Retno Handayani
Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang
Articles
6
Documents
The Result Discrepancies between Histological and PCR Method for Detecting Helicobacter pylori in Patients with Dyspepsia due to Inappropriate Preparation before Endoscopy

The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy VOLUME 10, ISSUE 2, August 2009
Publisher : The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: False negative result of Helicobacter pylori (H. pylori) detection in gastric tissue can be due to inappropriate preparation before endoscopy. The objectives of this study is to compare the result of H. pylori detection in gastric biopsy by histological method and ure C polymerase chain reaction (PCR) in patients with dyspepsia who underwent upper gastrointestinal (GI) endoscopy without preparations other than six hours fasting before endoscopy. Method: We obtained 156 paraffin blocks of gastric endoscopic biopsy samples, taken from antrum and corpus of patients with dyspepsia who underwent endoscopic examination at the Endoscopy Unit of Biomedika hospital, Mataram. All biopsy samples were stained with Hematoxylin and Eosin for tissue diagnosis and Giemsa stain for detecting H. pylori Ure C PCR were done on all blocks. Cag PCR were performed on all Ure C PCR positive samples. Results: Of 156 paraffin blocks, only 17 blocks (10.9%) were positive for H. pylori by histological examination. All of the 17 samples showed positive results on PCR method. Of 156 paraffin blocks, positive results were found in 73 patients (45.9%) by ure C PCR method. The PCR method has increased the positivity rates of H. pylori more than four times compared to histological method. This study showed that the rate of cag a was 63.0%. Conclusion: Ure C PCR is superior to histological examination in patients who did not stop consuming acid supressor drug and antibiotic two weeks prior to endoscopy. This phenomenon can be explained by the change of spiral form into coccoid form of H. pylori, which is hardly detected using Giemsa stain.   Keywords: Helicobacter pylori, histology, ureC, Cag a, PCR

Pendidikan Keterampilan Vokasional Bagi Penyandang Tunanetra Dalam Menghadapi Dunia Kerja (Suatu Studi Di Smalb-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta Dan Smalb-A Bhakti Luhur Malang)

Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Vocational Educational Skill For People With Visual Impairment in Facing Working Life (a Study in SMALB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta and SMALB-A Bhakti Luhur Malang). This research uses the qualitative method. The results show that human resource development for peoplewith visual impairment in facing working life can be done through the education. Implementation of vocational education skill for people with visual impairment consists of 40 % -50 % academic aspect and 60 % -50 % vocational skill aspect. Vocational education skill at SMALB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta coveringmusic skill, massage, computer, webbiing skill and farming. While in SMALB-A Bhakti Luhur Malang consistof music skill, massage, and computer. Internal and external supporting factors in SMALB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta is teachers, students, school environment and parents of students, while in SMALB-A Bhakti Luhur Malang is school environment and certain parties from outside the school. Internal and external inhibitor factor in SMALB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta consist of mood, acceptance of public, and accessability. SMALB-A Bhakti Luhur Malang consist of teachers, mood and acceptance of public. Keywords: Vocational, Visual Impairment, Working Life Abstrak: Pendidikan Keterampilan Vokasional Bagi Penyandang Tunanetra Dalam Menghadapi Dunia Kerja (Suatu Studi Di Smalb-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta Dan Smalb-A Bhakti Luhur Malang). Penelitian  ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan sumber daya manusia bagi penyandang tunanetra dalam menghadapi dunia kerja dapat dilakukan melalui jalur pendidikan. Pelaksanaan pendidikan bagi penyandang tunanetra terdiri atas 40%-50% aspek akademik dan 60%-50% aspek keterampilan vokasional. Pendidikan keterampilan vokasional di SMALB-A Pembina Jakarta meliputi keterampilan musik, maasage, komputer, dan anyaman serta bercocok tanam, sedangkan SMALB-A Bhakti Luhur Malang terdiri dari keterampilan musik, pijat, dan komputer. Faktor pendukung internal dan eksternal SMALB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta yaitu tenaga pengajar, peserta didik, kenyamanan lingkungan sekolah, pihak luar sekolah dan orangtua peserta didik sedangkan SMALB-A Bhakti Luhur Malang peserta didik, kenyamanan di lingkungan sekolah, dan pihak luar sekolah. Faktor penghambat internal dan eksternal SMALB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta suasana hati, penerimaan di masyarakat dan aksesabilitas. SMALB-A Bhakti Luhur Malang tenaga pengajar, suasana hati, dan penerimaan di masyarakat. Kata Kunci: Vokasional, Tunanetra, Dunia Kerja

ALAT PENGISI AIR OTOMATIS TIGA GALON BERBASIS ARDUINO

Orbith Vol 12, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Orbith

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era ini banyak kecanggihan teknologi untuk memudahkan pengguna dalam membantu aktifitas sehari-hari. Dengan adanya hal seperti itu perlu adanya suatu gagasan bahwa penggunaan air perlu ditata, penggunaan media yang mampu menbantu pekerjaan manusia baik secara mekanik maupun secara pembacaan media agar lebih mudah. Oleh karena itu penulis menuangkan ide pembuat sebuah alat pengisian air secara otomatis dengan menggunakan Arduino Mega sebagai kontrol. Dengan dilengkapi limit switch dan sensor ultrasonic yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan gallon, serta sensor proximity sebagai pembatas air pada gallon, dan solenoid valve yang berfungsi sebagai penutup dan pembuka aliran air. Komponen ini bekerja bersama untuk mengisi air pada galon secara otomatis. Sedangkan untuk indikator level air pada penampungan air diperlukan sensor ultrasonic, LED, dan buzzer agar volume air pada tempat penampungan dapat terkontrol tanpa perlu mengecek isinya secara manual.Kata kunci : limitswitch, sensor proximity, sensor ultrasonic, solenoid valve

The Result Discrepancies between Histological and PCR Method for Detecting Helicobacter pylori in Patients with Dyspepsia due to Inappropriate Preparation before Endoscopy

The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy VOLUME 10, ISSUE 2, August 2009
Publisher : The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: False negative result of Helicobacter pylori (H. pylori) detection in gastric tissue can be due to inappropriate preparation before endoscopy. The objectives of this study is to compare the result of H. pylori detection in gastric biopsy by histological method and ure C polymerase chain reaction (PCR) in patients with dyspepsia who underwent upper gastrointestinal (GI) endoscopy without preparations other than six hours fasting before endoscopy. Method: We obtained 156 paraffin blocks of gastric endoscopic biopsy samples, taken from antrum and corpus of patients with dyspepsia who underwent endoscopic examination at the Endoscopy Unit of Biomedika hospital, Mataram. All biopsy samples were stained with Hematoxylin and Eosin for tissue diagnosis and Giemsa stain for detecting H. pylori Ure C PCR were done on all blocks. Cag PCR were performed on all Ure C PCR positive samples. Results: Of 156 paraffin blocks, only 17 blocks (10.9%) were positive for H. pylori by histological examination. All of the 17 samples showed positive results on PCR method. Of 156 paraffin blocks, positive results were found in 73 patients (45.9%) by ure C PCR method. The PCR method has increased the positivity rates of H. pylori more than four times compared to histological method. This study showed that the rate of cag a was 63.0%. Conclusion: Ure C PCR is superior to histological examination in patients who did not stop consuming acid supressor drug and antibiotic two weeks prior to endoscopy. This phenomenon can be explained by the change of spiral form into coccoid form of H. pylori, which is hardly detected using Giemsa stain.   Keywords: Helicobacter pylori, histology, ureC, Cag a, PCR

ALAT PENGISI AIR OTOMATIS TIGA GALON BERBASIS ARDUINO

Orbith Vol 11, No 3 (2015): November 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era ini banyak kecanggihan teknologi untuk memudahkan pengguna dalam membantu aktifitassehari-hari. Dengan adanya hal seperti itu perlu adanya suatu gagasan bahwa penggunaan air perluditata, penggunaan media yang mampu menbantu pekerjaan manusia baik secara mekanik maupunsecara pembacaan media agar lebih mudah. Oleh karena itu penulis menuangkan ide pembuat sebuahalat pengisian air secara otomatis dengan menggunakan Arduino Mega sebagai kontrol. Dengandilengkapi limit switch dan sensor ultrasonic yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan gallon, sertasensor proximity sebagai pembatas air  pada  gallon,  dan  solenoid valve  yang  berfungsi sebagaipenutup dan pembuka aliran air.   Komponen ini bekerja bersama untuk mengisi air pada galon secaraotomatis. Sedangkan untuk indikator level air pada penampungan air diperlukan sensor ultrasonic,LED, dan buzzer agar volume air pada tempat penampungan dapat terkontrol tanpa perlu mengecekisinya secara manual.

KEBANGGAAN MASYARAKAT SEBATIK TERHADAP BAHASA INDONESIA, BAHASA DAERAH, DAN BAHASA ASING: DESKRIPSI SIKAP BAHASA DI WILAYAH PERBATASAN

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.007 KB)

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai sikap bahasa masyarakat di Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan membandingkan rasa kebanggaan mereka terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Melayu Malaysia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Dalam metode kuantitatif, data diolah dengan menggunakan kalkulasi statistik, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 108 responden dengan karakteristik sosial tertentu berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di antara ketiga variabel penelitian, kebanggaan masyarakat Sebatik terhadap bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan terhadap bahasa daerah dan bahasa Melayu Malaysia.