Hani’ah Hani’ah
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN PEMANFAATAN DEM SRTM & GOOGLE EARTH UNTUK PARAMETER PENILAIAN POTENSI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT BANJIR ROB L Nugraha, Arief; Hani’ah, Hani’ah
TEKNIK Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.915 KB)

Abstract

Tidal flood is a significant threat for the economic growth rate in the city of Semarang. The threat mitigation requires planning, thereby reducing the impact of the losses. The availability of global data with free access can provide solutions in disaster management, the data are SRTM DEM and Google Earth. With both of these data can be mapped potential economic losses caused by tidal flooding. With the techniques of remote sensing and GIS to handle the SRTM DEM data and Google Earth, the techniques can be generated maps and models of tidal inundation area maps woke up in the city of Semarang. Analysis of potential economic losses can be calculated by doing an overlay of the two maps generated. The results achieved from this study is SRTM DEM and Google Earth can able to produce thematic maps of situational tidal flood disaster so that it can be used as a parameter value calculation of the potential economic losses. This study also obtain the result that the area of ​​land affected by the tidal flood an area of ​​8339.31 hectares and the number of buildings reaching 78 299 pieces, which the district that has the highest impact on the tidal flood that North Semarang.
ANALISIS FLUKTUASI PRODUKSI PADI AKIBAT PENGARUH KEKERINGAN DI KABUPATEN DEMAK Iswari, Adhelina Rinta; Hani’ah, Hani’ah; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.403 KB)

Abstract

ABSTRAKSetiap tahun, musim kemarau menyebabkan kekeringan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu lahan yang selalu mendapat ancaman serius adalah lahan persawahan. Kekeringan di area persawahan ini menyebabkan penurunan produksi padi di beberapa wilayah karena kurangnya pasokan air untuk mengairi area persawahan. Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten yang menjadi penyangga pangan nasional karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan persawahan. Namun, lahan persawahan di Kabupaten Demak ini juga tak luput dari ancaman bencana kekeringan. Setiap tahun di musim kemarau, persawahan Kabupaten Demak mengalami kekeringan karena sebagian besar sawahnya menggunakan pengairan tadah hujan dan hanya sebagian kecil berpengairan teknis. Dengan adanya ancaman kekeringan, mengakibatkan naik atau turunnya produksi padi di Kabupaten Demak setiap tahun.Analisis fluktuasi produksi padi pada penelitian ini dilakukan dengan cara pemetaan area persawahan musim panen kemudian digabungkan (overlay) dengan peta ancaman kekeringan. Pemetaan area persawahan diolah menggunakan data penginderaan jauh, dan pemetaan ancaman kekeringan merujuk pada Katalog Metodologi Penyusunan Peta Geo Hazard dengan SIG. Analisis fluktuasi produksi padi yang didapat kemudian dianalisis pengaruhnya terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Demak.Penelitian ini menghasilkan peta sawah terdampak kekeringan yang diklasifikasikan kedalam tiga kelas yaitu rendah, sedang dan tinggi, dimana sawah yang terdampak kekeringan kelas tinggi diasumsikan sebagai lahan sawah gagal panen. Pada musim panen 2 dan 3 tahun 2013 sebanyak 0,629% lahan sawah mengalami gagal panen, pada tahun 2014 sebanyak 8,121% dan 9,173% pada tahun 2015. Namun ancaman kekeringan yang ada tidak berimbas pada ketahanan pangan di Kabupaten Demak, hal ini dibuktikan dengan adanya surplus beras sebanyak 2.681.392,681 kuintal pada tahun 2014 dan sebanyak 3.124.096,305 kuintal pada tahun 2015. Kata Kunci : Area Persawahan, Fluktuasi Produksi Padi, Kabupaten Demak, Kekeringan, Ketahanan Pangan  ABSTRACTEvery years, dry season caused drought in several regions of Indonesia. Rice fields always get serious threat of it. Drought in rice fields causing reduction of paddy production due to lack of water supply to irrigate their rice fields. Demak Regency is one of national food support bacause it has amount of rice fields there. However, rice fields in Demak Regency also threat by drought. In dry season it experiencing drought because most of them depend on rain for irrigate their rice fields, so fluctuative paddy production caused by drought in Demak Regency every year.Analysis of fluctuative paddy production on this research is done by mapping the harvest season of rice fields then combined it with drought map. Paddy fields map processed using remote sensing data, and drought map refers to methodology geo hazard catalog based GIS. The fluctuative of paddy production and then analyzed toward food security in Demak Regency.This research results rice fields map affected by drought which classed into three level, low, medium and high. Rice fields that affected by high level of drought assumed as crop failure. On 2nd and 3rd harvest season of 2013, 0.629% harvest area was failed, on 2014 8.121% and 9.173% on 2015. However, drought in Demak Regency has no impact for their food security, they have rice surplus about 2,681,392.681 quintals on 2014 and 3,124,096.305 quintals on 2015.      Keywords : Rice Fields, Fluctuative paddy production, Demak Regency, Drought, Food Security  *)  Penulis, Penanggung Jawab
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN METODE OVERLAY DENGAN SCORING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Darmawan, Kurnia; Hani’ah, Hani’ah; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.419 KB)

Abstract

ABSTRAK Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti kemiringan lereng dan ketinggian lahan, jenis tanah dan penggunaan lahan serta kerapatan sungai digunakan sebagai parameter pada penelitian tingkat kerawanan banjir.Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.2.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital.Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dimana lokasi yang sangat rawan tersebar di hampir seluruh bagian selatan dengan rincian 359.266 km2 (29.3%) berkategori sangat rawan, 803.250 km2 (65.52%) cukup rawan, dan 63.497 km2 (5.18%) tidak rawan. Sementara itu, kemiringan lereng menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Selain memiliki bobot yang besar, sebaran kemiringan 0-8% di hampir seluruh wilayah bagian selatan mempunyai kategori sangat rawan akan bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang cenderung datar dan rendah sehingga berpotensi menjadi tampungan air ketika hujan yang mengakibatkan terjadi banjir. Kata Kunci : Banjir, Kabupaten Sampang, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografis ABSTRACT Sampang is one of regency in Madura which always flood when rain. Beside the rainfall was too high, other factors likes slope and elevation of land, soil type and land use, and the last is density of river used as a parameter to study the vulnerability of flood.This research used overlay method with scoring between the existing parameters, each parameters is done by assigning weights scoring process and the value associated with each classification then be overlaid using ArcGIS software 10.2.1. This software use Geographic Information Systems (GIS) to explain and present the object of flood-prone areas in digital form.The results is a map of flood-prone areas that spread throughout the southern part with details of 359.266 km2 (29.3%) which very vulnerable category, 803.250 km2 (65.52%) was quite vulnerable, and 63.497 km2 (5.18%) was not vulnerable. Beside that, slope is the main factor causing flood. In addition to larger given weight, slope with 0-8% were spread in most part of southern region wich has extreme prone category to floods. This situation caused by region tend to be flat and low that it could potentially be a bin of water when it rains so that it can make flood. Keywords: Flood, Geographic Information System, Overlay, Sampang Regency, Scoring.
IDENTIFIKASI POTENSI TOKO MEBEL BERDASARKAN ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN MEBEL BERBASIS SIG (Studi Kasus: Perumahan Bertipe Sederhana di Kecamatan Banyumanik) Auliannisa, Auliannisa; Hani’ah, Hani’ah; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi Undip Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.459 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Banyumanik merupakan salah satu kecamatan di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, yakni 132,508 jiwa (Badan Pusat Statistik, 2016). Oleh sebab itu, jumlah perumahan di kecamatan ini tergolong banyak begitupula dengan tipenya. Banyaknya jenis perumahan ini membuat peningkatan potensi industri mebel setempat. Banyak toko mebel setempat yang seharusnya memiliki potensi lebih besar karena tingkat pembangunan perumahan yang tinggi. Namun, hal tersebut perlu dikaji agar para industri mebel dapat mengetahui bagaimana potensi mebel terhadap perumahan bertipe kecil atau sederhana.Dalam penelitian ini digunakan data informasi toko mebel dan data survei opini kepada penghuni rumah tipe sederhana terhadap pembelian mebel. Dari data tersebut dilakukan pembobotan parameter menggunakan metode AHP (Analysis Hierarchy Process) dan diperoleh kriteria barang mebel yang paling tepat agar potensial dibeli penghuni perumahan bertipe sederhana yaitu meja makan/keluarga ukuran sedang sebesar 32%, sofa keluarga/tamu ukuran two seat sebesar 29% dan lemari baju ukuran dua pintu sebesar 69%.Kemudian dilakukan proses buffering terhadap perumahan bertipe sederhana dan jalan raya. Didapatkan hasil berupa persebaran toko mebel di Kecamatan Banyumanik dengan pola persebaran clustered (mengelompok) dipusat Kecamatan dan tersebar mendekati jalan raya serta presentase toko mebel terbesar terdapat di Kelurahan Srondol Wetan. Dari hasil data peta parameter, didapatkan potensi toko mebel di Kecamatan Banyumanik yaitu pada kelas sangat berpotensi terdapat 5 toko mebel, kelas berpotensi 3 toko mebel, kelas cukup berpotensi 6 toko mebel dan kelas kurang berpotensi 1 toko mebel. Kata Kunci : Perumahan Banyumanik, Mebel, Metode AHP (Analysis Hierarchy Process), Analisis buffering. ABSTRACTBanyumanik sub-district is one of many sub-districts in Central Java with the highest population of 132,508 people (Central Bureau of Statistics, 2016). Therefore, there are many housings with different types. The amount of these housings increases the potential of local furniture industries. The local furniture industries should have bigger potential because of the high level of housings development. However, it needs more study to find out the potential of furniture against very-simple or simple type housings.This study used data information of the furniture stores and the survey’s opinions of the modest type housings’ residents to the purchase of furniture. Based on the data, weighting parameter using AHP (Analysis Hierarchy Process) method has been done and obtained the most proper criteria for the furniture that was affordable for the residents of very simple type housing to simple type housing, they are medium size dining table which was 32%, two-seat family/guest, sofa  about 29% and two-door wardrobe about 69%.The buffering process of simple type housings and roadways was undergone. Then the result of Geospatial Information Systems analysis was the distribution of furnitures stores in Banyumanik sub-district with clustered pattern in sub-district’s center and spread near the roadways and the biggest percentage of furniture stores was in Administrative Village of Srondol Wetan. From the result of parameter map data, it is obtained that the potential of furniture stores in Banyumanik sub-district, there are 5 furniture stores in very potential level, 3 stores in potential level, 6 stores in fairly potential level and 1 store in less potential level.  Keywords: Banyumanik Housings, Furniture, AHP (Analysis Hierarchy Process) Method, Buffering Analysis..
Kajian Penentuan Arah Kiblat Secara Geodetis Awaluddin, Moehammad; Yuwono, Bambang Darmo; Hani’ah, Hani’ah; Wicaksono, Satrio
Teknik Vol 37, No 2 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.729 KB)

Abstract

Kiblat merupakan arah penting Umat Muslim menghadapkan dirinya saat melakukan ibadah shalat. Pengukuran arah kiblat kemudian menjadi permasalahan ketika lokasi suatu tempat jauh dari Ka’bah karena tidak dapat dilakukan pengamatan penglihatan secara langsung. Oleh karena itu diperlukan metode yang tepat untuk menentukan arah kiblat di daerah yang jauh dari Ka’bah, dalam penelitian ini Kota Semarang. Makalah ini mengkaji besarnya perbedaan arah kiblat pada tiga bidang hitungan ellipsoid, bola dan Peta Mercator. Arah Kiblat pada ketiga bidang hitungan tersebut dibandingkan dengan arah kiblat hasil pengukuran rashdul qiblat. Arah kiblat hasil hitungan di atas ellipsoid yang sudah dikoreksi dengan di atas bola mempunyai perbedaan yang jauh lebih kecil yaitu sebesar 45,7” jika dibandingkan dengan arah kiblat pada Peta Mercator. Perbedaan arah kiblat di atas ellipsoid yang sudah dikoreksi dengan arah kiblat hasil rashdul kiblat di lapangan sebesar 00 7’ 58,24”. Sedangkan untuk selisih arah kiblat di atas bidang bola dengan azimut hasil rashdul kiblat sebesar 00 2’ 49,94”. [Title: Study of Geodetic Qibla Direction Determination] Qiblah is an important direction for Muslims exposes himself while performing prayers. Qiblah direction determination becomes a problem when the location of a place far away from the Kaaba. Therefore we need a method to determine the exact direction of Qibla in areas far from the Kaaba, in this study Semarang. This paper examines the difference of the direction of Qibla on three calculation surface: ellipsoid, spherical and mercator map. Then these Qibla direction accuracies on three calculation surface were compared with Qibla direction resulting from Rashdul Qibla Measurement. The difference of ellipsoid Qibla direction that has been corrected and spherical Qibla direction has a much smaller difference in the amount of 45.7 " compared with Mercator Qibla Direction. The difference of ellipsoid qibla direction and Qibla direction resulting from Rashdul Qibla Measurement is 00 7’ 58,24”. While the difference of spherical Qibla direction and Qibla direction resulting from Rashdul Qibla Measurement is 00 2’ 49,94”. 
MEMBANGUN MORALITAS GENERASI MUDA DENGAN PENDIDIKAN KEARIFAN BUDAYA MADURA DALAM PAREBASAN Hani’ah, Hani’ah; Widodo, Sahid Teguh; Suwandi, Sarwiji; Shaddhono, Kundharu
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.135 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan kearifan budaya Madura sebagai dasar pembangunan moralitas generasi muda. Penelitian ini berusaha menggali informasi tentang nilai-nilai kearifan budaya Madura yang terdapat dalam Parebasan. Nilai-nlai kearifan budaya masyarakat Madura yang terdapat dalam Parebasan menarik untuk digali, mengingat masyarakat Madura dikenal memiliki ikatan budaya yang cukup kuat. Masyarakat Madura dalam praktik-praktik kehidupan bermasyarakat dipandang masih memegang teguh nilai-nilai kearifan budaya yang diwariskan nenek moyang mereka. Penelitian ini merupakan penelitian etnolinguistik, yaitu studi bahasa kaitannya dengan budaya tempat bahasa tersebut hidup dan berkembang. Etnolinguistik digunakan sebagai pendekatan  untuk mengidentifikasi hubungan antara kelompok masyarakat dan praktik-praktik komunikasi. Parebasan (proverb) merupakan salah satu bentuk praktik komunikasi masyarakat Madura yang digunakan secara turun temurun dengan maksud dan tujuan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Parebasan (proverb) merupakan salah satu kearifan budaya masyarakat Madura yang dapat dijadikan konsep baru, yaitu pendidikan kearifan budaya. Dengan konsep tersebut maka akan sangat membantu masyarakat dalam membangun moralitas generasi muda seperti yang diharapkan. Kata-kata Kunci: moralitas, generasi muda, parebasan, kearifan budaya, masyarakat
PEMETAAN FORMASI BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DAN TERRASAR-X (STUDI KASUS : KOTA BATU, JAWA TIMUR) Firdaus, Hana Sugiastu; Hani’ah, Hani’ah
ELIPSOIDA Volume 01, Nomor 01, Tahun 2018
Publisher : ELIPSOIDA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.725 KB)

Abstract

Pemetaan kondisi geologi sangatlah diperlukan untuk kajian teknis yang membutuhkan ketersedian akan data tersebut seperti halnya kajian akan bencana, sumber daya mineral dan lain sebagainya. Formasi batuan merupakan salah satu komponen yang menggambarkan kondisi geologi di suatu daerah. Metode pemetaan yang berkembang saat ini dapat digunakan untuk mendapatkan jenis formasi batuan yang lebih detail dengan skala 1:50.000 jika dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan metode pengindraan jauh untuk memetakan formasi batuan di Kota Batu dengan proses image fusion citra Landsat 8 dan citra TerraSAR-X Ortho Rectified Radar Image dan Digital Surface Model. Hasil image fusion dari dua citra tersebut selanjutnya dilakukan interpretasi citra dengan menggunakan kunci interpretasi, kenampakan unsur morfologi, pola aliran sungai dan peta geologi skala 1:100.000 (Wilayah Kota Batu) guna memetakan jenis formasi batuan dengan skala 1:50.000 di Kota Batu. Terdapat 15 jenis formasi batuan di area studi dari hasil interpretasi dalam penelitian ini yaitu : Batuan Gunungapi G.Kimberi 1 (Qvk1), Batuan Gunungapi G.Kimberi 2 (Kvk2), Lava Gunungapi G.Welirang (Qvlw), Batuan Gunungapi (Qv), Batuan Gunungapi G.Arjuno (Qva), Batuan Gunungapi Lahar G.Arjuno (Qval), Lava Gunungapi Tua G. Arjuno (Qvola), Kipas Vulkanik Tua G.Arjuno (Qvfoa), Batuan Gunungapi Kompleks G.Ukir (Qv), Batuan Gunungapi Tua G.Preteng (Qvop), Batuan Gunungapi Tua G.Kukusan (Qvok), Batuan Gunungapi G.Kutugan (Qvk), Batuan Produk Vulkanik G.Butak (Qvbt), Batuan Gunungapi G.Panderman (Qvp), dan Batuan Gunungapi G.Seruk (Qvs).