Indri Hapsari
Department of Pharmacology and Clinical Pharmacy, faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, Indonesia.

Published : 30 Documents
Articles

Found 30 Documents
Search

Studi Alternatif Substrat Kertas untuk Pengujian Viabilitas Benih dengan Metode Uji UKDdp

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 36, No 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.511 KB)

Abstract

A study to determine the best alternative substrate paper for testing seed viability in rolled paper method was conducted with 2 experiments. The first experiment studied the physical characteristic of six substrate papers, straw, filter, stencil, CD, HVS and Samson related to seed germination. The second experiment was conducted to identify the best alternative substrate for testing germination of different seeds. High and low viability of rice, maize, peanut, yardlong bean, chick pea and leafy vegetable seeds were tested with the substrate papers arranged in a Randomized  Block Design with three replications. The first experiment showed that CD and Stencil papers had good physical characters for germination substrate. Water absorption of CD and stencil papers were 28.1g and 24.4g per medium unit, lower than Straw paper (46.51 g/medium unit) but significantly higher than the international standard of filter paper  (20.7g/medium unit). In rolled paper test, no significant difference of water holding ability among the papers. Water lost during the 7 day testing were less than 2 g/medium unit for all of the papers. All of the papers including stencil and CD papers were homogenous with low coefficient of variation, less than 5%. The second experiment showed that different data of germination percentages and dry weight of normal seedlings were obtained from the diferrent subtrate papers. As compared to the common substrate straw paper, the stencil paper produced the most similar data, 100% and 91.7% similarities of germination percentage and  dry weight of normal seedlings, respectively, whereas the other papers performed 37.5 - 91.6% and 29.1 - 66.7%.   Key words:  Substrate paper, physical characteristic, seed viability testing.

PENGARUH AlCl3 SEBAGAI BAHAN PEMFLOKULASI TERHADAP STABILITAS SUSPENSI KAOLIN

PHARMACY Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh AlCl3 terhadap kestabilan suspensi kaolin yang disuspensikan dengan carboxymethylcellulose sodium (CMC Sodium).Suspensi kaolin dibuat dalam 4 formula dengan konsentrasi AlCl3 yang divariasikan, yaitu: (I) tanpa AlCl3, (II) AlCl3 0,02 %, (III) AlCl3 0,04 %, dan (IV) AlCl3 0,06 %. Suspensi disimpan pada suhu 5 °C dan 35 °C secara bergantian, masing-masing selama 12 jam yang dilakukan sebanyak 10 siklus. Sebelum dan sesudah perlakuan siklus dilakukan evaluasi kestabilan suspensi yang meliputi:ukuran partikel, volume sedimentasi, derajat flokulasi dan kemudahan terdispersi kembali.Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan AlCl3 memberikan pengaruh pada kestabilan suspensi kaolin yang disuspensikan dengan CMC Na. Semakin besar konsentrasi AlCl3 dalam suspensikaolin maka semakin besar ukuran partikel, semakin besar volume sedimentasi, dan semakin besar derajat flokulasi.Kata kunci : AlCl3, suspensi, kaolin

POLA PENGGUNAAN ANALGETIK PADA PASIEN PASCA BEDAH ABDOMEN AKUT: STUDI KASUS PASIEN APENDISITIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PADA PERIODE 2004

PHARMACY Vol 5, No 3 (2007)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan analgetik sebagai obat untuk mengurangi rasa sakit sudah sesuai dengan standar terapi. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dengan mengambil data pasien yangmenggunakan analgetik yang terdapat pada kartu obat pasien pasca bedah dan catatan medik pasien instalasi rawat inap pada pembedahan apendiktomi. Pada dasarnya penggunaan analgetikpada kasus bedah apendiktomi di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto sudah sesuai, meskipun ada sedikit ketidaksesuain dalam penggunaannya.Ketidaksesuain tersebut adalah pada penggunaan tramadol di luar standar terapi. Hasil perolehan data rekam medik pasien pasca bedah yang menggunakan analgetika adalah sebagai berikut: ketorolak trometamina 28,52%, asam mefenamat 25,22%, metampiron 17,58%, ketoprofen 16,48%, parasetamol 4,40%, tramadol 4,40%, dan Na diklofenak 3,29%.Kata kunci: analgetik, pasien pasca bedah apendisitis, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PNEUMONIA BALITA PADA RAWAT JALAN PUSKESMAS I PURWAREJA KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2004

PHARMACY Vol 5, No 1 (2007)
Publisher : PHARMACY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematiandan kesakitan pada anak-anak terutama yang berusia dibawah lima tahun. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui kesesuaian pola penggunaan antibiotika pada infeksi saluran pernafasan akutpneumonia balita dengan standar penatalaksanaan menurut Departemen Kesehatan RepublikIndonesia. Pengambilan data menggunakan metode retrospektif terhadap kartu rekam medikpasien infeksi saluran pernafasan akut pneumonia balita di Puskesmas I Purwareja KlampokKabupaten Banjarnegara. Metode analisisnya menggunakan metode deskriptif non analitik,kemudian dibandingkan dengan standar penatalaksanaan yang ada di Puskesmas I PurwarejaKlampok Kabupaten Banjarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 sampel padabalita usia 0 – 59 bulan yang menderita infeksi saluran pernafasan akut pneumonia, sebanyak55,8% anak laki-laki dan 44,2% anak perempuan. Antibiotika yang paling banyak digunakanadalah kotrimoksazol sebanyak 86,7%, sedangkan amoksisilin sebanyak 13,3%. Penggunaanantibiotika sudah sesuai dengan standar penatalaksanaan di Puskesmas I Purwareja KlampokKabupaten Banjarnegara menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Kata kunci: antibiotika, infeksi saluran pernafasan akut pneumonia, balita

PASAR KOTA REMBANG

IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional merupakan pusat perbelanjaan yang masih diminati banyak orang dari berbagai kalangan ekonomi. Rembang merupakan sebuah Kota kecil dengan rata-rata ekonomi menengah kebawah. Keberadaan pasar tradisional ini sangatlah dibutuhkan bagi masyarakat. Namun sayangnya kondisi pasar tradisional yang ada sudah tidak layak untuk dijadikan tempat transaksi jual beli. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Pasar, pengertian dan standar-standar mengenai perancangan sebuah pasar, fasilitas penunjang pasar, serta studi banding beberapa pasar yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai eksisting Pasar Kota Rembang dan pendekatan mengenai aspek-aspek fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak menggunakan tapak eksisting Pasar Kota Rembang. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.

The pattern of acute respiratory infections treatment in children of 0 – 59 month’s old in Puskesmas I Purwareja, Banjarnegara year of 2004

INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 19 No 1, 2008
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.403 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the pattern of acute of respiratory tract infections in children of 0-59 month’s old in Puskesmas I Purwareja Klampok, Banjarnegara. The data was taken by retrospective method from medical record. The data collected was analysed by nonanalytic descriptive statistic method, and then compared them to standard of therapy provided by Indonesian Health Departement. The result showed that all of 120 patients were pneumonia acute respiratory tract infections, which were 55.8% boys and 44.2% girls. The antimicrobials used were Cotrimoxazol (86.7%) and amoxicillin (13.3%). The major product used in that puskesmas was syrup (91.7%), and tablet that delivered in the form of powder was 8.3%. The treatment using these antimicrobial at Puskesmas I Purwareja, Klampok, Banjarnegara was in accordance to standard of therapy provided by Indonesian Health Departement. Key words: pneumonia acute respiratory tract infection, 0-59 months old children, antimicrobial, puskesmas I Purwareja Klampok Banjarnegara

Hubungan Hipertirotropinemia Terhadap Tingkat dan Aspek Kecerdasan Anak TK di Desa Seloharjo Kecamatan Pundong, Bantul, Yogyakarta

Sari Pediatri Vol 15, No 6 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Hipertirotropinemia (peningkatan TSH) menunjukkan adanya insufisiensi saturasi reseptor T3 di otak dan potensial berisiko defisiensi dalam perkembangan kecerdasan. Semakin muda anak mengalami defisiensi hormon tiroid maka semakin berat terhadap gangguan kecerdasan. Hormon tiroid dirangsang sekresinya oleh TSH (Thyroid stimulating hormone). Hipertirotropinemia digunakan sebagai penapis pertama dalam deteksi gangguan tiroid.Tujuan. Mengetahui adanya hubungan hipertirotropinemia dengan tingkat dan aspek kecerdasan anak taman kanak-kanak (TK) di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul, Yogyakarta.Metode. Rancangan penelitian potong lintang dengan jumlah subjek 51 anak dari dua TK di Desa Seloharjo selama bulan Desember 2010. Desa Seloharjo dipilih karena termasuk daerah endemik GAKI, sumber data lengkap, dan bisa dijangkau. Penilaian dilakukan terhadap kadar tetes darah TSH (dengan ELISA) dan tingkat kecerdasan serta aspek (dengan Stanford-Binet). Analisis dengan uji kai-kuadrat dan uji regresi logistik.Hasil. Terdapat 39,2% responden termasuk hipertirotropinemia dengan rerata TSH 5,59 μUI/mL. Intelligency Quotient poin di bawah rata-rata 25,5% dengan rerata 96,8 poin. Anak hipertirotropinemia dengan IQ di bawah rata-rata 6 orang (30%) dengan rerata TSH 7,63 μUI/ml (kenaikan 1,38 kali) dan rerata IQ 81 poin. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara kadar TSH dengan tingkat kecerdasan (p=0,553, RP=1,469, 95%IK 0,4-5,254) dan enam aspek kecerdasan (p>0,05). Hasil uji regresi logistik menunjukkan variabel lain tidak memengaruhi tingkat kecerdasan, sedangkan untuk aspek penalaran aritmatika terbukti dipengaruhi oleh adanya anggota keluarga yang gondok (p=0,045, RP 8,448, IK95% 1,050-67,977).Kesimpulan. Hipertirotropinemia tidak terbukti memengaruhi tingkat dan aspek kecerdasan anak TK.

DAYA REPELAN GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) DALAM BASIS CARBOPOL, TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi carbopol terhadap sifat fisik gel dan daya repelan gel minyak atsiri bunga kenanga. Minyak atsiri bunga kenanga diperoleh dengan cara penyulingan uap air. Dibuat tiga formula gel minyak atsiri bunga kenanga dengan konsentrasi carbopol yang berbeda (0,5 g, 1,0 g dan 1,5 g). Gel yang dihasilkan dievaluasi sifat fisiknya meliputi uji pH, viskositas, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan identifikasi minyak atsiri bunga kenanga. Uji daya repelan dilakukan dengan memasukkan tangan naracoba ke dalam sangkar dengan interval waktu diluar sangkar nyamuk selama 5 menit. Ada lima kelompok yang diujikan, meliputi tangan tanpa intervensi, kontrol negatif berupa tiga formula gel tanpa minyak atsiri bunga kenanga, minyak atsiri bunga kenanga, tiga formula gel minyak atsiri bunga kenanga dan kontrol positif berupa lotion merk “X”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi carbopol berbanding terbalik dengan nilai pH dan daya sebar tetapi berbanding lurus dengan daya lekat dan viskositas gel minyak atsiri bunga kenanga. Daya repelan gel minyak atsiri bunga kenanga berbanding lurus dengan konsentrasi carbopol. Kata kunci: daya repelan gel, minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms), carbopol, Aedes aegypti ABSTRACT The aim of this research is to know the influence of carbopol concentration to physical characteristic and repellency of cananga flowers volatile oil in carbopol gel base. Cananga flowers volatile oil was extracted by steam water destilation. Three formulas of gel were made by various carbopol concentration (0,5 g, 1,0 g and 1,5 g). The gels produced were tested physical characteristic (organoleptic, pH, viscosity, homogeneity, spread ability, adhesive ability and identification of cananga flowers volatile oil). Repellency was done by entering hand of person into the cage contain mosquitoes with interval five minute. This research used five groups. They were untreated hand, negative control with three formulas of gel did not used cananga flowers volatile oil, cananga flowers volatile oil, three formulas of gel contain cananga flowers volatile oil and lotion merk “X” as positive control. The result showed that the greater carbopol consentration, the smaller in pH and spread ability but the greater in adhesive ability, viscosity and repellency of gel from cananga flowers volatile oil. Key words: repellency of gel, cananga (Cananga odorata (Lmk) Hook.f & Thoms) flowers volatile oil, carbopol, Aedes aegypti

OPTIMASI TABLET FLOATING TEOFILIN MENGGUNAKAN METODE DESAIN FAKTORIAL

Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTheophylline is a drug used in the management of asthma. It has relatively short half-life and narrow therapeutic index with 5-20 μg/mL serum concentration. Thus, Floating tablet formulations that can increase the bioavailability of the drug. The aims of this study were to determine the effect of the excipient (HPMC K4M CR and NaHCO3) to the quality of tablets and determine the optimum formula of theophylline floating tablet. A 22 randomized factorial design was used in development of theophylline floating tablet with HPMC K4M CR (A) and NaHCO3 (B) as independent variables.The flowability of mass tablet, floating character, and dissolution profile were chosen as dependent variables.The results showed that NaHCO3 was the most important factor on increasing flowability of mass tablet. HPMC K4M CR was the dominant factor in lowering the Flag time, improving integrity of the tablet, and decreasing the release of drug. The composition of HPMC K4M CR 40.00 mg and NaHCO3 35.39 mg produced the optimum formula of theophylline floating tablet with desirability value of 0.978.

PENGARUH KONSENTRASI MALAM PUTIH ( Cera Alba ) PADA SUPPOSITORIA BASIS LEMAK COKLAT ( Oleum Cacao ) TERHADAP LAJU DISOLUSI PARASETAMOL

PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi malam putih (Cera Alba) terhadap disolusi suppositoria parasetamol dalam bahan dasar lemak coklat (Oleum Cacao). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi malam putih (Cera Alba ) terhadap kecepatan disolusi suppositoria parasetamol dalam basis lemak coklat (Oleum Cacao). Pada penelitian ini dibuat suppositoria parasetamol dengan basis lemak coklat yang ditambah malam putih (Cera Alba) dengan konsentrasi 0%, 3%, 5% dan 7%. Setiap suppositoriia mengandung 250mg parasetamol yang dibuat dengan metode sistem peleburan dan dicetak langsung. Kemudian diuji sifat fisik suppositoria meliputi titik leleh, waktu hancur, kekerasan dan dilakukan uji disolusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi malam putih (Cera Alba) yang ditambahkan maka semakin kecil kecepatan disolusinya. Kata kunci : Suppositoria, Malam putih, Parasetamol, Disolusi. ABSTRACT The research about the influence of white wax concentration toward dissolution of parasetamol suppositories in cacao butter base of white wax concentration toward the dissolutions rate of parasetamol suppositories in cacao butter base. In this research by parasetamol suppositories in cacao butter base adding with white wax in parasetamol which was made by melted method and was poured into molds. Then the suppositories were tested physically including melting point, solidification time, hardness, and dissolution test. The results of this research showed that the greater concentration of white wax the smaller of dissolution rate. Keywords : Suppository, white wax, parasetamol, dissolution