice (DAP),                       Taman Kanak-kanak
IMPROVEMENT OF TEACHER’S COMPETENCE AT EARLY CHILDHOOD CURRICULUM BY EDUCATING IN KKG JENDRAL SOEDRIMAN I, EAST PURWOKERTO Widiasari, Yuki; Hapsari, Melati Ismi
Dinamika Dinamika Volume VII, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. 2013’s curriculum was used in many level of education, one of them is preschool. Based of the rule is PP No. 32 Tahun 2013. The problem at KKG Gugus Jendral Soedirman I is how to used this curriculum on activities at preschool. Focused of this movement is saintific learning and  authentic assessment. So, we have two programmes for solve the problem; (1) Learning Saintific’s Education. Educating start with find saintific concept and then save it to our mind. After each of teacher understanding this object, we are following with applicating saintific learning in six aspects growing dan development. Cognitive, physic, linguistic, social emotional, religi, and art, (1) Authentic Assessment’s Education. This action start with explaining deepth information about authentic assessment. Then, the teacher have time to assesst used anechdot and daily note. Both of them used to arrange daily assessment. There are two outcome’s of this project, 1) lesson planning and 2) assessment rubric. Keywords: curriculum, saintific, authentic  Abstrak. Kurikulum 2013 sudah diterapkan di beberapa jenjang pendidikan yang memiliki kesiapan dan kompetensi. Taman Kanak-kanak merupakan salah satu jenjang pendidikan untuk anak usia dini yang hendaknya juga mempersiapkan diri untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar mengajar. Dasar pelaksanaannya adalah PP No. 32 Tahun 2013 tentang perubahan Standar Nasional Pendidikan merupakan salah satu dasar perubahan kurikulum dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Permasalahan implementasi kurikulum 2013 PAUD yang dihadapi guru di KKG Gugus Jendral Soedirman I, Purwokerto Timur dapat dirinci dalam dua aspek yaitu pembelajaran saintifik dan penilaian autentik maka pelaksana melakukan pembinaan sebagai berikut; (1) Pembinaan tentang Pembelajaran Saintifik. Pembinaan akan diawali dengan pemaparan dan diskusi mengenai hakikat, proses dan manfaat pembelajaran saintifik di PAUD. Di PAUD pembelajaran saintifik tidak boleh berhenti pada pemahaman maka pembinaan akan dilanjutkan pada aplikasi pembelajaran saintifik di semua aspek perkembangan yaitu: kognitif, fisik motorik, bahasa, sosial emosi, moral agama, dan seni, (2) Pembinaan tentang Penilaian Autentik. Pembinaan penilaian autentik dilakukan dengan pemberian informasi yang lengkap mengenai penilaian autentik, diskusi berbagai kendala dalam melakukan penilaian autentik, dan praktek melakukan penilaian autentik. Hasil luaran dari pelaksanaan pembinaan tersebut adalah kemampuan guru menyusun rencana kegiatan harian yang saintifik dan menyusun rubrik penialaian yang autentik. Kata Kunci : kurikulum, saintifik, autentik
Implementasi Parenting Berkelanjutan TK Aisyiyah I, II, III dan IV Rawalo Kec. Rawalo, Kabupaten Banyumas Aryanti, Tatik; Hapsari, Melati Ismi
JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Vol I No. 2 September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.963 KB)

Abstract

Children are small people who have the potential to be developed. Children have certain characteristics that are unique and not the same as adults, they are always active, dynamic, enthusiastic and curiosity about what they see, hear, feel, as thought they never stop exploring and learning. The age of birth to enter the basic education is a golden period as well as a critical period in the life stage that will determine the development of the next child. This period is a good time to lay the groundwork for the development of physical, linguistic, social emotional, self concept, art, moral and religious value. Parenting progam aims to give provision and understanding the parents about nurture which give stimulation for childhood. This nurture will support childhood in education activity in PAUD Aisyiyah (Aisyiyah Kindergarten). The benefit for parents and society, can give understanding about childhoodeducation and sensitize parents about the important of early stimulation for child in daily nurture. For childhood, with environtmental conditions which condicive to development and growth from fmily and PAUD (Kindergrten) achieving success and development task. Children with special needs can be interpreted with children who are classified as disabled or who bear the disabilities and also potential and talented children. Children with special needs are those with temporary or permanent special needs that require more intense educational services. Needs may be caused by abnormalities or are indeed innate or due to distressing economic, political, social, emotional and behavioral pressures. Called special needs because children have abnormalities and presence with normal children in general. Having a healthy, active, and intelligent child would be the the dream off all parents. But, not a few parents of children with special needs who feel the dream is destroyed. To as children with abnormal growth because they have some diferrences with normal children. Children with special needs are usually referred Accepting reality is the key to the first handling of children with special needs and by giving love adn more attention. Through appropriate therapy and approprite education, children with special needs are able to get a relatively more normal life. Keywords : Sustainable parenting,children with special need
IMPROVEMENT OF TEACHER’S COMPETENCE AT EARLY CHILDHOOD CURRICULUM BY EDUCATING IN KKG JENDRAL SOEDRIMAN I, EAST PURWOKERTO Widiasari, Yuki; Hapsari, Melati Ismi
DINAMIKA Dinamika Volume VII, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.109 KB)

Abstract

2013’s curriculum was used in many level of education, one of them is preschool. Based of the rule is PP No. 32 Tahun 2013. The problem at KKG Gugus Jendral Soedirman I is how to used this curriculum on activities at preschool. Focused of this movement is saintific learning and authentic assessment. So, we have two programmes for solve the problem; (1) Learning Saintific’s Education. Educating start with find saintific concept and then save it to our mind. After each of teacher understanding this object, we are following with applicating saintific learning in six aspects growing dan development. Cognitive, physic, linguistic, social emotional, religi, and art, (1) Authentic Assessment’s Education. This action start with explaining deepth information about authentic assessment. Then, the teacher have time to assesst used anechdot and daily note. Both of them used to arrange daily assessment. There are two outcome’s of this project, 1) lesson planning and 2) assessment rubric