Articles
27
Documents
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif, Status Gizi, dan Kejadian Diare dengan Perkembangan Motorik pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Sari Pediatri Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Pemberian ASI tidak eksklusif dapat menyebabkan risiko kesehatan pada bayi, yaitu penyimpangan perkembangan motorik, serta kejadian diare. Gerakan 1000 HPK, ditujukan untuk mencegah malnutrisi dari awal kehamilan sampai anak usia 2 tahun. Tujuan. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemberian ASI ekslusif, status gizi, dan kejadian diare dengan perkembangan motorik pada 1000 HPK.Metode. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki anak baduta (>6-24) bulan. Variabel dependen adalah perkembangan motorik, sedangkan independen adalah ASI eksklusif, status gizi, dan kejadian diare. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah subjek 138 baduta, usia >6-24 bulan dipilih secara porposive sampling. Data ASI eksklusif didapat dari buku KIA/KMS, status gizi dengan pengukuran antropometri, kejadian diare didapat berdasarkan wawancara langsung, dan data perkembangan motorik dengan kuesioner KPSP, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi square dan Regresi Logistik.Hasil. Terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif selama periode 1000 HPK dengan perkembangan motorik baduta (>6-24) bulan (OR=0,45;IK95%=0,21-0,99;p=0.046). Tidak terdapat hubungan antara status gizi selama periode 1000 HPK dengan perkembangan motorik baduta (>6-24) bulan. Tidak terdapat hubungan antara kejadian diare selama periode 1000 HPK dengan perkembangan motorik baduta(>6-24) bulan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa baduta (>6-24) bulan yang tidak diberi ASI eksklusif selama periode 1000 HPK, berisiko 0,45 kali mengalami gangguan perkembangan motorik.Kesimpulan. Pemberian ASI eksklusif kepada baduta (>6-24) bulan selama periode 1000 HPK, memengaruhi perkembangan motorik.