Articles

Found 24 Documents
Search

PERANAN MUSIK PADA PERNIKAHAN ETNIS JAWA DI DESA DALU SEPULUH TANJUNG MORAWA MEDAN Handayani, Putri
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan musik pada pesta pernikahan etnis Jawa adalah catatan bagaimana fungsi dan pengunaan serta bentuk musik yang berperan langsung dalam ritual pesta pernikahan  diDesa Dalu Sepuluh B Kecamatan Tanjung Morawa Medan. Dalam catatan ini dikemukakan beberapa peristiwa budaya kehidupan musik ditengah-tengah pendukungnya. Peranan musik sebagai ritual tradisi orang Jawa di Desa Dalu Sepuluh B masih digunakan walau tidak sebagaimana mestinya keberadaanya seperti di pula Jawa. Fungsinya sebagai Hiburan masyarakat tersebut lebih tertarik dengan mengadakan pertunjukan Keyboard atau organ tunggal yang dianggap lebih praktis dan lebih dapat menghibur.
Pengaruh Selulosa Mikrokristal Kulit Buah Kapuk Terhadap Laju Disolusi Tablet Furosemida Handayani, Putri; Tanuwijaya, Juanita; Karsono*, Karsono
Journal of Pharmaceutics and Pharmacology Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Journal of Pharmaceutics and Pharmacology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.639 KB)

Abstract

Background: Kapok pericarpium (Ceiba petandra (L.) Gaertner) contain 94.04% α-cellulose. Microcrystalline cellulose is used as diluent in formulation of direct compression. Direct compression is the most efficient and economic technique for tablet manufacturing process. Objective: This study was conducted to determine the influence of microcrystalline cellulose obtained from kapok pericarpium (C. petandra (L.) Gaertner) on the dissolution of furosemide tablet. Methods: α-cellulose was isolated by removing lignin and hemicelluloses from kapok pericarpium (C. petandra (L.) Gaertner). Microcrystalline cellulose from kapok pericarpium  (C. petandra (L.) Gaertner) was obtained by controlled hydrolysis α-cellulose with HCl 2.5 N. Furosemide tablets were prepared using microcrystalline cellulose from kapok pericarpium (C. petandra (L.) Gaertner) (F1) and Avicel® PH 102 (without microcrystalline cellulose from kapok pericarpium (C. petandra (L.) Gaertner) (F2). Tablets were made by direct compression. Furthermore, tablets were evaluated including tablet hardness, disintegration time, content uniformity, and dissolution test using pH 5.8 phosphate buffer solution, with paddle method, then the concentration of furosemide was determined by UV spectrophotometric with F2 was used  as reference. Results: The yield of microcrystalline cellulose from kapok pericarpium (C. petandra (L.) Gaertner) was 16.38%. The results of furosemide tablets evaluation including tablet hardness of F1 = 7.40 kg and F2 = 7.45 kg; disintegtation time of F1 = 17 seconds and F2 = 12 minutes 29 seconds; content uniformity of F1 = 98.87% ± 0.02% and F2 = 102.41 ± 0.05%. The result of dissolution test showed that the 85% of cumulative percentage for F1was reached at 30th minute and for F2 at 60th minute. Conclusion: Furosemide tablet which used microcrystalline cellulose obtained from kapok pericarpium (C. petandra (L.) Gaertner) as diluent meets the requirements of furosemide tablet dissolution contained in 4th Edition of Indonesian Pharmacopeia. Keywords: microcrystalline cellulose, kapok, direct compression tablet, dissolution test ABSTRAK Latar Belakang: Kulit buah kapuk (Ceiba petandra (L.) Gaertner) mengandung α-selulosa 94,04%. Selulosa mikrokristal digunakan sebagai bahan pengisi dalam formula tablet cetak langsung. Metode cetak langsung merupakan metode yang paling efisien dan paling ekonomis untuk memproduksi tablet. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh selulosa mikrokristal kulit buah kapuk (C. petandra (L.) Gaertner) (SMKBK) terhadap disolusi tablet furosemida. Metode Penelitian: Isolasi α-selulosa dilakukan dengan menghilangkan lignin dan hemiselulosa dari kulit buah kapuk (C. petandra (L.) Gaertner). Selulosa mikrokristal dari kulit buah kapuk (SMKBK) diperoleh dengan menghidrolisis α-selulosa dengan HCl 2,5 N. Formula tablet furosemida yang dibuat yaitu formula dengan bahan pengisi SMKBK (F1) dan dengan bahan pengisi Avicel® PH 102 (tanpa SMKBK) (F2). Pembuatan tablet dilakukan dengan metode cetak langsung. Selanjutnya, tablet dievaluasi meliputi uji kekerasan tablet, waktu hancur, keseragaman sediaan, dan uji disolusi menggunakan medium larutan dapar fosfat pH 5,8, dengan metode dayung, kemudian penetapan kadar furosemida dengan spektrofotometri UV dengan F2 sebagai pembanding. Hasil: Rendemen SMKBK adalah 16,38%. Hasil evaluasi tablet furosemida meliputi kekerasan tablet F1 = 7,40 kg dan F2 = 7,45 kg; waktu hancur F1 = 17 detik dan F2 = 12 menit 29 detik; keseragaman sediaan F1 = 98,87% ± 0,02% dan F2 = 102,41 ± 0,05%. Hasil uji disolusi menunjukkan pencapaian 85% persen kumulatif untuk F1 pada menit ke-30, sedangkan F2 pada menit ke-60. Kesimpulan: Tablet furosemida menggunakan selulosa mikrokristal kulit buah kapuk (C. petandra (L.) Gaertner) memenuhi persyaratan uji disolusi tablet furosemida yang terdapat dalam Farmakope Indonesia Edisi IV. Kata kunci: selulosa mikrokristal, kapuk, tablet cetak langsung, uji disolusi Korespondensi penulis: karsonobk50@yahoo.com 
Hubungan Pergantian Waktu Kerja dengan Pola Tidur Pekerja Amran, Yuli; Handayani, Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 4 Februari 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.771 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i4.92

Abstract

Gangguan tidur dapat dialami oleh setiap orang tanpa mengenal status sosial dan pendidikan. Diperkirakan setiap tahun terdapat 20% – 40% orang dewasa mengalami gangguan tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan pergantian waktu kerja (shift) serta beberapa faktor lain terhadap pola tidur pekerja di bagian produksi sebuah PT Enka Parahiyangan tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian pola tidur kurangbaik pada kelompok pekerja shift (67,1%) lebih tinggi daripada non-shift (32,9%). Selain itu, didapatkan odds ratio pola tidur pada pekerja shift 7,1 kali jauh lebih tinggi dibandingkan dengan non-shift. Faktor konsumsi kafeindan penggunaan obat tidur terbukti dapat memengaruhi pola tidur dan keduanya terbukti sebagai perancu. Disimpulkan bahwa penerapan shift (pagi, sore, malam) dapat menyebabkan kejadian pola tidur kurang baik lebih tinggi daripada non-shift sehingga perlu dilakukan peninjauan kembali penerapan rotasi shift oleh perusahaan. Pekerja disarankan agar menjaga jadwal tidur, menghindari konsumsi minuman berkafein, serta menggunakan obat tidur.Kata kunci: Pergantian waktu kerja, pola tidur, gangguan tidurAbstractSleeping disorder could be experiended by everyone without seeing social and education status. Approximately there 20% -40% adults with sleeping disorder per year, 17% of it having serious problems. This study was aimed to explain relationship between working-shift (shift and non-shift) implementation and workers’ sleeping pattern at the production departmentof a company PT Enka Parahiyangan in the year 2008. The result showed that shift workers that experienced bad sleeping pattern (67,1%) more than non shift workers (32,9%). The risk to odds ratio (OR) of experience bad sleeping pattern were higher among shift workers increased by 7,1 timesmore than non-shift workers. Caffein and sleeping drug consumption were found influencing sleeping pattern as well as being confounding factors. This study concluded that implemenation of working shift (day, evening, night) affect sleeping pattern negatively among shift workers. It is recommended that to review working shift rotation, advice workers to maintain sleeping schedule, and avoid taking caffein and sleeping drug.Keywords: Work shift, sleeping pattern, sleeping disorder
ANALISIS KUALITAS LAYANAN INOVASI LISTRIK PRABAYAR DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN PADA PT. PLN (PERSERO) CABANG KENDARI Handayani, Putri
Business UHO: Jurnal Administrasi Bisnis Vol 1, No 1 (2016): Business UHO: Jurnal Administrasi Bisnis
Publisher : Business UHO: Jurnal Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.094 KB)

Abstract

Technics withdrawal by accidental sampling is that sampling technique based on chance, that spas are incidentally, that anyone who by chance met with investigators.thus, ini this study the number of samples used as many 50 people. Data analysis method used is quantitative analisis. The results showed the quality of service innovation and significant positive effect on customer satisfaction. Keywords : Quality of Service, Innovation and customer satisfaction
KERAGAMAN DAN LAYANAN EKOLOGI MAKROFAUNA EPIGEIK PADA PERTANAMAN WORTEL (Daucus carota L.) YANG DIBERI BERBAGAI IMBANGAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK Dewi, Widyatmani Sih; Handayani, Putri; Sumani, Sumani
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 5, No 2 (2008)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v5i2.74

Abstract

Recently ecological services by macrofauna diversity to sustainable production function of agroecosystem got a lot of attention. Epigeic macrofauna is diverse of macrofaunas which their life and activities are on the land surface, act as decomposer, litter transformer, and`predator, so they are important to keep ecosystem stability. Inorganic fertilizer usage continually on carrot crop without organic fertilizer can reduce soil macrofauna diversity. Improvement can be done by the use of organic and inorganic fertilizer equally. The aim of this research was to measure epigeic macrofauna diversity and their ecological services to carrot production by giving some proportions of organic and anorganic fertilizer. The research conducted in the end of December 2007 in a farmer field in Tawangmangu. It use RAKL (Random Completly Block Design) with single factor treatment. The treatment was fertilizer type usage proportion of organic and inorganic fertilizer. They were composed of 9 proporsition composition as follows: control, 50% inorganic fertilizer, 100% inorganic fertilizer, 50% organic fertilizer, 50% organic fertilizer added by 50% inorganic fertilizer, 50% organic fertilizer added by 100% inorganic fertilizer, 100% organic fertilizer, 100% organic fertilizer added by 50% inorganic fertilizer, 100% organic fertilizer added by 100% inorganic fertilizer. 100% inorganic fertilizer were composed of Urea 150 kg ha-1, SP 36 200 kg ha-1, and KCL 100 kg ha-1. 100% dosage organic fertilizer was 20 tons ha-1. To recognize the treatment effect is done by F test and close relationship among variables tested by corelation analysis. The result showed that organic and inorganic fertilizer proportion didn’t significant to diversity, population dencity and biomass epigeic macrofauna, but affected to β caroten content of carrot. Hymenoptera was dominant macrofauna in carrot crop. Macrofauna function to increase β caroten of carrot is indirect. Key words: fertilizer proportion, epigeic macrofauna, β caroten, Hymenoptera, ecological service
Persepsi Risiko Keselamatan Berkendara Berdasarkan Paradigma Psikometri Pada Pengguna Kendaraan Roda Dua Handayani, Putri; Yusvita, Fierdania
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 4, No 2 (2016): INOHIM
Publisher : Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.265 KB)

Abstract

Abstract This study aims to provide an overview of risk perception of safety and health in the two-wheeler users in Esa Unggul University using psychometric paradigm. The study was conducted on 150 respondents in March – May 2016 using cross - sectional design, the primary data in the form of questionnaires, and supporting data by interviewing informants. The parameters used are Likert scale numbers 1 - 4. The average value of each dimension is calculated as numbers 1 (low), 2-3 (moderate), 4 (good). The results showed that the perception of respondents have been quite good, but still needed to improve. Dimensions voluntary acceptance of perceived high, it means that the workers willing to accept any risks involved in the workplace. In order to create the required behavior of safety cultured, safety related management commitment is strong, safety applicative training and participation of all workers to always safety promote.Keywords: Risk perception, Psychometric paradigm. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran persepsi risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pengguna kendaraan roda dua di Universitas Esa Unggul menggunakan paradigma psikometri. Penelitian dilakukan terhadap 150 responden pada bulan Maret – Mei 2016 menggunakan desain cross-sectional, data primer berupa kuesioner, dan data pendukung berupa wawancara informan. Parameter yang digunakan adalah skala Likert angka 1 – 4. Nilai rata-rata masing-masing dimensi dihitung dimana angka 1 (rendah), 2 – 3 (sedang), 4 (baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden telah cukup baik namun masih perlu adanya peningkatan. Dimensi penerimaan secara sukarela dipersepsikan tinggi, berarti bahwa pekerja mau menerima segala risiko yang ada dipekerjaannya. Agar tercipta perilaku berbudaya K3 maka diperlukan komitmen manajemen terkait K3 yang kuat, pelatihan K3 yang aplikatif dan partisipasi dari seluruh untuk selalu memajukan K3. Kata Kunci : Persepsi Risiko, Paradigma Psikometri.
PROSES PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN AMPAS TEBU UNTUK PEMBUATAN SABUN PADAT Hajar, Erna Wati Ibnu; Purba, Auxilia Febri Wirasny; Handayani, Putri; Mardiah, Mardiah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6, NOMOR 2, DESEMBER 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.589 KB)

Abstract

Minyak goreng pada umumnya digunakan untuk memasak dan biasanya bisa digunakan hingga 3-4 kali penggorengan. Minyak goreng yang telah dipakai (minyak jelantah) akan menjadi barang buangan atau limbah dari rumah tangga dan pabrik industri penggorengan, jika tidak didaur ulang akan menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali dengan proses pemurnian yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan baku industri non pangan seperti sabun. Minyak jelantah mempunyai kandungan asam lemak bebas (ALB) yang cukup tinggi. Prosess pemurnian minyak jelantah dapat dilakukan dengan menggunakan ampas tebu sebagai adsorben untuk menurunkan kadar ALB pada minyak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun padat dari minyak jelantah yang berasal dari buah kelapa dan jagung.Kemudian hasil dari penelitian ini dibandingkan dengan standar SNI. Pengamatan dilakukan atas parameter yang meliputi: kadar air pada minyak, kadar asam lemak bebas (ALB), berat sabun yang dihasilkan, kadar air pada sabun, derajat keasaman (pH), dan tinggi busa. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan sampel sabun padat yang diuji memenuhi standar SNI NO 06-3532-1994 yang telah ditetapkan. Namun,kadar air pada sabun padat masih kurang baik karena melebihi batas maksimal SNI.
ANALISIS ARGUMENTASI PESERTA DIDIK KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ARGUMENTASI TOULMIN Handayani, Putri
JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA Vol 2, No 1 (2015): JURNAL INOVASI DAN PEMBELAJARAN FISIKA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to analyze argumentation of students in senior high school the first grade in Muhammadiyah 1 Palembang about Elastisitas and Hook Law’s Subject with the Argumentation Skill Through Toulmin. Theory Argumentation Toulmin is intruments the data’s collect for analyze the student’s argumentation. Data, Claim, Warrant, Backing, Qualifier, and Rebutal are component parts of Theory Argumentation Toulmin.The Result of analyze about student’s argumenatation Data 92 %  student that know the information they have, the fact or evidence used to prove the argument, Claim 92% Student can write their opinion as their argumentation, the statement being argue. Warrant 81% the general, hypothetical logical statement that serve as bridges between the Claim and Data,  74% Backing, Statements that serve to support the warrants, prove the main point being argued, but which do prove the warrants are true , 38% Qualifiers, Statements taht limit the strength of asrguments or statements that purpose the conditions under which the arguments is true. and the lastRebuttals 93% Conter-arguments or statements indicating circumstance when the general argument does not hold true.
Nilai Religi Cerita Rakyat Maya’mpae Tori Tompu Desa Loru Dusun Tompu Kabupaten Sigi Handayani, Putri
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religi dalam cerita rakyat Maya?mpae Tori Tompu (Dewi Padi orang Tompu). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data dalam pnelitian ini adalah masyarakat yang mengetahui cerita rakyat Maya?mpae Tori Tompu serta tokoh-tokoh adat atau yang berwenang di desa Loru dusun Tompu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara triangulasi dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Berdasarkan teknik analisis data nilai religi dalam cerita rakyat Maya?mpae Tori Tompu pada bulan April dan Mei 2016, dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai macam nilai religi (kepercayaan) yaitu nilai religi animisme, nilai religi dinamisme, upacara dan ritual adat, kesenian budaya, mitos, dan nilai religi Totemisme. Kata kunci: Nilai Religi, Cerita Rakyat 
Hubungan Pergantian Waktu Kerja dengan Pola Tidur Pekerja Amran, Yuli; Handayani, Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 4 Februari 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.771 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v6i4.92

Abstract

Gangguan tidur dapat dialami oleh setiap orang tanpa mengenal status sosial dan pendidikan. Diperkirakan setiap tahun terdapat 20% – 40% orang dewasa mengalami gangguan tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan pergantian waktu kerja (shift) serta beberapa faktor lain terhadap pola tidur pekerja di bagian produksi sebuah PT Enka Parahiyangan tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian pola tidur kurangbaik pada kelompok pekerja shift (67,1%) lebih tinggi daripada non-shift (32,9%). Selain itu, didapatkan odds ratio pola tidur pada pekerja shift 7,1 kali jauh lebih tinggi dibandingkan dengan non-shift. Faktor konsumsi kafeindan penggunaan obat tidur terbukti dapat memengaruhi pola tidur dan keduanya terbukti sebagai perancu. Disimpulkan bahwa penerapan shift (pagi, sore, malam) dapat menyebabkan kejadian pola tidur kurang baik lebih tinggi daripada non-shift sehingga perlu dilakukan peninjauan kembali penerapan rotasi shift oleh perusahaan. Pekerja disarankan agar menjaga jadwal tidur, menghindari konsumsi minuman berkafein, serta menggunakan obat tidur.Kata kunci: Pergantian waktu kerja, pola tidur, gangguan tidurAbstractSleeping disorder could be experiended by everyone without seeing social and education status. Approximately there 20% -40% adults with sleeping disorder per year, 17% of it having serious problems. This study was aimed to explain relationship between working-shift (shift and non-shift) implementation and workers’ sleeping pattern at the production departmentof a company PT Enka Parahiyangan in the year 2008. The result showed that shift workers that experienced bad sleeping pattern (67,1%) more than non shift workers (32,9%). The risk to odds ratio (OR) of experience bad sleeping pattern were higher among shift workers increased by 7,1 timesmore than non-shift workers. Caffein and sleeping drug consumption were found influencing sleeping pattern as well as being confounding factors. This study concluded that implemenation of working shift (day, evening, night) affect sleeping pattern negatively among shift workers. It is recommended that to review working shift rotation, advice workers to maintain sleeping schedule, and avoid taking caffein and sleeping drug.Keywords: Work shift, sleeping pattern, sleeping disorder